HomeWise Woman Edisi 20

Article List

Wise Woman

Mengalami Kasih karunia Setiap hari

Seperti yang telah dijelaskan dalam rubrik equipping bahwa kasih karunia (grace) berarti yang sebenarnya tidak layak kita dapatkan (karena dosa), tapi menjadi kita dapatkan karena TUhan. kasih karunia yang memampukan kita untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan kehendak TUhan, karena tanpa pertolongan Tuhan kita tidak akan pernah mampu melakukannya. Jika kita membaca kisah perjuangan para rasul, tidak sedikit tantangan yang mereka harus hadapi, namun mereka tetap bersemangat dan bersukacita dalam memberitakan injil. Apakah rahasianya? Paulus sebagai salah satu rasul menyatakan, "tetapi kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku."(1kor 15:10)

Bagaimanakah caranya agar kasih karunia dapat terus bekerja didalam diri kita?

1. Mengalami firman Tuhan setiap hari dalam kehidupan kita

Yohanes 8:32, "dan kamu akan mengetahui kebenara, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Tanpa ktia sadari sebenarnya setiap hari hidup kita terbelenggu; terbelenggu oleh rutinitas, kesibukan, pola pikir yang salah, dsb. Hanya Firman Tuhan yang mampu memerdekakan ktia dari belenggu-belenggu tersebut. Ketika ktia mengalami kemerdekaan, kita akan melihat kasih karunia Tuhan bekerja dari satu kemenangan kepada kemenangan rohani dalam hidup kita setiap hari.

2. Hidup di dalam Firman

Matius 4:4, "Tetapi Yesus menjawab :"Ada tertulis : Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Kita tidak dapat mengalami firman yang memerdekakan, jika kita tidak hidup/tinggal di dalam firman itu sendiri. Dibutuhkan kedisiplinan supaya kita dapat hidup didalam firman; disiplin membaca, merenungkan, melakukan dan membagikan firman setiap hari.

3. Memiliki sikap hati yang benar

Amsar 4 : 23, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
 Dalam struktur tubuh, hati memiliki fungsi yang sangat vital untuk menopang kehidupan. Hati adalah organ kelenjar terbesar dalam tubuh dan melakukan banyak fungsi penting untuk menjaga tubuh dari racun dan zat-zat berbahaya lainnya. Dan hati adalah organ vital yang mendukung hampir setiap organ dalam tubuh dalam beberapa segi. Tanpa hati yang sehat, seseorang tidak dapat bertahan hidup. Begitu pula dalam kehidupan kerohanian kita, tanpa hati yang sehat (benar) kita tidak dapat melihat segala sesuatu dengan pandang yang benar atau sudut pandang Tuhan dan tidak menyadari bahwa ada kasih karunia Tuhan yang bekerja, sebab firman Tuhan hanya bertumbuh di tanah (hati) yang subur (Matius 13:1-23). Ketika tantangan/tekanan datang, sikap hati yang salah membawa kita pada ketakutan, kekuatiran, iri hati, kebencian, kecurigaan. Sebaliknya sikap hati yang benar akan membawa kita melihat tantangan/tekanan yang datang itu sebagai alat Tuhan untuk menyatakan kedaulatanNya dalam kehidupan kita, sebab TUhan tidak pernah terlambat untuk menolong.

4. Mengikuti proses yang Tuhan berikan

Roma 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bgi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Tidak sedikit Alkitab menceritakan kisah hidup orang-orang yang mengalami proses dalam kehidupannya, namun dengan kasih karunia Tuhan mereka mampu bertahan dan menyelesaikan panggilan mereka dengan baik. Itu sebabnya jika Tuhan mengijinkan kita masuk dalam prosesNya, jalanilah dengan ucapan syukur sebab proses itu pasti mendatangkan kebaikan bagi kita. Dalam kelemahan kitalah, kasih karunia Allah menjadi nyata (2 Kor 12:9)

Sebagai pengikut Kristus kunci kemenangan kita ada dalam kasih karunia Tuhan, karena Tuhanlah yang bekerja bagi kita melakukan hal-hal yang tidak mampu kita lakukan secara daging. Alami terus kasih karunia Tuhan, itulah yang membuat kita terus bersemangat menjalani hidu ini

 

Wanita, Politik & Bangsanya

Ada yang menarik pada pemilihan umum tempo hari. Elektabilitas capres berdasarkan gender menunjukkan bahwa Jokowi mendapat suara paling besar dari perempuan atau ibu-ibu yakni 16,1% sementara dari laki-laki 13,5%. Demikian catatan pusat data bersatu (PDB). Beberapa lembaga survey lainnya juga menyakatan hal yang senada. Menarik, karena menunjukkan bahwa terpilihnya pemimpin bangsa ktia diperiode ini rupanya tidak terlepas dari kontribusi (yang significan) dari kaum perempuan! Tepuk tangan untuk perempuan Indonesia

Bayangkan jika pemilih ini (baca+perempuan) tidak memberikan suaranya - bersikap pasif atau pesimis, tentu kemarin itu bukan pesta rakyat lagi namanya. bagaimana dengan anda sendiri? apakah juga termasuk dari mereka yang antusias - yang aktif bersuara dimedia sosial, yang selalu ingin tahu mengenai kabar terbaru seputar elit politik, yang semagat berdoa bagi pemimpin idamannya ? kita semua punya pengharapan dan mimpi untuk indonesia yang lebih baik. namun, apakah tugas kita sebagai warga negara hanya sampai pada memilih calon legislatif/pemimpin negeri lalu tinggal menunggu hasil kerja mereka? setelah pemilu usai, apalagi sebenarnya yang masih bisa kita lakukan?

Saya teringat akan tokoh ester yang dipakai Tuhan untuk menyelamatkan bangsanya. Selain berdoa dan berpuasa, Ester juga bertindak. Kita adalah ester masa kini yang juga ingin Tuhan pakai untuk berdoa dan bertindak - memberkati bangsa kita dengan keunikan yang kita miliki sebagai perempuan. Apakah itu berarti kita harus masuk dalam dunia politik?

Ada baiknya ktia melihat sekilas apa itu sebenarnya politik. Adanya interaksi dalam proses pembuatan kebijakan umum/kebijakan publik, itulah yang dimaksud dengan politik. Banyak orang berpikir bahwa untuk membuat suatu perubahan seseorang perlu memiliki jabatan-jabatan tertentu dan terlibat dalam politik praktis. Sebenarnya tidaklah sebatas itu. Politik itu sendiri adalah sebuah sistem. Ada "input" (dari masyarakat), lalu berlanjut ke "proses" (diolah oleh kesekutif/legislatif/yudikatif) dan kemudian "output" (kebijakan umum/publik)

sistem ini akan terus berputas dan tentu tidak akan berjalan baik jika tidak ada si"input"itu sendiri. Itulah politik yang sebenarnya. Dalam sebuah negara, mayarakatnya perlu terlibat.

SISTEM POLITIK

Aspirasi masyarakat  Pengambilan keputusan di lembaga     Kebijakan publik

                            legislatif, eksekutif, yudikatif

 

Pertanyaannya keterlibatan apa yang kita bisa lakukan? bisa saja dari hal-hal yang sederhana. kita bisa mulai dengan mempelajari kan hal-hal yang terjadi disekeliling kita, baik dalam lingkungan gereja, RT/RW, kantor ataupun kota. Salah satu contoh raktis yang bisa dilakukan oleh perempuan di tingkat RT adalah dengan menjadi pengurus RT, mulai dari menjadi ketua RT, wakil ketua, sekretaris, atau bendahara. Salah seorang wanita di Surabaya (alumni WB juga0 pernah menjadi pengurus RT lebih dari 10 tahun (beberapa tahun bahkan menjadi ketua RT). ia bisa menjadi penolong bagi orang-orang disekitarnya dengan melayani kebutuhan masyarakat dengan baik. sebagai perempuan, kita dianugerahi kepekaan oleh Tuhan. Mengapa tidak kita asah untuk kepentingan bangsa ini? Perubhan besar dimulai oleh sekelompok kecil orang yang tekun mempelajari dan menyikapi masalah besama yang mereka hadapi. seperti ester, misalnya. ia menggerakkan bangsanya untuk berdoa dan kemudian membuat strategi untuk mencapai perubahan itu. Untuk itu perempuan perlu memperhatikan : apakah ada fasilitas publik yang tidak memadai? masalah kemiskinan? pendidikan? kesehatan? ada hal apa yang saat ini anda temukan disekitar anda?

Sesungguhnya kita masyarakat biasa bukannya tidak memiliki kekuatan. Pernahkah anda mendengar seorang buruh perempuan yang berhasil "menggugat negara" di Mahkamah Konstitusi akan UU mengenai ketenagakerjaan, tanpa mengeluarkan biaya hanya bermodalkan internet sebagai informasi? ada juga cerita mengenai seorang guru perempuan dari sebuah sekolah negeri yang dengan berani mengritik sistem pendidikan yang melenceng, dan mengajukan gugatan mengenai Ujian kompetensi Guru (UKG) ke Mahkamah Agung. Pernah ada juga komunitas masyarakat yang melakukan gugatan, terkait dampak kerusakan lingkungan dari sebuah tambang didaerah mereka, dimulai dari pemerintahkota berlanjut dan naik terus sampai ke tingkat kementerian. Perkara-perkara ini memperlihatkan bahwa sesungguhnya masyarakat biasa juga memiliki kekuatan. Mereka-mereka ini mengerti dan mau memperjuangkan haknya.

Ada lagi cerita-cerita inspiratif lainnya dari warga masyarakat yang mengejawantahkan rasa cinta akan bangsa dalam kehidupan sehari-harinya. Seorang penata rias di daerah Toraja (Sulawesi Selatan) misalnya, terbeban mendirikan lembaga pelatihan kerja bagi anak-anak yang putus sekolah dan yang tidak memiliki pekerjaan tetap. ia memberdayakan pula para ibu muda yang masih produktif namun tidak mempunyai pekerjaan tetap yang ada di jemaat gereja, serta masyarakat sekitar. Perempuan ini merasa terpanggil untuk memenuhi tugasnya menjadi seorang warga negara yang bertanggung jawab, berkontribusi untuk kemajuan bangsanya. Ia menyediakan pelatihan dalam bentuk tata rias kulit, tata rias rambut, tata rias pengantin, dan menganyam manik-manik (kandaure) - hal yang menjadi spesialisasinya. Dengan segala kendala dan keterbatasan dana, ia terus berjuang membantu pemerintah menanggulangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran didaerahnya. Seorang pendeta yang melayani di kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah), punya cerita juga bagaimana ia bergerak membantu korban bencana gempa di daerah pelayanannya. kala itu berhari-hari bantuan pemerintah tidak kunjung datang. perempuan ini mengambil langkah inisiatif. Ia mengunggah foto-foto kejadian gempa di laman facebooknya. Singkat cerita, bantuanpun mengalir ke gerejanya dengan melimpah. ia bahkan kemudian berkoordinasi untuk membagikan bantuan tersebut kepada jemaat-jemaat dari gereja lainnya, dan juga kepada masyarakat didesanya. Ini adalah tindakan sederhana dari seorang perempuan yang peka akan kebutuhan lingkungannya.

Seorang perempuan inspiratif lainnya, yang tinggal di Jakarta, menggagas taman bacaan masyarakat. ia berinvestasi dengan terjun langsung ke kehidupan anak-anak masyarakat bawah, untuk tujuan pencerdasan masyarakat. Apakah ada keuntungan/profit yang diperolehnya? sama sekali tidak. Awalnya taman bacaan ini malah dianggap sebelah mata, namun ia memiliki visi yang jelas. Hasilnya, bukan saja anak-anak, para orang tua juga merasakan dampaknya, sebab ia menyentuh langsung kehidupan mereka.

Perempuan-perempuan tersebut punya kepekaan terhadap kebutuhan lingkungannya. Mereka mengamati dan menemukan suatu tempat kosong yang perlu mereka isi. Anda dan saya, mungkin ada suatu tempat yang Tuhan kehendaki untuk kita isi. Ketika kita mau menjawab panggilan tersebut, Tuhan yang akan memberikan kasih karuniaNya dan memampukan kita. Seperti tokoh Ester, awalnya ia ragu dapat menyelamatkan bagsanya. Sebenarnya kondisinya tidak memungkinkan! tapi kemudian ia sadar keberadaannya saat itu adalah bagian dari rencana Tuhan untuk ia bertindak dan memenuhi panggilan itu. "Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu" (Ester 4:14b). Bagaimana jika kita menujukan kalimat mordekhai tersebut kepada diki kita sendiri? siapa tahu, ditengah profesi yang kita emban saat ini, ada amanat khusus yang Tuhan kehendaki untuk kita penuhi bagi kemajuan bangsa ini.

Seperti Ester, mulailah dengan berdoa. bagikan mimpi dan kerinduan anda kepada orang-orang disekeliling anda. Belajar akan apa yang menjadi hal dan kewajiban kita sebagai warga negara. Kita sudah melihat diatas bagaimana orang-orang biasa yang memperjuangkan hak dan kewajibannya ditengah bangsa ini. Mungkin orang-orang disekeliling kita merasa apatis dan tidak berdaya karena merasa hanya wong cilik saja yang jauh dari kekuasaan. Besarnya masalah yang dihadapi bangsa ini seringkali memaksa kita memikirkan solusi-solusi besar,s ehingga kita berasa tidak berdaya. Tapi sebetulnya banyak perubahan besar dapat terjadi apabila kita setia melakukan langkah-langkah sederhana. Segala sesuatu yang kita lakukan dengan gairah dan ketulusan, sesungguhnya bukannya tidak akan berdampak!

Seperti garam yang menghambat pembusukan, seperti terang yang memamukan orang untuk melihat, demikianlah kemampuan kita perempuan di bangsa ini. Kita punya kekuatan yang dapat membawa kebaikan.

WB Misi di desa Budaya Lung Anai, Kalimantan Timur

Lung Anai adalah salah satu desa budaya di Indonesia, terletak di kabupaten Tenggarong, Kuta Kertanegara - Kalimantan Timur. Pada tanggal 22-24 Mei 2014 secara khusus diadakan pembinaan WB misi kelompok usia ibu. Penduduk di desa ini adalah suku Dayak Kenya yang 100% beragama Kristen. Pembinaan ini dapat terselenggara atas permintaan dari kepala adat dan kepala desa setempat yang juga bertindak sebagai panitia lokal. Dalam pelaksanaannya, tim WB Tenggarong bekerjasama dengan tim WB seluruh Kalimantan Timur (Samarinda, Bontang, dan balikpapan) serta didukung juga oleh Tim Pria Sejati Tenggarong Kaltim.

Uniknya pembinaan ini dihadiri oleh 125 orang peserta yang mayoritas adalah suku dayak kenya yang tidak semua dapat berbahasa Indonesia aktif. Para fasilitator bertindak sebagai penterjemah selama sesi berlangsung. Oleh anugerah Tuhan, para peserta dapat mengerti isi sesi yang dibawakan, hal ini terlihat pada respon mereka selama pembinaan berlangsung; terjadi rekonsiliasi hubungan antara ibu dan anak diatara peserta dan juga antara fasilitator dan peserta.

Pembicara dalam pembinaan ini antara lain ibu Ningrum (Tim WB Jakbat), Ibu maya Senduk dan ibu Christine Suwoko (Tim balikpapan) serta pdt. Elim dan ibu Ratna sebagai pembicara sesi Ikatan Baru.

 

Menemukan Visi Hidup Melalui Pemuridan

Setiap alumni pembinaan WB Modul-1 diharapkan dapat terlibat juga didalam pembinaan WB modul 2 karena melalui modul 2 lah setiap alumni dapat mencapai visi-misi WB itu sendiri. Modul 2 WB merupakan sarana pemuridan bagi wanita yang tidak hanya diperuntukkan untuk alumni WB itu sendiri, melainkan juga pemuridan wantia di gereja lokal masing-masing. Mengapa pemuridan perlu bagi wanita dalam mencapai visi hidupnya?

Pemuridan adalah cara belajar yang sangat alkitabiah, cara yang kita teladani dari kehidupan Kristus dan sangat efektif dalam mendukung pertumbuhan rohani kita. Didalam pemuridan kita dapat melihat contoh dan menjadi teladan bagi orang lain. Melakukan pemuridan tidaklah sulit dikarenakan tidak membutuhkan waktu yang sangat khusus sekali. Menurut Ulangan 6:6-7, "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau duduk dirumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engaku berbaring dan apabila engkau bangun," Pemuridan dapat dilakukan pada saat kita bangun, berbaring, duduk, berjalan, dll. Artinya perudian dapat dilakukan dalam kehidupan dapat dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam matius 4:19, "Yesus berkata kepada mereka :"mari, ikutlah Aku, dan kamu akan kujadikan penjala manusia," ada dua cara untuk memuridkan yaitu "ikutlah aku", ini berarti bersama-sama, ada waktu yang diluangkan. yang kedua "kamu akan Kujadikan penjala manusia", ini berarti ada tujuan dan visi yang jelas dalam sebuah pemuridan. jadi setiap kali kita memuridkan atau berada dalam sebuah pemuridan, kita harus memiliki tujuan akhir yang jelas, mengetahui tahapan-tahapan yang dilakukan dan ada evaluasi didalamnya. Jika tidak, maka pemuridan akan menjadi sebuah program atau kegiatan yang membosankan.

Dalam sebuah proses pemuridak, tentunya hasil akhir bukan ditentukan oleh si pemurid, melainkan pemurid menolong orang yang dimuridkan, kita mengajukan pertanyaan :'apa kerinduanmu? Dan apakah engkau mengetahui kerinduan Tuhan dalam hidupmu? karena Tuhan yang menciptakan kita, :jadi fokusnya adalah menemukan target akhir Allah dalam kehidupannya dan ktia tinggal berjalan sesuai dengan target akhirnya. Tentunya butuh keinginan dengan Tuhan dan orang lain untuk menolong dan mengarahkan kita menemukan rencana Allah tersebut. Sebelum Yesus terangkat ke sorga, ia memberikan perintah yang "sakral", perintah yang harus dijalankan oleh kita semua yang menyebut diri sebagai pengikut Kristus. Oleh karena itu, kita perlu memahami bentuk pemuridan yang dapat kita lakukan agar amanat agung itu benar-benar dapat dijalankan dengan maksimal. kita dapat melihatnya dari pola Yesus memuridkan kedua belas muridnya.

Hal pertama yang Yesus lakukan adalah memilih. Ia memilih dan memanggil murid-muridNya untuk mengikuti Dia. Yesus berkata kepada murid-muridNya, "Bukan kamu yang memilih aku, tetapi akulah yang memilih kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikannya kepadamu. "(Yohanes 15:16). Apa yang mendasari pemilihanNya? Yesus memilih keragaman; keragaman dalam karakter, keragaman dalam kehidupan keseharian

Ada nelayan, pemungut cukai, ada si peragu, penghianat, si-ekspresif yang eksplosif, dsb. Yesus tidak mencapai orang yang "sama" dalam karakter, Dia tidak mencari orang yang "mudah". Dia mencari keragaman yang kompleks,s angat lengkap dengan berbagai kelemahan karakter karena keragaman dapat menjadi alat pembentukan satu dengan yang lain.

Hal kedua yang Yesus lakukan adalah menetapkan dua tujuan utama dalam melatih kedua belas orang itu. Pertama, agar mereka dapat menolongNya dalam melaksanakan pekerjaanNya. Kedua, agar mereka dapat melanjutkan pekerjaan itu sesudah ia pergi yaitu menjadikan semua bangsa muridNya. Yesus tahu bahwa ia harus melatih mereka secara mendalam dan terus menerus, sebab mereka akan menghadapi perlawanan yang sangat berat; mereka akan dirajam, dipukuli dan dijebloskan ke dalam penjara. Oleh karena itu masa pemuridan adalah masa yang sangat penting untuk membentuk mereka menjadi pribadi yang tahan uji.

Hal ketiga, Yesus melatih murid-muridNya secara langsung dalam kehidupannya sehari-hari. Kedua belas murid mengalami secara langsung, bagaimana menghadapi dan melayani jiwa-jiwa. Mereka mempelajari bagaimana reaksi dan respon Yesus terhadap penolakan, pertentangan dan penghakiman. Mereka melihat reaksi Yesus dalam melayani orang-orang berdosa, sehingga ia disebut sebagai sahabat dari orang-orang berdosa. Demikian pula seharusnya pola pemuridan yang kita jalankan, selain dilakukan ditempat dan waktu yang khsus, sebaiknya pemuridan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari; memberi contoh dalam menghadapi 'medan pertempuran' sehari-hari. Hal ini akan mmebawa kita bukan hanya menemukan sebuah teori melainkan teladan dalam mempraktekan kebenaran firman TUhan secara praktis dalam kehidupan kita setiap hari. itulah sebabnya kita tidak dapat memuridkan terlalu banyak orang, karena kita akan behadapan dengan pribadi yang memiliki keterbatasan dan waktu serta tenaga yang terbatas.

Lalu, bagaimanakah ciri-ciri seorang murid? Apakah kita sudah dapat dikatakan sebagai seorang murid?

Mari kita lihat apa yang alkitab katakan tentang ciri seorang murid?

1. Murid adalah seseorang yang hidupnya tinggal di dalam Kristus dan Kristus tinggal didalamnya. Hidupnya penuh dengan firman yang memerdekakan.

Yohanes 15:7-8, "Jikalah kamu tinggal didalam Aku dan firman-Ku tinggal didalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapaku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu."

Yohanes 8:31-32, "Maka katanya kepada orang-orang yahudi yang percaya kepadaNya ; "Jikalau kamu tetap dalam firmanku, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu"

2. Murid adalah seseorang yang penuh kasih dan hidup dalam saling mengasihi

Yohanes 13:34-35, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

3. Murid adalah seseorang yang mau menyangkal diri dan memikul salib. Lukas 14:26-27, "Jikalau seorang datang kepada-ku dan ia tidak membeci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laku-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikut aku, ia tidak dapat menjadi muridKu.

Tentu saja perjalanan menjadi seorang murid Kristus tidaklah mudah, penuh dengan liku-liku dan berbatu-batu; jatuh dan bangun, gagal dan berhasil. Apapun kondisinya, kita harus terus belajar untuk menjadi murid-murid sejati yang menghasilkan buah

Untuk menjadi seorang pemurid kita juga tidak perlu menunggu menjadi sempurna, jangan merasa minder atau tidak layak karena kita semua tidak lepas dari pergumulan dalam perjuangan hidup. Selalu ada janji kemenangan bagi kita yang mengasihi Dia. Oleh karena itu, jika kita mengasihi Dia, maka kita harus menggembalakan domba-dombaNya.

Doa Puasa Nasional WB

"Bermegah karena mengenal Dia" (Yeremia 9:23-24) adalah tema dari doa puasa nasional pelayanan WB yang dilaksanakan pada tanggal 17-19 Juli 2014 bertempat di Pelangi Organic Farm, Sentul - Bogor, Jawa Barat. Diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari jajaran kepemimpinan yaitu : tim strategis, staff sekretariat, head unit, PIC Regional dan juga beberapa PIC kota sesuai rekomendari dari PIC regiobal masing-masing, dan termasuk BOA (Board of Advisor).

Sesi pertama dibawakan oelh pembicara tamu, Bpk. Philip Andrew yang membahas mengenai "Depend on God" yaitu sikap hati yang sepenuhnya percaya dan bergantung hanya kepada kedaulatan Tuhan akan membawa kita melihat dan mengalami penggenapan janji Tuhan dalam hidup kita. Seperti yang terjadi pada hanna, istri Elkana, dalam menyikapi masalah/tantangan dalam hidupnya.

Hari kedua, seluruh peserta diajak untuk bersama-sama belajar membaca, merenungkan firman Tuhan dan melakukan kontemplasi pribadi lewat "Lectio Divina" yang sebelumnya diarahkan terlebih dahulu oleh ibu Susanna Setiawan. Setelah itu dilanjutkan dengan puasa bicara dan mempraktekkan lectio divina secara pribadi. Lectio Divina adalah pola perenungan pribadi secara pribadi. Lectio Divina adalah pola perenungan pribadi dari sejarah gereja dengan acuan berdasarkan firman Tuhan yang dibaca 2 sampai 3 kali, setelah itu mencatat setiap hal yang spontan muncul di hati sebagai bentuk hasil perenungan dialog pribadi kita dengan Tuhan. "The miracle of fasting" adalah topic berikutnya yang disampaikan diselingi dengan doa, pujian dan penyembahan secara korporat.

Di hari ketiga Bapak Paulus Muljadi menyampaikan sesi "Bermegah karena mengenal DIA" dan diakhir dari rangkaian doa puasa kesimpulan disampaikan oleh Ibu Anna Ho. (/aa)

Page 5 of 13

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates