HomeWise Woman Edisi 20

Article List

Wise Woman

Paulus : Bertahan dan menang atas penderitaan

Paulus dilahirkan di kota Tarsus, sebuah kota yang terkemuka zaman itu diwilayah kilikia. Tarsus merupakan kota ilmu pengetahuan. Banyak orang pendatang yang belajar disekolah-sekolah terkenal di Tarsus, dan kemudian tersebar ke seluruh bagian kekaisaran Roma. Dikota ini tinggal orang-orang yunani dan orang-orang timur, juga bangsa-bangsa yang lain. Dikota tarsus, paulus mendapat kesempatan belajar tentang cara hidup bangsa yang bukan Yahudi. Itu sebabnya ia memiliki keahlian memperkenalkan Injil Kristus kepada bangsa-bangsa lain dengan cara yang sangat baik.

Dalam sejarah Perjanjian baru, Paulus menjadi tokoh yang penting di dalam kehidupan jemaat mula-mula. Ia dikenal sebagai murid Gamaliel yang sangat berhasil (Gal 1:14, “Dan didalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku diantara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku”). Selain itu, ia dikenal juga sebagai seorang penganiaya umat Tuhan; Paulus menjadi pemimpin diantara orang yahudi, para pemimpin yang lebih tua mundur dan membiarkan kesempatan kepada Paulus menjadi pimpinan pasukan untuk menghancurkan kekristenan (Kisah para rasul 26 : 10-11, “Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju juka mereka dihukum mati. Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing”).

Saat itu Paulus berpikir bahwa apa yang dia lakukan itu benar, karena ia seorang yang sangat taat kepada ajaran yahudi. Jauh sebelum paulus mengalami perjumpaan illahi dengan Tuhan, ia sendiri telah mengalami keputus asaan secara total ketika ia berusaha menjadi seorang yang baik dan melakukan hukum Taurat. Ia dibesarkan dalam tradisi yang mewajibkan melakukansecara rinci bukan hanya hukum perjanjian lama yang tertulis tetapi juga hukum-hukum tradisional dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak berdasarkan otoritas alkitab. Dalam budayanya, mereka menyatakan bahwa orang-orang yang tidak memelihara semuanya itu tidak pernah dapat memperoleh keselamatan penuh.

Paulus tahu bahwa ia tidak pernah dapat melakukannya, oleh sebab itu ia tidak pernah dapat benar-benar mengenal Allah. Meskipun sekali waktu ia pernah merasa optimis, “tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat” (Filipi 3:6). Tetapi jauh di kedalaman hatinya, ia mengetahui ada kuasa yang lebih besar daripada kuasanya sendiri yang sedang bekerja. Ia melihat keberhasilan yang dicapainya pun jauh dari memadai : “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat” (Roma 7:15). Semakin Paulus berusaha melakukan yang baik, ia menemukan bahwa semakin tidak mungkin dia melakukannya.

Apa yang Paulus lakukan terhadap orang-orang Kristen telah membuat namanya ditakuti khususnya dikota Yerusalem. Kemudian, ia mendapat laporan tentang adanya kelompok besar orang kristen di kota Damsyik. Kota Damsyik, kira-kira 240 km jauhnya dari Yerusalem. Paulus telah diberi kekuasaan penuh dan membawa surat izin untuk menangkap semua orang kristen di kota itu dan mebawa mereka kembali dalam keadaan terbelenggu ke Yerusalem. Paulus dan kawan-kawan membutuhkan waktu enam sampai tujuh hari untuk sampai ke kota Damsyik, mungkin dalam perjalanannya ini Paulus menghabiskan banyak waktu untuk berpikir, ia melihat bagaimana peristiwa Stefanus yang mati dengan begitu tenangnya. Dia tidak dapat melupakan doa Stefanus ketika Stefanus menutup mata. Sementara ia telah merasa melakukanhal yang ia pandang benar, tetapi dia terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya.

Pertobatan Paulus terjadi ketika ia mendekati kota itu. Pada waktu tengah hari, tiba-tiba sebuah cahaya yang membutakan mata bersinar mengelilingi paulus dan teman-temannya. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah suatu suara berkata kepadanya, “Saulus, saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus : “Siapakah engkau, Tuhan? Katanya :”Akulah Yesus yang kau aniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, disana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kau perbuat.” (Kisah para rasul 9:4-6) paulus berdiri dari tanah dan mendapati dirinya buta.
Beberapa anak buahnya menuntun dia dan membawanya ke Damsyik. Selama tiga hari lamanya tidak dapat melihat dan tidak makan ataupun minum. Pengalaman ini mengubah Paulus sepenuhnya. Sekarang orang Farisi yang sombong ini berubah menjadi seorang yang kesakitan, gemetar, meraba-raba dan bergantung pada tangan orang lain yang menuntunnya sampai ia tiba di damsyik. Ia pergi ke rumah Yudas dan langsung masuk ke kamarnya. Disana ia tinggal selama tiga hari tanpa makanan dan minuman. Selama tiga hari itu Paulus berdoa berpuasa. Seluruh hidupnya telah berubah setelah pertemuannya dengan Kristus. Sekarang dia harus membangun kembali kehidupannya di dalam Kristus

Setelah Paulus dilayani secara pribadi oleh Ananias, ia langsung memulai pekerjaan barunya. Dia mulai berkotbah tentang Kristus dan menyatakanbahwa Kristus adalah Anak Allah. Para rasul Tuhan sangat heran dengan perubahan yang luar biasa pada diri Paulus. Orang-orang Yahudi yang mendengar dia juga merasa tidak percaya bahwa Sauluslah orang yang menyatakan hal itu. Paulus bertumbuh dalam kekuatan dan kuasa selama dia memberitakan Firman Tuhan.

Dalam melakukan pekerjaannya sebagai pemberita Injil, Paulus sangat pandai membawakan injil keselamatan baik kepada orang yahudi ataupun kepada orang-orang yang bukan yahudi. Hal ini berkaitan dengan latar belakang ia dibesarkan dan pendidikannya yang telah ia terima sebelumnya. Bukan itu saja, berbagai penderitaan; keluar masuk penjara, mengalami aniaya fisik (hukuman) serta mental (lewat penghakiman), kapal karam yang hampir merenggut nyawanya, didera penyakit, di kejar-kejar karena ingin dibunuh telah menjadi bagian yang tak dapat dihindari dari kehidupan paulus semenjak ia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Namun, Paulus merupakan pribadi yang bertahan dan menang atas penderitaan karena pemberitaan injil.

Ada 4 hal yang dapat kita pelajari dari pribadi Paulus, bagaimana ia berespon terhadap penderitaan :
Pertama, hidup adalah kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21, karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”), menunjukkan iman paulus atas apa yang ia hidupi. Kehidupan Paulus menunjukkan bahwa ia pribadi yang senantiasa berjuang menghidupi setiap kebenaran yang ia terima, berapapun harga yang harus  ia bayar untuk dapat menghidupinya akan ia lakukan. Sekalipun kematian ada di dean mata, bagi paulus tidak mengurungkan imannya untuk terus melakukans eluruh perintah Tuhan dalam hidupnya. Belajar dari kehidupan paulus ini, mari renungkan sejenak, apa yang hari-hari ini sedang kita hidupi? Apakah kita masih saja berfokus pada kelemahan diri sendiri ataukan melihat bahwa kesempatan untuk hidup hari ini merupakan kepercayaan yang Tuhan berikan untuak dapat melakukan perintahNya

Kedua, segala sesuatu yang merupakan keuntungan baginya dulu, sekarang dianggapnya rugi (Filipi 3:7-8). Paulus tahu apa yang berharga dalam hidupnya. Paulus tidak lagi mengejar segala sesuatu yang bernilai fana atau lekang oleh waktu. Dalam hal ini bukan berarti Paulus tidak pernah mengalami hidup berkelimpahan, kuncinya ada pada point ketiga dibawah ini. Nah, apa yang paling berharga dalam kehidupan kita saat ini? Harta yang berlimpah? Karir yang gemilang? Keluarga yang harmonis? Jadikanlah Tuhan sebagai satu-satunya yang paling berharga dan membuat hidup kita selalu untung karena semua yang ada di bawah kolong langit ini akan sirna pada waktunya.

Ketiga, Paulus dapat bertahan dalam penderitaan karena ia belajar mencukupkan diri dengan apa yang ia miliki (Filipi 4:11-12). Penting bagi kita untuk belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan, khususnya ketika sedang didera penderitaan, agar kita dapat melihat kasih karunia bekerja secara nyata dalam kehidupan kita.

Keempat, segala perkara dapat ditanggung didalam Dia yang memberi kekuatan (Filipi 4:13). Paulus meyakini bahwa hanya kekuatan Tuhan saja yang memampukan ia melewati setiap penderitaan yang ia alami. Begitu juga dengan kita, ketika berada dalam penderitaan, penting bagi kita untuk menggunakan kekuatan Tuhan karena kekuatan dari Tuhan memampukan kita untuk bertahan dan menang atas segala penderitaan.
(*Disadur dari berbagai sumber)
“Paulus bertumbuh dalam kekuatan dan kuasa selama dia memberitakan Firman Tuhan”

Rapat Kerja Wilayah Wanita Bijak 2013

Dimulai dari rapat kerja (Raker) yang sederhana di tahun 2007, pelayanan wanita mulai semakin berkembang dan semenjak tahun 2008 Raker Wanita Bijak (WB) dilakukan dalam skala nasional, sehingga kemudian disebut dengan Rapat Kerja nasional (Rakernas). Disetiap acara tahunan ini, seluruh Tim Pelayanan mengikuti bebrapa workshop yang diadakan oleh Tim Strategis selaku pemimpin WB untuk melengkapi para Person In Charge dan Head Tim Pelaksana WB Area/kota.

Sejalan dengan apa yang telah disepakati dalam Rakernas WB 2012 mengenai 3 faktor strategis pengembangan (Equipping, Budgeting, Recruiting), maka Rapat Kerja tahun 2013 ini dilakukan dalam format yang berbeda, yaitu Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dilakukan di 3 wilayah dengan tema “Dalam kelemahanku, kuasa-Nya sempurna” (2 Korintus 12:9-10)

Rakerwil pertama diadakan di Wisma Agape. Gadog-Ciawi pada tanggal 1-3 November 2013 dengan jumlah peserta 130 orang yang berasal dari 13 area di Jabodetabek, 7 kota lain di Indonesia, 6 kota di Malaysia danCina. Para pembicara yang hadir dalam Rakerwil pertama ini antara lain; Bapak Eddy Leo, Bpk. Darwin Napitupulu, Ibu Shirley Kiantoro, ibu Heryanti Satyadi, dan Ibu Anna Ho. Dalam Rakerwil pertama ini, Sekretariat Pusat bekerja sama dengan Tim WB jakarta Timur sebagai Tim Pelaksana.

Rakerwil kedua diadakan di Kusuma Argowisata, batu-malang pada tanggal 8-10 November 2013 dengan jumlah peserta 140 orang yang berasal dari Jawa Tengah, jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, Sulawesi, dan kalimantan Tengah. Para pembicara yang hadir dalam Rakerwil kedua ini antara lain; Bpk. Paulus, Ibu Shirley Kiantoro, Ibu Heryanti Satyadi, dan Bpk. Kaleb Kiantoro. Tim WB Surabaya selaku tuan rumah menjadi Tim Pelaksana untuk pelaksanaan Rakerwil kedua ini.

Rakerwil ketiga diadakan di Cartenz Hotel, Sorong-Papua barat pada tanggal 15-17 November 2013. Dihadiri sebanyak 25 orang berasal dari Jayapura, Sorong, Sorong Selatan, Manokwari, Bintuni, dan Wondama. Para pembicara yang hadir dalam Rakerwil ketiga ini antara lain; Ibu shirley Kiantoro, Ibu Heryanti Satyadi, dan ibu Anna Ho. Dalam Rakerwil ini, Tim WB Sorong menjadi tuan rumah sekaligus Tim Pelaksana,

Pentingnya komunitas akuntabilitas

Adam dikaruniai Hawa sebagai partner dalam komunitas terkecil pertama di dunia; Nuh bersama keluarganya diberikan mandat untuk melaksanakan misi penyelamatan dunia; abraham melakukan petualangan ketaatan bersama dengan istri dan keponakannya; Musa diberikan harun unutk menemaninya menjalankan misi pembebasan bangsa israel; Tuhan Yesus dalam pelayanan; paulusa senantiasa membutuhkan kerjasama dengan rekan-rekannya dalam perjalanan misinya. Semua tokoh ini berada dan bersama-sama dengan komunitas dalam perjalanannya memenuhi panggilan Tuhan di hidupnya. Apakah anda ingin menjadi pribadi yang memenuhi panggilan Tuhan dalam hidup anda? Tidak ada cara lain, selain berada dalam komunitas.

Komunitas adalah sekelompok orang yang saling bergantung satu dengan yang lain, saling memperhatikan dan saling melayani. Salahs atu cirinya yaitu “saling” terkait satu dengan yang lain. Sepert tema wise woman (WW) kali ini, “dalam kelemahanku, kuasaNya sempurna, “ kita tidak dapat menanggung kelemahan-kelemahan kita sendirian, butuh orang lain untuk menolong kita melihat kuasa Tuhan bekerja atas kelemaan-kelemahan kita.

Seperti halnya naomi yang dapat bangkit dari kesedihanNya karena Rut yang setia melayani dan mengasihinya; Mordekai yang senantiasa mendukung ester. Ester berjuang untuk mordekhai dan bangsa israel; Daniel menguatkan iman sadrakh, Mesakh dan Abednego. Begitu juga sebaliknya tiga sekawan ini mendoakan Daniel di saat-saat sulit. Para tokoh ini tidak akan melihat kuasa Tuhan tanpa pertolongan pihak lain. Siapakah yang dapat menjadi rekan atau komunitas akuntabilitas kita? Tentu saja komunitas rohani, yaitu sekelompok orang yang sama-sama mau belajar dan bertumbuh semakin serupa dengan Kristus.

Mengapa komunitas akuntabilias begitu penting disaat kita sedang merasa lemah?

Komunitas akuntabilitas yang dimaksud adalah hubungand imana kita memberikan izin kepada orang percaya lainnya, untuk melihat ke dapam hidup kita dengan tujuan mempertanyakan, menantang, memperingatkan, memberi nasehat, mendorong, dan timbal baliknya yaitu menyediakan masukan dalam cara yang akan menolong individu tersebut menurut prinsip-prinsip kristen yang mereka pegang (joshua harris,s ex is not the problem, Lust is, 2003 : 154-155). Ketika kita memberi izin kepada orang lain untuk menilik kehidupan kita, hal ini akan membantu kita berfokus tidak lagi pada kelemahan-kelemahan yang kita miliki, tetapi pada rencana Tuhan yang besar yang ia sudah tetapkan dari semula dalamkehidupan kita (yer 29:11)

Setelah membaca artikel ini, kami berharap anda segera bergabung dengan komunitas di dalam gereja lokal ataupun komunitas modul 2 WB agar anda terus bertumbuh menjadi wanita bijak.

 

Perempuan dalam Bencana

Mengawali tahun 2014 ada 3 bencana besar yang dialami bangsa ini; erupsi gunung sinabung, banjir bandang di kota Manado, banjir besar yang melanda ibu kota dan beberapa kota di Indonesia. Akibat dari bencana alam tersebut, ribuan penduduk terpaksa harus tinggal di tempat-tempat pengungsian, menderita sakit, terluka dan bahkan mengalami trauma psikologis yang dalam. Setiap hari tentunya kita menyaksikan berbagai media cetak dan elektonik mengabarkan situasi dan kondisi di tempat-tempat yang dilanda bencana tersebut dan memberitakan upaya-upaya penanganan ataupun bantuan baik yang datang dari pemerintah maupun masyarakat luas.

Rubrik wanita dan Fenomena ini hadir untuk mengispirasi anda para wanita, mwlakukan sesuatu yang sederhana bagi siapapun dan dimanapun anda berada.
Data menyatakan bahwa salah satu pokok permasalahan yang menjadi krusia dalam penanganan bencana yaitu mengenai vulnerabilitas (kerentanan) perempuan dalam menghadapi bencana alam. Dunia tidak bisa menutup mata, bahwa ketika bencana alam terjadi, maka sebagian besar korban yang tewas adalah perempuan (dan juga anak-anak)

Sebagai contoh konkret, berdasarkand ata yang dipaparkan oleh Lorena Aquilar, seorang Senior Gender Adviso untuk IUCN (Internasional union for Conservation of nature), pada bencana Tsunami ditahun 2004 yang melanda aceh (dan sebagai wilayah Asia Selatans ecara lebih luas), sekitar 70% hingga 80% korban yang meninggal adalah perempuan. Sementara dalambencana badai siklon tropis dan banjir besar yang sempat melanda Bangladesh pada tahun 1991, tingkat kematian pada perempuan sangat tinggi, yaitu 71 per 1.000 penduduk. Berdasarkan data statistik yang dihimpun oleh Ikeda K. Dalam Indian Hournal of Gender Studies, 90% dari 14.000 korban yang meninggal karena badai siklon tropis tersebut adalah perempuan. Angka ini sangat mencengangkan. Mengapa tingkat kematian perempuan dalam suatu bencana alam bisa sedemikian tingginya? Karena perempuan memiliki vulnerabilitas yang lebih tinggi terhadap bencana alam; perempuan dijadikan sebagai penjaga utama (primary caretakers) untuk para korban bencana, seperti anak-anak, orang-orang yang terluka dan lansia

Meskipun data diatas berbicara bahwa wanita makhluk yang rentan terhadap bencana, bukan berarti kita tidak dapat melakukan apapun. Saat menulis artikel ini saya terinspirasi oleh teman saya yang melakukan hal yang sangat sederhana pada saat terjadi bencana banjir yaitu ia memasak untuk 40 paket makanan (homemade) khusus anak-anak pengungsi banjir isia batita dan balita diwilayah Keramat jati-Jakarta. Ternyata tindakannya ini menginspirasi teman-teman lainnya untuk melakukanhal serupa di wilayah Karawang dan Bekasi. Apa yang teman saya lakukan ini bukanlah sebuah perbuatan yang spektakuler, sesuatu yang ia biasa lakukan sehari-hari, jumlahnya pun tidak seberapa, namun apa yang ia lakukan lahir dari hati seorang penolong yang pasti menjadi teladan bagi wanita-wanita sekitarnya

Aksi teman saya tersebut jadi mengingaatkan saya akan kisah Ruth, wanita sederhana yang berasal dari keturunan Moab. Ia mengenal Tuhan melalui Naomi ibu mertuanya. Sepanjang kitab Rut, kita dapat melihat cermin Tuhan yang hidup di dalam pribadi Ruth yang sederhana. Berbuat baik, ini yang dilakukannya. Ia pergi meninggalkan bangsanya dan menjadi penolong bagi Naomi. Setiap hari Rut bangun pagi-pagi, memetik bulit-bulir jelai diladang Boas, kemudian membawanya pulang dan dimasaknya untukNaomi. Rut melakukan ini dengan sangat rajin dan tekun. Tahu bahwa saat itu adalah musim menuai jelai, Rut mengambil inisiatif untuk bekerja dan mencari nafkah. Apa yang dia bisa, diusahakannya untuk melayani naomi.

Pelajaran dari kisah 2 perempuan ini, mereka peka melihat situasi disekitarnya dan memakai kemampuan yang mereka miliki untuk memberkati orang-orang disekitarnya, meskipun mereka juga sedang berada dalam situasi yang tidak hauh berbeda dengan orang-orang yang ditolongnya. Jika data mencatat bahwa wanita mahluk yang rentan terhadap bencana, mari ktia melihat dengan kacamata yang berbeda, didalam bencana kita tetap bisa menjadi penolong bagi sesama. Mari renungkan, apa yang bisa anda lakukan untuk orang-orang disekitar anda? Mulailah dari hal yang paling sederhana yang bisa anda lakukan. Ingatlah selalu bahwa Tuhan dapat memakai keunikan kita sebagai wanita, sehingga kita dapat berfungsi dan menjadi teladan.

Apa yang seharusnya kita lakukan dalam kelemahan kita?

Tuhan memberikan kepada kita kepercayaan untuk berada dalam pelayanan wanita bijak; kita yang bukan apa-apa dan siapa-siapa dipilih Tuhan untuk melakukan tugas kerasulan untuk menjadi alat Tuhan untuk membawa para wanita kembali kepada hakekatnya yaitu kepada tujuan pertama Allah menciptakan wanita. Karena Tuhan yang memiliki kita, tentunya Dia memperlengkapi kita dengan berbagai tanda dan mukjizat, tetapi hal itu justru sering membuat kita terjebak pada dosa kesombongan.

Saya menyadari, Tuhan tidak menyukainya, kita tidak boleh sombong. Jikalau kita bisa melakukan pelayanan;bisa dipakai untuk menjadi alat Tuhan memulihkan wanita, bisa bicara di depan umum, bisa mengadakan pembinaan wanita bijak, itu semua bukan karena kita. Ketika kita berhasil dan banyak yang memuji kita, kita tidak boleh sombong tapi kembalikan segala kemuliaan kepada Tuhan, begitu juga sebaliknya ketika kita menemukan diri kita memiliki kelemahan kita tidak boleh mundur, tetap lakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan, selama waktu dan kesempatan itu masih ada. Jangan menyerah pada kelemahan karena justru didalam kelemahan kita kuasaNya sempurna.

Saya belajar supaya kita tidak sombong kita harus terus memiliki hati yang mau diajar, mau belajar dan bersedia ditegur, demikian juga dalam tim pelayanan wanita bijak, kita harus punya sikap hati yang lemah lembut dan bersedia berubah apabila teman dalam tim melihat sesuatu yang tidak benar dalam diri kita. Ketika kita menemukan kelemahan dalam tubuh kita, jangan mengeluh dan mundur tapi terbuka kepada rekan dalam tim sehingga bisa saling menguatkan dan mendoakan, karena dengan kita terbuka justru tim menjadi kuat.

Page 8 of 13

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates