HomeArticles

Article List

Wise Woman

WB MOdul-1 JKI Maranatha - Ungaran

Pelaksanaan pembinaan WB gereja lokal sinode JKI Maranatha Ungaran diadakan pada 24, 25 dan 27 Januari 2014 dan tim WB Semarang diminta untuk mementor pembinaan tersebut. Pembinaan ini diikuti oleh para pengurus gereja yang berjumlah 32 orang ibu. Dengan hati yang haus, mereka mengikuti pembinaan WB ini sampai dengan selesai. Mereka sangat menikmati kebersamaan ini, Pembinaan WB yang dikhususkan untuk gereja lokal ini, sangatlah efektif, karena dapat dimasukkan dalam salah satu agenda gereja, yang kemudian ditindak lanjuti dengan pelaksanaan pemuridan Modul 2 yang dimulai pada tanggal 25 Maret 2014. (Ibu Kumala Dewi – PIC Regional Jateng)

“Dalam pelayanan penggembalaan, saya menemukan masalah yang paling sering muncul adalah masalah hubungan suami dan istri. Ketika saya mempelajari lebih dalam masalah ini, titik persoalannya ternyata ada pada “Tidak berfungsinya suami dan istri sesuai dengan peran dan panggilan Allah”. Tentu banyak faktor yang menyebabkan semua itu terjadi namun intinya semua dibutuhkan sebuah PEMULIHAN. Atas pertimbangan dan dasar dari semua itu, saya sebagai senior pastor GJKI Maranatha merasa penting untuk menyelenggarakan pembinaan Wanita Bijak dan Puji Tuhan melalui acara ini, banyak wanita/istri dipulihkan Tuhan dan dikembalikan kepada panggilan dan fungsinya bahkan hubungan mereka dengan suami dipulihkan. Harapan saya,a cara ini akan terus ada di Gereja JKI Maranatha dan berkesinambungan sampai semua jemaat dipulihkan.” (Ps. David Epenetus Meijanto. Senior Pastor GJKI Maranatha)

“Saya adalah seorang ibu yang dikaruniai 3 orang anak. Selama 18 bulan terakhir ini saya harus merawat suami yang sakit. Awalnya saya tidak tahu tentang penyakit yang diderita oleh suami, saya berpikir itu hanya pusing biasa. Bahkan saya beranggapan bahwa sakitnya itu merupakan akibat dari post power syndrome menjelang akhir masa kerjanya.

Setiap kali rasa sakitnya muncul, ia selalu bersikap aneh dan kekanak-kanakan. Menurut Pendapat saya, semua itu seolah-olah karena ia ingin mendapat perhatian yang lebih. Kadang-kadang saya melakukan permintaannya dengan rasa kesal, bahkan jika saya sudah merasa dongkol, saya akan diam seribu bahasa. Karena saya berpikir, jika semua ini saya ikuti, saya akan membuatnya menjadi manja. Dalam hati saya berkata, “bukankah saya yang wanita, yang seharusnya dimanjakan?”. Sikap suami yang berlebihan itu membuat saya merasa diperlakukan bukan sebagai istri.

Puji Tuhan, Tuhan membukakan hati saya melalui pembinaan Wanita Bijak ini. Setiap sesi dan materi yang disampaikan selalui disertai dengan kesaksian dan contoh-contoh tentang kehidupan wanita. Saya sangat diberkati dengan sesi yang membahas mengenai wantia yang berharga dimata Allah dan mengapa wanita diciptakan. Saya baru memahami bahwa Tuhan menciptakan saya sebagai penolong yang memiliki hati Allah (EZER). Seperti Allah yang menolong umatNya.

Sekarang saya bangga dan bersyukur dapat menjadi penolong bagi suami. Rasa syukur yang tak terhingga karena Allah memampukan saya dan memberikan hati yang lembut kepada saya. Saat ini saya sedang bergumul untuk kesembuhan suami saya, karena menurut hasil CT Scan, suami saya mengidap tumor di tulang pipi. Saya berdoa dan berharap, perubahan yang terjadi pada diri saya dan perubahan sikap saya kepada suami saya dapat memberikan semangat kepada suami dan membawa kesembuhan baginya, amin” (Rita Lubis, peserta)

Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?

Ia lebih berharga dari pada permata. (Amsal 31:10)

Refocusing Regional Jabodetabek

Memahami esensi dalam pelayanan WB sangat penting bagi setiap orang yang terlibat melayani. Dengan mengetahui esensi tersebut, fokus kita dalam melayani. Dengan mengetahui esensi tersebut, fokus kita dalam melayani akan semakin dipertajam sehingga mencapai sasaran yang tepat. Untuk itu Refokusing pelayanan tim Wanita Bijak untuk wilayan Jabodetabek diadakan pada 22 Maret 2014 yang lalu di Keala Gading, Jakarta Utara

“Diharapkan melalui Refokusing ini setiap PIC dan timnya dapat menemukan/mengidentifikasi masalah yang ada di dalam tim dan menemukan jalan keluarnya sehingga tim tersebut menjadi solid dan sehati dalam melayani para wanita di kotanya. Selain itu, PIC dan tim juga dibukakan wawasannya agar dapat mengambil keputusan dengan tepat yang berkaitan dengan tepat yang berkaitan dengan strategi pengembangan kotanya”, ujar ibu Iin Palenkahu, PIC Regional Jabodetabek. Materi yang disampaikan dalam pelayanan WB (Nilai, Esensi, Materi dan Teknis pelaksanaan pembinaan WB), dibawakan oleh ibu Friska Widjaja, ibu Susanna Setiawan, ibu Heryanti Satyadi, dan ibu Anna ho.

“Materi-materi yang disampaikan sangat memotivasi kami lebih mengerti lagi kebutuhan dan fungsi-fungsi dalam melayani sehingga membuat tim kami lebih bersemangat.” (Ibu Alin, Tim WB Ibu Jakarta Pusat)

“Melalui Refocusing ini, memotivasi saya untuk melakukan pelatihan-pelatihan modul 2 area Timur khususnya segmen single dapat berjalan kembali.” (Veronika W, Tim Single Jakarta Timur)

“Setelah mengikuti Refocusing ini, saya semakin antusias dalam melayani jiwa-jiwa dan lebih menghidupi lagi nilai-nilai pelayanan WB ini.” (Elvira A., GT Bekasi)

Setelah pertemuan refokusing WB ini, setiap tim dan PIC diharapkan membuat pertemuan tim masing-masing untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang dan memperlengkapi tim lebih lagi. (lb)

Refocusing Guangzhou

Memasuki tahun ke-3 pelayanan Wanita Bijak (WB) di Cina, diadakan re-focusing untuk pelayanan tim WB setempat pada 28-30 November 2013. Tujuan kegiatan ini diadakan agar seluruh tim memahami hal-hal yang mendasar dari pelayanan WB. Dihadapkan kedepannya, seluruh tim semakin memahami esensi/DNA pelayanan WB dan terus mengalami perubahan lewat belajar dan bertumbuh bersama di dalam tim.
Para peserta yang datang merubakan perwakilan tim WB dari kota Guangzhou, Anhui, Shandong, Beijing, dan Shenzen.

Ibu Heryanti Satyadi dan ibu Anna Ho sebagai pembicara bersama dengan ibu Ayfung (tim WB Injili Jakarta) sebagai penterjemah hadir untuk pertemuan re-focusing ini. Hari pertama re-focusing dikhususkan bagi seluruh tim WB di Guangzhou sebagai kota pertama pelayanan WB Cina dimulai. Hari ke-2 dan ke-3 re-focusing dilanjutkan dengan pertemuan tim WB Guangzhou bersama dengan kota-kota lain yang sudah pernah dirintisnya.

Materi pertemuan yang disampaikan adalah memahami visi, misi dan 4 pilar pelayanan WB (Nilai, Esensi, materi dan Teknis pelaksanaan event WB) dikaitkan dengan keberadaan setiap pribadi yang terlibat dalam tim pelayanan WB dikotanya masing-masing sebagai dasar untuk melakukan pengembangan. 3 faktor strategis pengembangan WB (equipping, budgeting dan recruiting) juga menjadi materi yang diberikan,s ehingga setiap kota yang sudah mengadakan pembinaan WB dapat mengidentifikasikan tahap kedewasaan kota dan apa yang menjadi kebutuhan equipping-nya serta target untuk mencapai peningkatan tahap kedewasaannya.

Lewat Refocusing ini diharapkan pengembangan pelayanan WB di Cina dapat menjadi terobosan untuk menjadi lebih kuat dalam pemahaman dan hal-hal yang mendasar dari pelayanan WB (aa)

Lea

Seorang perempuan yang tidak mengandalkan kekuatan fisiknya, maka Allah yang menjadi kekuatannya

Kecantikan dan isi hati seorang wanita terpancar melalui keindahan matanya. Tidak demikian dengan Lea, Alkitab mencatat bahwa matanya tidak berseri – Kejadian 29:17 (kemungkinan ini hanyalah ungkapan yang sopan untuk menyatakan bahwa ia tidak secantik Rachel , adiknya).

Meskipun ia cacat dalam salah satu bagian penting dari kehidupannya, namun Lea diberkati oleh Allah dengan suatu cahaya yang khusus. Allah memang tidak pernah menutup satu pintu tanpa membukakan pintu lainnya. Pintu yang terbuka bagi Lea ialah menjadi seorang ibu. “Karena Yakub tidak mencintai lea...” demikian kata Alkitab. Allah membuat agar Lea mempunyai anak. (Kejadian 29:31, “Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibukaNyalah kandungannya, tetapi Rachel mandul”). Allah melihat hati Lea, hatinya yang senantiasa berharap kepada Allah (1 Samuel 16:7, “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati”).

Begitupun dengan Anda, Allah tidak memangang seberapa menariknya Anda, berapa banyak talenta yang Anda miliki, seberapa hebatnya Anda. Ia memandang hati anda. Hati anda selalu menjadi daya tarik Allah untuk memproses kehidupan Anda menjadi seperti yang Ia mau.

Fisik yang tidak menarik sering menjadi persoalan utama dalam kehidupan wanita, itu sebabnya tidak sedikit wanita yang rela menghabiskan uang berapapun jumlahnya untuk memperoleh fisik yang menarik. Kekurangan pada titik dapat membuat seorang wanita merasa rendah diri, apatis, sensitif bahkan dapat membuatnya mengucilkan diri dari sesama teman, dari dunia luar, dan bahkan dari Allah. Berbeda dengan Lea, kepedihannya membawa ia semakin dekat dengan Allah. Ia mendapatkan kekuatan yang sesungguhnya ketika menghadapi tekanan-tekanan yang harus ia hadapi setiap hari. Setiap kepedihan yang ia alami, dibawanya kepada Allah dan tercermin dalam nama yang ia berikan kepada setiap anak-anaknya. Ketika orang mengatakan “apalah arti sebuah nama”, Lea memiliki cara pandang yang berbeda. Baginya, nama buka sekedar tindakan simbolis orang tua kepada anak. Nama adalah proyeksi hubungannya dengan Tuhan, sebuah doa yang ia panjatkan ditengah-tengah kelemahannya sebagai seorang wanita yang juga menunjukkan kekuatan yang dimilikinya ditengah penderitaan yang dihadapinya.

Anak pertamanya diberi nama Ruben yang berarti “Ia telah melihat penderitaanku”. Saat itu, Lea berpikir bahwa Allah telah memperhatikan kesusahannya. Ia percayakan dirinya kepada Allah dengan penuh keyakinan. Allah telah berjanji bahwa bila seseorang berseru kepada Allah, Ia akan menjawab dan menunjukkan keselamatan yang datang dari padaNya (Mazmur 91 : 15-16), “Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan kukenyangkan dia, dan akan kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”). Anaknya yang kedua diberi nama Simeon yang berarti  “Tuhan telah mendengar”. Bilamana ia menyebutkan nama Simeon, ia dan orang-orang disekitarnya diingatkan akan kebaikan Allah. Lea menceritakan persoalannya kepada Allah dan tidak lupa memuliakan Dia di depan orang banyak setelah Ia menjawab doa-doanya. Memang hal inilah yang diharapkan Allah dari manusia (Mazmur 50:11, “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku”)

Kedua belas suku Israel yang namanya dinamai menurut anak-anak Yakub, akan terus mengingatkan kita tentang kesetiaan Allah. Oleh karena Lea yang memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, suatu pusaka besar diberikan kepadanya. Kepedihan di dalam kehidupan Lea dipakai Allah sebagai alat, menjadikannya sebagai batu bangunan bagi rumah Israel. Kerinduan yang wajar dari seorang istri untuk mendapat kasih dari suaminya masih tetap ada didalam hatinya. Meskipun ia tetap tidak memperolehnya, Lea menjadi semakin mengerti tentang Allah. Kehidupan diperkaya oleh kepedihannya, dan menjadi dewasa karena ujian. Kepercayaannya kepada Allah sebakin bertambah. Ia semakin kuat meskipun dalam kelemahan.

Ketika anaknya yang keempat, Yehuda lahir, kasih Lea kepada Allah semakin kuat bahkan lebih kuat daripada kasihnya kepada Yakub. “Sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan”, serunya dengan gembira (Kejadian 29:35, Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata : “sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan.” Itulah sebabnya ia menamai anai itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi). Tentunya saat itu Lea tidak menyadari akan nubuatan akan keturunan Yehuda; dari keturunannya, mesias akan datang. Lea tidak pernah tahu hak istimewa yang ia peroleh. Ia dipakai Allah untuk menjadi berkat bagi seluruh umat manusia. Melalui kerutunan Lea-lah, Juruselamat dunia hadir.

Sepanjang kehidupannya, Lea tidak pernah mendapatkan cinta Yakub. Hidupnya jauh dari menyenangkan, namun semuanya itu menjadikan ia seorang perempuan yang memiliki iman yang kokoh dan berakar. Lea, perempuan yang matanya tidak berseri, perempuan yang sepanjang hidupnya lebih sering menangis dengan sedih. Pada akhir kehidpannya mendapatkan tempat yang terhormat. Banyak wanita yang berusaha mencari kebahagiaan dengan caranya sendiri, berusaha menjalani hidup dengan kekuatannya sendiri, tetapi berakhir tanpa memperoleh kehormatan dalam hidupnya. Setelah Lea mati, ia ditempatkan dalam pekuburan keluarga, ditempat yang terhormat, disejajarkan dengan Abraham, Sara, Ishak dan Ribka.

Cerita Lea merupakan dorongan untuk melihat bagaimana Allah melihat seseorang, ceritanya juga menginspirasi bagaimana memperoleh kekuatan didalam kelemahan. Allah menilai dan memandang Lea berdasarkan hatinya dan bukan berdasarkan penampilannya. Melalui kasihNya, Ia dapat mengubah hidup seseorang dan menolongnya menanggung beban hidup yang harus ditanggungnya. Salib adalah bukti kasih Tuhan kepada kita, bukti yang menunjukkan bahwa segala kelemahan telah ditanggungNya diatas kayu salib itu. Mari bawa setiap kelemahan kita pada Kristus, agar kita memperoleh kekuatan yang sesungguhnya seperti yang Lea alami. (sumber : Gien karssen, Ia Dinamai Perempuan, Kalam hidup)

Pertanyaan Pendalaman :

1.       Dari kisah diatas, bagian mana dari kehidupan Lea yang paling mengesankan Anda?

2.       Bacalah kembali kejadian 29, daftarkanlah nama anak-anak Lea dan juga artinya. Renungkan nama-nama itu, apa yang paling mengesankan dibalik nama-nama tersebut?

3.       Peringatan apa yang dapat anda tarik dari kehidupan Lea?

4.       Bagian mana dari kehidupan Lea yang dapat anda aplikasikan dalam kehidupan anda sehari-hari sebagai seorang wanita?

 

 

 

Berubah dan Berbuah

Setiap wanita yang telah mengikuti pembinaan wanita bijak modul 1 tentu memiliki tujuan yang sama, yaitu perubahan. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar perubahan itu bersifat permanen dan menghasilkan buah bagi orang-orang sekitar? Memang ini tidak mudah dilakukan. Kita membutuhkan pertolongan orang lain untuk dapat senantiasa berubah dan berbuah. Dalam sebuah event pembinaan, kita mudah menerima jamahan Tuhan, tetapi seringkali ketika acara berakhir ternyata perubahan yang diharapkan tidak terjadi. Kegagalan, rasa tidak percaya diri, rasa tidak ada yang mendukung, semia ini menjadi faktor pupusnya harapan akan perubahan. Kita semua membutuhkan proses untuk menjadi dewasa/bertumbuh, dan proses ini tidak dapat dilalui sendirian
Perubahan terjadi saat ktia mengerti firman dan terus mempraktekkannya dalamkehidupan sehari-hari. Dalam pelayanan Wanita Bijak, Modul-2 diciptakan sebagai bentuk follow-up kepada para alumni pembinaan WB modul 1, agar suasana dan semangat belajar dapat terjadi secara terus-menerus. Modul-2 merupakan alat yang menolong kita untuk bertumbuh sekaligus belajar menolong wanita lain untuk bertumbuh pula.

Jadi apakah kita perlu terlibat dalam pemuridan Modul-2? Perlu sekali! Mengapa? Dengan berkomunitas dalam kelompok kecil Modul-2, kita dapat menumbuhkan gaya hidup pembelajaran secara bersama-sama.S elain itu, dalam kelompok kecil Modul-2, kita dapat menumbuhkan gaya hidup pembelajaran secara bersama-sama. Selain itu, dalam kelompok kecil Modul 2 terdapat ibu rohani yang akan terus mengingatkan dan mendorong peserta mempraktekkan komitmen mereka. Ibu rohani bukanlah pribadi yang sempurna, melainkan pribadi yang bersedia menjadi teladan bagi wanita lainnya, baik saat ia menang ataupun saat ia gagal menjadi seorang wanita bijak. Topik yang dibahas dalam kelompok kecil Modul-2 adalah masalah sehari-hari yang nyata, dapat tersentuh dan bisa dipelajari bersama-sama. Karena itu, Modul-2 menjawab pergumulan dan persoalan praktis yang sedang dialami peserta. Disisi lain, Modul-2 ini perlu diusahakan karena pengorbanan wantu, tenaga, uang kita yang begitu banyak di event pembinaan Modul-1 akan sia-saia tanpa follow-up dalam bentuk kelompik kecil (Modul-2). Didalam pembinaan Modul-2 inilah setiap wanita dapat menjadi pribadi yang berubah, lalu membawa perubahan didalam dunianya masing-masing. Bagaimana ini bisa terjadi? Setiap wanita yang dimuridkan dalam pembinaan Modul-2, lalu berubah sampai ke tahap sikap hidunya, akan membawa dampak ke lingkungan sekitarnya. Inilah perubahan yang mengguncangkan dunia, yang membuat iblis gemetar.
“Kita membutuhkan pertolongan orang lain untuk dapat senantiasa berubah dan berbuah”

Kita kadang-kadang kalah bukan oleh hal-hal yang jahat melainkan justru oleh hal-hal yang baik. Hal yang baik menyingkirkan yang terbaik, dan hal yang penting menyingkirkan yang terpenting. Amanat Agung adalah “Pergilah dan jadikan semua bangsa muridKu”. Inilah yang terbaik dan terpenting, yang seharusnya menjadi tujuan terutama dalam proses pemuridan setiap wanita. Kerinduan kami adalah agar alumni pembinaan Wanita Bijak bukan menjadi sekedar “lulusan”, tapi justru menjadi murid Kristus yang menghidupi amanat agung ini.

Pemuridan adalah alat yang akan membawa dampak perubahan yang besar jika kita hidup didalamya, dan pemuridak akan terjadi dengan efektif jika kita lakukan dalam kelompok kecil, bukan dalam event besar saja. Dunia pun mengakui bahwa pemuridan yang difasilitasi dalam sarana pendidikan akan membawa transformasi segala bidang di suatu bangsa. Mari, diawal tahun ini kita tetapkan komitmen dan resolusi yang baru, untuk menjadikan pemuridak Modul-2 sebagai gaya hidup kita, supaya kita dapat menjadi wanita yang senantiasa berubah dan berbuah bagi kerajaan Allah

(Disadur dari workshop rakerwil WB)

Page 7 of 13

Wise Woman

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates