HomeEdisi 22Wise woman Edisi 25Wanita, Politik & Bangsanya

Article List

Wanita, Politik & Bangsanya

Ada yang menarik pada pemilihan umum tempo hari. Elektabilitas capres berdasarkan gender menunjukkan bahwa Jokowi mendapat suara paling besar dari perempuan atau ibu-ibu yakni 16,1 persen, sementara dari laki-laki 13,5 persen. Demikian catatan Pusat Data Bersatu (PDB) Beberapa lembaga survey lainnya juga menyatakan hal yang senada. Menarik, karena menunjukkan bahwa terpilihnya pemimpin bangsa kita diperiode ini rupanya tidak terlepas dari kontribusi (yang signifikan) dari kaum perempuan! Tepuk tangan untuk perempuan indonesia

Sistem ini akan terus berputar, dan tentu tidak akan berjalan baik jika tidak ada si 'input' itu sendiri. Itulah politik yang sebenarnya. Dalam sebuah negara, masyarakatnya perlu terlibat. pertanyaannya, keterlibatan apa yang bisa kita lakukan? bisa saja dari hal-hal yang sederhana. Kita bisa mulai dengan mempelajari akan hal-hal yang terjadi disekeliling kita, baik dalam lingkungan gereja, RT/RW, kantor ataupun kota.
Salah satu contoh praktis yang bisa dilakukan oleh perempuan di tingkat RT adalah degna menjadi pengurus RT, mulai dari menjadi ketua, wakil ketua, sekretaris atau bendahara. Salah seorang wanita disurabaya (alumni WB juga) pernah menjadi ketua RT).


Ia bisa menjadi penolong bagi orang-orang disekitarnya dengan melayani kebutuhan masyarakat dengan baik. Sebagai perempuan, kita dianugerahi kepekaan oleh Tuhan. Mengapa tidak kita asah untuk kepentingan bangsa ini?
Perubahan besar dimulai oleh sekelompok kecil orang yang dimulai oleh sekelompok kecil orang yang tekun mempelajari dan menyikapi masalah bersama yang mereka hadapi. Seperti Ester, misalnya. ia menggerakkan bangsanya
untuk berdoa dan kemudian membuat strategi untuk mencapai perubahan itu. Untuk itu perempuan perlu memperhatikan : apakah ada fasilitas publik yang tidak memadai? Masalah kemiskinan? pendidikan? kesehatan? Ada hal apa yang saat ini anda temukand i sekitar anda?

Sesungguhnya kita masyarakat biasa bukannya tidak memiliki kekuatan. Pernahkah anda mendengar seorang buruh perempuan yang berhasil "menggugat negara" di mahkamah konstitusi akan UU mengenai  ketenagakerjaan, tanpa mengeluarkan biaya dan hanya bermodalkan internet sebagai informasi? Ada juga cerita mengenai seorang guru perempuan dari sebuah sekolah negeri yang dengan berani mengkritik sistem pendidikan yang melenceng, dan mengajukan gugatan mengenai Ujian kompetensi Guru (UKG) ke Mahkamah Agung. Pernah ada juga komunitas masyarakat yang melakukan gugatan, terkait dampak kerusakan lingkungan dari sebuah tambang didaerah mereka, dimulai dari pemerintah kota berlanjut dan naik terus sampai ke tingkat kementrian. Perkara-perkara ini memperlihatkan
bahwa sesungguhnya masyarakat biasa juga memiliki kekuatan. Mereka-mereka ini mengerti dan mau memperjuangkan haknya.

Ada lagi cerita-cerita inspiratif lainnya dari warga masyarakat yang mengejawantahkan rasa cinta akan bangsa dalam kehidupan sehari-harinya. Seorang penata rias didaerah Toraja (Sulawesi Selatan) misalnya, terbeban mendirikan lembaga Pelatihan kerja bagi anak-anak yang putus sekolah dan yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia memberdayakan pula para ibu muda yang masih produktif namun tidak mempunyai pekerjaan tetap yang ada dijemaat gereja, serta masyarakat sekitar.
Perempuan ini merasa terpanggil untuk memenuhi tugasnya menjadi seorang warga negara yang bertanggung jawab, berkontribusi untuk kemajuan bangsanya. Ia menyediakan pelatihan dalam bentuk tata rias kulit, tata rias rambut, tata rias pengantin, dan menganyam manik-manik (kandaure) hal yang menjadi spesialisasinya. Dengan segala kendala dan keterbatasan dana, ia terus berjuang membantu pemerintah menanggulangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran di daerahnya.

Seorang pendeta yang melayani di Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah), punya cerita bagaimana ia bergerak membantu korban bencana gempa di daerah pelayanannya. Kala itu berhari-hari bantuan pemerintah tidak kunjung datang. Perempuan ini mengambil langkah inisiatif. Ia mengunggah foto-foto kejadian gempa di laman facebooknya. Singkat cerita, bantuanpun mengalir ke gerejanya dengan melimpah. ia bahkan kemudian berkoordinasi untuk membagikan bantuan tersebut
kepada jemaat-jemaat dari gereja lainnya, dan juga kepada masyarakat di desanya. ini adalah tindakan sederhana dari seorang perempuan yang peka akan kebutuhan lingkupnya.

Seorang perempuan inspiratif lainnya, yang tinggal di Jakarta, menggagas taman bacaan masyarakat. Ia berinvestasi dengan terjun langsung ke kehidupan anak-anak masyarakat bawah, untuk tujuan pencerdasan masyarakat. Apakah ada keuntungan/profit yang diperolehnya? sama sekali tidak. Awalnya taman bacaan ini malah dianggap sebelah mata, namun ia memiliki visi yang jelas. Hasilnya, bukan saja anak-anak, para orang tua juga merasakan dampaknya, sebab ia menyentuh langsung kehidupan mereka. perempuan-perempuan tersebut punya kepekaan terhadap kebutuhan lingkungannya. mereka mengamati dan menemukan suatu tempat kosong yang perlu mereka isi. Anda dan saya, mungkin ada suatu tempat yang Tuhan kehendaki untuk kita isi. Ketika kita mau menjawab panggilan tersebut, Tuhan yang akan memberikan kasih karunia-Nya dan memampukan kita.


Seperti tokoh ester, awalnya ia ragu dapat menyelamatkan bangsanya. Sebenarnya kondisinya tidak memungkinkan! tapi kemudia ia sadar, keberadaannya saat itu adalah bagian dari rencana Tuhan untuk ia bertindak dan memenuhi panggilan itu. "Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu" (Ester 4:14b). Bagaimana jika kita menunjukkan kalimat mordekai tersebut kepada diri kita sendiri? siapa tau, ditengah profesi yang kita emban saat ini (akademisi, ibu rumah tangga, karyawan, pengusaha, dsb), dimana kita berada saat ini, ada amanat khusus yang Tuhan kehendaki untuk kita penuhi bagi kemajuan bangsa ini.

Seperti Ester, mulailah dengan berdoa. Bagikan mimpi dan kerinduan anda kepada orang-orang disekeliling anda. Belajar akan apa yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai warga negara. Kita sudah melihat diatas bagaimana orang-orang biasa yang memperjuangkan hak dan kewajiban ditengah banhsa ini. Mungkin orang-orang disekeliling kita merasa apatis dan tidak berdaya karena merasa hanya wong cilik saya yang jauh dari kekuasaan. Besarnya masalah yang dihadapi bahsa ini seringkali memaksa kita memikirkan solusi-solusi besar, sehingga kita merasa tidak berdaya. Tapi sebetulnya banyak perubahan besar dapat terjadi apabila kita setia melakukan langkah-langkah sederhana. Segala sesuatu yang kita lakukan degnan gairah dan ketulusan sesungguhnya bukannya tidak akan berdampak!

Seperti garam yang menghambar pembusukan, seperti terang yang memampukan orang untuk melihat, demikianlah kemampuan kita perempuand i bangsa ini. Kita punya kekuatan yang dapat membawa kebaikan.




Wise Woman

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates