HomeWise Woman Edisi 19

Article List

Wise Woman

Bersatu dalam perbedaan

Euodia kunasihati dan Sinthike kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia; tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. (Filipi 4:2-3)


Paulus secara spesifik menyebut nama Euodia dan Sintike, nama dua orang wanita didalam jemaat Filipi, mungkin telah terjadi kesalahpahaman antara Sinthike dan Euodia perihal bagaimana seharusnya mereka dapat membantu orang-orang miskin di Filipi, atau mungkin diantara mereka terjadi perdebatan mengenai siapa yang hendak melakukan tugas pelayanan. Tidak perlu satu permasalahan yang besar untuk memulai perbedaan pendapat diantara mereka, yang jelas itu sangat berdampak bagi semua jemaat dan membuat Paulus prihatin “I Plead with Euodia, I plead with Suntyche..”


Jika kita cermati bersama, gereja mula-mula memperlihatkan peranan wanita dalam pelayanan begitu penting luar biasa. Mulainya gereja di Filipi adalah dari seorang wanita yang percaya Tuhan bernama Lidia yang membuka rumahnya untuk memulai gereja (Kisah Rasul 16:13-15). Euodia dan Sintikhe, siapakah mereka ini? Tidak terlalu jelas. Beberapa penafsir mengatakan mungkin mereka adalah dua isteri pendeta yang sedang ribut; atau mungkin mereka adalah home-church leaders kepala gereja rumah. Paulus bicara secara indah, dengan imbang dan tidak memihak kepada siapa, “Hai Euodia, hai Sinthike, sehati sepikirlah dalam Tuhan. “Lalu Paulus lanjutkan, “bahwa kuminta kepadamu Sunsugos kawanku yang setia, tolonglah mereka...” (filipi 4:3). Dalam terjemahan Indonesia seolah menunjukkan ini adalah nama seseorang. Tetapi dalam terjemahan Inggris lebih mengacu pada arti dari kata “sunsugos” yaitu my true companion, temanku yang setia, bukan kepada nama seseorang. Entah siapa teman yang Paulus minta untuk menjadi penengah diantara dua wanita ini. Ada yang menafsir itu adalah Timotius atau Eprafoditus yang membawa surah Filipi ini, atau kepada orang yang lain. Dan ada nama seorang yang lain yang disebut paulus disini yaitu klemens.

Alkitab tidak menutup-nutupi bahwa didalam gereja Tuhan, diantara sesama anak-anak Tuhan juga bisa terjadi pertengkaran dan perselisihan. Paulus tidak bicara disini untuk membela pihak siapa, dan paulus juga tidak membicarakan apa yang menjadi persoalan di antara mereka. Tetapi Paulus berbicara tentang satu stand point (pendapat) yang penting dan perlu, bukan stand point Euodia, bukan stand point Sintikhe, tetapi paulus mengajak mereka didalam perselisihan pendapat dan konfik itu berdiri didalam satu stand point yang indah dan benar yaitu stand point “agree in the Lord”


Hal kedua yang menarik di sini, Paulus menyebut nama Euodia, nama Sinthike, nama klemens, dan setelah itu “dan kawan-kawanku sekerja yang lain...” Apa yang kita belajar dari sini? Paulus tidak menyebut satu-persatu siapa mereka. Kalau kita adalah orang-orang itu, apa tidak tersinggung? Memangnya tidak sama susahnya, sama beratnya, sama capenya, sama perjuangannya dengan Klemens? Kenapa Cuma nama dia yang disebut, namaku tidak? Yang harus menjadi perhatian kita adalah kalimat selanjutnya “yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. “Dari situ kita dapat sedikit menebak-nebak kemungkinan pertengkaran diantara Euodia dan Sintikhe bicara dan berebut soal jasa, pujian, hormat atas apa yang mereka kerjakan didalam dunia ini. Euodia mungkin menuntut untuk mendapatkan porsi kehormatan lebih banyak daripada yang lain; Sintikhe juga mungkin menuntut hal yang sama. Kemuliaan, arogansi, ingin mendapatkan pujian, reward dan hormat bagi diri, mau menjadi yang lebih utama daripada yang lain, dan mau menjadi yang lebih dihormati dari pada yang lain, itu menjadi penyebabnya. Maka disini seolah paulus mau mengingatkan jangan bicara soal itu, karena sampai di surga yang paling penting, adakah namamu tercantum dalam kitab kehidupan itu? Namamu mungkin terlewat tidak disebutkan waktu selesai satu palayanan, jangan itu membuat hatimu tersinggung. Yang terpenting, adakan manamu tercantum disana?


Ketiga, dalam relasi dengan orang-orang yang terdekat dalam hidup kita, firman Tuhan memanggil kita untuk memegang prinsip yang sama, sehati sepikir dalam Tuhan. Efesus 5:21 “... dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus” adalah sebuah ayat yang unik ditempatkan diantara dua tema. Kalau menjadi ayat terakhir dari bagian atas bisa menjadi satu kesimpulan bagaimana hidup orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, orang itu adalah orang yang saling merendahkan diri satu sama lain di dalam Kristus, menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. Kalau itu diletakkan dibagian selanjutnya, bisa menjadi sebuah ayat yang menuntun bagaimana relasi yang ndah diantara suami isteri, orang tua dan anak, tuan dan budak, rekan pelayanan diawali dengan relasi yang beres dengan Tuhan yaitu kita menghormati Kristus akan menghasilkan sikap hati yang merendahkan diri dalam relasi horizontal satu dengan yang lain. Ayat ini memanggil kita bagaimana secara praktis “agree in the Lord” diwujudkan dengan saling merendahkan diri di dalam takut akan Tuhan.


Orang-orang kristen yang setia tidak selamanya sepaham satu dengan yang lain. Ada kalanya pendapat-pendapat pribadi tidak dapat dengan sempurna tersalurkan, lalu menimbulkan stess dan perselisihan. Ini bukan berarti bahwa yang satu telah undur dari imannya. Tetapi, semua umat yang percaya perlu untuk “setuju tidak setuju didalm kasih,” seperti yang dikatakan Joh Wsley. Pendapat atau kesukaan yang sifatknya personal atau pribadi tidak seharusnya merusak persatuan
Ketika anda memiliki perbedaan pendapat dengan rekan satu timmu, apakah anda sudah menghadapinya dengan kasih, ataukah ini menjadi celah untuk memulai sebuah perpecahan? Anda tidak perlu ikut menyukai semua yang rekan se-tim mu sukai – cukup setuju dengan orang itu juga, bahwa ktia semua bekerja bersama didalam Krsitus untuk kerajaanNya, bukan untuk tujuan masing-masing. Meskipun berbeda, mari kita tetap ada dalam kesatuan. (FD)

Together in Unity

Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Mazmur 133:1

Nyanyian ziarah bukanlah nyanyian kedukaan/kematian seperti arti kata 'ziarah' yang dipahami pada umumnya.

Nyanyian ziarah yang ditulis oleh Daud ini merupakan nyanyian yang dinyanyikan oleh bangsa Irael selama dalam perjalanan mereka menuju kota Yerusalem. Orang israel biasanya pulang dari berbagai tempat ke Yerusalem setidaknya 1 tahun 3 kali untuk beribadah dibait Allah yaitu pada saat perayaan paskah, Pentakosta, Pondok Daun.

Arti kata 'rukun' dalam petikan nyanyian ziarah Daud, bahasa aslinya adalah  (yachdad) yang artinya bersama di dalam kesatuan. Ternyata, meskipun kita bersama belum tentu kita bersatu. Misalnya saja ketika kita bersama-sama di sebuah mall belum tentu kita bersatu, ketika bersama-sama didalam sebuah lift belum tentu kita bersatu, kita bersama-sama digereja belum tentu kita bersatu. Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa bukan sekedar kebersamaan atau bekerja bersama-sama. Tetapi, yang Tuhan mau kita bekerja dan melayani bersama didalam kesatuan.

Ada dua kata yang menarik dalam ayat ini : How Good and pleasant it is when God's people live together in unity! --> Betapa indahnya dan alangkah baiknya bila kita hidup dalam kesatuan.

A song of degrees of David. Behold, how good and pleasant it is when God's people live together in unity! (NIV)

Baik dan menyenangkan merupakan 2 kombinasi yang indah. Sebab, baik belum tentu menyenangkan dan menyenangkan belum tentu baik. Jika kita berbicara tentang kesatuan maka didalamnya terdapat kebaikan dan menyenangkan. Hal ini berlaku kepada siapapun dan dimanapun juga; pasti baik dan menyenangkan apabila ada kesatuan ditengah keluarga antara suami, istri dan anak-anak. Demikian juga di gereja, apabila bersatu,s aling menolong, saling memperhatikan tentunya itu baik dan menyenangkan

PENTINGNYA KESATUAN DALAM HIDUP KITA SEHARI-HARI

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan keleher jubahnya.
 Mzm 133:22

Kesatuan digambarkan seperti minyak urapan yang mengalir dari atas kepala Harun. Minyak yang dipakai untuk mengurapi Harun didalam pelantikannya sebagai seorang imam dibuat secara khusus dari rempah-rempah pilihan, dicampur dengan takaran yang tepat dan harus dibuat oleh orang yang sudah ditunjuk secara khusus (Keluaran 30:20-33). Jika ada orang yang membuat dan memakai minyak ini secara sembarangan, maka ia akan terkena sangsi yaitu dilenyapkan dari antara bangsa.

Seorang imam akan ditahbiskan, diurapi, di khususkan dan disucikan untuk menjalankan sebuah tugas pelayanan. Dari gambaran inim maka kita bisa menarik pelajaran bahwa :

- Dimana ada kesatuan, disitu ada pengurapan Allah. Pengurapan Allah berbicara tentang penyertaan dan otoritas illahi. Tanpa kesatuan tidaka da perkenanan. Tanpa perkenanan maka tidak ada urapan, dampak dan kuasaNya. Bisa saja kita melakukan sebuah pelayanan dengan baik dan berhasil dimata manusia, tetapi sesungguhnya kita tidak mengalami kemenangan.

- Dimana ada kesatuan, disitu ada kesaksian yang harum. Ketika minyak itu dituangkan ke atas kepala harun, bahan-bahan pilihan yang terkandung dalam minyak itu menimbulkan bau harum yang semerbak. Dimana ada kesatuan, ada kesaksian yang mengharumkan komunitas pelayanan. Tanpa kesatuan maka bau kebusukan yang tercium; saling menjelekkan, saling melempar ketidakpuasan, saling menggosip,s aling berselisih, tidak ada kesaksian yang membangun. pastikan setiap ktia ada dalam kesatuan. Jangan terlalu mudah menghakimi orang. Sadari, apakah saya sudah menjadi agen kesatuan atau agen perpecahan?

Seperti embun gunung Hermon yang turun keatas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya.

Mazmur 133:3

- Dimana ada kesatuan, disitu ada kehidupan dan pertumbuhan. Gunung hermon adalah gunung yang tertinggi di israel. Puncah gunungnya selalu ditutupi salju sepanjang tahun. Salju yang meleleh dari gunung hermon menjadi mata air bagi sungai yordan yang menopang kehidupan orang Israel sampai saat ini. Selain itu dimusim panas, embun dari bukit Hermon berfungsi untuk menyegarkan, membasahi dan menyuburkan tanah yang kering sehingga membawa kehidupan dan pertumbuhan bagi pertanian di Israel. Dimanapun ada kesatuan disitu ada kekacauan. Tanpa kesatuan, tidak mungkin ada pelayanan yang bisa dilakukan dengan maksimal.

Dimana ada kesatuan, disitu ada kekuatan yang luar biasa. Gunung Hermon terletak dibagian utara Israel, sementara bukit Sion berada disebelah selatan. Gunung Hermon dan bukit Sion dipisahkan oleh lembah yang dalam dan kering. Sebenaranya embun dari gunung Hermon tidak mungkin bisa mencapai jauh sampai ke bukit Sion. Tapi disinilah rahasianya, Firman TUhan katakan seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung sion, demikianlah yang akan terjadi. Kesatuan membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ada Tuhan didalam kesatuan, dimana 2 atau 3 orang berkumpul dalam nama Yesus disitu Tuhan hadir (Matius 18:20). Ketika Tuhan hadir, maka ada perkara-perkara yang ajaib, ada perbuatan Tuhan yang luar biasa.

Ada sebuah kisah tentang Belalang. Seekor belalang yang melompat melintasi ladang tampak tak ada artinya. Namun, ketika ia bergabung dengan belalang-belalang lain, sekawanan belalang itu akan melahap semua tanaman yang mereka lewati. Belalang menunjukkan kekuatan kesatuan demi kepentingan bersama. Apa yang tidak dapat mereka lakukan sendiri, dapat diselesaikan bersama-sama. Dalam kitab Amsal di Perjanjian Lama, Agur, seorang yang berhikmat berkata, "BElalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur" (Amsal 30:27)

Kita dapat memetik pelajaran dari makhluk kecil ini. Ketika kita bersatu untuk melayani Tuhan, kita dapat memiliki kekuatan yang luar biasa bagi Allah dalam memenuhi kehendakNya. Kesatuan bukan suatu pilihan, melainkan sesuatu yang mutlah harus diajarkan. Tuhan memimpin pelayananini dari tahun ke tahun. TIm WB melibatkan begitu banyak wanita yang berasal dari berbagai macam denominasi, suku dan bangsa, bahasa, latar belakang, kepribadian, karakter, temperamen, cara kerja dan strategi yang berbeda. Selain itu WB pun melayani berbagai macam karakter wanita juga. Itu sebabnya kita perlu membangun kesatuan. Banyaknya perbedaan, maka semakin rawan dengan perpecahan. itu sebabnya kita harus aktif membangun kesatuan. Kesatuan harus dibangun, diperjuangkan, di prioritaskan dan diutamanan

(Disadur dari materi Pleno Rakernas WB tahun 2015 - Ibu Susanna Setiawan)

TANPA KESATUAN, TIDAK MUNGKIN ADA PELAYANAN YANG BISA DILAKUKAN DENGAN MAKSIMAL'

 

Wanita, Politik & Bangsanya

Ada yang menarik pada pemilihan umum tempo hari. Elektabilitas capres berdasarkan gender menunjukkan bahwa Jokowi mendapat suara paling besar dari perempuan atau ibu-ibu yakni 16,1 persen, sementara dari laki-laki 13,5 persen. Demikian catatan Pusat Data Bersatu (PDB) Beberapa lembaga survey lainnya juga menyatakan hal yang senada. Menarik, karena menunjukkan bahwa terpilihnya pemimpin bangsa kita diperiode ini rupanya tidak terlepas dari kontribusi (yang signifikan) dari kaum perempuan! Tepuk tangan untuk perempuan indonesia

Sistem ini akan terus berputar, dan tentu tidak akan berjalan baik jika tidak ada si 'input' itu sendiri. Itulah politik yang sebenarnya. Dalam sebuah negara, masyarakatnya perlu terlibat. pertanyaannya, keterlibatan apa yang bisa kita lakukan? bisa saja dari hal-hal yang sederhana. Kita bisa mulai dengan mempelajari akan hal-hal yang terjadi disekeliling kita, baik dalam lingkungan gereja, RT/RW, kantor ataupun kota.
Salah satu contoh praktis yang bisa dilakukan oleh perempuan di tingkat RT adalah degna menjadi pengurus RT, mulai dari menjadi ketua, wakil ketua, sekretaris atau bendahara. Salah seorang wanita disurabaya (alumni WB juga) pernah menjadi ketua RT).


Ia bisa menjadi penolong bagi orang-orang disekitarnya dengan melayani kebutuhan masyarakat dengan baik. Sebagai perempuan, kita dianugerahi kepekaan oleh Tuhan. Mengapa tidak kita asah untuk kepentingan bangsa ini?
Perubahan besar dimulai oleh sekelompok kecil orang yang dimulai oleh sekelompok kecil orang yang tekun mempelajari dan menyikapi masalah bersama yang mereka hadapi. Seperti Ester, misalnya. ia menggerakkan bangsanya
untuk berdoa dan kemudian membuat strategi untuk mencapai perubahan itu. Untuk itu perempuan perlu memperhatikan : apakah ada fasilitas publik yang tidak memadai? Masalah kemiskinan? pendidikan? kesehatan? Ada hal apa yang saat ini anda temukand i sekitar anda?

Sesungguhnya kita masyarakat biasa bukannya tidak memiliki kekuatan. Pernahkah anda mendengar seorang buruh perempuan yang berhasil "menggugat negara" di mahkamah konstitusi akan UU mengenai  ketenagakerjaan, tanpa mengeluarkan biaya dan hanya bermodalkan internet sebagai informasi? Ada juga cerita mengenai seorang guru perempuan dari sebuah sekolah negeri yang dengan berani mengkritik sistem pendidikan yang melenceng, dan mengajukan gugatan mengenai Ujian kompetensi Guru (UKG) ke Mahkamah Agung. Pernah ada juga komunitas masyarakat yang melakukan gugatan, terkait dampak kerusakan lingkungan dari sebuah tambang didaerah mereka, dimulai dari pemerintah kota berlanjut dan naik terus sampai ke tingkat kementrian. Perkara-perkara ini memperlihatkan
bahwa sesungguhnya masyarakat biasa juga memiliki kekuatan. Mereka-mereka ini mengerti dan mau memperjuangkan haknya.

Ada lagi cerita-cerita inspiratif lainnya dari warga masyarakat yang mengejawantahkan rasa cinta akan bangsa dalam kehidupan sehari-harinya. Seorang penata rias didaerah Toraja (Sulawesi Selatan) misalnya, terbeban mendirikan lembaga Pelatihan kerja bagi anak-anak yang putus sekolah dan yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia memberdayakan pula para ibu muda yang masih produktif namun tidak mempunyai pekerjaan tetap yang ada dijemaat gereja, serta masyarakat sekitar.
Perempuan ini merasa terpanggil untuk memenuhi tugasnya menjadi seorang warga negara yang bertanggung jawab, berkontribusi untuk kemajuan bangsanya. Ia menyediakan pelatihan dalam bentuk tata rias kulit, tata rias rambut, tata rias pengantin, dan menganyam manik-manik (kandaure) hal yang menjadi spesialisasinya. Dengan segala kendala dan keterbatasan dana, ia terus berjuang membantu pemerintah menanggulangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran di daerahnya.

Seorang pendeta yang melayani di Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah), punya cerita bagaimana ia bergerak membantu korban bencana gempa di daerah pelayanannya. Kala itu berhari-hari bantuan pemerintah tidak kunjung datang. Perempuan ini mengambil langkah inisiatif. Ia mengunggah foto-foto kejadian gempa di laman facebooknya. Singkat cerita, bantuanpun mengalir ke gerejanya dengan melimpah. ia bahkan kemudian berkoordinasi untuk membagikan bantuan tersebut
kepada jemaat-jemaat dari gereja lainnya, dan juga kepada masyarakat di desanya. ini adalah tindakan sederhana dari seorang perempuan yang peka akan kebutuhan lingkupnya.

Seorang perempuan inspiratif lainnya, yang tinggal di Jakarta, menggagas taman bacaan masyarakat. Ia berinvestasi dengan terjun langsung ke kehidupan anak-anak masyarakat bawah, untuk tujuan pencerdasan masyarakat. Apakah ada keuntungan/profit yang diperolehnya? sama sekali tidak. Awalnya taman bacaan ini malah dianggap sebelah mata, namun ia memiliki visi yang jelas. Hasilnya, bukan saja anak-anak, para orang tua juga merasakan dampaknya, sebab ia menyentuh langsung kehidupan mereka. perempuan-perempuan tersebut punya kepekaan terhadap kebutuhan lingkungannya. mereka mengamati dan menemukan suatu tempat kosong yang perlu mereka isi. Anda dan saya, mungkin ada suatu tempat yang Tuhan kehendaki untuk kita isi. Ketika kita mau menjawab panggilan tersebut, Tuhan yang akan memberikan kasih karunia-Nya dan memampukan kita.


Seperti tokoh ester, awalnya ia ragu dapat menyelamatkan bangsanya. Sebenarnya kondisinya tidak memungkinkan! tapi kemudia ia sadar, keberadaannya saat itu adalah bagian dari rencana Tuhan untuk ia bertindak dan memenuhi panggilan itu. "Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu" (Ester 4:14b). Bagaimana jika kita menunjukkan kalimat mordekai tersebut kepada diri kita sendiri? siapa tau, ditengah profesi yang kita emban saat ini (akademisi, ibu rumah tangga, karyawan, pengusaha, dsb), dimana kita berada saat ini, ada amanat khusus yang Tuhan kehendaki untuk kita penuhi bagi kemajuan bangsa ini.

Seperti Ester, mulailah dengan berdoa. Bagikan mimpi dan kerinduan anda kepada orang-orang disekeliling anda. Belajar akan apa yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai warga negara. Kita sudah melihat diatas bagaimana orang-orang biasa yang memperjuangkan hak dan kewajiban ditengah banhsa ini. Mungkin orang-orang disekeliling kita merasa apatis dan tidak berdaya karena merasa hanya wong cilik saya yang jauh dari kekuasaan. Besarnya masalah yang dihadapi bahsa ini seringkali memaksa kita memikirkan solusi-solusi besar, sehingga kita merasa tidak berdaya. Tapi sebetulnya banyak perubahan besar dapat terjadi apabila kita setia melakukan langkah-langkah sederhana. Segala sesuatu yang kita lakukan degnan gairah dan ketulusan sesungguhnya bukannya tidak akan berdampak!

Seperti garam yang menghambar pembusukan, seperti terang yang memampukan orang untuk melihat, demikianlah kemampuan kita perempuand i bangsa ini. Kita punya kekuatan yang dapat membawa kebaikan.




MENGALAMI KASIH KARUNIA SETIAP HARI

Seperti yang telah dijelaskan dalam rubrik equipping bahwa kasih karunia (grace) berarti hal yang sebenarnya tidak layak kita dapatkan (karena dosa), tapi menjadi kita dapatkan karena TUhan. Kasih karunia yang memampukan kita untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan kehendak TUhan, karena tanpa pertolongan TUhan kita tidak akan pernah mampu melakukannya. jika kita membaca kisah perjuangan para rasul, tidak sedikit tantangan yang mereka harus hadapi, namun mereka tetap bersemangat dan bersukacita dalam memberitakan injil. Apakah rahasianya? Paulus sebagai salah satu rasul menyatakan, "tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka
semua; tetapi bukannya aku, melainkankasih karunia Allah yang menyertai aku." (1 kor 15:10)

Bagaimanakah caranya agar kasih karunia dapat terus bekerja didalam diri kita?
1. Mengalami firman Tuhan setiap hari dalam kehidupan kita.
Yohanes 8:32, "dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Tanpa kita sadari sebenarnya setiap hari hidup kita terbelenggu; terbelenggu oleh rutinitas, kesibukan,
pola pikir yang salah, dsb. Hanya firman Tuhan yang mampu memerdekakan ktia dari belenggu-belenggu tersebut. ketika kita mengalami kemerdekaan, kita akan melihat
kasih karunia Tuhan bekerja dari satu kemenangan kepada kemenangan rohani dalam hidup kita setiap hari.

2. Hidup didalam firman
Matius 4:4,"Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis ; Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
Kita tidak dapat mengalami firman yang memerdekakan, jika kita tidak hidup/tinggal didalam firman itu sendiri. Dibutuhkan kedisiplinan supaya kita dapat hidup didalam firman; disiplin membaca, merenungkan, melakukan dan membagikan firman setiap hari.

3. Memiliki sikap hati yang benar.
Amsal 4:23, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Dalam struktur tubuh, hati memiliki fungsi yang sangat vital untuk menopang kehidupan. Hati adalah organ kelenjar terbesar dalam tubuh dan melakukan banyak fungsi penting untuk menjaga tubuh dari racun dan zat-zat berbahaya lainnya. Dan hati merupakan organ vital yang mendukung hampir setiap organ dalam tubuh dalam beberapa segi. Tanpa hati yang sehat seseorang tidak dapat bertahan hidup. Begitu pula dalam kehidupan kerohanian kita, tanpa hati yang sehat (benar) kita tidak dapat melihat segala sesuatu dengan pandangan yang benar atau sudut pandang Tuhan dan tidak menyadari bahwa ada kasih karunia Tuhan yagn bekerja, sebab firman Tuhan hanya bertumbuh di tanah (hati) yang subur (Matius 13:1-23). Ketika tantangan/takanan datang, sikap hati yang salah membawa kita pada ketakutan, kekuatiran, iri hati, kebencian, kecurigaan. Sebaliknya sikap hati yang benar akan membawa kita melihat tantangan/tekanan yang datang itu sebagai alat Tuhan untuk menyatakan kedaulatanNya dalam kehidupan kita, sebab Tuhan tidak pernah terlambat untuk menolong

4. Mengikuti proses yang Tuhan berikan
Roma 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Tidak sedikit Alkitab menceritakan kisah hidup orang-orang yang mengalami proses dalamkehidupannya, namun dengan kasih karunia Tuhan mereka mampu bertahan dan menyelesaikan panggilan mereka degnan baik. Itu sebabnya jika Tuhan mengijinkan kita masuk dalam prosesNya, jalanilah dengan ucapan syukur sebab proses itu pasti mendatangkan kebaikan bagi kita. Dalam kelemahan kitalah, kasih karunia Allah menjadi nyata (2 Kor 12:9)

Sebagai pengikut Kristus kunci kemenangan kita ada dalam kasih karunia Tuhan, karena Tuhanlah yang bekerja bagi kita melakukan hal-hal yang tidak mampu kita lakukan secara daging. Alami terus kasih karunia Tuhan, itulah yang membuat kita terus bersemangat menjalani hidup ini.

Menemukan visi hidup melalui pemuridan

Setiap alumni pembinaan WB modul 1 diharapkan dapat terlibat juga di dalam pembinaan WB modul-2 karena melalui modul-2 lah setiap alumni dapat mencapai visi misi WB Itu sendiri. Modul-2 WB merupakan sarana pemuridan bagi wanita yang tidak hanya diperuntukkan untuk alumni WB itu sendiri, melainkan juga pemuridan wanita di gereja lokal masing-masing. Mengapa pemuridan perlu bagi wanita dalam mencapai visi hidupnya? Pemuridan adalah cara belajar yagn sangat alkitabiah, cara yang kita teladani dari kehidupan Kristus dan sangat efektif dalam mendukung pertumbuhan rohani kita.
Di dalam pemuridan kita dapat melihat contoh dan menjadi teladan bagi orang lain. Melakukan pemuridan tidaklah sulit dikarenakan tidak membutuhkan waktu yang sangat khusus sekali. Menurut Ulangan 6:6-7, "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila duduk dan membicarakannya apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun, berbaring, duduk, berjalan, dll. Artinya pemuridan dapat dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam Matius 4:19, "Yesus berkata kepada mereka :"Mari, ikutlah Aku, dan kami akan Kujadikan penjala manusia." ada dua cara untuk memuridkan yaitu "ikutlah Aku", ini berarti bersama-sama, ada waktu yang diluangkan. Yang kedua, "kamu akan kujadikan penjala manusia", ini berarti ada tujuan dan visi yang jelas dalam sebuah pemuridan. Jadi setiap kali kita memuridkan
atau berada dalam sebuah pemuridan, kita harus memiliki tujuan akhir yang jelas, mengetahui tahapan-tahapan yang dilakukan dan ada evaluasi didalamnya. Jika tidak, maka pemuridan akan menjadi sebuah program atau kegiatan yang membosankan.

Dalam sebuah proses pemuridan, tentunya hasil akhir bukan ditentukan oleh si pemurid, melainkan pemurid menolong orang yang dimuridkan menemukan maksud panggilan dan rencana TUhan dalam hidunya. Itu sebabnya penting sekali setiap kali memulai sebuah pemuridan, kita mengajukan pertanyaan :"apa kerinduanmu? Dan apakah engkau mengetahui kerinduan TUhan dalam hidupmu? karena TUhan yang menciptakan kita, "jadi fokusnya adalah menemukan target akhir Allah dalam kehidupannya dan kita tinggal berjalan sesuai dengan target akhirnya. Tentunya butuh keintiman dengan Tuhan dan orang lain untuk menolong dan mengarahkan kita menemukan rencana Allah tersebut. Sebelum Yesus terangkat ke sorga, ia memberikan perintah yang "sakral", perintah yang harus dijalankan oleh kita semua yang menyebut diri sebagai pengikut Kristus. Oleh karena itu kita perlu memahamibentuk pemuridan yang dapat kita lakukan agar amanat agung itu benar-benar dapat dijalankan dengan maksimal. Kita dapat melihatnya dari pola Yesus memuridkan kedua belas muridnya

Hal pertama yang Yesus lakukana dalah memilih. Ia memilih dan memanggil murid-muridNya untuk mengikuti Dia. Yesus berkata kepada murid-muridNya. "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu mitna kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu." (Yohanes 15:16). Apa yang mendasari pemilihanNya? Yesus memilih keragaman; keragaman dalam karakter keragaman dalam kehidupan keseharian. Ada nelayan, pemungut cukai, ada si peragu, penghianat, si-ekspresif yang eksplosif, dsb. Yesus tidak mencari orang yang "sama" dalam karakter, Dia tidak mencari orang yang "mudah". Dia mencari keragaman yang kompleks, sangat lengkap dengan berbagai kelemahan karakter karena keragaman dapa menjadi alat pembentukan satu dengan yang lain .

Hal kedua yang Yesus lakukan adalah menetapkan dua tujuan utama dalam melatih mereka dapat menolongNya dalam melaksanakan pekerjaanNya. Kedua, agar mereka dapat melanjutkan pekerjaan itu sesudah ia pergi yaitu menjadikan semua bangsa muridNya. Yesus tahu bahwa ia harus melatih mereka secara mendalam dan terus menerus, sebab mereka akan menghadapi perlawanan yang sangat berat; mereka akan dirajam, dipukuli dan dijebloskan ke dalam penjara. Oleh karena itu masa pemuridan adalah masa yang sangat penting untuk membentuk mereka menjadi pribadi yang tahan uji.

Hal ketiga, yesus melatih murid-muridNya secara langsung dalam kehidupannya sehari-hari. Kedua belas murid mengalami secara langsung, bagaimana menghadapi dan melayani jiwa-jiwa. Mereka mempelajari bagaimana reaksi dan respon Yesus terhadap penolakan, pertentangan dan penghakiman. Mereka melihat reaksi yesus dalam melayani orang-orang berdosa, sehingga ia disebut sebagai sahabat dari orang-orang berdosa. Demikian pula seharusnya pola pemuridan yang kita jalankan, selain dilakukan ditempat dan waktu yang khusus, sebaiknya pemuridan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari; memberi contoh dalam menghadapi "medan pertempuran" sehari-hari.
hal ini akan membawa kita bukan hanya menemukan sebuah teori melainkan teladan dalam mempraktekkan kebenaran firman TUhan secara praktis dalam kehidupan kita setiap hari. Itulah sebabnya kita tidak dapat memuridkan terlalu banyak orang,
karena kita akan berhadapan dengan pribadi yang memiliki keterbatasan dan waktu serta tenaga yang terbatas.

Lalu, bagaimanakah ciri-ciri seorang murid? Apakah kita sudah dapat dikatakan sebagai seorang murid?

Mari kita lihat apa yang Alkitab katakan tentang ciri seorang murid :
1. Murid adalah seseorang yang hidupnya tinggal di dalam Krsitus dan Kristus tinggal didalamnya. Hidupnya penuh dengan firman yang memerdekakan.
Yohanes 15:7-8 "Jikalau kamu tinggal didalam aku dan firman-Ku tinggal didalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal ini lah Bapa-ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku" Yohanes 8:31-32, "Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya :"Jikalau kamu tetap dalam firman-ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

2. Murid adalah seseorang yang penuh kasih dan hidup dalam saling mengasihi
Yohanes 13:34-35, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

3. Murid adalah seseorang yang mau menyangkal diri dan memikil salib.
Lukas 14:26-27, "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapt menjadi murid-Ku. barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku." Lukas 14:33, "Demikian pulalah tiap-tiap orang diantara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku." Tentu saja perjalanan menjadi seorang murid Kristus tidaklah mudah, penuh dengan liku-liku dan berbatu-batu; jatuh dan bangun, gagal dan berhasil.  Apapun kondisinya, kita harus terus belajar untuk menjadi murid-murid sejati yang menghasilkan buah.

Untuk menjadi seorang pemurid kita juga tidak perlu menunggu menjadi sempurna, jangan merasa minder atau tidak layak karena kita semua tidak lepas dari pergumulan dalam perjuangan hidup. Selalu ada janji kemenangan bagi kita yang mengasihi Dia, maka kita harus menggembalakan domba domba-dombaNya
(disadur dari buku '10 principles of Discipleship karya Yulius Ahiong)

Page 2 of 13

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates