HomeArticles

Article List

Wise Woman

Hidup yang berlimpah kasih karunia

Hidup yang berlimpah dengan kasih karunia, itulah pernyataan yang tepat untuk menggambarkan kehidupan maria, Ibu Yesus. Kita dapat melihat kasih karunia Tuhan nyata dalam setiap masa kehidupannya berkenaan dengan panggilan dan tanggung jawabnya sebagai ibu dari seorang Mesias. Mari kita lihat satu demi satu masa kehidupan Maria dan bagaimana kasih karunia Tuhan atas dirinya memampukan Maria melewati banyak proses berat dalam kehidupannya.


1. MASA MENGANDUNG BAYI YESUS (Lukas 1:26-38)
    Masa ini dumulai dengan pilihan Tuhan atas Maria untuk mengandung anak laki-laki   karena Roh Kudus, "jangan takut, hai maria, sebab engkau beroleh kasih karunia dihadapan Allah. "Sebuah janji bahwa kasih karunia Allah akan berlimpah dalam diri Maria.
Pilihan TUhan tentunya membuat hidup Maria berubah seketika. Yang pertama, maria harus menghadapi pandangan negatif dari keluarga dan masyarakat sekitarnya. Oleh karena dia baru bertunangan dengan Yusuf (belum hidup sebagai suami-isteri), maka jelas
kehamilannya akan menimbulkan dugaan bahwa ia hamil diluar nikah. Siapakah yang dapat percaya kepadanya bahwa anak yang dikandungnya berasal dari Roh Kudus?

Kedua, Yusuf tunangannya pun mungkin saja mencurigai dia tidak setia kepada ikatan pertunangan mereka dan hamil dengan pria lain. itu sebabnya yusuf mempertimbangkan untuk menceraikan maria dengan diam-diam (Mat 1:19).
Akan tetapi Tuhan mencegah maksud itu, sekaligus memperjelas rencana ia tidak ragu mengambilnya menjadi isteri (Matius 1:20-21). Maria sanggup melewati masa mengandung yang tidak mudah ini oleh kasih karunia Tuhan.
Akan tetapi Tuhan mencegah maksud itu, sekaligus memperjelas rencana TUhan atas maria kepada Yusuf sehingga ia tidak ragu mengambilnya menjadi isteri (Matius 1: 20-21). Maria sanggup melewati masa mengandung yang tidak mudah ini oleh karena kasih karunia TUhan.

2. MASA MELAHIRKAN BAYU YESUS (Lukas 2:1-20)
Dalam kondisi hamil besar, Maria harus menempuh perjalanan berat ke Betlehem untuk memenuhi perintah pendaftaran Kaisar Agustinus. Bukan hanya melelahkan secara fisik, ia juga menghadapi kenyataan pahit tidak tersedia tempat yang memadai baginya untuk bersalin.
Siapakah wanita yang mau melahirkan di kandang domba? Belum lagi perlengkapan bayi ala kadarnya; hanya kain lampin dan palungan. Kenyataan yang dihadapi maria bisa saja menimbulkan keraguan dalam hatinya akan kebenaran rencana Tuhan atas dirinya.

Maria mungkin tidak pernah menduga bahwa tamu pertama yang mengunjunginya adalah para gembala, bukan sanak keluarganya. Sesuatu yang sangat menyedihkan karena Maria harus melahirkan jauh dari orang-orang terdekat yang dikasihinya.
Berikutnya, datang orang-orang majus dari timur yang mempersembahkan emas, kemenyan dan mur (Matius 2:1-12). Suatu kejutan yang tidak terduga bagi maria, namun kedatangan para gembala dan orang majus itu merupakan cara Tuhan menghapus keraguan dan kesedihan maria.
Tuhan menunjukkan bagaimana orang-orang tersebut datang karena pemberitahuan dari TUhan sendiri.

Beberapa waktu setelah kelahiran, Maria harus menerima berita bahwa anaknya dikejar-kejar oleh Herodes untuk dibunuh. Bersama Yusuf, ia melarikan diri ke Mesir sampai situasi aman dan mereka bisa kembali ke Galilea (kota Nazareth)
Apa yang membuat Maria sanggup menempun semua itu, tidak lain karena kasih karunia Allah.

3. Masa membesarkan Mesias (Lukas 2:21-52)
Sebagai orang tua, Maria bertanggungjawab untuk menanamkan nilai ketaatan dalam diri Yesus, semua bermula dari ketaatan Yusuf dan maria sebagai orang tua dalam melaksanakan hukum Taurat.
Pada hari kedelapan, Yesus disunat. Kemudian setelah masa pentahiran, Yesus dibawa ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan seperti apa yang tertulis dalam hukum Taurat. Dalam ketaatan mereka inilah, Tuhan membawa mereka berjumpa dengan Simeon dan Hana yang
meneguhkan iman mereka bahwa Yesus adalah seorang Mesias.

Setiap tahunnya pada perayaan paskah, Maria dan yusuf selalu pergi ke Yerusalem, mereka mengajarkan Yesus hidup beribadah dan menuruti apa yang dituliskan dalam kitab Taurat. Hingga satu saat, di usia Yesus yang kedia belas, ia tinggal di Bait Allah dan bertanya
jawab dengan para alim ulama. Semua tercengang akan kecerdasanNya, termasuk Maria. Tenrunya ada peran maria juga selaku orang tua yang berulang-ulang mengajarkan kebenaran firman Allah kepada Yesus. Dituliskan selanjutnya bahwa Yesus bertambah besar dan bertambah hikmatNya
dan makin dikasihi oleh Allah dan sesama.

Setelah Yesus dewasa, maria terus menantikan penggenapan Yesus sebagai Mesias. Ada kalanya sikap Yesus mungkin tidak dapat dipahami, tetapi maria bersabar dalam menghadapiNya.
Saat perjamuan kawin diKana, maria mengorong anaknya membuat mujizat namun Yesus menjawab "waktuku belum tiba". Meskipun akhirnya yesus membuat mujizat dan ini dikenal sebgai mujizatNya yang pertama.

Suatu hari ketika Maria dan saudara-saudara Yesus datang mencariNya ditengah-tengah kerumunan orang banya, Yesus berkata bahwa orang yang melakukan kehendakNya adalah ibunya dan saudara-saudaraNya. Dia seolah tidak lagi peduli dengan ibu dan saudara-saudara kandungNya sendiri.
Saat inilah Maria mulai harus melepaskan yesus dan merelakan diriNya bekerja bagi kepentingan kerajaan Allah.
Ia pasti mulai merasakan kehilangan karena yesus sekarang adalah milik orang banyak.

4. MASA PERSIAPAN DAN KEMATIAN TUHAN YESUS (Yohanes 19:25-27)
Inilah masa yang paling mendukakan hati Maria;melihat anakNya mati dikayu salib demi menebus dosa umat manusia, sekalipun dia sudah tau sejak awal bahwa hal ini akan terjadi. Maria tidak larut dalam kesedihannya, setelah Yesus naik ke sorga, bersama-sama dengan murid yesus,
ia berdoa di loteng Yerusalem menantikan pencurahan Roh Kudus yang Yesus janjiak (Kisah Para Rasul 1:14). Sungguh luar biasa, Maria mengerti bahwa tugasnya mengandung, melahirkan dan membesarkan sang Mesias telah selesai. Kini adalah waktu untuk bergerak bersama murid-murid yesus yang lain.

apakah yang membuat maria menerima kasih karunia Allah yang begitu melimpah?
1. maria mengakui bahwa ia adalah hamba Allah (lukas 1:38)
Menjadi hamba Allah berarti bersedia tunduk pada otoritas dan kedaulatan Tuhan; siap melakukan kehendak Allah. Menjadi hamba Allah berarti memiliki kerendahan hati, sebuah syarat mutlak agar kasih karunia Allah dapat mengalir.

2. Maria menyimpan janjia dan pernyataan Allah didalam hatinya.
Berkali-kali Alkitab mencatat bahwa Maria menyimpan didalam hatinya segala yang berkenaan dengan Yesus Putranya. (Lukas 2:19, 51). ini membuat Maria tetap percaya bahwa rencana TUhan mengenai Mesias adalah benar.

3. Maria menerima kehadiran orang-orang yang menguatkan dir.
Maria terbuka saat ada orang-orang yang Tuhan kirimkan untuk menyampaikan peneguhan kepadanya dalam setiap masa kehidupannya. Seperti Yusuf suaminya yang mendapatkan mimpi untuk pergi ke Mesir, para gembala, orang majus, Simeon dan Hana, dan murid-murid Yesus sendiri. Orang-orang disekitar
maria menjadi saluran sehingga kasih karunia TUhan mengalir kepada Maria.

Refleksi pribadi :
Setelah mempelajari kisah Maria, mari kita merenungkan kehidupan pribadi kita secara jujur :
1. Apakah saat ini kita sudah mengalami hidup dalam kasih karunia Allah ataukah kita bergumul karena tidak lagi merasakan kasih karunia Allah?
2. Apakah kita telah memiliki hati hamba sehingga kasih karunia Allah dapat mengalir dalam hidu kita?
   Apa yang menghalangi kita untuk mempunyai hati hamba?
3. Temukanlah orang-orang disekitar kita yang Tuhan pakai menjadi saluran kasih karuniaNya bagi kita
 

Kekuatan kuasa kasih karunia

Alkisah seorang putri disebuah kerajaan yang memiliki kekuatan magis dalam dirinya. Awalnya kekuatannya ini menjadi kebanggaan bagi dirinya, sampai suatu ketika dia menyadari bahwa kekuatannya ini ternyata adalah kelemahan juga didalam dirinya; semua yang disentuhnya berubah membeku bagaikan es, adiknya pun hampir saja mati akibat kekuatan yang dimilikinya itu. Bertahun-tahun lamanya sang putri mengurung diri didalam kamar, menutupi kelemahan yang dimilikinya, ia berpegang pada pesan almarhum sang ayah, "jadilah gadis yang baik. sembunyikan kelemahanmu, jangan rasakan dan jangan biarkan mereka tahu." Pesan ini menjadi beban dihatinya, ia tak sanggup lagi menahannya sampai akhirnya seluruh warga kerajaan mengetahuinya. Saat itulah ia berubah, melihat kelemahannya sebagai anugerah dan pada akhirnya kelamahan yang dimilikinya dapat menjadi kekuatan yang dapat memperkokoh kerajaannya.

Dunia menyuruh kita agar jangan pernah menunjukkan kelemahan kita. Sebenarnya sikap ini menjadi momok dalam kehidupan kita, membuat kita menjadi pribadi yang tidak berani tampil atau maju, berusaha untuk menutupi kelemahan dan sibuk malabur citra diri supaya dapat selalu tampil yang terbaik. Bukankah kita sering terinspirasi ketika kita melihat orang-orang yang secara fisik mengalami kekurangan, tetapi mereka mampu melakukan sesuatu layaknya orang normal bahkan melebihi dari yang biasanya orang normal lakukan.

Ada seorang yang lumpuh mulai dari leher hingga kakinya, namun dapat menjadi seorang motivator dan penulis buku best seller. Ada juga yang tidak memiliki kaki dan tangan, namun dapat bekerja layaknya orang normal. Seorang yang buta, namun dapat memainkan sebuah gitar dengan piawai. mereka adalah pribadi yang menunjukkan kepada dunia bahwa kelemahan yang ada didalam diri mereka dapat dipakai Tuhan

Ketika kita sedanga berada dalam kelemahan tidak jarang kita ingin undur dari Tuhan, karena kita berusaha melakukan hal yang berkenan dihadapanNya, justru sebaliknya yang kita lakukan. Berusaha menjadi wanita yagn bijak, namun malah hidup sebagai wanita yang bodoh. Selanjutnya kita berpikir bahwa wanita bijak hanyalah sebuah slogan dan berhenti belajar untuk berubah.

Selama satu tahun ini WW sudah mengangkat tema "Dalam kelemahanku, KuasaNya sempurna" dan "Kekuatan Dalam kelemahan"' bersyukur tema-tema ini telah memberikan sebuah sudut pandang yang lain mengenai kelemahan yang kita miliki;
orang yang kuat bukan berarti tanpa kelamahan dan kelemahan bukanlah penghalang lahirnya kekuatan. Sebagai orang yang menerima kasih karunia Tuhan, kita tidak perlu kautir dengan kelemahan karena meskipun kasih karunia Tuhan tidak menghilangkan kelemahan kita, justru dalam kelemahanlan kuasa Tuhan bekerja degnan sempurna. Itu sebabnya jangan takut dengan kelemahan kita karena disanalah kasih karunia Tuhan bekerja.

Secara umum arti kasih karunia adalah sesuatu yang berharga diberikan secara cuma-cuma kepada orang yang tidak layak menerimanya. Alkitab menyebut dengan kasih karunia dan sehari-hari kita biasa menyebutnya dengan anugerah. TUhan memberikannya pertama-tama kepada kita untuk mampu percaya akan keselamatan yang diberikanNya dengan cuma-cuma. "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2:8-9)

Tuhan memberikan kasih karunia kepada orang yang dipilihNya. Tidak ada seorangpun yang layak untuk dipilih, tidak ada seorangpun yang layak untuk dipilih, tidak ada seorangpun yang mempunyai kualitas tertentu sehingga dianggap pantas untuk menerima kasih karunia pengampunan, mendapat penebusan, hidup yang baru didalam dia, dan jangan berpikir bahwa kita dapat menjadi seperti sekarang ini karena ada "sesuatu" didalam kita yang Tuhan pertimbangkan sampai kita lebih berhak menerima kasih karuniaNya daripada orang lain. Kita dipilih untuk diberi kasih karunia itu semata kedaulatan Tuhan, tidak ada yang dapat mempertanyakan. "Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkanNya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh anugerah kita diselamatkan, dan didalam Kristus Yesus ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia disurga" (Ef 2:5-8).

Tujuan kasih karunia diberikan supaya pada masa yang akan datang Allah dapat menunjukkan kepada ktia kekayaan anugerah-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus yesus (Efesus 2:7). Sejak awal kasih karunia diberikan berupa anugerah,
yaitu kekuatasn utnuk menjadi seperti yang diinginkannya.

Untuk dapat mengalami kekuatan kasih karunia Tuhan, Yesus mengatakan bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan yaitu : menyangkal diri, memikul salib setiap hari dan mengikut Dia (Luk 9:23).
Menyangkal diri artinya berkata 'tidak' kepada diri sendiri dan dosa. Memikul salib artinya mati dari kehidupan yang lama dan bersedia masuk dalam kehidupan baru didalam Krsitus. Sama seperti Kristus yang dengan rela naik ke atas salib, maka tidak ada yang bisa memaksakan salib pada diri kita. Salib sifatnya sukarela. Selama kita masih memegang dan hidup dengan cara hidup yang lama, kita tidak akan pernah mendapatkan kekuatan menjalani kehidupan baru yang Yesus janjikan.

Setiap wanita yang mau hidup didalam visi wanita bijak, "melalui keunikannya wanita berfungsi dan menjadi teladan," memerlukankasih karunia. Kasih karunia sanggup melampaui setiap kelemahan, ketidaksanggupan, keterbatasan, kekurangan bahkan kegagalan kita untuk memenuhi perintah-perintahNya. Alkitab mencatat, Tuhan memberikan kasih karunia pada para wanita sesuai dengan keunikannya.
Kita dapat dipakaiNya untuk hal-hal yang baik dan luar biasa. Dalam kasih karuniaNya, kita dapat menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita. Sebab itu, kita tidak perlu menjadi sempurna terlebih dahulu baru dapat dipakai Tuhan. Kita dapat dipakaiNya untuk menyatakan kemuliaanNya sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Dibalik segala kelamahan kita, justru kuasa Tuhan semakin bekerja dengan sempurna

Janda sarfat mendapat kasih karunia berani mengambil keputusan memberikan roti kepada Elia sekalipun ia belum tahu apakah akan ada kelanjutan persediaan makanan baginya dan kedua anaknya. Rahab menerima kasih karunia berani untuk menyembunyikan tamunya dibawah jerami sekalipun ia belum tahu apakah usahanya akan berhasil dan tidak ketahuan, sebab bila perbuatannya diketahui orang maka ia siap ditangkap bahkan dibunuh bersama dengan orang-orang yang disembunyikannya. Wanita Fenisia mendapat kasih karunia ngotot dan tebal muka untuk mendapat kesembuhan dari Tuhan Yesus sekalipun ia disebut anjing yang tidak layak dapat roti dari meja tuan. Dengan kasih karunia "tidak tahu malu", wanita ini minta remah-remah yang jatuh dari sisa makanan anak-anak tuannya. maria ibu Yesus menerima kasih karunia tabah menerima resiko karena hamil sebelum menikah, sekalipun saat itu ia belum pernah mendengar ada perempuan yang dapat hamil karena dinaungi Roh.
Maria tidak takut mengalami sesuatu yang belum pernah dialami oleh perempuan manapun dimuka bumi ini.

Kita membutuhkan kasih karunia "stand alone" untuk memiliki sikap hati teladan. Menjadi teladan adalah menjadi pendahulu dari semua orang untuk melakukan yang belum pernah dilakukan oleh orang lain. Keputusan itu dibuat dan dilakukan karena kita tahu bahwa kita diciptakanNya untuk melakukan pekerjaan baik yang secara khusus dipanggil untuk melakukannya. Kita diberi kasih karunia yang menjadi kekuatan yang dianugerahkan sesuai dengan keunikan kita masing-masing. Dari banyak wanita yang dicatat di Alkitab, kita dapat belajar bahwa menjadi teladan kita harus berjalan paling depan. Sampai hari ini Tuhan terus menganugerahkan kasih karuniaNya untuk setiap wanita pilihanNya. Ada bunda Teresa yang dianugerahkan belas kasihan untuk mencintai orang-orang yang sakit hampir mati di India. Ada Corry aquino yang dianugerahkan keteguhan hati untuk memimpin negara Filipina dan memberantas korupsi dibangsanya. Ada Risma yang menerima kasih karunia untuk menutup Dolly ketia ia menjadi walikota di Surabaya. Ada banyak wanita bijak yang hidup di dalam visi dan mampu menjadi teladan meskipun mereka masih memiliki kelemahan, hal ini
dikarenakan kasih karunia Tuhan masih cukup sampai hari ini dan terus dianugerahkan buat yang berani mempercayaiNya. Ketika kita berhadapan dengan masalah
yang datang bagaikan raksasa-raksasa yang tak terkalahkan, ketika kita merasa tidak berdaya, apakah kita lebih menyadari kelemahan kita atau kita mau mengandalkan kasih karuniaNya yang dapat melahirkan kekuatan ditengah kelemahan kita

DIBALIK SEGALA KELEMAHAN KITA, JUSTRU KUASA TUHAN SEMAKIN BEKERJA DENGAN SEMPURNA **

Susanna Wesley IbuYang melahirkan pemimpin-pemimpin rohani

"Aku lebih banyak mengenal kehidupan Kristiani dari ibuku, daripada dari para ahli Theologi diseluruh Inggris" John Wesley

Susanna Wesley adalah ibu dari John dan Charles Wesley, tokoh kebangunan rohani yang memberikan kontribusi besar terhadap penginjilan dan sejarah Gereja.
Susanna yang telah melahirkan 19 orang anak, memiliki pola asuh yang luar biasa, dengan disiplin yang tinggi dan kesabaran serta kasih. Ia tidak hanya menjadi seorang ibu jasmani bagi anak-anaknya, iapun berperan sebagai ibu rohani bagi mereka.
Ia mendidik dan mengajar setiap anaknya untuk memahami dan menghidupi kebenaran Firman TUhan.
Hasil nyata dari kesetiaan dan kedisiplinan yang diterapkannya nampak dalam kehidupan John dan Charles Wesley yang mengguncang dunia dengan kegerakan rohani yang dipimpinnya. Kutipan kalimat John Wesley diatas menggambarkan betapa hebat kualitas rohani seorang Susanna Wesley.

Susanna lahir dari pasangan Dr. Samuel Annesley dan Mary White, ia anak bungsu dari 25 bersaudara yang lahir pada 20 Januari 1669 di Inggris. Susanna tidak pernah memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan formal, karena pada saat ituInggris hanya menyediakan sekolah bagi anak laki-laki, namun dengan penuh ketekunan ia belajar di perpustakaan pribadi milik ayahnya dan belajar dibawah bimbingan orang tuanya. Hasilnya, pada saat berusia 13 tahun, ia sudah bisa membaca dalam tiga bahasa yang cukup penting yakni bahasa Inbrani (Bahasa Perjanjian lama), Bahasa Yunani (Bahasa Perjanjian Baru) dan bahasa latin (Bahasa Alkitab septuaginta). Sejak kecil Susanna sudah dibekali dengan prinsip-prinsip firman Tuhan dan itulah yang terus dia pegang dan lakukanketika sudah berkeluarga

Susanna Annesly menikah pada 11 November 1688 dengan Samuel Wesley, seorang mahasiswa theologia yang terkenal pandai dan cerdas. Sebagai istri pendeta, Susanna tampaknya tidak ingin berdiam diri, ia sangat merindukan anak-anaknya menjadi besar dan berhasil sebagai anak-anak kristen. Selain mengatur dan menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga sehari-hari, ia juga membantu suaminya mempersiapkan kotbah-kotbah dan membantu mengingatkan jadwal kunjungan.
Iapun berusaha sendiri untuk mencukupkan kebutuhan keluarga dengan berladang, memelihara sapi perah, ayam yang menghasilkan telur dan ternyata berkat Tuhan senantiasa cukup sehingga mereka tidak pernah sampai merasa kelaparan.

Perannya sebagai ibu dan ibu rohani
"Tidak ada yang lebih saya harapkan selama hidup ini kecuali melayani anak-anak yang telah saya lahirkan. Saya mau apabila ini berkenan bagi Allah, menjadi alat-Nya melakukan semua yang baik bagi jiwa-jiwa mereka," itulah harapan dari Susanna.
Dalam segala keterbatasan finasial yang mereka alami, dia tetap berjuang untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

Apa yang dapat kita pelajari dari kehidupan Susanna dalam mendidik anak-anaknya?

- Disiplin dan rutinitas

Susanna selalu menyusun jadwal harian dan segala yang dikerjakannya dengan  seksama : bangun tidur, belajar, makan, doa keluarga, waktu tidur, dsb.
Hal itu diterapkan pula dalam hidup setiap anaknya. ia menuliskan :"Anak-anak selalu diarahkan pada pola hidup teratur, dalam hal-hal yang sanggup mereka lakukan sejak lahir, seperti mengganti baju, mengganti sprei, dll..."

Disiplin yang diterapkannya dalam batas "hal-hal yang sanggup mereka lakukan" menunjukkan bahwa ia adalah seorang ibu yang peka, yang menyadari keterbatasan anak-anaknya
- Melatih anak-anaknya dengan setia
Susanna menyediakan ruang belajar khusus untuk mengajar anak-anaknya enam jam sehari (jam 9-12 lalu jam 2-5). Ia selalu memberi tugas membaca kepada anak-anaknya satu pasal dalam perjanjian baru untuk bacaan pagi dan satu pasal perjanjian lama untuk bacaan malam, dan membaca mazmur dua kali setiap hari.
Ia sangat yakin bahwa tidak ada buku yang setara dengan Alkitab dalam mendidik anak-anak ataupun orang dewasa dalam pertumbuhan rohani.
Ia mulai mengajar anak-anaknya membaca pada usia lima tahun, bahkan melatih mereka menulis puisi dan musik, serta mempelajari bahasa yunani dan Ibrani setiap malam bersama ayah mereka.
Pada suatu ketika, John sangat sulit mengerti satu pelajaran yang diajarkan Susanna, suaminya mulai kesal dan marah melihat kelambanan John untuk memahami sehingga berkata "untuk apa kau ajari dia pelajaran yang itu-itu juga sampai seratus kali?", namun dengan lembut Susanna berkata :"karena sudah 99 kali diajari, dia belum mengerti juga."

Selain mengajarkan mata pelajaran akademis, Susanna juga melatih mereka menjadi anak-anak yang patuh dan berperilaku baik. ia mengajar mereka sejak usia satu tahun untuk takut pada tongkat didikan, hormat pada otoritas, dan melatih penguasaan diri dalam mengungkapkan emosi mereka. Susanna selalu ingin memastikan bahwa anak-anaknya memiliki pengertian yang mendalam akan kekristenan dan kehidupan.
Dia berjuang untuk memahami setiap anaknya secara pribadi

- Disiplin bersaat teduh
Sudah sejak usia lima tahun Susanna berkomitmen untuk memiliki waktu doa dan membaca Alkitab sama banyak dengan waktu santainya. Namun ketika sudah berkeluarga dan melahirkan anak-anaknya, waktu pribadinya banyak berkurang, sehingga ia mengubah komitmennya menjadi : dua jam sehari, tapi tambah enam jam sehari untuk mengajar anak-anaknya! jadi delapan jam sehari ia khususkan untuk belajar dan mengajar!
Belum lagi waktu makan, mengurus kesepuluh anaknya yang hidup dari 19 yang ia lahirkan, mengurus pekerjaan rumah tangga dimana diabad 17 yang semuanya masih dikerjakan dengan tangan

Sebenarnya ada begitu banyak peristiwa-peristiwa di masa-masa sulit yang dihadapi oleh rumah tangga Susanna dan Samuel, mereka dua kali mengalami kebakaran rumah yang hampir merenggut nyawa salah satu anaknya, belum lagi masalah hutang yang melilit mereka, sehingga suaminya harus dipenjara. Namun itu semua tidak dapat melemahkan iman dan perjuangannya sebagai seorang ibu dan istri pendeta dan kerinduannya untuk melayani Tuhan. Setiap minggu ia juga mengajar anak-anak sekolah minggu dan ketika suaminya pelayanan keluar kota, ia memakai kesempatan untuk mengumpulkan orang-orang untuk bersekutu dan mengajarkan firman Tuhan.
Setiap minggu hampir dua ratus orang yang ikut dalam persekutuan itu, keberhasilannya menimbulkan iri hati pendeta pengganti suaminya dan suaminya sendiri tidak setuju dengan yang dilakukan istrinya.
Kegigihan, kedisiplinan dan ketaatannya terhadap firman Tuhan juga pendidikan iman dan kerohanian yang telah diberikan kepada anak-anaknya tidaklah sia-sia tetapi membuahkan hasil, anak-anak Susanna menemukan panggilan hidup masing-masing dan dua diataranya menjadi tokoh mendiri gereja yaitu John Wesley dan Charles Wesley.
John pendiri gereja Methodist sedang Charles seorang musisi musik gerejawi yang telah menciptakan ribuan lagu-lagu rohani yang masih dinyanyikan di gereja sampai hari ini.
Dan inilah salah satu kutipan tulisan Susanna tentang mendisiplin anak :"Untuk membentuk pola pikir anak-anak, hal pertama yang harus dilakukan adalah menaklukkan keinginan mereka dan membawa mereka kepada temperamen yang taat.
Memberikan pengertian hanyalah merupakan usaha seumur hidup, dan terhadap anak-anak harus diberikan dalam skala yang bisa mereka terima; tapi menundukkan keinginan harus dilakukan sesegera mungkin, dan semakin cepat semakin baik, sebab jika koreksi sikap diabaikan beberapa saat saja, maka anak-anak langsung membentuk pola keras kepala dan mementingkan diri sendiri yang akan sangat sulit sekali dikalahkan, dan tidak akan pernah bisa dikalahkan tanpa kekerasan yang menyakitkan bagi saya, juga bagi sang anak.
.....Dan jika keinginan sang anak telah sepenuhnya ditundukkan, dan digantikan dengan rasa hormat dan segan pada orang tua, maka akan banyak sekali kebodohan dan kecerobohan anak-anak yang akan terlewati."

Tahun 1742 pada usia 73 tahun, ia meninggal dunia. Susanna Annesley Wesley dikenang sebagai ibu yang memiliki peran dalam mengubah dunia,
memberikan pengaruh pada zaman itu dan sampai sekarang dapat memberikan inspirasi dan memotivasi para orang tua khususnya ibu-ibu kristen dalam peranannya sebagai istri dan ibu untuk anak-anaknya.

Hidup yang menjadi inspirasi

Pada bulan Maret yang lalu, lima perempuan dari berbagai bidang pekerjaan menerima penghargaan Indonesia Woman of Change 2015 dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia atas usaha mereka membuat perubahan berarti dalam lingkup komunitas maupun nasional.
Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Febrianti Khairunissa, ia terpilih atas usahanya meningkatkan partisipasi perempuan dalam perekonomian dan melawan kerusakan lingkungan dilombok.
Bermula dari rasa keprihatinannya melihat kondisi kota lombok yang semakin dipenuhi banyak sampah. Padahal kota tempat tinggalnya itu haruslah bersih sebagai representasi dari kota wisata.
Hati Febrianti terketuk untuk mengurangi jumlah sampah di Lombok. Ia mengajak masyarakat lokal untuk menekan jumlah sampah dengan cara melakukan pemilahan.

Tidaklah mudah bagi Febrianti untuk melakukan gerakan tersebut, masyarakat lokal sudah terbiasa membuang sampah tanpa melakukan pemilahan. untuk menarik keterlibatan masyarakat, ia tidak hanya memberi penyuluhan. Ia membuat program kredit lunak. Sayangnya, cara itu malah mendatangkan kerugian finansial baginya. namun semangatnya tidaklah pudar.


Febrianti kembali mencari ide untuk menyelamatkan kondisi kotanya, iapun merubah sistem kredit lunak menjadi tabungan. Masyarakat memilah sampah, kemudian nantinya akan ditimbang dan ditulis dibuku tabungan sampah. Sampah hasil pemilahan dihargai mulai dari Rp 1.000-Rp4.000 per-kilogramnya dan tabungan tersebut hanya boleh diambil pada saat-saat tertentu sesuai dengan program yang diambil.
Contohnya tabungan hari raya, hanya dapat diambil saat perayaan lebaran atau natal.Kemudian tabungan pendidikan, bisa dicairkan setiap semesternya. Diluar itu, masyarakat juga bisa menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari

Jerih payah Febrianti akhirnya membuahkan hasil. Tidak hanya sukses mengurangi jumlah sampah di Lombok, tetapi juga berhasil memberdayakan perempuan dalam bidang perekonomian. melalui programnya tersebut, Febrianti membuat para ibu rumah tangga mempunyai simpanan uang yang bisa dipergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Disamping itu, program ini juga banyak menyerap tenaga kerja manusia. Setidaknya terdapat 200 orang yang bekerja untuk mengelola sampah dibawah programnya.
Bahkan Dinas kebersihan pemberintah setempat juga berhasil digaetnya untuk bekerjasama.

"Saya menikah dengan pria yang lulus kuliah karena bapaknya mengumpulkan sampah. Kami ingin pengalaman ini bisa menginspirasi masyarakat Indonesia agar mereka tidak menjadi orang skeptis. Sampah bisa dikelola dengan baik dan bisa menghasilkan uang. Kami janjikan adanya manfaat dari kelola sampah," ujar Febrianti

Ada banyak wanita di dunia maupun didalam Alkitab yang hidupnya menjadi inspirasi bagi masyarakat ataupun orang-orang di sekitarnya. hal ini dikarenakan wanita memiliki daya sebagai penolong (ezer) yang memberi kehidupan dimanapun ia berada. Itu sebabnya, setiap wanita memiliki potensi untuk menjadi inspirasi bagi siapapun dan dimanapun ia berada

Apakah hidup kita telah menjadi inspirasi bagi orang lain? ajukanlah pertanyaan berikut ini kepada diri Anda : Apa yang orang lain rasakan ketika bersama-sama dengan kita? Apakah mereka merasa diberi semangat ? Apa yang menjadi kerinduan/hasrat terdalam anda? Apakah kita mampu bersikap dengan tulus sehingga kesaksian hidup kita dapat membawa orang-orang kepada Kristus?
Pertanyaan-pertanyaan ini akan mengingatkan kita bahwa dimanapun kita berasa, cara hidup kita bagaikan wewangian.

Kasih yang kita berikan kepada orang lain seumpama buku yang terbuka dan dapat dibaca oelh orang-orang disekitar. Sebagaimana yang dikatakan paulus, "Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan diantara mereka yang binasa" (2 kor 2:15).
Kerinduan/hasrat terdalam Yesus ketika berada didunia ini adalah keselamatan umat manusia. Itu sebabnya dimanapun Ia berada hidupNya senantiasa menyentuh jiwa-jiwa, bahkan Ia rela mati sebagai bukti kerinduan terdalamNya. Tidaklah heran, jika pengorbanan Yesus menjadi inspirasi bagi dunia sampai saat ini

Ketika kita menjadi ciptaan yang baru di dalam Tuhan, maka setiap kita mengalami perubahan yaitu dijadikan serupa dan segambar dengan Dia (2 Kor 5:17, 2 Kor 3:18). Hal ini menunjukkanbahwa ktia dapat memiliki cara hidup kristus yang menjadi inspirasi bagi dunia ini. Cara hidup Kristus menjadi nyata dalam kehidupan kita, ketika kita memiliki hasrat untuk selalu menyenangkan Tuhan melalui segala hal yang kita lakukan; entahkah itu saat kita melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari, menyediakan kebutuhan suami, bekerja, mengantar akan-anak kesekolah, dsb
Gebrakan besar yang dilakukan oleh Febrianti, bermula dari apa yangia biasa lakukans ehari-hari. Nah apa yang biasa anda lakukan sehari-hari? ingatlah bahwa hidup yang menyenangkan Tuhan merupakan hidup yang menjadi inspirasi bagi orang lain. Saat kita menyenangkan Tuhan artinya kita menjadikan Tuhan sebagai fokus dan sumber segala sesuatu dalam kehidupan ini. Setiap sikap, tindakan dan kata-kata kita menjadi persembahan yang kita berikan kepada Tuhan setiap hari.
Kita tidak akan mampu menjadi pribadi yang menyenangkan setiap orang, tetapi kita bisa menjadi pribadi yang hidupnya dilihat dan dipelajari (berhasil maupun gagal) oleh setiap orang.
Ingatlah bahwa cara kita hidup senantiasa meninggalkan kesan bagi orang-orang yang kita temui. Jika seorang Febrianti yang bukan seorang anak Tuhan hidupnya dapat menginspirasi, bahkan seolah menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk menolong orang lain, terlebih lagi kita yang sudah diselamatkan dan dibenarkan lewat kematian Kristus. Hidup yang menginspirasi adalah tanda nyata kehadiran Kristus kepada dunia

Miryam Seorang Perempuan yang Menilai Dirinya Terlalu Tinggi

Ketika Musa memimpin bangsa israel keluar dari Mesir menuju Kanaan, ia dibantu oleh Harun - kakak laki-lakinya seorang imam besar dan Miryam - kakak perempuannya seorang nabiah. Miryam merupakan seorang rekan kerja yang memikul tanggung jawab sebagai pemimpin. Miryam dipanggil untuk suatu tugas yang istimewa yaitu menjadi nabiah pertama - seorang juru bicara Allah. Perbuatan dan perkataannya memberitakan kebesaran Allah. Allah mempercayainya dengan memberikan kedudukan yang tinggi kepadanya. Suatu bangsa yang besar bergantung kepadanya.
Ia mendapatkan kepuasan hidup yang tinggi sekali sementara ia mengabdikan diri sepenuh hati kepada tugasnya itu.


Sebelumnya, Miryam kecil adalah seorang anak yang pandai. Ibunya berani mempercayakan tugas yang sangat penting kepadanya dan menyangkut keselamatan nyawa adinya.Miryam melaksanakan tugasnya dengan penuh keberanian dan kebijaksanaan; ia mempertemukan ibunya - seorang wanita Ibrani dengan puteri Firaun - raja Mesir. Dengan demikian adiknya selamat, sehingga menguntungkan bagi keluarganya maupun umat Allah. Setelah dewasa, Miryam menjadi seorang wanita yang terkenal. Sifatnya dibentuk dalam sebuah keluarga yang menjadikan iman sesuatu yang nyata dalam hidup mereka hari demi hari.

Umurnya hampir seratus tahun ketika terjadi mukjizat di Laut Teberau. Sejak peristiwa itu, Miryam membangun kebiasaan baru ditengah-tengah banghsa Israel, mereka selalu menyanyi bila memperoleh kemenangan yang istimewa. Dialah yang menjadi pemimpin barisan, tetap lincah dan semangat meskipun usianya tidak muda lagi. Miryam memang berbakat sebagai pemimpin. Para perempuan mau taat kepada kepemimpinannya. Pujian yang dinaikkannya menjadi sumber semangat yang tidak ada habisnya bagi kaum wanita selama masa pengembaraan di padang belantara. Miryam memiliki kepribadian yang kuat. Kepemimpinan bukan hal yang sukar baginya. namun sayangnya, kekuatannya justru menjadi kelemahan bagi dirinya

Miryam sukar menerima keputusan Musa untuk menikah lagi dengan seorang perempuan dari bangsa asing. Pengakuannya membuat dirinya terlihat seolah-oleh merisaukan pengaruh yang mungiin terjadi bagi bangsa Israel akibat pernikahan ini.
Ditinjau dari segi ini, kekuatiran miryam tampaknya merupakan reaksi rohani yang sudah sepantasnya dari seorang wanita dewasa. Tetapi tampaknya kenyataannya jauh dari itu. posisi yang dimilikinya dan kepercayaan yang Tuhan berikan kepadanya, telah membuat dirinya melangkah melampaui batasan-batasan yang Tuhan tetapkan.
Ia menilai dirinya terlalu tinggi. Ia memandang dirinya setara dengan Musa dalam kesombongannya ia meremehkan wewenang Musa. perhatian Miryam terhadap pernikahan Musa bukan terdorong dari kekuatirannya akan nasib bangsa, melainkan terdorong oleh perasaan iri

Dilain pihak, Musa tetap tenang, ia tidak menunjukkan keinginan untuk membela diri. Ada pribadi yang membela hak-hak Musa, dan ini menjadi suatu pengalaman yang mengerikan bagi Miryam dan harun. Allah disorga mendengar, tahu dan melihat apa yang terjadi diatas bumi. Ia segera bertindak untuk menghentikan pemberontakan terhadap pimpinan musa dan menghukum orang yang tidak bersalah.

Miryam dan harun telah menyerang orang yang sangat dihargai dan dinilai tinggi oleh Allah. Ketika Allah dalam pertimbangan dan wewenangNya yang illahi meminta mereka untuk memberikan pertanggungjawaban, mereka tidak dapat mengajukan alasan apapun. Allah pada akhirnya meninggalkan mereka dalam kemurkaanNya sehingga akhirnya Miryam terkena penyakit kusta. Penyakit ini paling ditakuti diantara penyakit-penyakit lainnya karena menghabiskan kekuatan penderitanya sedikit demi sedikit
Penyakita ini merendahkan penghargaan orang terhadap sipenderita karena kematian yang melekat pada dirinya, menjadikannya seolah-olah mayat hidup
dan Allah telah mengutujk Miryam dengan penyakit kusta yang najis itu

Wanita yang selama beberapa tahun telah memimpin rombongan sambil menyanyi dan mendorong para kaum wanita untuk menyanyikan puji-pujian bagi Allah, kini telah dipecat dari kedudukannya sebagai pemimpin. Anggota-anggota tubuhnya menjadi makin menyeramkan dan kemudian putus-putus. ia akan hidup seterusnya dalam keadaan cacat dan kesepian sampai pada ajalnya


Miryam harus mengalami secara pahit bahwa dosanya dipandang besar dimata Allah. perbuatannya itu dipersamakan dengan seorang ayah yang meludahi anaknya sendiri didepan umum.
Karena itu, ia harus menanggung hukumannya secara umum juga supaya setiap orang dapat melihat bagaimana Allah menghukum umatNya yang menilai dirinya sendiri terlalu tinggi. Miryam, wanita yang berani dan cekatan itu tidak dapat membela diri terhadap kutukan Allah. Sebaliknya, Musa memohonkan kesembuhan bagi Miryam kepada Allah.
Musa tidak menunjukkan pernyataan setuju atas hukuman Allah dan ia pun tidak menegor Miryam dan harun. ia hanya berdoa kepada Allah, dan doanya membuat hukuman Miryam berkurang; dari penderitaan seumur hidup menjadi penderitaan selama tujuh hari saja.

Sikap Miryam bukan hanya merugikan dirinya sendiri, melainkan juga bangsa Israel. perjalanan mereka terhambat akibat perbuatannya. Seluruh bangsa tidak melanjutkan perjalanan sebelum Miryam kembali ke tengah-tengah mereka. ketujuh hati yang dijalaninya dalamkeadaan terbuang itu tentunya memberikan kesempatan yang luas bagi Miryam untuk merenungkan dalam-dalam segala sesuatunya.

Alkitab tidak mencatat adanya pemberontakan lagi sesudah itu. Apakah pengalaman itu telah mematahkan kekuatan Miryam? Apakah ia kehilangan karunia bernubuatnya?
Alkitab tidak memberitahukan hal ini, tetapi yang pasti Miryam meninggal sebelum bangsanya masuk ke negeri perjanjian

Miryam merupakan seorang perempuan yang telah mencapai kedudukan yang paling tinggi. Suatu kedudukan yang istimewa sekali, suatu jabatan yang dipercayakan Allah kepadanya. kisah Miryam ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk menggunakan kedudukan/posisi kita bagi kemuliaan Allah. miryam tidak menyadari akan perubahan yang ia alami akibat dosa iri hati. Mula-mula ia membiarkan Allah mengendalikan hidupnya, kemudia ia mengendalikan dirinya sendiri
Hal ini terjadi secara tiba-tiba ataupun terencana. Perubahan itu terjadi sedemikian halusnya, sehingga ia tidak menyadari. Seandainya ia menyelidiki hatinya secara jujur sebelum terlambat, mungkin ia akan dapat mencegah hukuman Allah. Mungkin pula ia tidak perlu sampai melangkah keluar batas dan menilai dirinya terlalu tinggi

Bahan Perenungan
1. Hal apakah yang anda pelajari dari kehidupan Miryam?
2. Bagaimana caranya agar kita terhindar dari dosa kesombongan ?

Sumber : Ia dinamai Perempuan, Gien Karssen)

Page 3 of 13

Wise Woman

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates