HomeEdisi 22Wise Woman Edisi 27Euodia & Sithike, Bersatu dalam perbedaan

Article List

Euodia & Sithike, Bersatu dalam perbedaan

Euodia kunasihati dan Sinthike kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia; tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.
(Filipi 4:2-3)


Paulus secara spesifik menyebut nama Euodia dan Sintike, nama dua orang wanita didalam jemaat Filipi, mungkin telah terjadi kesalahpahaman antara Sinthike dan Euodia perihal bagaimana seharusnya mereka dapat membantu orang-orang miskin di Filipi, atau mungkin diantara mereka terjadi perdebatan mengenai siapa yang hendak melakukan tugas pelayanan. Tidak perlu satu permasalahan yang besar untuk memulai perbedaan pendapat diantara mereka, yang jelas itu sangat berdampak bagi semua jemaat dan membuat Paulus prihatin “I Plead with Euodia, I plead with Suntyche..”
Jika kita cermati bersama, gereja mula-mula memperlihatkan peranan wanita dalam pelayanan begitu penting luar biasa. Mulainya gereja di Filipi adalah dari seorang wanita yang percaya Tuhan bernama Lidia yang membuka rumahnya untuk memulai gereja (Kisah Rasul 16:13-15). Euodia dan Sintikhe, siapakah mereka ini? Tidak terlalu jelas. Beberapa penafsir mengatakan mungkin mereka adalah dua isteri pendeta yang sedang ribut; atau mungkin mereka adalah home-church leaders kepala gereja rumah. Paulus bicara secara indah, dengan imbang dan tidak memihak kepada siapa, “Hai Euodia, hai Sinthike, sehati sepikirlah dalam Tuhan. “Lalu Paulus lanjutkan, “bahwa kuminta kepadamu Sunsugos kawanku yang setia, tolonglah mereka...” (filipi 4:3).

Dalam terjemahan Indonesia seolah menunjukkan ini adalah nama seseorang. Tetapi dalam terjemahan Inggris lebih mengacu pada arti dari kata “sunsugos” yaitu my true companion, temanku yang setia, bukan kepada nama seseorang. Entah siapa teman yang Paulus minta untuk menjadi penengah diantara dua wanita ini. Ada yang menafsir itu adalah Timotius atau Eprafoditus yang membawa surah Filipi ini, atau kepada orang yang lain. Dan ada nama seorang yang lain yang disebut paulus disini yaitu klemens. Alkitab tidak menutup-nutupi bahwa didalam gereja Tuhan, diantara sesama anak-anak Tuhan juga bisa terjadi pertengkaran dan perselisihan. Paulus tidak bicara disini untuk membela pihak siapa, dan Paulus juga tidak membicarakan apa yang menjadi persoalan di antara mereka. Tetapi Paulus berbicara tentang satu stand point (pendapat) yang penting dan perlu, bukan stand point Euodia, bukan stand point Sintikhe, tetapi Paulus mengajak mereka didalam perselisihan pendapat dan konflik itu berdiri didalam satu stand point yang indah dan benar yaitu stand point “agree in the Lord”

Hal kedua yang menarik di sini, Paulus menyebut nama Euodia, nama Sinthike, nama klemens, dan setelah itu “dan kawan-kawanku sekerja yang lain...” Apa yang kita belajar dari sini? Paulus tidak menyebut satu-persatu siapa mereka. Kalau kita adalah orang-orang itu, apa tidak tersinggung? Memangnya tidak sama susahnya, sama beratnya, sama capenya, sama perjuangannya dengan Klemens? Kenapa Cuma nama dia yang disebut, namaku tidak? Yang harus menjadi perhatian kita adalah kalimat selanjutnya “yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. “Dari situ kita dapat sedikit menebak-nebak kemungkinan pertengkaran diantara Euodia dan Sintikhe bicara dan berebut soal jasa, pujian, hormat atas apa yang mereka kerjakan didalam dunia ini. Euodia mungkin menuntut untuk mendapatkan porsi kehormatan lebih banyak daripada yang lain; Sintikhe juga mungkin menuntut hal yang sama. Kemuliaan, arogansi, ingin mendapatkan pujian, reward dan hormat bagi diri, mau menjadi yang lebih utama daripada yang lain, dan mau menjadi yang lebih dihormati dari pada yang lain, itu menjadi penyebabnya. Maka disini seolah Paulus mau mengingatkan jangan bicara soal itu, karena sampai di surga yang paling penting, adakah namamu tercantum dalam kitab kehidupan itu? Namamu mungkin terlewat tidak disebutkan waktu selesai satu pelayanan, jangan itu membuat hatimu tersinggung. Yang terpenting, adakan manamu tercantum disana?


Ketiga, dalam relasi dengan orang-orang yang terdekat dalam hidup kita, Firman Tuhan memanggil kita untuk memegang prinsip yang sama, sehati sepikir dalam Tuhan. Efesus 5:21 “... dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus” adalah sebuah ayat yang unik ditempatkan diantara dua tema. Kalau menjadi ayat terakhir dari bagian atas bisa menjadi satu kesimpulan bagaimana hidup orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, orang itu adalah orang yang saling merendhkan diri satu sama lain di dalam Kristus, menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. Kalau itu diletakkan dibagian selanjutnya, bisa menjadi sebuah ayat yang menuntun bagaimana relasi yang indah diantara suami isteri, orang tua dan anak, tuan dan budak, rekan pelayanan diawali dengan relasi yang beres dengan Tuhan yaitu kita menghormati Kristus akan menghasilkan sikap hati yang merendahkan diri dalam relasi horizontal satu dengan yang lain. Ayat ini memanggil kita bagaimana secara praktis “agree in the Lord” diwujudkan dengan saling merendahkan diri di dalam takut akan Tuhan.

Orang-orang kristen yang setia tidak selamanya sepaham satu dengan yang lain. Ada kalanya pendapat-pendapat pribadi tidak dapat dengan sempurna tersalurkan, lalu menimbulkan stess dan perselisihan. Ini bukan berarti bahwa yang satu telah undur dari imannya. Tetapi, semua umat yang percaya perlu untuk “setuju tidak setuju didalam kasih,” seperti yang dikatakan Joh Wsley. Pendapat atau kesukaan yang sifatnya personal atau pribadi tidak seharusnya merusak persatuan
Ketika anda memiliki perbedaan pendapat dengan rekan satu timmu, apakah anda sudah menghadapinya dengan kasih, ataukah ini menjadi celah untuk memulai sebuah perpecahan? Anda tidak perlu ikut menyukai semua yang rekan se-tim mu sukai – cukup setuju dengan orang itu juga, bahwa ktia semua bekerja bersama didalam Kristus untuk kerajaanNya, bukan untuk tujuan masing-masing. Meskipun berbeda, mari kita tetap ada dalam kesatuan. (FD)

Wise Woman

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates