HomeWise Woman Edisi 19

Article List

Wise Woman

Wanita, Politik & Bangsanya

Ada yang menarik pada pemilihan umum tempo hari. Elektabilitas capres berdasarkan gender menunjukkan bahwa Jokowi mendapat suara paling besar dari perempuan atau ibu-ibu yakni 16,1% sementara dari laki-laki 13,5%. Demikian catatan pusat data bersatu (PDB). Beberapa lembaga survey lainnya juga menyakatan hal yang senada. Menarik, karena menunjukkan bahwa terpilihnya pemimpin bangsa ktia diperiode ini rupanya tidak terlepas dari kontribusi (yang significan) dari kaum perempuan! Tepuk tangan untuk perempuan Indonesia

Bayangkan jika pemilih ini (baca+perempuan) tidak memberikan suaranya - bersikap pasif atau pesimis, tentu kemarin itu bukan pesta rakyat lagi namanya. bagaimana dengan anda sendiri? apakah juga termasuk dari mereka yang antusias - yang aktif bersuara dimedia sosial, yang selalu ingin tahu mengenai kabar terbaru seputar elit politik, yang semagat berdoa bagi pemimpin idamannya ? kita semua punya pengharapan dan mimpi untuk indonesia yang lebih baik. namun, apakah tugas kita sebagai warga negara hanya sampai pada memilih calon legislatif/pemimpin negeri lalu tinggal menunggu hasil kerja mereka? setelah pemilu usai, apalagi sebenarnya yang masih bisa kita lakukan?

Saya teringat akan tokoh ester yang dipakai Tuhan untuk menyelamatkan bangsanya. Selain berdoa dan berpuasa, Ester juga bertindak. Kita adalah ester masa kini yang juga ingin Tuhan pakai untuk berdoa dan bertindak - memberkati bangsa kita dengan keunikan yang kita miliki sebagai perempuan. Apakah itu berarti kita harus masuk dalam dunia politik?

Ada baiknya ktia melihat sekilas apa itu sebenarnya politik. Adanya interaksi dalam proses pembuatan kebijakan umum/kebijakan publik, itulah yang dimaksud dengan politik. Banyak orang berpikir bahwa untuk membuat suatu perubahan seseorang perlu memiliki jabatan-jabatan tertentu dan terlibat dalam politik praktis. Sebenarnya tidaklah sebatas itu. Politik itu sendiri adalah sebuah sistem. Ada "input" (dari masyarakat), lalu berlanjut ke "proses" (diolah oleh kesekutif/legislatif/yudikatif) dan kemudian "output" (kebijakan umum/publik)

sistem ini akan terus berputas dan tentu tidak akan berjalan baik jika tidak ada si"input"itu sendiri. Itulah politik yang sebenarnya. Dalam sebuah negara, mayarakatnya perlu terlibat.

SISTEM POLITIK

Aspirasi masyarakat  Pengambilan keputusan di lembaga     Kebijakan publik

                            legislatif, eksekutif, yudikatif

 

Pertanyaannya keterlibatan apa yang kita bisa lakukan? bisa saja dari hal-hal yang sederhana. kita bisa mulai dengan mempelajari kan hal-hal yang terjadi disekeliling kita, baik dalam lingkungan gereja, RT/RW, kantor ataupun kota. Salah satu contoh raktis yang bisa dilakukan oleh perempuan di tingkat RT adalah dengan menjadi pengurus RT, mulai dari menjadi ketua RT, wakil ketua, sekretaris, atau bendahara. Salah seorang wanita di Surabaya (alumni WB juga0 pernah menjadi pengurus RT lebih dari 10 tahun (beberapa tahun bahkan menjadi ketua RT). ia bisa menjadi penolong bagi orang-orang disekitarnya dengan melayani kebutuhan masyarakat dengan baik. sebagai perempuan, kita dianugerahi kepekaan oleh Tuhan. Mengapa tidak kita asah untuk kepentingan bangsa ini? Perubhan besar dimulai oleh sekelompok kecil orang yang tekun mempelajari dan menyikapi masalah besama yang mereka hadapi. seperti ester, misalnya. ia menggerakkan bangsanya untuk berdoa dan kemudian membuat strategi untuk mencapai perubahan itu. Untuk itu perempuan perlu memperhatikan : apakah ada fasilitas publik yang tidak memadai? masalah kemiskinan? pendidikan? kesehatan? ada hal apa yang saat ini anda temukan disekitar anda?

Sesungguhnya kita masyarakat biasa bukannya tidak memiliki kekuatan. Pernahkah anda mendengar seorang buruh perempuan yang berhasil "menggugat negara" di Mahkamah Konstitusi akan UU mengenai ketenagakerjaan, tanpa mengeluarkan biaya hanya bermodalkan internet sebagai informasi? ada juga cerita mengenai seorang guru perempuan dari sebuah sekolah negeri yang dengan berani mengritik sistem pendidikan yang melenceng, dan mengajukan gugatan mengenai Ujian kompetensi Guru (UKG) ke Mahkamah Agung. Pernah ada juga komunitas masyarakat yang melakukan gugatan, terkait dampak kerusakan lingkungan dari sebuah tambang didaerah mereka, dimulai dari pemerintahkota berlanjut dan naik terus sampai ke tingkat kementerian. Perkara-perkara ini memperlihatkan bahwa sesungguhnya masyarakat biasa juga memiliki kekuatan. Mereka-mereka ini mengerti dan mau memperjuangkan haknya.

Ada lagi cerita-cerita inspiratif lainnya dari warga masyarakat yang mengejawantahkan rasa cinta akan bangsa dalam kehidupan sehari-harinya. Seorang penata rias di daerah Toraja (Sulawesi Selatan) misalnya, terbeban mendirikan lembaga pelatihan kerja bagi anak-anak yang putus sekolah dan yang tidak memiliki pekerjaan tetap. ia memberdayakan pula para ibu muda yang masih produktif namun tidak mempunyai pekerjaan tetap yang ada di jemaat gereja, serta masyarakat sekitar. Perempuan ini merasa terpanggil untuk memenuhi tugasnya menjadi seorang warga negara yang bertanggung jawab, berkontribusi untuk kemajuan bangsanya. Ia menyediakan pelatihan dalam bentuk tata rias kulit, tata rias rambut, tata rias pengantin, dan menganyam manik-manik (kandaure) - hal yang menjadi spesialisasinya. Dengan segala kendala dan keterbatasan dana, ia terus berjuang membantu pemerintah menanggulangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran didaerahnya. Seorang pendeta yang melayani di kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah), punya cerita juga bagaimana ia bergerak membantu korban bencana gempa di daerah pelayanannya. kala itu berhari-hari bantuan pemerintah tidak kunjung datang. perempuan ini mengambil langkah inisiatif. Ia mengunggah foto-foto kejadian gempa di laman facebooknya. Singkat cerita, bantuanpun mengalir ke gerejanya dengan melimpah. ia bahkan kemudian berkoordinasi untuk membagikan bantuan tersebut kepada jemaat-jemaat dari gereja lainnya, dan juga kepada masyarakat didesanya. Ini adalah tindakan sederhana dari seorang perempuan yang peka akan kebutuhan lingkungannya.

Seorang perempuan inspiratif lainnya, yang tinggal di Jakarta, menggagas taman bacaan masyarakat. ia berinvestasi dengan terjun langsung ke kehidupan anak-anak masyarakat bawah, untuk tujuan pencerdasan masyarakat. Apakah ada keuntungan/profit yang diperolehnya? sama sekali tidak. Awalnya taman bacaan ini malah dianggap sebelah mata, namun ia memiliki visi yang jelas. Hasilnya, bukan saja anak-anak, para orang tua juga merasakan dampaknya, sebab ia menyentuh langsung kehidupan mereka.

Perempuan-perempuan tersebut punya kepekaan terhadap kebutuhan lingkungannya. Mereka mengamati dan menemukan suatu tempat kosong yang perlu mereka isi. Anda dan saya, mungkin ada suatu tempat yang Tuhan kehendaki untuk kita isi. Ketika kita mau menjawab panggilan tersebut, Tuhan yang akan memberikan kasih karuniaNya dan memampukan kita. Seperti tokoh Ester, awalnya ia ragu dapat menyelamatkan bagsanya. Sebenarnya kondisinya tidak memungkinkan! tapi kemudian ia sadar keberadaannya saat itu adalah bagian dari rencana Tuhan untuk ia bertindak dan memenuhi panggilan itu. "Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu" (Ester 4:14b). Bagaimana jika kita menujukan kalimat mordekhai tersebut kepada diki kita sendiri? siapa tahu, ditengah profesi yang kita emban saat ini, ada amanat khusus yang Tuhan kehendaki untuk kita penuhi bagi kemajuan bangsa ini.

Seperti Ester, mulailah dengan berdoa. bagikan mimpi dan kerinduan anda kepada orang-orang disekeliling anda. Belajar akan apa yang menjadi hal dan kewajiban kita sebagai warga negara. Kita sudah melihat diatas bagaimana orang-orang biasa yang memperjuangkan hak dan kewajibannya ditengah bangsa ini. Mungkin orang-orang disekeliling kita merasa apatis dan tidak berdaya karena merasa hanya wong cilik saja yang jauh dari kekuasaan. Besarnya masalah yang dihadapi bangsa ini seringkali memaksa kita memikirkan solusi-solusi besar,s ehingga kita berasa tidak berdaya. Tapi sebetulnya banyak perubahan besar dapat terjadi apabila kita setia melakukan langkah-langkah sederhana. Segala sesuatu yang kita lakukan dengan gairah dan ketulusan, sesungguhnya bukannya tidak akan berdampak!

Seperti garam yang menghambat pembusukan, seperti terang yang memamukan orang untuk melihat, demikianlah kemampuan kita perempuan di bangsa ini. Kita punya kekuatan yang dapat membawa kebaikan.

Menemukan Visi Hidup Melalui Pemuridan

Setiap alumni pembinaan WB Modul-1 diharapkan dapat terlibat juga didalam pembinaan WB modul 2 karena melalui modul 2 lah setiap alumni dapat mencapai visi-misi WB itu sendiri. Modul 2 WB merupakan sarana pemuridan bagi wanita yang tidak hanya diperuntukkan untuk alumni WB itu sendiri, melainkan juga pemuridan wantia di gereja lokal masing-masing. Mengapa pemuridan perlu bagi wanita dalam mencapai visi hidupnya?

Pemuridan adalah cara belajar yang sangat alkitabiah, cara yang kita teladani dari kehidupan Kristus dan sangat efektif dalam mendukung pertumbuhan rohani kita. Didalam pemuridan kita dapat melihat contoh dan menjadi teladan bagi orang lain. Melakukan pemuridan tidaklah sulit dikarenakan tidak membutuhkan waktu yang sangat khusus sekali. Menurut Ulangan 6:6-7, "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau duduk dirumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engaku berbaring dan apabila engkau bangun," Pemuridan dapat dilakukan pada saat kita bangun, berbaring, duduk, berjalan, dll. Artinya perudian dapat dilakukan dalam kehidupan dapat dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam matius 4:19, "Yesus berkata kepada mereka :"mari, ikutlah Aku, dan kamu akan kujadikan penjala manusia," ada dua cara untuk memuridkan yaitu "ikutlah aku", ini berarti bersama-sama, ada waktu yang diluangkan. yang kedua "kamu akan Kujadikan penjala manusia", ini berarti ada tujuan dan visi yang jelas dalam sebuah pemuridan. jadi setiap kali kita memuridkan atau berada dalam sebuah pemuridan, kita harus memiliki tujuan akhir yang jelas, mengetahui tahapan-tahapan yang dilakukan dan ada evaluasi didalamnya. Jika tidak, maka pemuridan akan menjadi sebuah program atau kegiatan yang membosankan.

Dalam sebuah proses pemuridak, tentunya hasil akhir bukan ditentukan oleh si pemurid, melainkan pemurid menolong orang yang dimuridkan, kita mengajukan pertanyaan :'apa kerinduanmu? Dan apakah engkau mengetahui kerinduan Tuhan dalam hidupmu? karena Tuhan yang menciptakan kita, :jadi fokusnya adalah menemukan target akhir Allah dalam kehidupannya dan ktia tinggal berjalan sesuai dengan target akhirnya. Tentunya butuh keinginan dengan Tuhan dan orang lain untuk menolong dan mengarahkan kita menemukan rencana Allah tersebut. Sebelum Yesus terangkat ke sorga, ia memberikan perintah yang "sakral", perintah yang harus dijalankan oleh kita semua yang menyebut diri sebagai pengikut Kristus. Oleh karena itu, kita perlu memahami bentuk pemuridan yang dapat kita lakukan agar amanat agung itu benar-benar dapat dijalankan dengan maksimal. kita dapat melihatnya dari pola Yesus memuridkan kedua belas muridnya.

Hal pertama yang Yesus lakukan adalah memilih. Ia memilih dan memanggil murid-muridNya untuk mengikuti Dia. Yesus berkata kepada murid-muridNya, "Bukan kamu yang memilih aku, tetapi akulah yang memilih kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikannya kepadamu. "(Yohanes 15:16). Apa yang mendasari pemilihanNya? Yesus memilih keragaman; keragaman dalam karakter, keragaman dalam kehidupan keseharian

Ada nelayan, pemungut cukai, ada si peragu, penghianat, si-ekspresif yang eksplosif, dsb. Yesus tidak mencapai orang yang "sama" dalam karakter, Dia tidak mencari orang yang "mudah". Dia mencari keragaman yang kompleks,s angat lengkap dengan berbagai kelemahan karakter karena keragaman dapat menjadi alat pembentukan satu dengan yang lain.

Hal kedua yang Yesus lakukan adalah menetapkan dua tujuan utama dalam melatih kedua belas orang itu. Pertama, agar mereka dapat menolongNya dalam melaksanakan pekerjaanNya. Kedua, agar mereka dapat melanjutkan pekerjaan itu sesudah ia pergi yaitu menjadikan semua bangsa muridNya. Yesus tahu bahwa ia harus melatih mereka secara mendalam dan terus menerus, sebab mereka akan menghadapi perlawanan yang sangat berat; mereka akan dirajam, dipukuli dan dijebloskan ke dalam penjara. Oleh karena itu masa pemuridan adalah masa yang sangat penting untuk membentuk mereka menjadi pribadi yang tahan uji.

Hal ketiga, Yesus melatih murid-muridNya secara langsung dalam kehidupannya sehari-hari. Kedua belas murid mengalami secara langsung, bagaimana menghadapi dan melayani jiwa-jiwa. Mereka mempelajari bagaimana reaksi dan respon Yesus terhadap penolakan, pertentangan dan penghakiman. Mereka melihat reaksi Yesus dalam melayani orang-orang berdosa, sehingga ia disebut sebagai sahabat dari orang-orang berdosa. Demikian pula seharusnya pola pemuridan yang kita jalankan, selain dilakukan ditempat dan waktu yang khsus, sebaiknya pemuridan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari; memberi contoh dalam menghadapi 'medan pertempuran' sehari-hari. Hal ini akan mmebawa kita bukan hanya menemukan sebuah teori melainkan teladan dalam mempraktekan kebenaran firman TUhan secara praktis dalam kehidupan kita setiap hari. itulah sebabnya kita tidak dapat memuridkan terlalu banyak orang, karena kita akan behadapan dengan pribadi yang memiliki keterbatasan dan waktu serta tenaga yang terbatas.

Lalu, bagaimanakah ciri-ciri seorang murid? Apakah kita sudah dapat dikatakan sebagai seorang murid?

Mari kita lihat apa yang alkitab katakan tentang ciri seorang murid?

1. Murid adalah seseorang yang hidupnya tinggal di dalam Kristus dan Kristus tinggal didalamnya. Hidupnya penuh dengan firman yang memerdekakan.

Yohanes 15:7-8, "Jikalah kamu tinggal didalam Aku dan firman-Ku tinggal didalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapaku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu."

Yohanes 8:31-32, "Maka katanya kepada orang-orang yahudi yang percaya kepadaNya ; "Jikalau kamu tetap dalam firmanku, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu"

2. Murid adalah seseorang yang penuh kasih dan hidup dalam saling mengasihi

Yohanes 13:34-35, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

3. Murid adalah seseorang yang mau menyangkal diri dan memikul salib. Lukas 14:26-27, "Jikalau seorang datang kepada-ku dan ia tidak membeci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laku-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikut aku, ia tidak dapat menjadi muridKu.

Tentu saja perjalanan menjadi seorang murid Kristus tidaklah mudah, penuh dengan liku-liku dan berbatu-batu; jatuh dan bangun, gagal dan berhasil. Apapun kondisinya, kita harus terus belajar untuk menjadi murid-murid sejati yang menghasilkan buah

Untuk menjadi seorang pemurid kita juga tidak perlu menunggu menjadi sempurna, jangan merasa minder atau tidak layak karena kita semua tidak lepas dari pergumulan dalam perjuangan hidup. Selalu ada janji kemenangan bagi kita yang mengasihi Dia. Oleh karena itu, jika kita mengasihi Dia, maka kita harus menggembalakan domba-dombaNya.

Doa Puasa Nasional WB

"Bermegah karena mengenal Dia" (Yeremia 9:23-24) adalah tema dari doa puasa nasional pelayanan WB yang dilaksanakan pada tanggal 17-19 Juli 2014 bertempat di Pelangi Organic Farm, Sentul - Bogor, Jawa Barat. Diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari jajaran kepemimpinan yaitu : tim strategis, staff sekretariat, head unit, PIC Regional dan juga beberapa PIC kota sesuai rekomendari dari PIC regiobal masing-masing, dan termasuk BOA (Board of Advisor).

Sesi pertama dibawakan oelh pembicara tamu, Bpk. Philip Andrew yang membahas mengenai "Depend on God" yaitu sikap hati yang sepenuhnya percaya dan bergantung hanya kepada kedaulatan Tuhan akan membawa kita melihat dan mengalami penggenapan janji Tuhan dalam hidup kita. Seperti yang terjadi pada hanna, istri Elkana, dalam menyikapi masalah/tantangan dalam hidupnya.

Hari kedua, seluruh peserta diajak untuk bersama-sama belajar membaca, merenungkan firman Tuhan dan melakukan kontemplasi pribadi lewat "Lectio Divina" yang sebelumnya diarahkan terlebih dahulu oleh ibu Susanna Setiawan. Setelah itu dilanjutkan dengan puasa bicara dan mempraktekkan lectio divina secara pribadi. Lectio Divina adalah pola perenungan pribadi secara pribadi. Lectio Divina adalah pola perenungan pribadi dari sejarah gereja dengan acuan berdasarkan firman Tuhan yang dibaca 2 sampai 3 kali, setelah itu mencatat setiap hal yang spontan muncul di hati sebagai bentuk hasil perenungan dialog pribadi kita dengan Tuhan. "The miracle of fasting" adalah topic berikutnya yang disampaikan diselingi dengan doa, pujian dan penyembahan secara korporat.

Di hari ketiga Bapak Paulus Muljadi menyampaikan sesi "Bermegah karena mengenal DIA" dan diakhir dari rangkaian doa puasa kesimpulan disampaikan oleh Ibu Anna Ho. (/aa)

WB Misi di desa Budaya Lung Anai, Kalimantan Timur

Lung Anai adalah salah satu desa budaya di Indonesia, terletak di kabupaten Tenggarong, Kuta Kertanegara - Kalimantan Timur. Pada tanggal 22-24 Mei 2014 secara khusus diadakan pembinaan WB misi kelompok usia ibu. Penduduk di desa ini adalah suku Dayak Kenya yang 100% beragama Kristen. Pembinaan ini dapat terselenggara atas permintaan dari kepala adat dan kepala desa setempat yang juga bertindak sebagai panitia lokal. Dalam pelaksanaannya, tim WB Tenggarong bekerjasama dengan tim WB seluruh Kalimantan Timur (Samarinda, Bontang, dan balikpapan) serta didukung juga oleh Tim Pria Sejati Tenggarong Kaltim.

Uniknya pembinaan ini dihadiri oleh 125 orang peserta yang mayoritas adalah suku dayak kenya yang tidak semua dapat berbahasa Indonesia aktif. Para fasilitator bertindak sebagai penterjemah selama sesi berlangsung. Oleh anugerah Tuhan, para peserta dapat mengerti isi sesi yang dibawakan, hal ini terlihat pada respon mereka selama pembinaan berlangsung; terjadi rekonsiliasi hubungan antara ibu dan anak diatara peserta dan juga antara fasilitator dan peserta.

Pembicara dalam pembinaan ini antara lain ibu Ningrum (Tim WB Jakbat), Ibu maya Senduk dan ibu Christine Suwoko (Tim balikpapan) serta pdt. Elim dan ibu Ratna sebagai pembicara sesi Ikatan Baru.

 

Hidup berlimpah kasih karunia

Hidup yang berlimpah dengan kasih karunia - itulah pernyataan yang tepat untuk menggambarkan kehidupan maria, Ibu Yesus. Kita dapat melihat kasih karunia Tuhan nyata dalam setiap masa kehidupannya berkenaan dengan panggilan dan tanggung jawabnya sebagai ibu dari seorang Mesias. mari kita lihat satu demi satu masa kehidupan maria dan bagaimana kasih karunia TUhan atas dirinya memampukan Maria melewati banyak proses berat dalam kehidupannya.

1. MASA MENGANDUNG BAYI YESUS (Lukas 1:26-38)

Masa ini dimulai dengan pilihan Tuhan atas Maria untuk mengandung anak laki-laki karena Roh Kudus, "Jangan takut, hai maria, sebab engkau beroleh kasih karunia dihadapan Allah". Sebuah janji bahwa kasih karunia Allah akan berlimpah dalam diri Maria. Pilihan Tuhan tentunya membuat hidup Maria berubah seketika. yang pertama, maria harus menghadapi pandangan negatif dari keluarga dan masyarakat sekitarnya. Oleh karena dia baru bertunangan dengan Yusuf (belum hidup sebagai suami-isteri), maka jelas kehamilannya akan menimbulkan dugaan bahwa ia hamil diluar nikah. Siapakah yang dapat percaya kepadanya bahwa anak yang dikandungnya berasal dari Roh Kudus?

Kedua, Yusuf tunangannya pun mungkin saja mencuriagi dia tidak setia kepada ikatan pertunangan mereka dan hamil dengna pria lain. Itu sebabnya Yusuf mempertimbangkan untukmenceraikan Maria dengan diam-diam (Matius 1:19). Akan tetapi Tuhan mencegah maksud itu, sekaligus memperjelas rencana Tuhan atas Maria kepada Yusuf sehingga ia tidak ragu mengambilnya menjadi isteri (Matius 1:20-21). Maria sanggup melewati masa mengandung yang tidak mudah ini oleh kasih karunia TUhan.

2. MASA MELAHIRKAN BAYI YESUS (Lukas 2:1-20)

Dalam kondisi hamil besar, Maria harus menempuh perjalanan berat ke Betlehem untuk memenuhi perintah pendaftaran Kaisar Agustunys. Bukan hanya melelahkan secara fisik, ia juga menghadapi kenyataan pahit tidak tersedia tempat yang memadai baginya untuk bersalin. Siapakah wanita yang mau melahirkan di kandang domba? Belum lagi perlengkapan bayi ala kadarnya; hanya kain lampin dan palungan. Kenyataan yang dihadapi Maria bisa saja menimbulkan keraguan dalam hatinya akan kebenaran rencana Tuhan atas dirinya.

Maria mungkin tidak pernah menduga bahwa tamu pertama yang mengunjunginya adalah para gembala, bukan sanak keluarganya. Sesuatu yang sangat menyedihkan karena Maria harus melahirkan jauh dari orang-orang terdekat yang dikasihinya. Berikutnya, datang orang-orang majus dari timur yang mempersembahkan emas, kemenyan dan mur  IMatius 2:1-12). Suatu kejutan yang tidak terduga bagi maria, namun kedatangan para gembala dan orang majus itu merupakan cara Tuhan menghapus keraguan dan kesediah Maria. Tuhan menunjukkan bagaimana orang-orang tersebut datang karena pemberitahuan dari Tuhan sendiri.

Beberapa waktu setelah kelahiran, Maria harus menerima berita bahwa anaknya dikejar-kejar oleh Herodes untuk dibunuh. Bersama Yusuf, ia melarikan diri ke Mesir sampai situasi aman dan mereka bisa kembali ke Galilea (kota Nazareth). Apa yang membuat Maria sanggup menempuh semua itu, tidak lain karena kasih karunia Allah.

3. MASA MEMBESARKAN MESIAS (Lukas 2:21-52)
Sebagai orang tua, Maria bertanggung jawab untuk menanamkan nilai ketaatan dalam diri Yesus, semua bermula dari ketaatan Yusuf dan maria sebagai orang tua dalam melaksanakan hukum Taurat. Pada hari kedepalan, Yesus disunat. Kemudian setelah masa pentahiran Yesus dibawa ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan seperti apa yang tertulis dalam hukum Taurat. Dalam ketaatan mereka inilah, TUhan membawa mereka berjumpa dengan Simeon dan Hana yang meneguhkan iman mereka bahwa Yesus adalah seorang Mesias.

Setiap tahunnya pada perayaan Paskah, Maria dan Yusuf selalu pergi ke Yerusalem, mereka mengajarkan Yesus hidup beribadah dan menuruti apa yang dituliskan dalam kitab Taurat. Hingga suatu saat, diusia Yesus yang kedua belas, ia tinggal di Bait Allah dan bertanya jawab dengan para alim ulama. Semua tercengang akan kecerdasanNya, termasuk Maria. Tentunya ada peran Maria juga selaku orang tua yang berulang-ulang mengajarkan kebenaran firman Allah kepada Yesus. Dituliskan selanjutnya bahwa Yesus bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan makin dikasihi oleh Allah dan sesama.

Setelah Yesus dewasa, maria terus menantikan penggenapan Yesus sebagai Mesias. Adakalanya sikap Yesus mungkin tidak dapat dipahami, tetapi maria bersabar dalam menghadapiNya. Saat perjamuan kawin di kana, maria mendorong anaknya membuat mujizat namun yesus malah menjawab, "waktuku belum tiba". Meskipun akhrinya Yesus membuat mujizat dan ini dikenal sebagai mujizatNya yang pertama.

Suatu hari ketika Maria dan saudara-saudara Yesus datang mencariNya ditengah-tengah kerumunan orang banyak, Yesus berkata bahwa orang yang melakukan kehendakNya adalah ibunya dan saudara-saudaranya. Dia seolah tidak lagi peduli dengan ibu dan saudara-saudara kandungNya sendiri. Saat inilah Maria mulai harus melepaskan Yesus dan merelakan diriNya bekerja bagi kepentingan Kerajaan Allah. Ia pasti mulai merasakan kehilangan karena Yesus sekarang adalah milik orang banyak

4. MASA PERSIAPAN DAN KEMATIAN TUHAN YESUS (I Yohanes 19:25-27)

Inilah masa yang paling mendukakan hati Maria; melihat anakNya mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia, sekalipun dia sudah tahu sejak awal bahwa hal ini akan terjadi. Maria tidak larut dalam kesedihannya, setelah Yesus naik ke sorga, bersama-sama degnan murid Yesus, ia berdoa di loteng Yerusalem menatikan pencurahan Roh Kudus yang Yesus janjikan (Kisah para Rasul 1:14). Sungguh luar biasa, Maria mengerti bahwa tugasnya mengandung, melahirkan dan membersarkan sang Mesias telah selesai. Kini adalah waktu untuk bergerak bersama murid-murid Yesus yang lain.

Apakah yang membuat Maria menerima kasih karunia Allah yang begitu melimpah?

1. Maria mengakui bahwa ia adalah hamba Allah (Lukas 1;38)

Menjadi hamba Allah berarti bersedia tunduk pada otoritas dan kedaulatan Tuhan; siap melakukan kehendak Allah. Menjadi hamba Allah berarti memiliki kerendahan hati, sebuah syarat mutlak agar kasih karunia Allah dapat mengalir.

2. Maria menyimpan janji dan pernyataan Allah dalam hatinya.

Berkali-kali Alkitab mencatat bahwa Maria menyimpan di dalam hatinya segala perkara yang berkenaan dengan Yesus putranya (Lukas 2:19, 51). Ini membuat Maria tetap percaya bahwa rencana Tuhan mengenai Mesias adalah benar

3.  Maria menerima kehadiran orang-orang yang menguatkan dia.

Maria terbuka saat ada orang-orang yang Tuhan kirimkan untuk menyampaikan peneguhan kepadanya dalam setiap masa kehidupannya. Seperti Yusuf suaminya yang mendapatkan mimpi untuk pergi ke Mesir, para gembala, orang majus, Simeon dan Hana dan murid-murid Yesus sendiri. Orang-orang disekitar Maria menjadi saluran sehingga kasih karunia Tuhan mengalir kepada Maria.

Refleksi Pribadi :

Setelah mempelajari kisah Maria mari kita merenungkan kehidupan pribadi kita secara jujur ;

1. Apakah saat ini kita sudah mengalami hidup dalam kasih karunia Allah ataukah kita bergumul karena tidak lagi merasakan kasih karunia Allah ?

2. Apakah kita telah memiliki hati hamba sehingga kasih karunia Allah dapat mengalir dalam hidup kita? Apa yang menghalangi kita untuk mempunyai hati hamba?

3. Temukanlah orang-orang disekitar kita yang Tuhan pakai menjadi saluran kasih karuniaNya bagi kita!

Page 7 of 15

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates