HomeWise Woman Edisi 17Mengejar Kasih

Article List

Mengejar Kasih

Kita tahu bahwa kasih adalah kualitas karakter utama seorang Kristen. Karena itulah, bab pertama dari materi Modul 2 WB membahas tentang ‘mengejar kasih’. Kita juga tahu bahwa kasih itu sabar dan murah hati (1 Korintus 13:4). Oleh sebab itu, kita berusaha keras untuk bersikap penuh kasih dengan bertindak sabar dan murah hati. Namun seringkali, dalam waktu singkat kita menemukan bahwa kita ternyata gagal total. Meskipun akhirnya kita mengalami kemajuan yang berarti dalam mengasihi, tetapi kesabaran dan kemurahan hati kita ini ternyata dangkal dan tidak bertahan lama.

Kasih itu sendirilah, bukan tingkah laku yang menyenangkan atau maksud untuk mengasihi, yang mempunyai kekuatan untuk “menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Kor 13:7-8). Berusaha untuk bertindak dengan penuh kasih saja akan membawa kita pada kehilangan kasih, yang akhirnya malah membuat kita marah dan putus asa karena “tidak berhasil mengasihi”.

Rasul Yohanes membuat dua pernyataan tentang sifat hakiki Allah: “Allah adalah terang” (1 Yohanes 1:5) dan “Allah adalah kasih” (1 Yohanes 4:8). Di sini kasih tidak didefinisikan sebagai tindakan atau ciri karakter, tetapi sebagai bagian hakiki dari sifat pribadi Allah. “Allah adalah kasih; lama sebelum Ia membuat makhluk apa pun menjadi objek kasihNya, bahkan sejak segala kekekalan,” menurut seorang teolog yang bernama Bethune.

Kasih inilah yang menjadi sumber sukacita dan kesegaran yang terus menerus bagi diri sendiri dan orang lain, menjadi “mata air yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yohanes 4:14).

Ketika kita mengijinkan Allah yang adalah kasih masuk menuju kedalaman hati, kita dimampukan untuk bertindak dengan penuh kasih, bahkan sampai pada tingkatan yang membuat kita sendiri terkejut. Ketika itu terjadi, kapasitas kita untuk mengasihi akan berkembang secara alamiah. Kini kasih bukan lagi beban tambahan yang membuat kita merasa bersalah ketika tidak cukup mengasihi, seperti yang pasti terjadi bila kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk “bertindak dengan penuh kasih.”

Dengan kata lain, ’mengejar kasih’ bukanlah berusaha untuk mengasihi dengan kekuatan kita sendiri. Mengejar kasih adalah menempatkan diri di hadapan Tuhan untuk Ia mengalirkan kasih-Nya yang memampukan kita mengasihi Tuhan, diri sendiri, dan orang lain. Tidak mungkin kita dapat mengasihi orang lain, sebelum mengasihi Tuhan dan diri sendiri. (Matius 22:37-39).

Tetapi bahkan ‘rasa lapar rohani’ yang menggerakkan kita untuk mengejar kasih pun merupakan anugerah. Tugas kita adalah meresponi desakan rasa lapar ini lewat komunikasi yang intens denganNya dalam doa, perenungan Firman, mempelajari kebenaranNya, penyembahan kepadaNya, dan pelayanan kita bagiNya. 

Pada akhirnya, hidup yang penuh sukacita (joyful) dalam situasi apapun yang dihadapi, adalah bukti nyata dari usaha mengejar kasih yang kita lakukan.**

 

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates