HomeWise Woman Edisi 20

Article List

Wise Woman

Hidup berlimpah kasih karunia

Hidup yang berlimpah dengan kasih karunia - itulah pernyataan yang tepat untuk menggambarkan kehidupan maria, Ibu Yesus. Kita dapat melihat kasih karunia Tuhan nyata dalam setiap masa kehidupannya berkenaan dengan panggilan dan tanggung jawabnya sebagai ibu dari seorang Mesias. mari kita lihat satu demi satu masa kehidupan maria dan bagaimana kasih karunia TUhan atas dirinya memampukan Maria melewati banyak proses berat dalam kehidupannya.

1. MASA MENGANDUNG BAYI YESUS (Lukas 1:26-38)

Masa ini dimulai dengan pilihan Tuhan atas Maria untuk mengandung anak laki-laki karena Roh Kudus, "Jangan takut, hai maria, sebab engkau beroleh kasih karunia dihadapan Allah". Sebuah janji bahwa kasih karunia Allah akan berlimpah dalam diri Maria. Pilihan Tuhan tentunya membuat hidup Maria berubah seketika. yang pertama, maria harus menghadapi pandangan negatif dari keluarga dan masyarakat sekitarnya. Oleh karena dia baru bertunangan dengan Yusuf (belum hidup sebagai suami-isteri), maka jelas kehamilannya akan menimbulkan dugaan bahwa ia hamil diluar nikah. Siapakah yang dapat percaya kepadanya bahwa anak yang dikandungnya berasal dari Roh Kudus?

Kedua, Yusuf tunangannya pun mungkin saja mencuriagi dia tidak setia kepada ikatan pertunangan mereka dan hamil dengna pria lain. Itu sebabnya Yusuf mempertimbangkan untukmenceraikan Maria dengan diam-diam (Matius 1:19). Akan tetapi Tuhan mencegah maksud itu, sekaligus memperjelas rencana Tuhan atas Maria kepada Yusuf sehingga ia tidak ragu mengambilnya menjadi isteri (Matius 1:20-21). Maria sanggup melewati masa mengandung yang tidak mudah ini oleh kasih karunia TUhan.

2. MASA MELAHIRKAN BAYI YESUS (Lukas 2:1-20)

Dalam kondisi hamil besar, Maria harus menempuh perjalanan berat ke Betlehem untuk memenuhi perintah pendaftaran Kaisar Agustunys. Bukan hanya melelahkan secara fisik, ia juga menghadapi kenyataan pahit tidak tersedia tempat yang memadai baginya untuk bersalin. Siapakah wanita yang mau melahirkan di kandang domba? Belum lagi perlengkapan bayi ala kadarnya; hanya kain lampin dan palungan. Kenyataan yang dihadapi Maria bisa saja menimbulkan keraguan dalam hatinya akan kebenaran rencana Tuhan atas dirinya.

Maria mungkin tidak pernah menduga bahwa tamu pertama yang mengunjunginya adalah para gembala, bukan sanak keluarganya. Sesuatu yang sangat menyedihkan karena Maria harus melahirkan jauh dari orang-orang terdekat yang dikasihinya. Berikutnya, datang orang-orang majus dari timur yang mempersembahkan emas, kemenyan dan mur  IMatius 2:1-12). Suatu kejutan yang tidak terduga bagi maria, namun kedatangan para gembala dan orang majus itu merupakan cara Tuhan menghapus keraguan dan kesediah Maria. Tuhan menunjukkan bagaimana orang-orang tersebut datang karena pemberitahuan dari Tuhan sendiri.

Beberapa waktu setelah kelahiran, Maria harus menerima berita bahwa anaknya dikejar-kejar oleh Herodes untuk dibunuh. Bersama Yusuf, ia melarikan diri ke Mesir sampai situasi aman dan mereka bisa kembali ke Galilea (kota Nazareth). Apa yang membuat Maria sanggup menempuh semua itu, tidak lain karena kasih karunia Allah.

3. MASA MEMBESARKAN MESIAS (Lukas 2:21-52)
Sebagai orang tua, Maria bertanggung jawab untuk menanamkan nilai ketaatan dalam diri Yesus, semua bermula dari ketaatan Yusuf dan maria sebagai orang tua dalam melaksanakan hukum Taurat. Pada hari kedepalan, Yesus disunat. Kemudian setelah masa pentahiran Yesus dibawa ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan seperti apa yang tertulis dalam hukum Taurat. Dalam ketaatan mereka inilah, TUhan membawa mereka berjumpa dengan Simeon dan Hana yang meneguhkan iman mereka bahwa Yesus adalah seorang Mesias.

Setiap tahunnya pada perayaan Paskah, Maria dan Yusuf selalu pergi ke Yerusalem, mereka mengajarkan Yesus hidup beribadah dan menuruti apa yang dituliskan dalam kitab Taurat. Hingga suatu saat, diusia Yesus yang kedua belas, ia tinggal di Bait Allah dan bertanya jawab dengan para alim ulama. Semua tercengang akan kecerdasanNya, termasuk Maria. Tentunya ada peran Maria juga selaku orang tua yang berulang-ulang mengajarkan kebenaran firman Allah kepada Yesus. Dituliskan selanjutnya bahwa Yesus bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan makin dikasihi oleh Allah dan sesama.

Setelah Yesus dewasa, maria terus menantikan penggenapan Yesus sebagai Mesias. Adakalanya sikap Yesus mungkin tidak dapat dipahami, tetapi maria bersabar dalam menghadapiNya. Saat perjamuan kawin di kana, maria mendorong anaknya membuat mujizat namun yesus malah menjawab, "waktuku belum tiba". Meskipun akhrinya Yesus membuat mujizat dan ini dikenal sebagai mujizatNya yang pertama.

Suatu hari ketika Maria dan saudara-saudara Yesus datang mencariNya ditengah-tengah kerumunan orang banyak, Yesus berkata bahwa orang yang melakukan kehendakNya adalah ibunya dan saudara-saudaranya. Dia seolah tidak lagi peduli dengan ibu dan saudara-saudara kandungNya sendiri. Saat inilah Maria mulai harus melepaskan Yesus dan merelakan diriNya bekerja bagi kepentingan Kerajaan Allah. Ia pasti mulai merasakan kehilangan karena Yesus sekarang adalah milik orang banyak

4. MASA PERSIAPAN DAN KEMATIAN TUHAN YESUS (I Yohanes 19:25-27)

Inilah masa yang paling mendukakan hati Maria; melihat anakNya mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia, sekalipun dia sudah tahu sejak awal bahwa hal ini akan terjadi. Maria tidak larut dalam kesedihannya, setelah Yesus naik ke sorga, bersama-sama degnan murid Yesus, ia berdoa di loteng Yerusalem menatikan pencurahan Roh Kudus yang Yesus janjikan (Kisah para Rasul 1:14). Sungguh luar biasa, Maria mengerti bahwa tugasnya mengandung, melahirkan dan membersarkan sang Mesias telah selesai. Kini adalah waktu untuk bergerak bersama murid-murid Yesus yang lain.

Apakah yang membuat Maria menerima kasih karunia Allah yang begitu melimpah?

1. Maria mengakui bahwa ia adalah hamba Allah (Lukas 1;38)

Menjadi hamba Allah berarti bersedia tunduk pada otoritas dan kedaulatan Tuhan; siap melakukan kehendak Allah. Menjadi hamba Allah berarti memiliki kerendahan hati, sebuah syarat mutlak agar kasih karunia Allah dapat mengalir.

2. Maria menyimpan janji dan pernyataan Allah dalam hatinya.

Berkali-kali Alkitab mencatat bahwa Maria menyimpan di dalam hatinya segala perkara yang berkenaan dengan Yesus putranya (Lukas 2:19, 51). Ini membuat Maria tetap percaya bahwa rencana Tuhan mengenai Mesias adalah benar

3.  Maria menerima kehadiran orang-orang yang menguatkan dia.

Maria terbuka saat ada orang-orang yang Tuhan kirimkan untuk menyampaikan peneguhan kepadanya dalam setiap masa kehidupannya. Seperti Yusuf suaminya yang mendapatkan mimpi untuk pergi ke Mesir, para gembala, orang majus, Simeon dan Hana dan murid-murid Yesus sendiri. Orang-orang disekitar Maria menjadi saluran sehingga kasih karunia Tuhan mengalir kepada Maria.

Refleksi Pribadi :

Setelah mempelajari kisah Maria mari kita merenungkan kehidupan pribadi kita secara jujur ;

1. Apakah saat ini kita sudah mengalami hidup dalam kasih karunia Allah ataukah kita bergumul karena tidak lagi merasakan kasih karunia Allah ?

2. Apakah kita telah memiliki hati hamba sehingga kasih karunia Allah dapat mengalir dalam hidup kita? Apa yang menghalangi kita untuk mempunyai hati hamba?

3. Temukanlah orang-orang disekitar kita yang Tuhan pakai menjadi saluran kasih karuniaNya bagi kita!

Kekuatan Kuasa Kasih Karunia

Alkisah seorang putri disebuah kerajaan yang memiliki kekuatas magis dalam dirinya. Awalnya kekuatannya ini menjadi kebanggaan bagi dirinya,s ampai suatu ketika dia menyadari bahwa kekuatannya ini ternyata adalah kelemahan juga didalam dirinya; semua yang disentuhnya berubah membeku bagaikan es, adiknyapun hampir saja mati akibat kekuatan yang dimilikinya itu. Bertahun-tahun lamanya sang putri mengurung diri di dalam kamar, menutupi kelemahan yang dimilikinya, ia berpegang pada pesan almarhum sang ayah, "jadilah gadis yang baik. Sembunyikan kelemahanmu, jangan rasakan dan jangan biarkan mereka tahu." Pesan ini menjadi beban di hatinya, ia tak sanggup lagi menahannya sampai akhrinya seluruh warga kerajaan mengetahuinya. Saat itulah ia berubah, melihat kelemahannya sebagai anugerah dan pada akhrinya kelemahan yang dimilikinya dapat menjadi kekuatan yang dapat memperkokoh kerajaannya.

Bunia menyuruh kita agar jangan pernah menunjukkan kelemahan kita. Sebenarnya sikap ini menjadi momok dalam kehidupan kita, membuat kita menjadi pribadi yang tidakk berani tampil atau maju, berusaha untuk menutupi kelemahan dan sibuk melabur citra diri supaya dapat selalu tampil yang terbaik.

Bukankah kita sering terinspirasi ketika kita melihat orang-orang yang secara fisik mengalami kekurangan, tetapi mereka mampu melakukan sesuatu layaknya orang normal bahkan melebihi dari yang biasanya orang normal lakukan. Perkara yang luar biasa.

Ada seorang yang lumpuh mulai dari leher hingga kakinya, namun dapat menjadi motivator dan penulis buku best seller. Ada juga yang tidak memiliki  kaki dan tangan, namun dapat bekerja layaknya orang normal. Seseroang yang buta, namun dapat memainkan sebuah gitar dengan piawai. Mereka adalah pribadi yang menunjukkan kepada dunia bahwa kelemahan yang ada di dalam diri mereka dapat dipakai Tuhan

Ketika kita sedang berada dalam kelemahan tidak jarang kita ingin undur dari Tuhan, karena kita berusaha melakukan hal yang berkenan dihadapanNya, justru sebaliknya yang kita lakukan. Berusaha menjadi wanita yang bijak, namun malah hidup sebagai wanita yang bodoh. Selanjutnya kita berpikir bahwa wanita bijak hanyalah sebuah slogan dan berhenti belajar untuk berubah

Selama satu tahun ini WW sudah mengangkat tema "Dalam Kelemahanku KuasaNya sempurna" dan "Kekuatan Dalam Kelemahan"' bersyukur tema-tema ini telah memberika sebuah sudut pandang yang lain mengenai kelemahan yang kita miliki; orang yang kuat bukan berarti tanpa kelemahan dan kelemahan bukanlah penghalang lahirnya kekuatan. Sebagai orang yang menerima kasih karunia Tuhan, kita tidak perlu kuatir dengan kelemahan karena meskipun kasih karunia Tuhan tidak menghilangkan kelemahan kita, justru dalam kelemahanlah kuasa TUhan bekerja dengan sempurna. Itu sebabnya jangan takut dengan kelemahan kita karena disanalah kasih karunia Tuhan bekerja.

Secara umum arti kasih karunia adalah sesuatu yang berharga diberikan secara cuma-cuma  kepada orang yang tidak layak menerimanya. Alkitab menyebut dengan kasih karunia dan sehari-hari kita biasa menyebutnya dengan anugerah. Tuhan memberikannya pertama-tama kepada kita untuk mampu percaya akan keselamatan yang diberikanNya dengan cuma-cuma. "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahami, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Ef 2:8-9).

Tuhan memberikan kasih karunia kepada orang yang dipilihNya. Tidak ada seorangpun yang layak untuk dipilih, tidak ada seorangpun yang mempunyai kualitas tertentu sehingga dianggap pantas untuk menerima kasih karunia pengampunan, mendapat penebusan, hidup yang baru didalam Dia, dan jangan berpikir bahwa kita dapat menjadi seperti sekarang ini karena ada "sesuatu" didalam kita yang Tuhan pertimbangkan sampai kita lebih berhak menerima kasih karuniaNya dari pada orang lain.

Kita dipilih untuk diberi kasih karunia itu semata kedaulatan Tuhan, tidak ada yang dapat mempertanyakan. "Tetapi Allah yang kaya degnan rahmat, oleh karena kasin-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh anugerah kita diselamatkan -- dan di dalam Kristus Yesus ia telah membangkitkan kita juga dan membarikan tempat bersama-sama dengan Dia disurga" (Efesus 2:5-8). Tujuan kasih karunia diberikan supaya pada masa yang akan datang Allah dapat menunjukkan kepada kita kekayaan anugerah-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus (Efesus 2:7). Sejak awal kasih karunia diberikan berupa anugerah, yaitu kekuatan untuk menjadi seperti yang diinginkannya.

Untuk dapat mengalami kekuatan kasih karunia Tuhan, Yesus mengatakan bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan yaitu : menyangkal diri, memikul salib setiap hari dan mengikut Dia (Lukas 9:23). Menyangkal diri artinya berkata 'tidak' kepada diri sendiri dan dosa. Memikul salib artinya mati dari kehidupan yang lama dan bersedia masuk dalam kehidupan baru dalam Kristus. Sama seperti Kristus yang dengan rela naik ke atas salib, maka tidak ada yang bisa memaksakan salib pada diri kita. Salib sifatnya sukarela. Selama kita masih memegang dan hidup dengan cara hidup yang lama, kita tidak akan pernah mendapatkan kekuatan menjalani kehidupan baru yang Yesus janjikan.

Setiap wanita yang mau hidup di dalam visi wanita bijak, "melalui keunikannya wanita berfungsi dan menjadi teladan," memerlukan kasih karunia. kasih karunia sanggup melampaui setiap kelemahan, ketidak-sanggupan, keterbatasan, kekurangan bahkan kegagalan kita untuk memenuhi perintah-perintahNya. Alkitab mencatat, Tuhan memberikan kasih karunia pada para wanita sesuai dengan keunikannya. Kita dapat dipakaiNya untuk hal-hal yang baik dan luar biasa. Dalam kasih karuniaNya, kita dapat menggenapi rencana Tuhan dalam hidup ktia. Sebab itu, kita tidak perlu menjadi sempurna terlebih dahulu baru dapat dipakai Tuhan. Kita dapat dipakaiNya untuk menyatakan kemuliaanNya sesuai dengan kapasitas ktia masing-masing. Dibalik segala kelemahan kita, justru kuasa Tuhan semakin bekerja dengan sempurna.

Janda Sarfat mendapat kasih karunia berani mengambil keputusan memberikan roti kepada Elia sekalipun ia belum tahu apakah akan ada kelanjutan persediaan makananbaginya dan kedua anaknya. Rahab menerima kasih karunia berani untuk menyembunyikan tamunya dibawah jerami sekalipun ia belum tahu apakah usahanya akan berhasil dan tidak ketahuan, sebab bila perbuatannya diketahui orang maka ia siap ditangkap bahkan dibunuh bersama dengan orang-orang yang disembunyikannya. Wanita Fenisia mendapat kasih karunia ngotot dan tebal muka untuk mendapat kesembuhan dari Tuhan Yesus sekalipun ia disebut anjing yang tidak layak dapat roti dari meja tuan. Dengan kasih karunia "tidak tahu malu", wanita ini minta remah-remah yang jatuh dari sisa makanan anak-anak tuannya. Maria ibu Yesus menerima kasih karunia tabah menerima risiko karena hamil sebelum menikah, sekalipun saat itu ia belum pernah mendengar ada perempuan yang dapat hamil karena dinaungi Roh. maria tidak takut mengalami sesuatu yang belum pernah dialami oleh perempuan manapun dimuka bumi ini.

Kita membutuhkan kasih karunia "stand alone" untuk memiliki sikap hati teladan. Menjadi teladan adalah menjadi pendahulu dari semua orang untuk melakukan yang belum pernah dilakukan oleh orang lain. Keputusan itu dibuat dan dilakukan karena kita tahu bahwa kita yang diciptakanNya utnuak melakukan pekerjaan baik yang secara khusus dipanggil untuk melakukannya. Kita diberi kasih karunia yang menjadi kekuatan yang dianugerahkan sesuai dengan keunikan kita masing-masing. Dari banyak wanita yang dicatat di alkitab, kita dapat belajar bahwa menjadi teladan kita harus berjalan paling depan. Sampai hari ini Tuhan terus menganugerahkan kasih karuniaNya untuk setiap wanita pilihanNya. Ada bunda Teresa yang dianugerahkan belas kasihan untuk mencintai orang-orang yang sakita hampir mati di India. Ada Corry Aquino yang dianugerahkan keteguhan hati untuk memimpin negara Filipina dan memberantas korupsi dibangsanya. Ada Risma yang menerima kasih karunia keberanian untuk menutup Dolly ketika ia menjadi walikota di Surabaya. Ada banyak wanita bijak yang hidup di dalam visi dan mampu menjadi teladan meskipun mereka masih memiliki kelemahan, hal ini dikarenakan kasih Karunia Tuhan masih cukup sampai hari ini dan terus dianugerahkan buat yang berani mempercayaiNya. Ketika kita berhadapan dengan masalah yang datang bagaikan raksasa-raksasa yang tak terkalahkan, ketika kita merasa tidak berdaya, apakah kita lebih menyadari kelemahan kita atau kita mau mengandalkan kasih karuniaNya yang dapat melahirkan kekuatan ditengah kelemahan kita?

Kekuatan dalam kelemahan

Sebuah survey yang dilakukan oleh Yayasan Journal Perempuan menyatakan bahwa "perempuan yang berkeluarga baik didesa maupun di kota memiliki jam kerja 15 hingga 20 jam sehari, jika ia bekerja diluar rumah, ditambah tugas-tugas dirumah maka ia memiliki jam kerja yang lebih panjang lagi." Hal ini menjadi paradoks pada fakta yang menyatakan bahwa secara fisik, wanita memiliki struktur fisiologis lebih lemah dibandingkan pria, wanita memiliki kekuatan hanya sepertiga dari tubuh laki-laki. Selain itu secara psikologis, wanita 90% menggunakan perasaannya dan sisanya logika, sebaliknya pria menggunakan 90% logikanya dan sisanya perasaan. Lalu dorongan apakah yang memampukan wanita melakukan jauh lebih banyak diluar dari keterbatasan yang dimilikinya?

Wanita memang didesign Tuhan dengan sungguh unik. Untuk menjalani fungsinya sebagai penolong, ada kasih karunia yang Tuhan berikan. Kita lihat saja salah satu contoh wanita yang melahirkan Kristus di dunia ini, Maria.

Pada waktu Kaisar Agustus mengeluarkan perintah untuk mendaftarkan semua orang diseluruh dunia, maria yang saat itu dalam keadaan mengandung, dengan usia kehamilan tua, harus menempuh perjalanan dari Nazaret menuju Betlehem menggunakan keledai (cara yang biasa saat itu). Tentunya bukan hal yang mudah bagi seorang wanita yang sedang hamil tua harus menempuh perjalanan ini.

Jarak dari Nazareth ke Betlehem kira-kira 80 mil = 128 KM. Diperkirakan mereka menempuh jarak itu dengan kecepatan 4 mil/jam, sehingga memakan waktu selama 20 jam. Pertanyaannya, kekuatan apakah yang memampukan Maria berjalan menuju Betlehem? Bagaimana rencana Tuhan dapat digenapi pada situasi sulit yang dihadapi maria saat itu? (Mikha 5:1, "Tetapi engkau, hai Betlehem Eftara, hai yang terkecil diantara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel,  yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.")

Dunia memiliki cara sendiri; standar sendiri, prinsip-prinsip sendiri. Tapi Allah memiliki cara pandang yang berbeda dengan dunia. Kekuatan yang dikenal dunia dan militer. kekuatan itu memperhamba, mengendalikan, mengalahkan, mendominasi, memaksakan kehendaknya sendiri. Pada dasarnya motivasinya bersifat egois. Kekuatan itu hanya mementingkan tujuannya sendiri, bukan keuntungannya sendiri - bukan manfaat bagi mereka yang dikendalikan. Derek Prince dalam kotbahnya, menyatakan bahwa standar Allah akan kekuatan dijawab dalam satu ayat yaitu Roma 15:1, "Kita yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri." Ini adalah tanda kekuatan yang alkitabiah. Bukan pada berapa banyak yang bisa anda lakukan, tapi seberapa banyak anda bisa menanggung kelemahan orang lain. Memang sangat menyenangkan untuk menjadi kuat karena kemampuan sendiri, kuat dalam pelayanan anda sendiri dan pengalaman anda sendiri, menjadi orang yang memiliki semua jawaban, tapi semuanya itu tidak benar-benar membutuhkan kekuatan rohani.

Kekuatan dari Allah datang pada kita hanya lewat satu saluran yaitu salib Yesus Kristus. Di salib, sebuah pertukaran ilahi terjadi. Lewat salib, Tuhan menggantikan kelemahan kita, hikmatNya untuk menggantikan kebodohan kita. Kita akan menerimanya ketika kita menunggu dengan sabar dalam iman dibawah kaki salib.

Yesaya pasal 40:28-31 mengungkapkan perbedaan antara kekuatan manusia dan kekuatan Allah, serta cara agar kita bisa mempertukarkan kekuatan alami kita yang terbatas dengan kekuatan Allah yang tak terbatas. "Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kau dengar? Tuhan ialah Allah yang kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-rang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." Ada perbedaan yang jelas antara kekuatan alami dengan kekuatan ilahi. Kekuatan alami digambarkan dengan orang-orang muda dan teruna-teruna.

Tetapi kekuatan alami mereka tidaklah cukup, "Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,..." Ada pilihan lain : Ketika kita menanti-nantikan Tuhan kita akan mendapatkan kekuatan yang baru. Terjemahan literal bahasa ibraninya adalah, "kita akan mempertukarkan kekuatan." Itulah arti sebenarnya.

Ketika kita tiba di akhir batas kekuatan kita dan sebagai ganti kekuatan kita, kita mendapat kekuatan Allah. Saat kita tiba dipenghujung semua yang bisa kita lakukan, kekuatan Allah tersedia bagi kita semua. Lihatlah apa yang bisa dilakukan kekuatan itu bagi kita. Kita akan terbang dengan sayap seperti burung rajawali, kita akan berlari tapi tidak akan menjadi lesu, kita akan berjalan dan tidak menjadi lelah. Ada tiga gambaran kekuatan terbang burung rajawali yang melayang dilangit, jauh tinggi melampaui segala burung. Kemudian ada aktivitas yang memerlukan kekuatan - kita akan berlari dan tidak menjadi lesu. Tapi ingat juga, kita akan berjalan dan tidak akan menjadi lelah. Diantara ketiga ini, pastinya yang paling sukar adalah berjalan. Berjalan merupakan kegiatan sehari-hari yang mungkin kelihatan biasa, monoton, membosankan. Tetapi sementara kita menanti-nantikan Tuhan, kita menerima kekuatan dari ketiganya; untuk terbang, berlari dan berjalan.

Paulus adalah pribadi yang menemukan kekuatan didalam kelemahannya. Kesaksiannya terdapat dalam 2 Korintus 12:7-10, "Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri didalam dagingku, yaitu seorang utusan iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku :"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. karena itu aku senang dan rela didalam kelemahan, didalam siksaan, didalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Ketika seluruh kekuatan, hikmat, kepintaran, dan kemampuan kita habis, ketika kita tidak lagi memiliki jawaban, ketika kita ditekan; saat itulah kekuatan Allah dinyatakan dalam diri kita. Dalam hidup Paulus, Tuhan menunjukkan kemurahanNya; ia tidak mengangkat beban itu, karena Dia tahu, beban itulah yang membawa Paulus ke tempat dimana dia terbuka untuk menerima kekuatan dan kuasa supraalami dari Allah. Pasti ada titik dalam perjalanan kekristenan kita, ketika kita tiba dibatas kekuatan kita, dimana kita tidak bisa melakukannya lagi. Saat itu, jangan menyerah, tetapi berpalinglah pada Allah. Dan lewat salib serta penantian akan Tuhan, seperti yang Yesaya katakan, kekuatan dan hikmat Allah yang supraalami akan dicurahkan atas kita.

Dengarkanlah perkataan Paulus ini : karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Kor 12:10)

Pernahkan anda menyadari bahwa kelemahan anda adalah cara agar kekuatan Allah bisa dilimpahkan dalam hidup Anda lewat salib Yesus?

Dimuridkan dan Memuridkan

Tema WW kali ini adalah menemukan kekuatan di dalam kelemahan kita. Kami menyadari bahwa untuk tetap kuat, kita tidak dapat sendirian, butuh orang lain untuk membuat kita fokus pada salib Kristus yang menjadi sumber kekuatan kita. Terlibat dalam pemuridan merupakan satu-satu jalan untuk kita dapat melewati setiap 'lembah kekelaman'. Kita membutuhkan 'seorang gembala' yang dapat menuntun kita keluar dari lembah yang kelam itu menuju padang yang berumput hijau. Didalam pemuridan, kita dituntut memiliki komitmen, tujuan dan pikiran yang terpusat pada Kristus.

Berikut ini beberapa tips yang harus kita miliki dalam menjalankan pemuridan, sehingga kita menjadi pribadi-pribadi yang kuat :

FOKUS

Untuk bisa berjalan, keduanya harus berfokus pada memuliakan Allah, menjadi serupa dengan gambaran Kristus, bertumbuh dalam pengenalan akan Bapa di sorga, melayani Tuhan kita.

BELAJAR

Sama-sama mau saling belajar merendahkan diri satu sama lain, untuk saling terbuka. Murid mau belajar sesuatu dari sipemurid, begitu juga sebaliknya

KASIH

Saling menerima dalam ikatan kasih Kristus, karena dengan ini masing-masing merasa nyaman membagikan kelemahan-kelemahan, kegagalan-kegagalan dan pergumulan yang sedang berlangsung. kasih Kristus berarti penerimaan, tidak dihakimi, disemangati, tidak dikecilkan, diangkat bukan dijatuhkan. Hubungan yang didasari kasih akan membangun kedekatan yang natural antara pemurid dan murid.

Beberapa hal yang patut dimiliki oleh Pemurid dan Seorang Murid :

PEMURID

Sebutan pemurid berarti ia lebih 'tua' atau dewasa rohani, datang dari pengalaman hidup seseorang. Pemurid bukanlah orang yang sempurna, tetapi ia hanya lebih dewasa dalam iman, telah berjalan bersama Tuhan lebih lama dibandingkan para perempuan muda (belum dewasa rohani)

Apa yang membuat seseorang menjadi pemurid? Waktu yang telah ia bahiskan dengan kristus, serta kehadiran Kristus dalam hidupnya menjadikan ia bak sebuah mercusuar; pemberi semangat, pemandu bagi mereka yang lebih muda dari dirinya. Modal utama yang diperlukan hanya satu yaitu mengasihi TUhan.

Seorang pemurid berfokus pada Kristus dan muridnya diarahkan kepada Kristus juga, bukan pada tujuan atau kepentingan tertentu sipemurid. Karena tujuan pemurid yaitu menolong murid menemukan panggilanNya dalam Tuhan. Bagi seorang pemurid, pribadi-pribadi yang dilayaninya merupakan para perempuan yang Allah kirimkan, dengan tujuan disemangati, didoakan, dan diajarkan. Jangan pernah menganggap mereka (murid) sebagai koleksi piala atau bukti dari kebanggaan atas ketaatan karena melakukan Titus pasal 2.

MURID

Untuk menjadi seorang murid, ia harus berdoa terlebih dahulu agar menemukan pemurid yang pas. ia harus mau belajar meneruskan dan membagikan pengenalan tentang Allah kepada mereka yang lebih 'muda'. Tidak menganggap pemurid itu segala-galanya melebihi Tuhan, dan juga bukan sebagai pribadi yang dibanggakan. Bersedia untuk terbuka demi pertumbuhan dengan dasar kasih Kristus.

Melalui pemuridan, kita akan menerima kekuatan dari Allah untuk melewati setiap kelemahan yang kita miliki. Pemuridan merupakan panggulan Allah. Allah yang memanggil, Allah yang mencukupi. Ketika menjalani kebenaran firman dalam Titus pasal 2, ketika kita membuka hati, bersedia dan percaya bahwa Allah akan memampukan, maka kita akan melihat kekuatanNya didalam kita.

Mempraktekkan Gaya Hidup Yesus

Zaman sudah berubah, tidak sedikit kita temui wanita yang berperilaku berbeda dari generasi sebelumnya atau bahkan berprilaku yang tidak sewajarnya (menentang norma, moral, bahkan nilai-nilai kekristenan). Sebenarnya kita tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya, kemungkinanbesar hal ini dikarenakan ketidak tahuan mereka akan kebenaran Firman Tuhan; tidak ada pribadi yang bersedia mengajarkan atau mungkin juga karena perkembangan zaman yang begitu mempengaruhi atau ada hal lainnya.

Saat ini budaya melakukan sesuatu secara bersama-sama dan membangun komunikasi secara tatap muka, telah hilang dan tergantikan dengan budaya individualism. Perkembangan teknologi juga memberikan kontribusi terhadap berkembangnya individualisme ditengah-tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Kesibukan juga menghalangi kita untuk mempelajari kebenaran Firman Tuhan dan meneruskan prinsip-prinsip rohani tersebut kepada wanita-wanita disekitar kita. Kecanggihan teknologi memudahkan kita mendapatkan informasi, membuat sebagian besar orang berpikir hanya dengan mengetahui segalanya akan menjadi mudah. Padahal kita tidak hanya membutuhkan teori (mengetahui banyak hal) tentang kebenaran Firman Tuhan, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, yang sebenarnya hal ini hanya bisa dilakukan dengan cara melihat langsung bagaimana cara orang lain melakukan kebenaran Firman Tuhan dalam kehidupannya.

Tidak semua dari kita terdidik atau bertumbuh dalam keluarga maupun lingkungan yang memberikan figur/teladan yang hidupnya dipengaruhi oleh Firman Tuhan setiap hari. Oleh sebab itu kita butuh pemurid yang dapat membuat kita belajar, khususnya belajar dari kehidupannya; bagaimana cara ia mempraktekkan kebenaran Firman Tuhan, baik itu gagal maupun berhasil.

Mengapa pemuridan wanita begitu penting? Karena meskipun ktia telah menikah, ada beberapa pergumulan dari hidup kita yang tidak bisa dimengerti oleh pasangan kita, melainkan oleh wanita lain sesama tubuh Kristus. Pemuridan juga merupakan gaya hidup yang Tuhan mau dan Yesus teladankan. Didalam pemuridan kita tidak hanya saling belajar, melainkan juga saling menjaga satu sama lain, Dengan melakukan pemuridan, sesungguhnya kita sedang melakukan Amanat Agung Tuhan yaitu menjadikans emua bangsa murid Kristus.


Dalam surat Titus dua, Paulus menceritakan kepada teman mudanya Titus, kawan dalam pelayanan serta murid Tuhan, mengenai relasi yang harus dimiliki oleh kita para wanita dalam Kristus.
Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dans uci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang (Titus 2:3-5)

Paulus mendorong para ‘perempuan tua’ untuk memiliki kebiasaan/gaya hidup yang berbeda dengan kebiasaan/gaya hidup perempuan-perempuan tua di Kreta saat itu; mereka yang tak lagi repot dengan urusan mengurus anak, menikmati kebebasannya dengan berkumpul sambil menenggak anggur dan bergosip. Oleh sebab itu Paulus menekankan pentingnya para wanita berada dalam kelompok-kelompok pemuridan agar terhindar dari kebiasaan yang dapat merusak nilai-nilai kekristenan yang telah tertanam dalam kehidupannya (1 Korintus 15:33, Janganlah kamu sesat ; Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik). Paulus menekankan bahwa pengajaran yang efektif tidak harus selalu disampaikan melalui kotbah, melainkan lewat pengajaran sehari-hari yang diberikan oleh perempuan yang lebih tua (dewasa rohani) kepada perempuan muda, karena mereka dapat menunjukkan bagaimana mengaplikasikan kebenaran Firman Tuhan melalui contoh hidupnya dan melakukannya itu didasari dengan hati yang murni untuk Tuhan. Ini merupakan khotbah yang hidup dan tentunya sangat menginspirasi.

Hubungan yang saling terbuka, saling menguatkan akan membuat kita merasa tidak sendirian berjuan melewati semua permasalahan dalam kehidupan ini.

Keberhasilan sebuah pemuridan tidak terletak dari seberapa hebat atau berhasilnya kehidupan di pemurid (perempuan tua), karena yang dibutuhkan murid (perempuan muda) bukanlah serentetan keberhasilan yang melengkapi biografi kehidupan perempuan tua, melainkan bagaimana pemurid (perempuan tua) memiliki kehidupan kerohanian yang bersemangat dan dapat mengaplikasikan/mengajarkan kembali kepada murid (perempuan muda). Dengan begitu, dalam sebuah pemuridak yang terpenting bukanlah ‘materi’ yang diajarkan, melainkan relasi antar pribadi sehingga terjalin hubungan yang transparan diantara keduanya. Tentunya ada resiko/tantangan yang harus dihadapi untuk membangun hubungan yang penuh keterbukaan. Itu sebabnya, masing-masing pribadi harus mengambil langkah iman dalam melakukan kebenaran; pemurid mengambil resiko untuk menceritakan kehidupannya (baik gagal maupun) dan murid mengambil resiko juga untuk membagikan apa yang dialaminya. Tetapi hal ini layak akan dialami selama kita berkomitmen untuk ada dalam pemuridan.

Tidak sedikit yang memilih mengikuti seminar atau acara-acara tertentu untuk mengetahui bagaimana mempraktekkan Firman atau mencari jawaban dari permasalahan yang sedang kita hadapi. Tetapi sesungguhnya ketika seorang perempuan sedang mengalami pergumulan pribadinya, bukan seminar maupun nasehat secara khusus yang diperlukan, karena sebenarnya ia juga sudah banyak mengetahui. Ia hanya memerlukan seseorang perempuan yang lebih dewasa rohani, yang akan menyemangati, menemani dan menolong selama ia melewati proses kehidupannya. Karena wanita yang lebih dewasa ini telah melewati proses kehidupannya. Karena wanita yang lebih dewasa ini melewati lebih banyak masalah kehidupan dan menemukan bahwa ‘hal ini akan berlaku’.

Hubungan yang saling terbuka, saling menguatkan akan membuat kitaa merasa tidak sendirian berjuang melewati semua permasalahan dalam kehidupan ini. Melalui pemuridan akan menyadarkan kita bahwa ada orang-orang yang pernah melewatinya dan menjadi pemenang. Dari hubungan yang saling belajar inipun, akan mengasah kita satu sama lain untuk semakin serupa dengan gambar Kristus. Mari ambil keputusan untuk terlibat dalam pemuridan wanita, segeralah bergabung dengan modul 2 WB di tempat anda.

Disadur dari buku Between Women of God, Donna Otto, 2002, Gospel Press)

 

Page 6 of 13

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates