HomeArticles

Article List

Wise Woman

Di Modul 2, kami belajar bersama

Saya merasa sangat diberkati dan bertumbuh selama mengikuti pembinaan modul 2 ini. Kelompok modul 2 saya terdiri dari 6 orang dari gereja yang berbeda. Sebagian besar mereka sudah berteman sejak lama. Awalnya saya merasa berat, karena harus belajar untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan mereka, selain itu setiap "anak" mempunyai temperamen dan cara pandang yang berbeda.


Di dalam modul-2, kami sama-sama belajar untuk mempraktekkan materi yang ada. Saya diberkati saat melihat mereka belajar mempraktekkan bagaimana "Mengejar Kasih" sampai mereka menang. Kami sama-sama belajar untuk terbuka, saling mengevaluasi dan belajar berubah.


Kami tetap belajar mempraktekkan setiap materi yang dibahas hingga sekarang, walaupun terkadang sebagai sesama perempuan masih sering terjadi konflik kecil tetapi ini justru membuat kami belajar menerima satu sama lain, mengenal dengan lebih mendalam, dan bertumbuh bersama.


Sukacita saya saat belajar menjadi ibu rohani adalah ketika melihat kehausan mereka untuk belajar dan bertumbuh dalam belajar untuk mempunyai hati anak.
Salah satu dari kelompok modul-2 yang saya pimpin mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan dengan pasangannya karena hubungan itu justru membuat dia jauh dari Tuhan. Dia berani "stand Alone" lewat belajar pindah fokus dari diri sendiri kepada Tuhan.
Ini tentunya bukan hal yang mudah dan sebagai ibu rohani saya pun ikut diberkati saat melihat perubahan dan keputusannya. Saat kami bergantung sama Tuhan, bertanya pada Tuhan, dan mengalami Tuhan itulah pembelajaran bersama yang membuat kami bertumbuh bersama-sama dalam modul-2.
Jadi bukan hanya anggota kelompok modul-2 yang saya pimpin yang mengalami perubahan, tetapi sayapun mengalami perubahan sebagai ibu rohani. "Motherhood has the greatest potential influence in human life."(Maria Lestari - GBI Rajawali, jakarta)

MODUL 2 WB

Pelatihan modul 2 WB dilakukan di berbagai tempat, baik di Indonesia maupun di negara Cina. Jangan sampai Anda ketinggalan, mari terlibat dalam pembinaan Modul 2 WB.


JAYAPURA
Tanggal 18-19 Januari 2013 diadakan pelatihan modul-2 WB di GBI Pondok Pemulihan-Abepura, Jayapura yang diikuti oleh 43 orang peserta dari kelompok usia ibu dan single, bersama ibu Marie Thio (WB Bekasi) dan ibu Retno Estanti (WB Jayapura) sebagai pelatih. Peserta pelatihan datang dari berbagai lokasi di Jayapura : Abepura, Gajah Putih, Sentani, APO, Entrop, Koya, Kota Raja, organda, Angkasa, Nafri, Yoka, Waena, padang Bulan, Tanah Hitam, Polimak, Argapura, dan Dok-5

"Kebutuhan untuk para alumni pembinaan modul 1 WB akan sebuah komunitas untuk bertumbuh bersama dan mengalami perubahan hidup yang sifatnya menetap adalah hal-hal yang menjadi pertimbangan untuk diadakannya pelatihan ini", demikian dinyatakan oleh ibu Nora Sumule sebagai PIC Regional Papua. Melalui pelatihan ini akan dibuka sebanyak 28 kelompok pemuridan sesuai dengan gereja lokal atau kedekatan area tempat tinggalnya masing-msing.

KALIMANTAN BARAT
Pelatihan modul-2 WB di kalimantan barat dilakukan secara berurutan di 3 kota yaitu Sintang, Singkawang, dan Pontianak. pada tanggal 12 maret 2013 hadir 33 orang peserta dari 7 gereja lokal di Gedung Keling Kumang-Sintang. pelatihan dilanjutkan di kota Singkawang pada tanggal 14 maret 2013 dengan 24 orang peserta dari 6 gereja lokal bertempat di aula GKKB Singkawang. Dan berikutnya tanggal 16 maret 2013 dengan 24 orang peserta dari 6 gereja lokal bertempat di aula GKKB Singkawang.
Dan berikutnya tanggal 16 maret 2013 di Pontianak dengan 22 orang peserta dari 10 gereja lokal bertempat di GPDI Pontianak. Ibu Ming Yen (Tim WB Bandung) adalah pengajar dalam pelatiha di 3 kota ini.
Tantangan utama para peserta pelatihan sebagai alumni pembinaan Modul-1 WB adalah mengalami kesulitan dalam mempraktekkan kebenaran Firman TUhan secara konsisten. Namun demikian diantara para peserta pelatihan yang sudah mulai menjalankan modul-2 WB, ada yang termotivasi untuk melakukan pemuridan di tempat kerjanya.

Secara umum ibu rohani merasakan bahwa waktu, bahasa dan mendapatkan pengertiand ari apa yang ada di buku pengajar adalah menjadi tantangan tersendiri.
Sebagai pelatih, Ibu Ming Yen banyak belajar bagaimana pelatihan dilakukan secara secara kontekstual sesuai dengan kondisi lokal kita yagn berbeda-beda serta membekali peserta tentang lokal kota yang berbeda-beda serta membekali peserta tentang perbedaan konsep pemuridan dengan kelompok sel dan pemahaman Alkitab. penyampaian materi pelatihan dalam bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti dan juga bagaimana aplikasi-nya diterapkan di kota masing-masing juga menjadi pembelajaran tersendiri.

Depok
Pelatihan Modul-2 WB di area Depok dilakukan secara bertahap antara bulan Juli sampai dengan September 2012, yang diikuti oleh 16 orang dari 7 gereja lokal yang merupakan alumni pembinaan modul-1 WB. pelatiahn yang bertempat di GBKJ Depok ini menjadi hal yang menarik bagi ibu Lena Samuel Tiranda-Tim WB Depok,"saya dikuatkan oleh materi dan kesaksian dari ibu-ibu peserta yang lain. Tantangan-nya adalah saya harus menjadi pelaku firman terlebih dahulu. Pelatihan ini sangat menolong untuksaya mencapai sasarannya yaitu perubahan hidup saya sebagai seorang wanita bijak." Sebagai pelatih, ibu Yulita Nawawi dari tim WB Bogor belajar bertumbuh dalam kepekaan melihat kebutuhan peserta pelatihan dan mengembangkan dialog serta menggali lewat kekuatan pertanyaan sebagai salah satu esensi dari modul 2 WB

Lubuk Linggau
Pelatihan modul-2 di Lubuk Linggau diadakan pada tahap pertama adalah pada tanggal 10 Mei 2012 dengan 38 orang peserta dari Lubuk Linggau, bengkulu, Semangus, Kephahiang, Karangjaya dan berasal dari 9 gereja lokal.
Ibu Yulita Nawawi (PIC WB Bogor) sebagai pengajar dalam pelatihan ini melihat bahwa waktu dan kesibukan masih menjadi tantangan ibu rohani dan peranannya juga menjadi hal yang perlu diperhatikan, sehingga para peserta tidak takut untuk mengambil peran dan tanggung jawab ini. Tim WB di kota ini terus didorong untukada bersama-sama dalam kelompok modul 2 sehingga dapat bersama-sama belajar dan bertumbuh mencapai perubahan hidup sebagai wanita bijak.

Cina
Guangzhou
Tanggal 24-25 November 2012, sebagian peserta PPWB (Pelatihan Pembicara Wanita Bijak) di Guangzhou Hotel yang letaknya dekat dengan Baiyun Airport, melanjutkan pelatihan modul-2 WB "Menjadi Teladan", yaitu sebanyak 41 orang terdiri dari alumni pembinaan WB dan mereka yang pernah melayani sebagai fasilitator/tim baik kelompok usia ibu maupun single dari 20 gereja lokal. merejka datang dari kota-kota antara lain : Guang Zhou, Shanghai dan An Hui. Menurut Ester Chen, (Salah seorang perserta single), kelompok pemuridan sebenarnya adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh mereka. namun tuntutan hidup dan kesibukan pekerjaan seringkali membuat mereka tidak menyadari bahwa pertumbuhan keronanian mereka terhenti. Lewat pelatihan ini mereka diingatkan untuk kembali masuk dan terlibat dalam komunitas sekalipun itu berarti mereka perlu berkomitmen untuk membayar harganya dan konsisten melakukannya.
Di akhir pelatihan, peserta diminta untuk bersama-sama sepakat kapan pertemuan pertama kali kelompoknya akan dilakukan. pelatihan ini disampaikan oleh ibu Susanna Setiawan dan Ibu Anna Ho yang diterjemahkan oleh Pdt. I Made Masrta dan Ibu Monita. Ada krg lebih 10 kelompok modul -2 yang selanjutnya akan bertemu dan belajar bersama-sama sekembalinya mereka ke kota masing-masing (aa)

New Life Hidup Yang Baru

Saya mengikuti pembinaan modul-1 WB di Sentul sekitar agustus 2004, setelah saya sembuh dari kanker kelenjar getah bening stadium IV (dinyatakan sembuh). Waktu saya ikut camp WB ini saya masih memakai wig, karena rambut saya rontok dan belum tumbuh lagi. Ketika selesai mendengar Sesi Mutiara yang ditemukan, saya tidak malu lagi karena saya menerima kebenaran Firman Tuhan bahwa saya berharga bukan karena rambut saya dan penampilan saya. Saya berharga karena Tuhan yang mau mati bagi saya bahkan menyembuhkan saya. Itulah momen dimana saya menyaksikan bahwa melalui pergumulan saya di kala sakit, nama Tuhan dimuliakan.


Kebenaran yang kedua saya dapatkan di sesi Problem Emosi Wanita. Pola asuh yang saya terima dari ibu saya adalah ibu bayang-bayang, sehingga tanpa disadari saya menjadi ibu bayang-bayang yang kadang easy going dalam mendidik anak; dan kurang memberi sentuhan. Namun sejak saat itu saya mulai menjadi ibu yang memberikan sentuhan ibu bagi anak-anak saya, karena saya mau menjadi ibu yang diteladani.


Di tahun 2005, bersama dengan 8 orang alumni pembinaan modul-1 WB, saya mengadakan pembinaan modul-1 WB angkatan pertama di Semarang. Dan beberapa bulan terakhir ini saya merenungkan, apa yang membuat saya bertahan dalam pelayanan WB ini?? Jawaban yang pertama aalah karena SAYA MENGALAMI PERUBAHAN. Dengan terlibat aktif dalam komunitas WB, saya secara progresif alami perubahan demi perubahan, dalam karakter dan gaya hidup saya sehari-hari. Orang-orang disekitar hidup saya juga menyatakan hal ini selain saya pribadi juga menyadai adanya perubahan itu. Yang kedua berkaitan dengan motto hidup saya:"Kalau aku hidup, itu berarti bekerja untuk memberi buah". (Kel 33:19b

- Aku akan memberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang kukasihani). Saya adalah salah satu anakNya yang diberi kasih karunia dan belas kasihan oleh Bapa. Apa yang Tuhan lakukan dalam hidup saya (kesembuhan dari kanker kelenjar getah bening stadium 4, yang dikatakan oleh dokter "terlambat" dan dokter tidak optimis untuk sembuh) tidak akan dapat saya balas dengan apapun. Saya hanya ingin lewat sisa hidup saya, banyak orang dapat melihat Tuhan dalam hidup saya. Hidup saya adalah bejana tanah liat yang berkarya bagi Dia.


Lewat kerinduan ini, Tuhan bawa saya untuk bertemu dengan orang-orang penderita kanker khususnya, untuk saya membagi hidup dengan mereka bagaimana menghadapi penyakit ini. Saya mendapat impresi untuk menghimpun pada cancer survivor yang ada di Semarang; dan tanggal 2 Februari 2013 terbentuklah "New Life" sekumpulan orang-orang yang sudah menerima kehidupan baru, disembuhkan dari penyakit kanker; sekarang sudah terkumpul 20 orang. Tuhan memperlengkapi kami dengan orang-orang yang sembuh dari beberapa jenis kanker. antara lain : kanker payudara, nasofaring (hidung), kanker empedu, palatum (langit-langit mulut), kanker kulit, paru-paru, dan kelenjar lymphoma (kelenjar getah bening). Misi kami adalah : Membagi hidup dengan orang-orang yang dalam pergumulan menghadapi penyakit kanker untuk tetap kuat dan berpengharapan kepada Tuhan; bahwa kanker bukan identik dengan kematian.
Ketika seseorang menerima panggilan hidup, dan mendapatkan passion dari Tuhan, meresponi dan menghidupinya, maka Tuhan akan semakin kembangkan kapasitas dan akan semakin memperlangkapi dalam berbagai hikmat. Panggilan hidup saya ada bersama dengan orang-orang yang bergumul dengan penyakit kanker, dan saya semakin diberi iman dan kekuatan untuk terus meletakkan pengharapan kepada kedaulatan Tuhan. Panggilan kita sebagai seorang wanita bijak, ketika itu kita hidupi kita akan menjadi wanita yang berpengaruh, berdampak bagi keluarga, suami, anak-anak dan orang-orang sekitar kita. (Kumala Dewi)

Yes 61 : 9
"Keturunanmu akan terkenal diantara bangsa-bangsa dan anak cucumu ditengah suku-suku bangsa,sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan."

Mengapa modul-2 WB penting?

Saat kita menerima pemulihan lewat pembinaan Modul-1 WB, tidak secara otomatis kita mengalami perubahan hidup. Perlu ada proses belajar terus menerus supaya kebenaran Firman Tuhan yang kita terima sepanjang pembinaan modul 1 dapat dipraktekkan secara konsisten dalam hidup sehari-hari hingga terjadi perubahan hidup.


Cara belajar yang efektif bagi seorang wanita agar mengalami perubahan dan pertumbuhan rohani yang maksimal adalah melalui perjumpaan dengan kebenaran Firman Tuhan dan komunitas yang sehat. Artinya, seorang wanita akan membutuhkan wanita lain untuk dapat menolong, belajar bersama-sama dan saling memberikan teladan dalam mempraktekkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten.


Dalam Titus 2:3-7 (yang menjadi dasar dari visi WB) dikatakan bahwa perempuan tua mengajar, mendidik dan menasihati perempuan muda untuk menjadi teladan. Proses terjadinya pemuridan berlangsung secara alami. Dimulai dari seorang wanita muda yang dindu untuk di-ibu-i/dimuridkan oleh wanita yang lebih dewasa (baik secara kerohanian maupun usia); dan ada wanita tua yang rindu untuk mengajar, mendidik dan menasehati wanita muda. Ketika pemuridan terjadi, antara wanita muda dan wanita tua sama-sama mengalami proses belajar dan berubah sehingga keduanya bertumbuh semakin mengasihi Tuhan dan serupa Kristus.
Untuk menuju kepada visi tersebut, maka para alumni pembinaan modul-1 WB memerlukan wadah agar proses pemuridan dapat terjadi yaitu melalui modul-2 WB. Sangat penting bagi setiap wanita yang telah mengikuti pembinaan modul-1 WB, untuk selanjutnya terlibat dalam modul-2. Dampak dari pemuridan tidak hanya membuat seorang wanita bertumbuh, tapi juga membuahkan kesaksian hidup yang dapat menginspirasi wanita lain dan menimbulkan kerinduan untuk memuridkan wanita lain. Berkaitan dengan tema rakernas WB 2013 yaitu "Berikan kepadaku hati seorang murid" (Yes 50:4-5), saya semakin diteguhkan bahwa setiap wanita dipanggil untuk menjadi murid dan memuridkan wanita lain. Dan inilah panggilan tertinggi yang Tuhan Yesus berikan kepada kita sebalum Dia kembali ke surga, yaitu Amanat Agung (Mat 28:19-20)


Teladan yang mengubah dunia" yang merupakan topik akhir dari modul-2 WB berbicara tentang Amanat Agung, yaitu melalui keteladanan hidup sehari-hari seorang wanita dapat membawa orang yang belum kenal Tuhan menjadi kenal Tuhan. Oleh karena itu, saya mendorong setiap alumni modul 1 yang belum terlibat dalam pembinaan modul-2 segera ambil komitmen. Dan bagi yang sudah ikut, mari ambil tanggung jawab untuk memuridkan wanita lain, Kita akan memiliki kehidupan kekristenan yang dinamis karena kuasa dan otoritas Allah menyertai orang-orang yang menggenapi Amanat Agung.
 

Langkah-langkah mencapai kedewasaan karakter

Semua orang dapat gagal dan berbuat salah, tanpa terkecuali alumni WB, namun murid yang berhasil adalah mereka yang mau belajar dan bangkit dari kegagalannya. Tidak dapat dipungkiri bangkit dari sebuah kegagalan ataupun memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan bukanlah hal yang mudah dapat dilakukan. Kita membutuhkan orang lain untuk menolong kita, dialah yang berperan sebagai guru/pembimbing/ibu rohani dalam kehidupan kita. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh seorang murid untuk mencapai kedewasan karakter dan perubahan dalam hidupnya.

Kerterbukaan
Pemulihan terjadi melalui keterbukaan yang didasari oleh kebenaran Firman Tuhan, karena kita bukan hanya sekedar mengungkapkan masalah, melainkan menemukan cara untuk mencapai kemenangan dalam hidup.

Bersedia untuk belajar
Ciri seorang murid yaitu memiliki kerinduan untuk belajar. Belajar itu sendiri merupakan bagian dari perubahan dan alat untuk mengalami pertumbuhan hidup. Belajar yang paling efektif adalah melihat dan mempelajari kehidupan orang lain, baik kegagalan maupun keberhasilan yang dialaminya dalam hidup sehari-hari. Kita dapat belajar dari wanita-wanita disekitar kita; pelajari bagaimana cara mereka meresponi kehendak Tuhan dan firmanNya. Alumni WB dapat mengikuti pembinaan WB modul 2 yang sifatnya informal. Didalam modul 2 yang sifatnya informal. Di dalam modul 2, kita dapat menemukan cara belajar dan aplikasi kebenaran Firman Tuhan secara praktis dalam kehidupan kita. Pembelajaran bersama dalam kelompok modul-2 menolong kita untuk belajar dan berubah dari kegagalan.

Bersedia dievaluasi
Sama halnya dengan seorang murid yang mendapat evaluasi dari gurunya untuk melihat sudah sejauh mana kemampuan yang dimilikinya. Kerinduan untuk mengalami perubahan haruslah disertai dengan kesediaan untuk memberi pertanggungjawaban kepada orang lain (guru/pemimbing/ibu rohani), tanpanya kita akan sulit mencapai perubahan yang kita harapkan. Dievaluasi artinya diajar, dinyatakan kesalahannya, diperbaiki sikapnya, diarahkan dan dididik dalam kebenaran. Apakah sebagai muridNya, kita siap untuk hal-hal ini?

Seorang murid yang berhasil adalah murid yang bersedia untuk belajar dan diajar oleh gurunya. Ketika kita bersedia membuka hati untuk Tuhan ajar dan belajar dariNya melalui orang-orang yang Tuhan tempatkan dalam hidup kita, maka kita akan menjadi murid Kristus yang berhasil. Selamat belajar dan berubah. (cc/aa)

Page 10 of 13

Wise Woman

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates