HomeWise Woman Edisi 19

Article List

Wise Woman

Mengalami kuasa salib setip hari

Baru-baru ini saya mengikuti sebuah kelompok 'Ayo membaca Alkitab" setiap anggota di dalamnya wajib membaca 10 pasal per hari mulai dari kitab Kejadian sampai dengan Wahyu. Sebagai anggota baru, membaca 10 pasal tiap hari bukanlah hal yang mudah, apalagi jika kita tertinggal 1 hari saja maka 20 pasal yang harus kita selesaikan. Kedisiplinan merupakan faktor utaam yang dibutuhkan untuk daapt menyelesaikan misi 10 pasal/hari ini, tanpanya kita bak 'orang yang ketinggalan kereta'

Pada awalnya, setiap anggota melum mendapatkan faedah dari membaca 10 pasal. Namun ketika pasal demi pasal berlalu, ada hal yang berubah yaitu cara kami berpikir, kami mulai mendapatkan gambaran tentang pribadi Allah, caraNya bekerja dan kasihNya yang tak terkira. Ternyata semakin banyak firman yang kita baca, maka semakin banyak kebenarn yang akan mengubahkan kehidupan kita. ketika membaca firman Tuhan, kita akan mengalami pertukaran dalam pola pikir, yang semula dikuasai oleh kedagingan menjadi dipimpin Roh. Sama halnya dengan salib, diatas salib terjadi pertukaran; Yesus dihukum supaya kita diampuni, Yesus disakiti supaya kita disembuhkan, Yesus dijadikan dosa oleh dosa kita supaya kita dijadikan benar oleh kebenaranNya, Yesus menjalani kematian bagi kita supaya kita menerima kehidupanNya, Yesus mengalami kemiskinan supaya kita menikmati kelimpahanNya.

Yesus menjadi kutuk supaya kita menerima berkat. Oleh karena itu untuk dapat mengalami kuasa salib setiap hari, maka kita tidak bisa lepas dari kuasa firman Allah.

Alkitab merupakan pemberian Tuhan yang sangat istimewa bagi umat manusia. Alkitab merupakan suara Allah sendiri, itu sebabnya setiap firman yang kita baca dapat membuat kita terlepas dari belenggu dosa, penderiataan dan kegelapan. Firman Allah dapat menghasilkan sifat-sifat Allah didalam diri kita dan memberikan kita hikmat serta kuasa untuk mengalahkan iblis

Ada tiga hal yang perlu kita lakukan

1. pelajari sendiri setiap kebenaran firman yang anda baca, mintalah tuntunan Roh kudus agar firman Tuhan yang anda baca berbicara secara pribadi sampai kedalaman hati anda

2. Akuilah setiap kebenaran yang anda baca. Anda dapat melakukannya dengan cara menghafalkannya atau mengucapkannya secara berulang-uleng sampai firman Tuhan itu memerdekakan hidup anda

3. Nyatakanlah selalu iman anda dengan mengucap syukur kepada Tuhan atas segala hal yang terjadi dalam kehidupan anda, karena Tuhan senantiasa turut bekerja dalam seagala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia

Mari Peduli pada kaum marginal

Dalam gereja masa kini, tampaknya perhatian Allah bagi kaum marginal dan orang miskin sering diabaikan. Kita memberikan perhatian yang diperlukan untuk hal-hal rohani, tetapi sering sekali mengabaikan hal-hal fisik sama sekali. Dengan membaca hukum Taurat, Amsal, Kitab nabi-nabi, dan perjanjian baru, Akan secara jelas menunjukkan bahwa Allah menasehati umatNya untuks ecara aktif peduli terhadap orang miskin serta menegur setiap penganiayaan atau ketidakpedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

Kepedulian sosial dalam hukum Taurat

Diseluruh Hukum Allah yang merupakan petunjuk dalam mengungkap sifat-Nya untuk kehidupan yang kudus, kita melihat kepedulian, pemeliharaan, dan penebusan terhadap masyarakat miskin dan terpinggirkan ditekankan (Keluaran 22:21-23: imamat 23:22; Imamat 25:39-43; Ulangan 15:7-11) Kita melihat Allah memerintahkan umatnya untuk memperlakukan orang miskin dan terpinggirkan dengan adil untuk memelihara mereka, dan mengizinkan mereka untuk dibebaskan dalam setiap tahun Yobel (Tahun pembebasan dalam tradisi Yahudi, yang dilakukan setiap kurun waktu 50 tahun - red). Ia juga memerintahkan umat-NYa untuk memberi dengan murah hati, dengan tidak bersungut-sungut

Kepedulian sosial dlam amsal

Amsal --> Pernyataan Allah untuk kehidupan yang bijaksana dan terampil --> berulang kali memberi kita petunjuk tentang bagaimana menanggapi realitas kepedulian Allah bagi orang miskin dan yang membutuhkan (Amsal 14:21; 14:31; 28:27; 31:8-9; 19:17; 22:9. 21:13. 22:22-23; 29:7, 17:5). Perhatikan praktik-praktik yang dikutuk dalam Amsal : menindas orang miskin, mencemooh orang miskin, bersikap jumawa diatas bencana, menutup telinga kita terhadap jeritan orang miskin, mengeksploitasi orang miskin, menjatuhkan rang miskin di pengadilan, menutup mata kita terhadap orang miskin, dan tidak memperhatikan keadilan bagi orang miskin.

Mengabaikan orang miskin adalah sama halnya dengan menunjukkan sikap menghina Allah dengan cara menindas orang miskin

Perhatikan praktik-praktik yang diberkati oleh Tuhan  : bersikap baik kepada yang membutuhkan, memberi pinjaman kepada orang miskin, bermurah hati, berbagi makanan dengan orang miskin, peduli pada masalah keadilan bagi masyarakat miskin, berbicara bagi mereka yang tidak dapat berbicara untuk dirinya sendiri, mengadili dengan adil dan membela hak-hak orang miskin dan yang membuthkan. Bersikap baik kepada orang-orang yang membutuhkan. Bersikap baik kepada orang-orang yang membutuhkan bahkan disamakan dengna menghormati Allah, sementara menindas orang miskin menunjukkan kebencian terhadap pencipta kita.

Kepedulian sosial dalam kitab nabi-nabi

Kita melihat Allah berbicara melalui para nabi untuk menegur bangsa Israel karena ketidaktaatan mereka, termasuk penindasan terhadap masyarakat miskin dan terpinggirkan dan kurangnya kepedulian terhadap masalah keadilan (Yesaya 10:1-3, mal 3:5). Dalam Yesaya 10:1-3, Tuhan menyesalkan mereka yang mengaku beragama, tetapi "yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil, yang mengeluarkan keputusan-keputusan kelaliman, dan menghalang-halangi orang-orang lemah mendapat keadilan dan merebut hal orang-orang sengsara". Jenis agama yang Allah hargai adalah yang "berbagi makanan dengna mereka yang lapar dan memberikan tempat berteduh untuk pengelanan miskin" dan "ketika engkau melihatnya telanjang, engkau memberinya pakaian".

Kepedulian Sosial dalam Perjanjian Baru

Perjanjian Baru menggemakan hati Allah yang mempedulikan masyarakat miskin dan terpinggirkan, yang kita lihat ditampilkan dalam keseluruhan Perjanjian Lama (Yakobus 1:27; Galatia 2:10; Kisah Para rasul 6:1-6). Gereja mula-mula memperlihatkan model kepedulian sosial. Dalam kisah para Rasul 6, tujuh orang saleh ditunjuk oleh para pemimpin gereja unutk memusatkan perhatian mereka pada merawat para janda (dalam bagian ini, janda mewakili kelompok yang terpinggirkan, yaitu orang-orang yang mengalami masa sulit atau tidak dapat merawat diri sendiri). Dalam 1 Timotius 5, paulus memberikan instruksi khusus bagi anggota tubuh Kristus tentang cara-cara untuk merawat para janda. Juga Yakobus mengakui kecenderungan kita, bahkan sebagai orang kaya dan mengabaikan orang miskin. Dia memerintahkan orang percaya untuk tidak menunjukkan sikap yang pilih kasih karena Allah tidak melakukannya. "Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?" Mengutip Yesus dan Kitab Perjanjian lama, Yakobus mengatakan bahwa untuk melakukan hukum utama adalah dengan mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.

Kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari saat ini

Menurut Badan pusat statistik (BPS) per maret 2014 ada 28,28 juta orang miskin di Indonesia itu berarti 11,25 persen dari total jumlah penduduk. Prosentase penduduk miskin terbesar 23,5 persen. Sementara persentase penduduk miskin terendah berada dipulau kalimantan, yaitu sebesar 6,57 persen. Ironisnya wilayah kantong kristen menempati urutan teratas kemiskinan.

Dampak dari kemiskinan ini sendiri sangat banyak dan kompleks. TImbul permasalahan mulai dari soal pengangguran, tindak kekerasan, pendidikan, kesehatan, konflik sosial, dan lain sebagainya. hal tersebut seperti mata rantai yang saling berhubungan satu dengan lainnya. yang miskin semakin miskin, yang kaya semakin semakin kaya. Sila kelima dari pancasila kita tidak terlaksana, karena kesejahteraan tidak dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Ada jutaan orang yang tak terpenuhi haknya untuk bekerja, memperoleh pendapatan, dihormati kehidupan ekonominya, melakukan usaha, dan seterusnya. Untuk itu pesan Tuhan lewat nabi Yeremia dalam pembuangan di Babel menjadi sangat relevan dengan kondisi kita saat ini. Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu" Yes 29:7

Bagaimana mengupayakan kesejahteraan kota? Hal ini bisa dimulai denngan "Kepedulian sosial", melihat keadaan sekeliling dan mengusahakan kebaikan disana. Saya merasa kagum terhadap orang-orang yang rela melepaskan kenyamanannya dan memberi hidup bagi kemaslahatan sekelilingnya. Tanpa perlu kata-kata, iman mereka terlihat (nyata) dari tindakan.

Berikut ini adalah beberapa perempuan yang mungkin dapat menjadi inspirasi dan motivasi juga bagi anda.

Seorang janja yang tinggal dikawasan tanjung priok, melayani para pemulung yang tinggal di pinggir rel kereta api. Ia melayani kaum marginal tersebut selama lebih dari 7 tahun. yang istimewa adalah perempuan ini bukannya seorang kaya raya. Saya ingat masa-masa ketika ia hanya bermodalkan hasil usahanya sebagai pedagang soto. Dengan keyakinannya, ia menjadi penggerak untuk sebuah perubahan; mendirikan bimbingan belajar dan menyediakan seorang pengajar, memberikan pelayanan kesehatan dan makanan bergizi, mengadakan kunjungan rutin. Semua ini dilakukannya dengan tekun sampai saat ini

Ada juga cerita kepedulian sosial dari seorang ibu yang berprofesi sebagai karyawan. Pintu rumahnya selalu terbuka bagi orang-orang yang terabaikan. Ada-ada saja yang orang yang mampir ke rumahnya; Mulai dari seorang stress/sakit jiwa yang dipanggil oleh orang banyak dengan sebutan "NUr Gila". Ibu ini tidak mengenal asal usulnya, tapi ia terdorong untuk peduli; kamar mandi diberikan untuk membersihkan diri

Dapur dipinjamkannya kepada Nur untuk ia bisa mengolah masakannya - yang aromanya menyengat hidung sampai seantero rumah. Rumah ibu ini menjadi persinggahan, itupun hanya di pekarangan atau paling jauh di teras rumah bisa sendang hujan, Nur beristirahat. Seperti tak mengerti dan tak ingin merepotkan. Pernah dibawa juga, seorang nenek yang terlantar dijalanan karena pikun tak ingat keluarga dan rumahnya. nenek ini tinggal berhari-hari bersamanya. Soal buang air kecil disembarang tempat, sudah biasa. Tapi ibu ini dan keluarganya tidak mengeluh. Berhari-hari kemudian sang nenek menghilang pergi sendiri. Ada juga, seorang anak yatim dan ibunya - yang bukan kerabat - tinggal bersama selama beberapa tahun. perbedaan suku dan agama tidak menghambar ibu ini untuk peduli dan memberikan tumpangan sampai anak tersebut bisa mandiri dan memperobel pekerjaan. Jika ditanya apa yang mendorongnya untuk melakukan hal-hal tersebut? alasannya, ia hanya mengikuti dorongan hati. Ibu ini melakukan kepedulian sosial dalam kesehariannya, di rumahnya

Sosok berikut juga tidak kalah menarik. Seorang perempuan single, sarjana hukum dari universitas ternama di negeri ini, yang mengabdikan dirinya untuk kaum yang tak berdaya. Di sebuah lembaga bantuan hukum non profit, ia berkiprah melayani masyarakat miskin, buta hukum  dan tertindas. Sebenarnya, pintu kesempatan diluar sana terbuka lebar baginya untuk mendapatkan posisi aman dan nyaman, namun ia memilikih untuk bersuara bagi mereka yang lebah agar mendapat keadilan dan mengembalikan hak mereka yang direnggut. penampilan perempuan muda ini sederhana, tapi hatinya luar biasa. Sementara kebanyak orang muda mengejar karir, berusaha mencapai pendapatan yang setinggi-tingginya. namun ia berbeda 180 derajat. ia menangkap apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupnya dan berusaha setia dalam panggilannya. Kepeduliannya kepada orang miskin dan kaum marginal patut diacungi jempol

Tindakan mulia yang dilakukan 3 perempuan tersebut adalah refleksi dari kalimat yang sering kita dengar berikut ini, "Anda bisa memberi tanpa mengasihi, tapi Anda tidak bisa mengasihi tanpa memberi." Untuk itu, mari terus asah kepedulian kita terhadap orang-orang miskin dan terpinggirkan disekeliling kita, lalu berbuat sesuatu disama. kepedulian sosial bukanlah anjuran, melainkan amanat.

 

Keberanian & Kebijaksanaan Rahab

Rumahnya tak pernah sepi dari pengunjung. pekerjaannya melayani orang yang datang kerumahnya. Dia bukan warga kota biasa karena orang mengenalnya sebagai perempuan sundal (="harlot"=pelacur). Tinggal dan memiliki rumah dekat dengan tembok kota tentulah hal yang menarik, karena ia dapat melihat pemandangan diluar kota melalui jendela rumahnya. Disisi lain rumahnya menjadi temat pertama yang disinggahi orang yang datang berkunjung ke kota itu. Rumahnya juga menjadi tempat pertama yang akan diperiksa oleh para pengawal kota untuk mengawasi orang asing masuk

Bukan tamu biasa datang kerumahnya. Ada satu perasaan yang berbeda di hatinya; kali ini tamu yang datang bukanlah tamu biasa, mereka lebih tepat disebut sebagai "utusan" daripada tamu. ia telah banyak mendengar akan Allah dan orang Israel, hal ini membuat batinnya berperang, tetapi pikirannya terus bekerja, tindakan apa yang harus dilakukannya terhadap 2 orang ini. ia mengambil keputusan untuk menyembunyikan kedua orang itu; disembunyikannya mereka dibawah timbunan batang rami yang ditebarkan di atas sotoh rumahnya.

Resiko besar ia hadapi. Raja Yerikho memerintahkan para pengawal untuk memeriksa rumahnya dan memerintahkan agar ia membawa keluar orang-orang yang dicurigai sebagai mata-mata asing itu. Dengan berani ia mengatakan bahwa memang ada orang-orang yang datang kerumahnya, tetapi dia tidak tahu darimana mereka itu dan menjelang malam orang-orang itu keluar. Maka pergilah orang-orang suruhan raja Yerikho itu, mengejar 2 orang israel itu ke arah sungai Yordan menuju tempat-tempat penyebrangan dan ditutuplah pintu gerbang segera sesudah pengejar-pengejar itu keluar. Perempuan itu naik ke tempat persembunyai kedua tamunya itu dan apa yang dikatakannya kepada mereka menjadi bagian yang menarik untuk kita perhatikan, "aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu. Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang diseberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah dilangit di atas dan di bumi di bawah".

Hanya mengengar, namun menghasilkan iman yang besar. Pengertian dan pemahamannya terhadap Tuhan Allah hanya berasal dari apa yang didengarnya, namun ia memiliki keteguhan untuk mempercayai apa yang didengarnya. Rasa percaya yang begitu kuat menumbuhkan benih iman sehingga ia berani mengambil resiko menyembunyikan ke-2 orang Israel tersebut. Sekalipun dia seorang perempuan sundal, tetapi jauh di lubuk hatinya dia merindukan kemerdekaan jiwa dan harapan itu seolah datang di depan matanya lewat kedatangan 2 orang tamu istimewa itu.

Keberanian yang diikuti dengan kecerdikan dan kebijaksanaan. Tentunya menolong 2 orang pengintai dengan segala resikonya patut menerima upah yang sepadan. perempuan sundal ini tidak hanya memikirkan dirinya sendiri; kerinduan dari hati kecilnya untuk sebuah kemerdekaan jiwa tidak menutup hatinya terhadap keselamatan seluruh keluarganya. maka disepakatilah bersama bahwa jika Tuhan memberikan kota Yerikho untuk direbut, maka permpuan sundal itu dan seluruh orang yang ada didalam rumahnya akan diluputkan dari pemusnahan melalui tanda tali dari benang kirmizi yang diikatkan pada jendela rumahnya; tempat dia menurunkan mereka.

Ketika hari-Nya tiba. Yosua menepati janjinya dengan membawa keluar permpuan itu dan ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya dan semua orang yangbersama-sama dengan dia, bahkan seluruh kaumnya dibawa keluar dan diberikan tempat tinggal diluar perekemahan orang Israel. maka diamlah Rahab, perempuan sundal, orang Kanaan itu beserta keluarganya ditengah-tengah orang Israel sampai sekarang.

Predikat perempuan sundal. Statusnya merupakan gambaran bahwa ia hanya perempuan biasa, tetapi memiliki catatan hidup yang luar biasa; ia merupakan salah seorang wanita yang masuk dalam daftar keturunan Yesus Kristus sanga Mesias, juru selamat dunia (Matius 1:5) dan saksi iman untuk kita yang hidup saat ini (Ibrani 11:31). Masa lalu dan kegagalan kita tidak lagi menentukan berharganya kita. Saat Tuhan pusat hidup kita, maka kita menjadi berharga hanya karena Dia. Kebenaran hanya ada dalam kebenaran. Apapun yang tertulis diAlkitab adalah kebenaran; Alkitab sangat gamblang dan jujur menyatakan segala sesuatu. Kelemahan dan masa lalu kita bukanlah penghalang untuk mengalami kemerdekaan dalamkebenaran. Selama kita percaya dan lakukan kebenaran yang pernah kita dengar, maka kita akan mengahasilkan pertumbuhan iman dalam pengenalan akan Tuhan secara pribadi

Menjadi Ibu Rohani Bagi Wanita lain

Siang itu saya menerima pesan di kotak BBM. Berita sukacita dari seorang wanita yang baru mengalami betapa berartinya menjadi seorang ibu rohani untuk wanita lain bahkan yang baru dikenalnya. Berikut ini isi BBM nya : Ibu A, saya mau cerita bagaimana saya merasakan sukacita menjadi ibu rohani bagi anak rohani untuk mereka menerima berkat jasmani. Tuhan menunjukkan kepada saya seorang anak perempuan yang ternyata punya masalah yang serupa dengan saya yaitu mata dengan ukuran minus sangat tinggi dan beresiko fatal sehingga harus dioperasi. Biaya untuk itu jumlahnya sangat besar. Saya berdoa karena seolah merasakan Tuhan menaruh anak ini di 'rahim hati' saya. Sejak TUhan tunjukkan secara khusus, saya mulai memperhatikan anak ini dan saya merasa seperti sedang "melahirkan" seorang anak. Saya belajar setia dan taat pada apa yang Tuhan taruh dihati saya dan mulai melangkah dengan iman. Setelah berkenalan, saya mulai mendoakan anak ini sampai saya bertanya tentang matanya. lalu saya menguatkan dan mengajaknya sepakat berdoa agar Tuhan menyediakan jumlah untuk biaya operasi yang diperlukan. Saya mengikuti setiap proses yang Tuhan kerjakan dan saya bersukur banyak belajar melaluinya, setelah saya dipulihkan sebagai seorang wanita dan belajar bertumbuh menjadi ibu rohani buat wanita lain. ternyata saya mendapati iman saya bertumbuh, saya sangat bersukacita

Ibu A, waktu hati saya taat dan percaya pada apa yang TUhan taruhkan, maka mujizat menyertainya. Apa yang tidak pernah saya bayangkan terjadi yaitu Tuhan mengubah hati saya, bukan hanya menolong kebutuhan anak ini, melainkan juga mengasihinya dengan sepenuh hati. Saya doakan dia, saya ajak dia ke salon untuk memperbaiki penampilannya. Sebelumnya, ia tidak pernah peduli dengan penampilannya sebagai perempuan, sikap maupun perilakunya dingin. Tetapi waktu hatinya berubah maka yang tampak pun berubah. Dia menjadi anak perempuan yang cantik luar dan dalam. Saya dapat melihat kasih TUhan yang memeliharanya. Sungguh begitu berharganya seorang wanita dimata Tuhan

IbuA, mujizat lainnya adalah hati saya berubah. Saya jadi semakin mensyukuri keberadaan saya sebagai perempuan dan dapat menjadi ibu bagi wanita lain.

Ibu A, saya juga mengajak seorang ibu lain untuk terlibat dalam proyek iman ini dan kami bertiga sama-sama mengalami perubahan. Tuhan memakai banyak cara untuk memberkati anak-anakNya.

Demikian juga dengan anak ini. LEwat dokter dan juga saudara-saudara iman yang terbeban untuk menolong, maka seluruh biaya operasi dapat tercukupi. Bukan hanya itu, kelebihannya dapat dipakai untuk biaya cek/kontrol pasca operasi. Penggalan berita BBM itu membuat saya tercenung. betapa Tuhan itu begitu nyata lewat karya_nya dalam hidup kita sehari-hari. Saya percaya semua itu dimulai jika kita menjadikan Dia sebagai pusat hidup kita dan setia pada panggilan yang TUhan taruh dalam hidup kita. Itulah kutipan BBM yang saya terima dan membawa saya merenungkan kembali makna dari hubungan ibu dan anak rohaninya.

Sebagai seorang wanita, istri dan ibu dengan begitu banyak tanggung jawab yang harus dikerjakan tentunya tidak mudah untuk menjalani hari-hari hidup kita untuk tetap fokus pada kehendakNya. Kadang hal itu seolah larut dalam kesibukan kegiatan dan tugas serta peran ktia sehari-hari, tapi TUhan tidak pernah lalai menepati janji-Nya. bagian kita adalah mempercayai dan taat

Galatia 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang didalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.

Penting sekali untuk ktia sadari bahwa jika kita memiliki TUhan, maka kita memiliki segala sesuatu. Sebaliknya, sekalipun kita memiliki segala sesuatu tapi kita tidak memiliki Tuhan, maka sesungguhnya ktia tidak memiliki apa-apa. Segala sesuatu menjadi tidak berarti tanpa Tuhan. Bahkan hidup kita adalah milikNya

Sebagai seorang wanita kita patut menyadari betapa berharganya hidup kita dan ktia berharga hanya karena Tuhan. Pertama kita berharga karena diciptakan utuh didalam Kristus.

Kolose 2:9-10, sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi didalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

Kedua, kita berharga karena Tuhan menciptakan pria dan wanita dengan hakekat yang sama namun peran dan fungsinya berbeda. Mandat Tuhan untuk wanita adalah menjadi seorang penolong dan Tuhan memberikan kemampuan itu dalam diri setiap wanita. Menjadi penolong bukan hanya untuk suami dan anak-anak/keluarga namun juga untuk menjadi wanita lain, dengan cara mengadopsi mereka dalam rahim hati kita; doakan, kasihi dan rasakan apa yang mereka rasakan. Belajarlah untuk berempati dengna setiap keadaan mereka, buang setiap penghakiman, mulai berfikir dan bertindak sesuai tuntunan Tuhan.

Diatas semuanya itu, panggilan Tuhan atas hidup kita hanya dapat tergenapi jika Dia menjadi pusat hidup kita dengan cara melihat semua yang kita lakukan adalah anugerah, bukan hasil usaha kita, sehingga tidak ada kesempatan untuk bermegah. Jika kita dimampukan untuk menolong orang lain berubah dengan hati ibu yang kita miliki, semua karena anugerahNya


TANTANGAN & SUKACITA SEORANG IBU ROHANI

Menjadi seorang ibu rohani mungkin adalah hal yang tidak terlalu diminati dan diperhatikan bahkan oleh kalangan wanita didalam lingkup gereja. terbukti sulitnya sebagaian besar wanita digereja dapat dengan mudahnya menyebutkan siapa ibu rohaninya. Mengapa demikian?

Ternyata ada beberapa sebabnya :

1. Tidak punya gambaran tentang ibu rohani

2. Memberikan ekspektasi yang tinggi tentang gambaran seorang ibu rohani

3. Kecewa terhadap wanita yang diharapkan menjadi teladan dan panutan

4. Merasa tidak perlu memiliki seorang ibu rohani

Keempat hal tersebut sepertinya adalah kebanyakan pandangan yang dimiliki oleh sebagian besar wanita di gereja; padahal peranan ibu rohani itu adalah hal yang sangat alkitabiah. Sejatinya setiap wanita sebagai murid Kristus bertumbuh alam kedewasaannya dan berperan sebagai ibu rohani bagi wanita lain yang lebih muda (titus 2:3-7). Bagaimana supaya hal ini dapat terwujud?

Mulailah dari diri kita sendiri

Sadarilah bahwa :

1. Setiap wanita pada dasarnya diberi Tuhan kemampuan untuk menjadi penolong bagi orang lain, termasuk wanita lain

2. Peran ibu rohani sangatlah dibutuhkan dalam satu jemaat lokal

3. Menjadi seorang ibu rohani dimulai dari menjadi seorang anak rohani

4. Seorang ibu rohani sejatinya memiliki kedewasaan dalam hal rohani dan karakter

5. Seorang ibu rohani tidak memiliki jabatan tapi pengaruh

Seperti halnya menjadi seorang ibu secara jasmani dengan segala tantangannya namun tentu juga mengalami sukacita sejalan dengan peranannya yang terus bertumbuh dewasa; demikian juga halnya dengan seorang ibu rohani.

Sukacita seorang ibu rohani

1. Multiplikasi kualitas hidupnya

2. Akuntabilitas hidupnya kepada wanita lain

3. Menjadi teladan bagi wanita lain

 

Glory Only in The Cross

Dalam artikerlnya "Christian Hedonism" John Piper mengatakan, "orang-orang yang membuat perbedaan yang abadi di dunia ini bukanlah orang-orang yang telah menguasai banyak hal, tetapi yang justru telah dikuasai oleh beberapa hal besar. Jika anda ingin hidup anda berarti, jika anda ingin riak dari kerikil yang anda jatuhkan menghasilkan dampak sebesar ombak yang mampu mencapai unjung dunia dan bergulung selama berabad-abad lalu bertahan hingga kekekalan, anda tidak harus memiliki IQ atau EQ yang tinggi; anda tidak harus memiliki paras rupawan ataupun kekayaan berlimpah; anda tidak harus berasal dari keluarga terpandang ataupun sekolah ternama. Anda hanya harus tahu beberapa hal yang besar, agung, tidak berubah, jelas, sederhana dan mulia dan dibakar olehnya!."

Ada banyak hal yang dapat membuat kita berpuas diri; status, kekayaan, posisi/jabatan, dsb. Sayangnya semua itu tidak dapat membuat suatu perbedaan yang berarti bagi dunia ini. Ada hal terpenting dalam hidup ini yang harus kita pelajari bersama yaitu menjadikan hidup kita berharga bagi sesuatu yang agung dan bagi kekekalan. Inilah yang akan membuat kita bergairah dalam mngarungi kehidupan bersama dengan Yesus dan tentu saja akan membawa dampak perubahan yang besar di muka bumi ini

Dari Alkitab kita belajar bahwa tidak ada orang yang memiliki visi hidup yang lebih kuat dibandingkan rasul Paulus, ia mengekspresikannya dengan berbagai cara (Kisah Para Rasul 20:24 :"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." Filipi 3:7-8 : Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karen Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, TUhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus"). Namun bagi Paulus keberhasilan pelayanan yang dimilikinya, semara-mara bukanlah karena kekuatannya melainkan karena Kristus. Itu sebabnya ia berkata dalam Galatia 6:14, "Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia." Bagi Paulus, bermegahlah hanya dalam salib Yesus Kristus.

Dalam pelayanan WB, kita bisa saja terjebak pada kemegahan pribadi. Kita bisa saja bermegah karena telah menjadi seorang pembicara, karena memang tidak mudah untuk menjadi seorang pembicara WB, ada tahapan dan proses yang harus dilalui. Kita bisa saja bermegah karena mencapai posisi sebagai PIC, sehingga kita tidak rela untuk turun dari jabatan tersebut. Atau sebagai tim WB, kita bermegah karena telah melakukan banyak perintisan dan aktivitas WB di area. Bahkan sebagai tim strategis, bisa saja kita bermegah dengan kemehagan pribadi sehingga membawa pelayanan ini bukan pada kehendak TUhan melainkan kehendak pribadi. Kemegahan pribadi dapat membuat fokus kehidupan kita melenceng, kita tidak lagi berfokus pada kehendak TUhan melainkan kepada kehendak dan kepentingan pribadi. Sama seperti Paulus, salib harus menjadi fokus utama dalam kehidupan dan menjadi berita yang kita wartakan senantiasa

Obsesi kemuliaan didalam salib Kristus tentunya merupakan suatu hal yang aneh bagi dunia ini, karena kita senantiasa beranggapan bahwa segala hal yang tidak dalam kehidupan ini memang sudah seharusnya demikian. Kita berpikir bahwa semua itu kita miliki oleh karena sudah menjadi hak kita, padahal faktanya tidaklah demikian. Semua berkat dalam kehidupan kita dirancang demi mengagungkan salib Kristus, atau dengan kata lain, setiap hal baik dalam kehidupan dimaksudkan untuk mengagungkan salib Kristus, atau dengan kata lain, setiap hal baik dalam kehidupan dimaksudkan untuk mengagungkan kristus serta Dia yang tersalib. Untuk dapat memahami maksa salib Kristus dan kemegahannya, kita dapat melihat dari pandangan marthin Luther yang berkata, "salib merupakan bentuk dari kerendahan hati dan juga penderitaan yang dialami oleh Yesus." Kristus telah mati bagi dosa-dosa kita diatas kayu salib dan mengangkat murka Allah dari kita, membereskannya bagi kita,s ekalipun kita tidak pantas mendapatkannya. Anugerah Allah yang maha kuasa itulah yang bekerja didalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Maka ketika kita bersukaria, sesungguhnya ktia sedang bersukaria dalam salib Kristus

Sebagai seorang rasul, Paulus menolak bermegah didalam semua hal yang justru orang-orang banggakan dalam kehidupan. Ketika Rasul paulus mengatakan dalam Galatia 6:14, "Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan ktia Yesus Kristus," ia sedang mengatakan bahwa kehendak Allah adalah agar salib selalu diagungkan - agar Kristus yang tersalib selalu menjadi kemegahan kita, sukaria kita, sukacita kita dan pujian kita - agar Kristus menerima kemuliaan dan syukur dan hormat bagi setiap hal buruk yang diubahkan Allah untuk mendatangkan kebaikan. paulus mengenal Yesus sebagai seorang pribadi, Raja segala Raja dan juga Tuhan yang rela mati serta mengalami keadaan yang terhina dan terkutuk demi menebus seluruh dosanya.

Pada zaman Yesus, bila seseorang mati diatas kayu salib, maka ia mati dalam keadaan yang sangat terhina karena salib adalah kutuk (terkutuklah orng yang digantung diatas kayu salib" Galatia 3:13). Bisakah kita sejenak membayangkan, Tuhan, Raja segala Raja rela mati terkutuk demi saya dan saudara. Tanpa kematian Krsitus, orang berdosa takkan memperoleh apa-apa, kecuali penghakiman. Tanpa salib Kristus, hanya ada penghukuman. Oleh karena itu segala sesuatu yang kita nikmati dalam Kristus - sebagai orang kristen, sebagai orang yang mempercayai Kristus - diperoleh berkat jasa kematian Kristus. Itu sebabnya, semua sukacita kita dalam segala hal selayaknyalah menjadi sukacita dalam salib, di mana semua berkat telah ditebus bagi kita melalui harga kematian Sang Putra Allah yakni Yesus Kristus

Tahun ini mungkin kita berkata "tidak ada sesuatupun yang saya bisa banggakan dari pelayanan saya, saya bukan orang yang pandai, saya tidak punya tim yang kuat dan bahkan tahun ini saya tidak mengadakan pembinaan WB" atau mungkin ada yang berkata bahwa, "saya mau mundur dari pelayanan Wanita Bijak." Ingatlah bahwa kemegahan kita tidak ditentukan oleh banyaknya pelayanan kita tapi bagaimana hubungan pribadi kita dengan Tuhan, kadang TUhan ijinkan kita mengalami kegagalan supaya kita mengenal Tuhan yang ktia sembah dalam nama Yesus. Ketika kita mempercayai karya Kristus di atas kayu salob, maka kematianNya itu akan berdampak dalam hidup anda. Rasul Paulus mengatakan, itu adalah kematian Anda bagi dunia dan kematian dunia bagi Anda. Dunia tidak lagi menjadi harta saya. itu bukan lagi sumber kehidupan saya, kepuasan saya, dan sukacita saya. Kristuslah yang menjadi sumber kehidupan saya, kepuasan saya dan sukacita saya sekarang.

Baiklah kita bermegah karena Tuhan. Yeremia 9:23-24 berkata, "Beginilah firman TUHAN : "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut : bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran dibumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan." Apa yang kita bisa lakukan, itu semata-mata adalah karena Tuhan. Biarlah ini menjadi gairah satu-satunya sukacita dan kemegahan kita. Biarlah hanya ada satu hal yang kita kasihi, satu hal yang kita hargai, satu hal yang atasnya kita bersukacita dan bersukaria yakni salib Yesus Kristus.

(disadur dari Pleno 1 Rakerwil WB)

 

 

Page 4 of 13

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates