HomeWise Woman Edisi 19

Article List

Wise Woman

Rapat PIC Regional & Pertemuan Nasional Pembicara Girl's Talk

Pertemuan/Rapat PIC Regional ini diikuti oleh Tim strategis dan para PIC Regional beserta Staff pelayanan Wanita Bijak. Diadakan pada tanggal 28 maret 2017 di Wisma PGAK Samadi Klender Duren Sawit, jakarta Timur. Dan dilanjutkan dengan pertemuan nasional pembicara (PNP) untuk segmentasi usia remaja ; Girls’ talk (GT). Selain peserta rapat PIC Regional acara ini terbuka untuk semua pembicara GT yang sudah pernah membawakan minimal 3 sesi


Dalam rapat PIC Regional kali ini sesi tentang kepemimpinan dibawakan oleh Bapak Himawan Djaja Hendra, beliau melayani dalam Binawarga GKI Sinode Wilayah Jawa Barat. Para peserta khususnya PIC Regional dibekali dengan sesi-sesi yang disampaikan untuk dapat semakin mengenali kekuatan dan kelemahan diri sebagai pemimpin dan dengan itu diharapkan selanjutnya dapat membangun dan mengelola tim di regionalnya masing-masing.


Hari kedua acara dilanjutkan dengan Pertemuan Nasional Pembicara GT (PNPGT), yang diikuti oleh 50 orang peserta. Ada yang berbeda dengan pertemuan kali ini, karena acara khusus untuk segmen GT maka dress code dan temanya juga bernuansa GT dengan gaya remaja kekinian. Dalam momen ini untuk pertama kalinya diterbitkan buku modul-2 khusus GT lengkap untuk peserta dan pengajarnya; selain itu juga peserta PNP GT dilengkapi dengan beberapa simulasi yang mendukung sesi-sesi yang disampaikan dalam rangkaian pembinaan GT modul-1. Simulasi ini diberikan dalam pembinaan GT dengan tujuan peserta dipertajam dalam menangkap isi materi yang disampaikan lewat object lesson yang dilakukan bersama dalam kelompok-kelompok dengan fasilitatornya masing-masing. Peserta sangat antusias mengikuti pertemuan ini tidak hanya pembicara yang masih diusia remaja saja tetapi ibu-ibu juga ikut bersemangat dan tidak kalah dengan anak-anak remaja untuk gaya dan semangatnya.

Berikut ini kesaksian dari beberapa peserta
“Saya sangat diberkati dengan mengikuti pertemuan Nasional Pembicara GT ini karena saya mendapat banyak wawasan dan informasi tentang remaja-remaja kekinian dan hal-hal apa yang lagi ngehits di kalangan remaja seperti medsos GB, IG, path, twitter, dll.Belajar bagaimana menjadi pembicara yang bisa diterima oleh mereka, mendalami dan menggali firman Tuhan memasukkan kebenaran-kebenaran dalam menyampaikan sesi.” – Marisa Sri Sunarti (Pembicara GT Regional Kalimantan barat)


“Saya mendapat banyak hal tentang bagaimana menjadi pembicara untuk anak-anak remaja, bagaimana bisa membawa mereka untuk makin cinta dan mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh lewat firmanNya. Firman Tuhan adalah sesuatu yang tidak pernah habis untuk dipelajari, jadi saya akan terus meng-upgrade diri saya sesuai dengan apa yang Tuhan mau dalam hidup saya untuk terus membagikannya kepada teman-teman saya di GT.” – Hana Gamareitha Widagdo (Pembicara GT Solo Regional Jawa Tengah)


“Saya mendapat hal yang baru. Pertama pada rapat PIC Regional kita belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin bagaimana memiliki perspektif dan asumsi yang baik dimulai dengan hati yang benar. Saya tertantang untuk mempraktekkan hal ini sebagai seorang pemimpin/PIC regional bagaimana menghadapi teman-teman saya dengan berbagai macam karakter di area/regional Papua. Uang kedia saya mengucapsyukur kalau hari ini boleh dilaunching buku Modul-2 GT, itu luar biasa sekali! Karena di Papua kami sudah beberapa kali mengadakan camp modul-1 GT, tetapi kami agak sulit dengan tindak lanjutnya. Mateti modul-2 GT yang diterbitkan kali ini lebih kontekstual dan aplikatif untuk diterapkan langsung pada setiap alumni pembinaan GT. Saya harap begitu pulang nanti kami di Papua bisa segera membuka kelompok Modul-2 untuk remaja/GT karena ini kebutuhan terbesar.” – Nora Sumule (PIC Regional Papua)

Doa Puasa Nasional & Rapat PIC Regional

Rangkaian acara rapat dan pertemuan PIC Regional dilanjutkan dengan Doa Puasa Nasional pelayanan Wanita Bijak yang diadakan pada tanggal 24-26 Agustus 2017 diikuti oleh 67 orang terdiri dari : Tim strategis, BOA (Board of Advisor), Head Unit dan PIC Regional beserta beberapa PIC Kota yang direkomendasikan oleh PIC Regional masing-masing. Acara ini diadakan di Puncak Ayana Hotel & Resort, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur.

“A Better Inner” – (2 Korintus 4:16) adalah tema doa puasa tahun ini dengan PIC Regional WB Katolik beserta tim sebagai tuan rumah dan penyelenggara.
24 Agustus 2017 rapat PIC regional dimulai, ibu Heryanti Satyadi membawakan tentang “Pengenalan dan penggunaan Chess therapy “. Sesi ini diharapkan dapat membekali PIC Regional untuk meningkatkan kerjasama timnya dan memaksimalkan kemampuan anggota tim untuk dapat bersama-sama merencanakan apa yang menjadi fokus tahun ini maupun tahun-tahun kedepan dalam rangka pengembangan pelayanan wanita bijak di regional masing-masing.

Pertemuan para PIC Regional ini diakhiri dengan konsolidasi per kelompok yang dipimpin oleh Tim Strategis sesuai dengan pembagian yang sudah ditetapkan; diharapkan kelompok-kelompok ini menolong proses pengibuan dan mentoring yang sudah dilakukan oleh masing-masing PIC Regional kepada kota-kota yang ada dalam lingkup wewenang dan tanggung jawabnya. Setelah makan malam, seluruh peserta rapat masuk dalam doa puasa bersama


25 Agustus 2017, hari ke-2 dalam rangkaian doa puasa Pdt. Wahyu “wepe” Pramudya, membawakan tujuh kebenaran Alkitab tentang “A Better Inner.” Materi ini disampaikan dalam 2 sesi berturut-turut dan dilanjutkan dengan puasa bicara secara pribadi dengan materi dari buku “Cultivating your inner life”; “Memupuk Kehidupan batinmu” – Edmun Chan.

Selanjutnya peserta dibagi dalam 6 kelompok masuk dalam doa berantai yang dimulai dari pukul 20.00 sampai dengan pukul 02.00 dengan topik dan fokus doa yang sudah ditetapkan masing-masing.
Peserta semangat mengikuti doa puasa nasional ini. Puasa dilakukan selama 36 jam dan puji Tuhan semua peserta dapat melewatinya. Berikut beberapa kesaksian dari pada peserta :
“Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti doa puasa nasional. Senang sekali bisa bertemu dengan peserta dari berbagai kota dan walaupun baru pertama bertemu tetapi sudah seperti kelaurga. Banyak hal baru yang disingkapkan, terutama tentang racun rohani, dan saya berkomitmen untuk membangun manusia batiniah saya lewat keintiman dengan Tuhan dan mengijinkan Roh Kudus bekerja lebih leluasa dalam hidup saya. Sepulang dari doa puasa saya akan membagikan apa yang saya dapatkan kepada teman-teman saya di regional Papua.” –Maria Kana (Nabire – Papua)


“Tahun ini pertama kalinya saya mengikuti doa puasa nasional, dan Tuhan mau saya lebih memperhatikan apa yang ada didalam diri saya, “A Better inner”. Komitmen pribadi saya mau terus hidup dengan kasih Yesus yang mula-mula, saya mau untuk terus “dikenyangkan” oleh kasih Tuhan, supaya pelayanan saya adalah pelayanan yang menyalurkan kasih Tuhan dan membuat orang lain juga memiliki a better inner. Lewat “Chess Theraphy” saya belajar melihat banyak hal tentang pelayan tim; saya akan lebih memperhatikan dan memberikan kesempatan kepada tim saya di regional kalimantan Timur untuk lebih maksimal dan mengembangkan potensi dalam diri mereka.” –Miriam Tumondo Siar ? Mieke (Kaltim)

Perempuan Tangguh di Ujung Menteng

Orang miskin dilarang sekolah! Ini merupakan pernyataan yang sering kita dengar di negeri ini. Biaya pendidikan yang mahal menjadi momok bagi para orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Belum lagi jaminan akan masa depannya juga kabur.

Tak heran, jika sedikit orang dari masyarakat prasejahtera yang mengantarkan anak-anak mereka sekolah pada tahun ajaran baru. Menjadikan anak sebagai komoditi ekonomi akan lebih dipilih ketimbang membawa mereka duduk dibangku sekolah.
Melihat gedung yagn berwarna-warni ini siapa yang menyangka dari dalamnya telah lahir 959 siswa yang berhasil menyelesaikan wajib belajar 12 tahun banyak juga dari kalangan tidak mampu/prasejatera.

Sekolah yang berdiri sejak 17 tahun yang lalu di wilayah Ujung Menteng, Jakarta Timur ini didirikan oleh seorang wanita tangguh bernama Evita Pontoh. Wanita yang biasa dipanggil dengan sebutan Ibu Evita ini sudah tidak asing lagi dilingkungan pelayanan Wanita Bijak. Ia sering terlibat dalam pelayanan Misi WB, menjangkau para wanita dipelosok-pelosok negeri. Hatinya memang sudah sepenuh waktu, itu sebabnya ia memilih jalur Theologi.

Menjadi hamba Tuhan didalam gedung gereja saja tak cukup baginya, bersama suami – Pdt. Theo Barahama, beliau terpanggil untuk melayani anak-anak yang berada disekitar lingkungan gerejanya. Anak-anak itu tak berpendidikan, tidak sedikit bahan yang putus sekolah. Mendapatkan pendidikan rohani disekolah minggu saja, rasanya tak cukup. Mereka perlu sesuatu untuk berubah ada alat perubahan itu namanya PENDIDIKAN. Dengan fasilitas yang seadanya mereka mulai mengumpulkan anak-anak yang kurang mampu. Hingga saat inipun mereka masih memprioritaskan anak-anak yang datang dari golongan kebawah/prasejahtera. Ibu Evita dan tim memiliki kerinduan untuk memiliki sekolah yang murah, namun bagus kualitas pendidikannya.

Ada banyak proses yang harus dilewati ibu Evita bersama dengan timnya selama tujuh belas tahun ini; Komunikasi dengan orang tua murid menjadi kendala yang seringkali ditemui. Namun, hal ini tidak mematikan semangat ibu Evita dan tim, mereka memiliki visi : Menjadi komunitas pembelajaran yang cerdas dan berkarakter Kristus untuk menggenapi kehendak Tuhan pada jamannya dan motto : Bersama orang tua mendidik dengan teladan.


Visi dan motto ini yang terus menjadi pembangkit semangat untuk terus berkarya dan menjadi berkat bagi anak didik yang Tuhan kirimkan

Dalam proses perintisan, Ibu Evita dibantu oleh tenaga full timer gereja dan jemaat yang terpanggil untuk melayani di bidang pendidikan. Di tahun 2000, mereka mulai mengumpulkan anak-anak usia pra sekolah sebanyak 21 anak dengan 3 tenaga pengajar. Menanamkan Visi-Misi dan nilai-nilai sekolah secara terus-menerus menjadi cara ampuh untuk menyatukan seluruh tim yang terlibat didalamnya.

Tentunya program pendidikan ini tidak berjalan dengan sendirinya. Oleh tangan Tuhan, jemaat digerakkan untuk memberi bagi pelayanan pendidikan ini. Hingga saat ini, proses pendanaan pun masih mendapat dukungan dari jemaat GPDI Ujung Menteng dan beberapa donatur yang rindu terlibat untuk melayani bersama setelah mereka berkunjung ke sekolah tersebut. Menurut Ibu Evita sendiri, ada satu pengalaman yang tak terlupakan baginya yaitu ketika proses pembangunan gedung SMP sedang berlangsung. Waktu itu dicanangkan gerakan seRibu untuk seMilyar. Ketika hal ini disampaikan juga kepada seluruh anggota sekolah, murid-murid secara inisatif dan dengan sukacita ikut mengumpulkan dana. Mereka rela tidak jajan untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan sekolah. Memang sejak awal, sekolah ini tidak memungut sepeserpun uang pangkal untuk gedung. Gedung yang berdiri megah beserta fasilitas-fasilitas didalamnya merupakan hasil pengorbanan yang diberikan jemaat, orang tua, guru dan para murid sendiri. Dan sudah pasti hasil lutut yang bertelut dan tangan yang terkatup setiap saat kepada Tuhan

Saat ini sekolah CAHAYA BANGSA sudah menghasilkan 17 angkatan di Taman Kanak-Kanak, 11 angkatan di tingkat Sekolah Dasar, 7 angkatan di tingkat Sekolah Menengah Pertama, dan 1 angkatan CBSOM (Cahaya Bangsa School of Music – Sekolah kejuruan dibidang musik setingkat SMU).
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki antara lain : Ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium IPA, Perpustakaan, Studio musik, aula, lapangan, seluruhnya dapat menampung sekitar 257 siswa dan tenaga pengajar yang dimiliki berjumlah 40 orang

Tidak berhenti sampai di ujung menteng saja, di tahun 2012 bu Evita kembali merintis sekolah Cahaya Bangsa di wilayah Tuapejat, kepulaian Mentawai – Sumatera Barat. Dimulai dengan 6 orang siswa dan 1 orang guru, saat ini mereka sudah memiliki 176 siswa dan 17 guru untuk sekolah dasar dan Sekolah Menengah Pertama

Bu Evita memiliki kerinduan menjadikan sekolah Cahaya Bangsa sebagai sarana bagi anak-anak untuk dipersiapkan menjadi generasi anak bangsa yang mengasihi Tuhan dan sesama. Melalui sekolah ini diharapkan anak-anak dapat menyadari bahwa mereka semua adalah utusan Kristus, kelak mereka menjadi dewasa, bekerja/mengabdi dibidang apapun dapat mereka lakukan dengan nilai-nilai kebenaran dan kejujuran sehingga mereka menjadi pembawa pembaharuan dalam hal mental, spiritual, karakter dan pemberi dampak bagi kemajuan bangsa ini. Sebagaimana termaktub dalam misi Cahaya Bangsa, yaitu memfasilitasi komunitas pembelajar untuk :
-    Mengalami proses pembaharuan pikiran
-    Mengembangkan kemampuan intelektual yang berpusatkan Kristus
-    Menjadi utusan Kristus

MENJADI KOMUNITAS PEMBELAJAR YANG CERDAS DAN BERKARAKTER UNTUK MENGGENAPI KEHENDAK TUHAN PADA JAMANNYA.

Cakap mengelola keuangan

Kecakapan kita dalam mengelola keuangan menunjukkan keimanan kita kepada Tuhan.

Ada 2 alasan mengapa cara kita mengelola menunjukkan iman kita kepada Tuhan :
1.    Uang anda adalah milik Tuhan
Mazmur 24:1, berkata “Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam didalamnya.” Pernyataan Alkitab ini menunjukkan secara jelas bahwa seisi bumi adalah milikNya, itu berarti uang anda pun sepenuhnya adalah milik Tuhan. Ya, memang anda yang bekerja keras untuk menghasilkan uang, anda juga yang berusaha keras untuk menyimpan dan berhemat sedemikian rupa. Tetapi ingat, di lain pihak kita masih sepenuhnya bergantung kepada Allah akan kesehatan, damai sejahtera, keamanan, dsb. Uang tidak dapat membayar semua itu


2.    Cara anda menggunakan uang menunjukkan iman anda
Apakah anda memiliki catatan keuangan yang rapih setiap bulannya? Apakah anda meminta pertolongan Tuhan sebelum anda mengatur rencana keuangan tersebut? Kemana saja biasanya anda mengalokasikan keuangan anda? Sudahkah anda disiplin memberikan perpuluhan? Menjadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam keuangan kita merupakan salah satu ciri dari Wanita Bijak, yaitu wanita yang dapat mengaplikasikan kebenaran Tuhan dalam setiap aspek kehidupannya. Pertanyaan-pertanyaan diatas dapat menolong anda untuk mengevaluasi diri sudah sejauh mana anda mempercayai Tuhan dalam keuangan anda. Jika anda mengijinkan Tuhan menjaga keuangan anda, maka Ia dapat selalu diandalkan. “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan dirumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” (Maleakhi 3:10)

Sebagai wanita bijak, anda perlu membuat rencana pengelolaan setiap bulannya. Temukan beragam cara pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan anda. Ingat, firman Tuhan berkata, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Matius 6:24). Jika Anda memilih Allah sebagai tuan, maka jadikan uang Anda sebagai hamba yang dapat dikelola sehingga melaluinya iman Anda bertumbuh dan nama Tuhan dipermuliakan. (/FD)

Seorang Murid Perempuan Bernama Tabita

“A Certain disciple named Tabitha” (KJV)

Kisah Para Rasul 9:36-42
Sesuai tema konferensi Wanita Bijak (WB) tahun 2017 yaitu A certain Disciple’” yang diambil berdasarkan kisah tokoh Alkitab, Tabita atau Dorkas, diharapkan sepanjang tahun 2018, semua yang terlibat dalam pelayanan Wanita Bijak, baik sebagai pemimpin, anggota tim dan alumni WB, dapat terus membicarakan, menghidupi mengkaitkan dan mengembangkan sikap hati seorang murid Krsitus, baik dalam kehidupan pribadi maupun pelayanan di WB


Kita tidak tahu banyak tentang Dorkas, tetapi ia menerima penghormatan sebagai satu-satunya wanita dalam kitab suci yang disebut sebagai seorang murid (mathetria = murid perempuan) yang dapat diartikan sebagai pelajar dan pelaku, pengikut Yesus yang setia. Arti kata “murid” menurut Matius 28:19 adalah “ia sudah dibabtis dan diajar melakukan apa yang Yesus perintahkan” (Bandingkan dengan arti WB)


Alkitab tidak banyak bercerita tentang Dorkas, tetapi kisah yang singkat ini menggambarkan kisah Dorkas secara lengkap mulai dari kehidupannya, kematiannya dan kebangkitannya sebagai seorang murid perempuan Kristus.
1.    Dalam kehidupannya, ia banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah (ayat 36)
Kata “banyak sekali” atau “full/penuh” menunjukkan bahwa berbuat baik dan memberi sedekah sudah menjadi gaya hidup sehari-hari Dorkas, bukan sekedar tindakan “pencitraan” yang dilakukan hanya sekali-kali.


Di kisah ini tidak dicatat sama sekali ‘perkataan’ Tabita. Seringkali wanita lebih banyak berkata-kata daripada berbuat baik, namun tidak demikian dengan Dorkas.
“Berbuat baik” berbicara tentang “perbuatan baik pada umumnya, kepada siapa saja” (Galatia 6:9-10 : “Jangan jemu-jemu berbuat baik”) Sedangkan “memberi sedekah” berbicara secara khusus “memberi bantuan kepada orang yang susah dan miskin”. Secar khusus, Dorkas berbuat baik dan bersedekah kepada para janda, orang-orang yang kesepian, mengalami kesedihan, terabaikan dan kekurangan.


Kapan terkhir kita sebagai murid perempuan Kristus, berbuat baik? Kapan terakhir kali kita membantu orang susah dan miskin?


2.    Dalam kematiannya, ia menjadi bahan kesaksian banyak orang (ayat 39)
Nampaknya, kematian Dorkas itu terjadi mendadak, karena dikatakan ia sakit lalu meninggal. Segera mayatnya dimandikand an dibaringkan di ruang atas, tidak langsung dikuburkan sebagaimana seharusnya. Mereka mendengar bahwa Petrus ada di Lida dekat Yope, mereka meminta Petrus untuk datang, mereka berharap ada mujizat terjadi.

Semuanya ini menunjukkan betapa orang-orang di kota Yope tidak menginginkan Dorkas meninggalkan mereka. Lagipula ketika Petrus sampai disana, di dekat mayat Dorkas terbaring, para janda menunjukkan semua baju dan pakaian yang dibuat sendiri oleh Dorkas semasa hidupnya. Bayangkan berapa banyak waktu, tenaga, uang, kasih dan perhatian Dorkas kepada janda-janda yang miskin dan malang itu. Menarik sekali, semasa hidupnya Dorkas tidak banyak bicara dan disaat mulut Dorkas terbungkam oleh kematian, orang-orang justru membuka suara menyaksikan tentang hidupnya.

Jika suatu hari kita meninggal nanti, apa yang orang bicarakan tentang kita? Yang baik atau yang burukkah? Akankah mereka menyaksikan hidup kita telah sebagaimana layaknya seorang murid perempuan Kristus?

3.    Dalam kebangkiannya, ia membawa orang datang percaya kepada Yesus (ayat 42)
Setelah Petrus berdoa, ia berkata. “Dorkas, bangkitlah!”, maka bangkitlah Dorkas dari kematiannya. Dikatakan : “Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya Tuhan”. Luar biasa!! Tuhan memakai Dorkas untuk membawa orang percaya kepada Tuhan. Tentu yang membuat orang percaya kepada Tuhan bukan sekadar ada orang mati dibangkitkan, tapi karena seorang Dorkas dibangkitkan (bandingkan kalau seorang penjahat kelas kakap dibangkitkan dari antara orang mati, pasti tidak terhitung sebagai mukjizat melainkan musibah)
Demikian juga, Tuhan menghendaki hidup kita bukan saja dikenal dan kelak dikenang sebagai orang yang baik dan saleh, tetapi hidup kita dapat membawa orang kepada Kristus. Kapan terakhir kali kita membawa orang kepada Kristus?

Dulu kebanyakan gereja mengandalkan KKR, pengkotbah terkenal, acara-acara spektakuler untuk memenangkan jiwa, namun untuk saat ini cara-cara itu sudah tidak terlalu mengena. Bagaimana kita bisa memenangkan jiwa bagi Tuhan?

Kita dapat menggunakan keunikan kita sebagai wanita yaitu melalui sentuhan pribadi. Buka mata dan hati kita untuk melihat dan peka terhadap kebutuhan setiap wanita yang Tuhan izinkan bertemu dan berhubungan dengan kita. Siapa tahu, merekalah jiwa yang Tuhan kirimkan untuk kita menangkan

SERINGKALI WANITA LEBIH BANYAK BERKATA-KATA DARIPADA BERBUAT BAIK, NAMUN TIDAK DEMIKIAN DENGAN DORKAS

Page 1 of 15

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates