HomeWise Woman Edisi 18

Article List

Wise Woman

Perempuan Tangguh di Ujung Menteng

Orang miskin dilarang sekolah! Ini merupakan pernyataan yang sering kita dengar di negeri ini. Biaya pendidikan yang mahal menjadi momok bagi para orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Belum lagi jaminan akan masa depannya juga kabur.

Tak heran, jika sedikit orang dari masyarakat prasejahtera yang mengantarkan anak-anak mereka sekolah pada tahun ajaran baru. Menjadikan anak sebagai komoditi ekonomi akan lebih dipilih ketimbang membawa mereka duduk dibangku sekolah.
Melihat gedung yagn berwarna-warni ini siapa yang menyangka dari dalamnya telah lahir 959 siswa yang berhasil menyelesaikan wajib belajar 12 tahun banyak juga dari kalangan tidak mampu/prasejatera.

Sekolah yang berdiri sejak 17 tahun yang lalu di wilayah Ujung Menteng, Jakarta Timur ini didirikan oleh seorang wanita tangguh bernama Evita Pontoh. Wanita yang biasa dipanggil dengan sebutan Ibu Evita ini sudah tidak asing lagi dilingkungan pelayanan Wanita Bijak. Ia sering terlibat dalam pelayanan Misi WB, menjangkau para wanita dipelosok-pelosok negeri. Hatinya memang sudah sepenuh waktu, itu sebabnya ia memilih jalur Theologi.

Menjadi hamba Tuhan didalam gedung gereja saja tak cukup baginya, bersama suami – Pdt. Theo Barahama, beliau terpanggil untuk melayani anak-anak yang berada disekitar lingkungan gerejanya. Anak-anak itu tak berpendidikan, tidak sedikit bahan yang putus sekolah. Mendapatkan pendidikan rohani disekolah minggu saja, rasanya tak cukup. Mereka perlu sesuatu untuk berubah ada alat perubahan itu namanya PENDIDIKAN. Dengan fasilitas yang seadanya mereka mulai mengumpulkan anak-anak yang kurang mampu. Hingga saat inipun mereka masih memprioritaskan anak-anak yang datang dari golongan kebawah/prasejahtera. Ibu Evita dan tim memiliki kerinduan untuk memiliki sekolah yang murah, namun bagus kualitas pendidikannya.

Ada banyak proses yang harus dilewati ibu Evita bersama dengan timnya selama tujuh belas tahun ini; Komunikasi dengan orang tua murid menjadi kendala yang seringkali ditemui. Namun, hal ini tidak mematikan semangat ibu Evita dan tim, mereka memiliki visi : Menjadi komunitas pembelajaran yang cerdas dan berkarakter Kristus untuk menggenapi kehendak Tuhan pada jamannya dan motto : Bersama orang tua mendidik dengan teladan.


Visi dan motto ini yang terus menjadi pembangkit semangat untuk terus berkarya dan menjadi berkat bagi anak didik yang Tuhan kirimkan

Dalam proses perintisan, Ibu Evita dibantu oleh tenaga full timer gereja dan jemaat yang terpanggil untuk melayani di bidang pendidikan. Di tahun 2000, mereka mulai mengumpulkan anak-anak usia pra sekolah sebanyak 21 anak dengan 3 tenaga pengajar. Menanamkan Visi-Misi dan nilai-nilai sekolah secara terus-menerus menjadi cara ampuh untuk menyatukan seluruh tim yang terlibat didalamnya.

Tentunya program pendidikan ini tidak berjalan dengan sendirinya. Oleh tangan Tuhan, jemaat digerakkan untuk memberi bagi pelayanan pendidikan ini. Hingga saat ini, proses pendanaan pun masih mendapat dukungan dari jemaat GPDI Ujung Menteng dan beberapa donatur yang rindu terlibat untuk melayani bersama setelah mereka berkunjung ke sekolah tersebut. Menurut Ibu Evita sendiri, ada satu pengalaman yang tak terlupakan baginya yaitu ketika proses pembangunan gedung SMP sedang berlangsung. Waktu itu dicanangkan gerakan seRibu untuk seMilyar. Ketika hal ini disampaikan juga kepada seluruh anggota sekolah, murid-murid secara inisatif dan dengan sukacita ikut mengumpulkan dana. Mereka rela tidak jajan untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan sekolah. Memang sejak awal, sekolah ini tidak memungut sepeserpun uang pangkal untuk gedung. Gedung yang berdiri megah beserta fasilitas-fasilitas didalamnya merupakan hasil pengorbanan yang diberikan jemaat, orang tua, guru dan para murid sendiri. Dan sudah pasti hasil lutut yang bertelut dan tangan yang terkatup setiap saat kepada Tuhan

Saat ini sekolah CAHAYA BANGSA sudah menghasilkan 17 angkatan di Taman Kanak-Kanak, 11 angkatan di tingkat Sekolah Dasar, 7 angkatan di tingkat Sekolah Menengah Pertama, dan 1 angkatan CBSOM (Cahaya Bangsa School of Music – Sekolah kejuruan dibidang musik setingkat SMU).
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki antara lain : Ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium IPA, Perpustakaan, Studio musik, aula, lapangan, seluruhnya dapat menampung sekitar 257 siswa dan tenaga pengajar yang dimiliki berjumlah 40 orang

Tidak berhenti sampai di ujung menteng saja, di tahun 2012 bu Evita kembali merintis sekolah Cahaya Bangsa di wilayah Tuapejat, kepulaian Mentawai – Sumatera Barat. Dimulai dengan 6 orang siswa dan 1 orang guru, saat ini mereka sudah memiliki 176 siswa dan 17 guru untuk sekolah dasar dan Sekolah Menengah Pertama

Bu Evita memiliki kerinduan menjadikan sekolah Cahaya Bangsa sebagai sarana bagi anak-anak untuk dipersiapkan menjadi generasi anak bangsa yang mengasihi Tuhan dan sesama. Melalui sekolah ini diharapkan anak-anak dapat menyadari bahwa mereka semua adalah utusan Kristus, kelak mereka menjadi dewasa, bekerja/mengabdi dibidang apapun dapat mereka lakukan dengan nilai-nilai kebenaran dan kejujuran sehingga mereka menjadi pembawa pembaharuan dalam hal mental, spiritual, karakter dan pemberi dampak bagi kemajuan bangsa ini. Sebagaimana termaktub dalam misi Cahaya Bangsa, yaitu memfasilitasi komunitas pembelajar untuk :
-    Mengalami proses pembaharuan pikiran
-    Mengembangkan kemampuan intelektual yang berpusatkan Kristus
-    Menjadi utusan Kristus

MENJADI KOMUNITAS PEMBELAJAR YANG CERDAS DAN BERKARAKTER UNTUK MENGGENAPI KEHENDAK TUHAN PADA JAMANNYA.

Page 4 of 74

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates