HomeEdisi 22Wise Woman Edisi 29Seorang Murid Perempuan Bernama Tabita

Article List

Seorang Murid Perempuan Bernama Tabita

“A Certain disciple named Tabitha” (KJV)

Kisah Para Rasul 9:36-42
Sesuai tema konferensi Wanita Bijak (WB) tahun 2017 yaitu A certain Disciple’” yang diambil berdasarkan kisah tokoh Alkitab, Tabita atau Dorkas, diharapkan sepanjang tahun 2018, semua yang terlibat dalam pelayanan Wanita Bijak, baik sebagai pemimpin, anggota tim dan alumni WB, dapat terus membicarakan, menghidupi mengkaitkan dan mengembangkan sikap hati seorang murid Krsitus, baik dalam kehidupan pribadi maupun pelayanan di WB


Kita tidak tahu banyak tentang Dorkas, tetapi ia menerima penghormatan sebagai satu-satunya wanita dalam kitab suci yang disebut sebagai seorang murid (mathetria = murid perempuan) yang dapat diartikan sebagai pelajar dan pelaku, pengikut Yesus yang setia. Arti kata “murid” menurut Matius 28:19 adalah “ia sudah dibabtis dan diajar melakukan apa yang Yesus perintahkan” (Bandingkan dengan arti WB)


Alkitab tidak banyak bercerita tentang Dorkas, tetapi kisah yang singkat ini menggambarkan kisah Dorkas secara lengkap mulai dari kehidupannya, kematiannya dan kebangkitannya sebagai seorang murid perempuan Kristus.
1.    Dalam kehidupannya, ia banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah (ayat 36)
Kata “banyak sekali” atau “full/penuh” menunjukkan bahwa berbuat baik dan memberi sedekah sudah menjadi gaya hidup sehari-hari Dorkas, bukan sekedar tindakan “pencitraan” yang dilakukan hanya sekali-kali.


Di kisah ini tidak dicatat sama sekali ‘perkataan’ Tabita. Seringkali wanita lebih banyak berkata-kata daripada berbuat baik, namun tidak demikian dengan Dorkas.
“Berbuat baik” berbicara tentang “perbuatan baik pada umumnya, kepada siapa saja” (Galatia 6:9-10 : “Jangan jemu-jemu berbuat baik”) Sedangkan “memberi sedekah” berbicara secara khusus “memberi bantuan kepada orang yang susah dan miskin”. Secar khusus, Dorkas berbuat baik dan bersedekah kepada para janda, orang-orang yang kesepian, mengalami kesedihan, terabaikan dan kekurangan.


Kapan terkhir kita sebagai murid perempuan Kristus, berbuat baik? Kapan terakhir kali kita membantu orang susah dan miskin?


2.    Dalam kematiannya, ia menjadi bahan kesaksian banyak orang (ayat 39)
Nampaknya, kematian Dorkas itu terjadi mendadak, karena dikatakan ia sakit lalu meninggal. Segera mayatnya dimandikand an dibaringkan di ruang atas, tidak langsung dikuburkan sebagaimana seharusnya. Mereka mendengar bahwa Petrus ada di Lida dekat Yope, mereka meminta Petrus untuk datang, mereka berharap ada mujizat terjadi.

Semuanya ini menunjukkan betapa orang-orang di kota Yope tidak menginginkan Dorkas meninggalkan mereka. Lagipula ketika Petrus sampai disana, di dekat mayat Dorkas terbaring, para janda menunjukkan semua baju dan pakaian yang dibuat sendiri oleh Dorkas semasa hidupnya. Bayangkan berapa banyak waktu, tenaga, uang, kasih dan perhatian Dorkas kepada janda-janda yang miskin dan malang itu. Menarik sekali, semasa hidupnya Dorkas tidak banyak bicara dan disaat mulut Dorkas terbungkam oleh kematian, orang-orang justru membuka suara menyaksikan tentang hidupnya.

Jika suatu hari kita meninggal nanti, apa yang orang bicarakan tentang kita? Yang baik atau yang burukkah? Akankah mereka menyaksikan hidup kita telah sebagaimana layaknya seorang murid perempuan Kristus?

3.    Dalam kebangkiannya, ia membawa orang datang percaya kepada Yesus (ayat 42)
Setelah Petrus berdoa, ia berkata. “Dorkas, bangkitlah!”, maka bangkitlah Dorkas dari kematiannya. Dikatakan : “Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya Tuhan”. Luar biasa!! Tuhan memakai Dorkas untuk membawa orang percaya kepada Tuhan. Tentu yang membuat orang percaya kepada Tuhan bukan sekadar ada orang mati dibangkitkan, tapi karena seorang Dorkas dibangkitkan (bandingkan kalau seorang penjahat kelas kakap dibangkitkan dari antara orang mati, pasti tidak terhitung sebagai mukjizat melainkan musibah)
Demikian juga, Tuhan menghendaki hidup kita bukan saja dikenal dan kelak dikenang sebagai orang yang baik dan saleh, tetapi hidup kita dapat membawa orang kepada Kristus. Kapan terakhir kali kita membawa orang kepada Kristus?

Dulu kebanyakan gereja mengandalkan KKR, pengkotbah terkenal, acara-acara spektakuler untuk memenangkan jiwa, namun untuk saat ini cara-cara itu sudah tidak terlalu mengena. Bagaimana kita bisa memenangkan jiwa bagi Tuhan?

Kita dapat menggunakan keunikan kita sebagai wanita yaitu melalui sentuhan pribadi. Buka mata dan hati kita untuk melihat dan peka terhadap kebutuhan setiap wanita yang Tuhan izinkan bertemu dan berhubungan dengan kita. Siapa tahu, merekalah jiwa yang Tuhan kirimkan untuk kita menangkan

SERINGKALI WANITA LEBIH BANYAK BERKATA-KATA DARIPADA BERBUAT BAIK, NAMUN TIDAK DEMIKIAN DENGAN DORKAS

Wise Woman

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates