HomeWise Woman Edisi 20

Article List

Wise Woman

Hidup sebagai Murid Kristus dalam KOMUNITAS

Kali ini kita akan melihat kehidupan sekelompok wanita yang memang tidak seterkenal para rasul, tetapi kehidupan mereka meneladankan kehidupan murid Kristus yang sejati. Keempat Injil mencatat bagaimana mereka mengikut Kristus dan kualitas diri mereka sebagai murid Kristus. Yang menarik, mereka disebutkan sebagai sebuah kelompok/kumpulan, artinya mereka bertumbuh dan praktek hidup sebagai murid Kristus di dalam sebuah komunitas sesama orang percaya. Ini makin menguatkan kita dengan apa yang kita lakukan lewat modul-2 WB, bahwa kita dapat bertumbuh dalam sebuah kelompok kecil. Alkitab menyebut kelompok wanita ini sebagai perempuan-perempuan yang melayani Yesus.


1. Latar Belakang Mengikut Yesus
Kehidupan mereka sebagai murid Kristus dimulai dari perjumpaan mereka secara pribadi dengan Tuhan Yesus. Injil Lukas menuliskan bahwa beberapa perempuan yang melayani Yesus ini telah disebuhkan dari roh-roh jahat atau dari berbagai penyamit (Lukas 8:1-3). Diantara mereka adalah Maria Magdalena yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Selain itu, ada pula Maria dan Martha saudara Lazarus, yang dibangkitkan dari kematian. Artinya kedua wantia ini mendapatkan mujizat atas orang yang mereka kasihi. Semua perempuan ini telah mengalami kasih dan kebaikan Tuhan, sehingga mereka memutuskan menjadi murid Kristus yang total.

Mereka mengasihi Tuhan dengan waktu, tenaga, harta bahkan hidup mereka sendiri. Dicatat bahwa perempuan-perempuan ini menyertai yesus pada waktu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Bukan hanya itu, mereka melayani rombongan Yesus (dan murid-muridNya) dengan kekayaan mereka. Jelas sekali, mereka melayani Yesus sebagai wujud dari kasih mereka kepada Tuhan, oleh karena Tuhan telah lebih dahulu mengasihi mereka.


Bagaimana dengan kita, yang mengaku sebagai murid Kristus saat ini? sudahkah kita melayani Tuhan kita dengan segenap keberadaan kita? Masihkah kita bersungguh-sungguh mengasihi Tuhan dengan hidup kita?

2. Kualitas Rohani Murid Kristus
Ada kualitas rohani luar biasa yang bisa kita teladani dari kehidupan para perempuan ini. Pertama, adalah hal kesetiaan. Mereka menunjukkan kesetiaan terhadap Yesus dengan terus mengikuti perjalanan Yesus sampai mati di kayu salib bahkan disaat murid-murid Yesus sendiri lari meninggalkan guru mereka. Mereka menjadi saksi mata kematian Tuhan Yesus yang begitu mengerikan dan mengantar Yesus sampai pada akhir hidupNya. Seperti dikatakan Firman Tuhan "Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea. berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu. (Lukas 23:49)


Bahkan perempuan-perempuan ini menyaksikan sampai Yesus dikuburkan. "Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayatnya dibaringkan." (Lukas 23:55). Mereka memilih menguatkan hati dan mengantar Yesus sampai ke pemakaman. Meskipun mungkin masih ada kegentaran dan kengerian di hati mereka, namun mereka memilih menunjukkan kesetiaan pada saat sulit sekalipun. Tidak hanya sampai di situ, mereka juga mempersiapkan rempah-rempah untuk mengurapi Tuhan Yesus, karena mereka ingin memberikan yang sepantasnya bagi jenasah guru agung mereka. "Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur... tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka." (Lukas 23:56a-24:1) Tidak ada yang mengharuskan mereka bangun pagi-pagi benar dan pergi ke kubur untuk mengurapi Yesus, bahkan murid-murid Yesuspun tidak melakukannya. namun kesetiaan mereka mengalahkan rasa lelah, takut dan semua alasan lainnya yang bisa saja menghalangi mereka pergi ke kubur Yesus pagi itu.


Hal kedua adalah ketaatan. Perempuan-perempuan ini tidak menunda-nunda untuk segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Yesus untuk mereka lakukan. Saat mereka datang ke kubur Yesus, mereka mendapati batu telah terguling dan kubur itu kosong, namun terjadilah hal yang tidak disangka-sangka. Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka! Sunggguh suatu upah luar biasa yang diperoleh atas kasih dan kesetiaan mereka kepada Tuhan!
Kata Yesus kepadanya:"Janganlah Engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada bapaKu dan bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu. Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid:"Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya (Yohanes 20:17-18). "Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceritakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. Perempuan-perempuan itu adalah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul." (Lukas 24:9-10)


Yesus memerintahkan perempuan-perempuan ini untuk menceritakan tentang kebangkitanNya kepada para murid dan mereka langsung melakukannya tanpa menunda-nunda lagi. Itulah kualitas seorang murid Kristus yang mendengar sungguh-sungguh dan taat dengan segera. Mereka langsung menyampaikan kebenaran yang menguatkan hati murid-murid yang saat  itu mungkin sedang kalut dan takut karena ditinggal oleh guru mereka. Mereka memberitakan kabar baik yang baru saja mereka dengar alami, tanpa menganalisa dulu dengan logika.
Kesetiaan dan ketaatan mereka telah membangkitkan semangat murid-murid dan para saudara lainnya. Bagaimana dengan kita?

3. Pengaruh kehidupan Murid Kristus?
Apa yang dilakukan oleh perempuan murid Kristus ini memang tidak banyak dicarat Alkitab, namun itu semua cukup untuk membuktikan bahwa mereka berperan besar dalam kegerakan yang terjadi selama yesus bangkit dan naik ke surga. Inilah yang mereka lakukan bersama para rasul. "Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus." (Kis 1:14)
Ternyata mereka termasuk dalam kumpulan orang-orang yang bertekun dan bersehati berdoa menantikan pencurahan Roh Kudus yang telah Yesus janjikan. Berarti saat pencurahan Roh Kudus terjadi mereka ada disana dan terlibat bersama pada murid Yesus. Ini sebuah kenyataan yang menggetarkan hati, bahwa Tuhan memakai para perempuan sebagai alatNya. Fakta ini menguatkan kita semua bahwa Tuhan mau dan mampu memakai kita untuk memberikan pengaruh pada masa kita hidup saat ini. Tidak ada kata terlalu kecil atau terlampau besar untuk kita lakukan sebagai murid Kristus. Bersama dengan komunitas, kita bisa bergerak mewarnai dan mempengaruhi dunia sekitar kita. Apakah anda siap?? (El)

WB Marketplace Solo

Pembinaan modul-1 WB untuk segmentasi marketplace yang pertama di kota Solo-Jawa Tengah diselenggarakan pada tanggal 15-17 Februari 2013 di Hotel Lor-in, Solo. 22 Peserta hadir dalam pembinaan ini.

Berikut ini adalah kesaksian ibu Wenny Anggraeny Puspa Dhewi, Ketua Pelaksana WB MP Solo 1 : "Dalam proses sebagai ketua pelaksana pembinaan ini, saya belajar untuk lebih beriman total hanya pada Tuhan, sabar, peka, dan tenang. Waktu itu saya harus bergumul tentang kondisi bisnis kami yang menuju kehancuran sehingga saya harus menolong dan menguatkan suami dan di sisi lain saya harus mempersiapkan camp ini, Tetapi saya percaya Tuhan kita luar biasa sangat baik. DIA tidak akan berhutang, Dia akan ganti berlipat kali ganda... dan yang terpenting, Dia berikan hatiNya untuk kita... Melihat bagaimana peserta dijamah kasih Tuhan dan bagaimana hati saya berubah tidak ada habisnya saya bersyukur, "Betapa dahsyatnya upah yang akan kita peroleh!" (aa) 

Mutiara Kehidupan MURID SEJATI

‏Sejak awal saya ada dipelayanan ini tidak jarang saya mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti ini :"Dia alumni pembinaan WB Single, tapi akhirnya menikah dengan pria yang tidak percaya...", atau pertanyaan lain seperti, "Bagaimana mungkin seorang alumni pembinaan WB pada akhirnya bercerai dengan suaminya?", dan masih banyak lagi pernyataan lain yang terus terang kurang enak terdengar di telinga. Tapi itulah faktanya. Memang fakta itu benar ada dan dapat terjadi. Apa inti dari pernyataan-pernyataan tersebut? Ketidakdewasaan.


Kedewasaan adalah sebuah proses yang dibentuk lewat ujian-ujian kehidupan. Semakin kita dewasa dan mengerti tentang hakikat kita sebagai perempuan yang sesungguhnya, semakin kita akan hidup bijaksana. Sejatinya, semakin kita bertambah usia, semakin kita belajar menjadi dewasa. Tapi faktanya, hal itu ternyata sering kali tidak kita sadari. Akibatnya, usia kita terus bertambah tapi kedewasaan kita tidak bertumbuh.


Saya teringat bagaimana respon anak saya saat hari pertama masuk SD yang sangat berbeda dengan saat dia mulai sekolah di playgroup/TK. Saat masuk SD, anak saya sudah punya gambaran tetang apa itu sekolah, teman, pelajaran dan guru yang akan ia temui selama bersekolah. Hal ini tidak ada dalam pikirannya saat dia masuk playgroup/TK. Waktu masuk SD gambaran yang belum dia miliki adalah perbedaan antarasekolah di TK dan SD? Namun dengan berjalannya waktu yang dilalui hari ke hari, pengertian itu mulai dia dapatkan. Sekarang dia sudah naik ke kelas 3 SD dan dia terlihat semakin 'mantap" dengan keberadaannya di SD yang dulu dia tidak kenali.
Itulah murid. Murid belajar dari tidak mengerti menjadi mengerti, melakukan seseuatu karena terpaksa, berubah menjadi sukacita/kesukaan, dan tanpa sadar perubahan itu terjadi. Demikian juga halnya dengan kita sebagai murid Kristus. Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita belajar tanpa sadar kita bertumbuh dan berubah, bahkan berbuah-buah. Itulah tanda kedewasaan kita sebagai murid Kristus.


(Efesus 2 :8-19) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya).


Apa yang membuat kita berubah? Melakukan kebenaran firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak peduli apakah kita gagal atau berhasil, selama kita terus belajar, kuasa kebenaran firman Tuhan itu sendiri yang akan mengubah kita. Karena orang dewasa adalah orang yang mengerti alasan untuk melakukan suatu tindakan dan akibat dari tidakan itu sendiri. Demikian pula halnya, menjadi seorang murid disekolah tidak selalu mendapatkan nilai yang baik, tetapi bukan berarti waktu kita mendapatkan nilai kurang baik/jelek kita berhenti dan tidak lagi mau sekolah.

Tuhan adalah Guru kita, dan kehidupan adalah sekolah seumur hidup. (Yohanes 13:13 Kamu menyebut AQku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat,s ebab memang Akulah Guru dan Tuhan). Jadi, jangan takut gagal karena itu adalah kesempatan kita mengalami keberhasilan yang sesungguhnya.


Perubahan hidup adalah pencapaian seorang murid Kristus yang sesungguhnya; dan itulah mutiara kehidupabn kita. Bagaimana proses terbentuknya mutiara itu sendiri perlu sesering mungkin kita renungkan dan terapkan dalam kehidupan pribadi kita. Mari kita sejenak mengingat dan merenungkan kembali hal itu :


1. Tiram mutiara pada awalnya adalah tiram saja, tanpa mutiara. Tanpa mengetahui bahwa suatu saat akan menghasilkan mutiara, tiram itu tetap harus menjalani kehidupannya. Apapun yang dialaminya, kehidupan harus tetap berjalan. Demikian halnya dengan kehidupan kita sebelum menerima keselamatan didalam Kristus Yesus Tuhan kita. Kita hidup hanya untuk sekedar menjalani kehidupan.


2. Ternyata dalam proses kehidupan tiram itu harus mengalami hal-hal yang menyakitkan. pasir dan kotoran yang masuk saat terkena gelombang di dasar laut meninggalkan luka pada bagian yang paling halus dari tiram itu, dan hal itu tidak dapat ditolak, mau tidak mau harus terjadi dan dialami. Namun alam menyediakan keajaiban itu. Ada nacre yang dapat menolong tiam itu menghadapi pasir dan kotoran yang mengenainya. Dari kesakitan menjadi kesembuhan, dari luka menjadi keindahan. Demikian juga dengan hidup kita saat kita menerima keselamatan didalam Kristus Yesus Tuhan; kita mengalami kesembuhan, pemulihan dan keberhargaan kita sebagai seorang wanita, karena Kristus rela mati menebus kita.


3. Proses itu ternyata tidak hanya sekali dialami oleh tiram itu, namun berkali-kali. Betapapun banyaknya luka yang harus dialami, faktanya selalu ada nacre yang bukan hanya membalut luka itu tetapi selapis demi selapis, saat luka itu terbalut ternyata menghasilkan keindahan, yaitu terbentuknya mutiara. Demikianlah hidup kita didalam Kristus. Seorang murid terlihat kualitasnya saat terjadi ujian iman. Saat kita bertekun dan setia melakukan kebenaran firman Tuhan, maka kuasa kebenaran itulah yang akan mengubah setiap ujian iman menjadi mutiara kehidupan kita, dan itu terjadi sepanjang umur hidup kita.


Tanpa Tuhan kita bukanlah siapa-siapa karena diluar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. Mutiara kehidupan seorang murid Kristus bukanlah sekedar buah karya, prestasi ataupun pelayanan tetapi mutiara kehidupan itu sesungguhnya adalah perubahan hidup lewat melakukan kebenaran firman Tuhan dalam keseharian kita. Pembelajaran bersama dengan wanita lain dalam kelompok pemuridan akan sangat menolong untuk mencapai perubahan itu. Mari, kita terus bertekun melakukan kebenaran, karena Tuhan berdaulat dan berkarya lewat hidup kita. Dan mutiara kehidupan itu akan terlihat diakhir hidup kita (aa)

"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah kukatakan kepadamu.
Tinggallah didalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal didalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
(Yohanes 15:1-8)

WB Single Mom

WB Single Mom, merupakan segementasi baru dalam pembinaan wanita bijak. WB single Mom adalah segmentasi untuk para wanita yang karena pengalaman di masa lalunya, saat ini hidup sebagai orang tua tunggal tanpa menikah.


Secara kasat mata jumlah wanita-wanita ini tidak terlihat, namun sesungguhnya mereka begitu banyak ada di sekeliling kita. Dua tahun yang lalu saat pertemuan PIC WB, saya ditantang untuk memulai sesuatu yang baru. Saya mulai berdoa dan minta Tuhan untuk membuka mata saya agar melihat kebutuhan yang ada. Fakta yang ada menunjukkan bahwa 90% dari remaja yang membangun hubungan pranikah (berpacaran) sudah melakukan kissing atau hubungan suami istri. Lama kelamaan hati untuk melayani para single mom semakin kuat. Apalagi saya melihat selama ini wanita-wanita ini ada didaerah abu-abu. Artinya jika mereka mengikuti WB single, kebutuhan mereka juga tidak terjawab karena mereka sudah memiliki anak. Tapi seandainya mereka ikut WB Ibu, kebutuhan mereka juga tidak terjawab karena mereka tidak memiliki suami. Kebutuhan inilah yang membuat lahirnya WB Single Mom yang telah diselenggarakan di Jakarta oleh tim WB single Jakarta Pusat bersama tim WB ibu pada 4 Mei-8 Juni 2013.


Awalnya kami masih bingung dan banyak tidak mengerti tentang penajaman materi dan pelaksanaannya. Tapi kami sadar bahwa Tuhan yang empunya pelayanan ini, dan kami mau mengandalkan Tuhan. Tuhan bekerja luar biasa, berapapun peserta yang hadir Tuhan menjamah setiap peserta. Banyak hal-hal baru yang dibukakan bukan hanya kepada peserta namun juga kepada kami sebagai tim yang melayani.


Benih yang baru telah kami tanan dan kami percaya pasti kami menuai dengan sorak sorai, karena kami percaya setiap benih yang telah kami tanam, Tuhan yang akan menumbuhkannya. (Marina, PIC WB Single Pusat) 

Perubahan

Oleh : Anna Ho – Tim Strategis WB

 

“Saya senang ada di kelompok pemuridan modul-2 WB ini karena saya sering ditanya.... Dengan ditanya maka saya jadi menemukan akar masalah saya sendiri.  Apa yang ada didalam cara pikir saya yang salah selama ini jadi tergali dan saya jadi menemukan bagaimana belajar untuk berubah dalam cara pikir. Dari malas dan tidak peduli, saya jadi mulai termotivasi untuk berubah dan peduli untuk  mengurus rumah dengan lebih baik”, ungkapan ibu Lusi (bukan nama sebenarnya) salah seorang alumni Modul-1 WB di Jakarta. 

Sejujurnya perubahan adalah hal yang tidak mudah untuk dihadapi dan dilakukan, namun justru itulah tujuan kita mengenal Tuhan secara pribadi yaitu demi suatu perubahan. Seperti juga Tuhan Yesus yang rela mati menebus dosa seluruh umat manusia. IA mati untuk suatu perubahan. Supaya manusia ciptaan-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Demikian juga halnya dengan modul-2 WB. Modul ini di-desain sejak awal untuk mencapai perubahan yang dilakukan lewat bentuk kelompok pemuridan. Setiap pribadi yang terlibat didalamnya (baik ibu rohani maupun anak rohani) pasti dan seharusnya mengalami perubahan karena belajar bersama-sama menerapkan kebenaran Firman Tuhan dalam hidupnya sehari-hari; mulai dari perubahan cara pikir, sikap hati dan akan terlihat dari tingkah laku/respon.

Pemulihan umumnya terjadi lewat mengalami setiap kebenaran yang disampaikan dalam modul-1 (biasanya dalam bentuk camp dan kelas pembinaan).  Namun pemulihan itu perlu diuji lewat praktek hidup sehari-hari yang jangka waktunya adalah seumur hidup, jika tidak maka pemulihan itu tidak akan berdampak kekal. Umumnya antara 1 hingga 3 bulan seorang alumni pembinaan Wanita Bijak dapat mengingat dan “mencoba” untuk belajar berubah dari yang salah menjadi benar lewat respon-nya, namun untuk bertahan lebih dari itu bukanlah hal yang mudah kalau tidak tinggal dalam komunitas bersama-sama dengan wanita lain yang juga sama-sama mengejar perubahan. Nah, modul-2 WB adalah wadah bagi setiap alumni WB untuk “menindak lanjuti” pemulihan yang dialami secara pribadi lewat belajar bersama-sama dalam kelompok kecil dan mengalami perubahan saat mempraktekkan kebenaran Firman Tuhan sehari-hari. Modul-2 WB menolong setiap alumni mengalami perubahan dan bertumbuh menjadi wanita-wanita yang dewasa dan matang secara kerohanian, memiliki pengertian yang benar tentang kebenaran Firman Tuhan dan bagaimana mengaplikasikannya secara praktis. Inilah fungsi ibu-ibu rohani. Setiap alumni WB dapat menjadi “ibu” bagi wanita lain berapapun usia dan apapun latar belakangnya. 

Saat ini kelompok-kelompok pemuridan modul-2 WB (usia ibu-sudah menikah, single dan remaja putri/Girls’ Talk) yang sudah berjalan ada di kota-kota seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Banten, Bandung, Semarang, Solo, Jogja, Surabaya, Bali, Lombok, Tikalong, Manokwari, Lubuk Linggau, pangkalan bun, Pekalongan, Singapore, Kuching (Serawak – Malaysia).  Pelatihan-pelatihan modul-2 WB juga terus berjalan di kota-kota untuk memperlengkapi setiap alumni yang sudah terlibat dalam tim pelayanan WB untuk tidak hanya “menyelenggarakan” camp modul-1 WB. Beberapa pelatihan sudah dilakukan baru-baru ini seperti di Bontang (Kalimantan), Parakan, Pekanbaru, Balikpapan, Miri (Serawak – Malaysia), dan Brunei Darussalam. 

Tantangan dan kesulitan modul-2 WB untuk dapat berjalan adalah masalah komitmen dan konsistensi. Dua hal ini umumnya dijumpai di hampir setiap kota/area yang menyelenggarakan pelatihan modul-2.  Sejujurnya memang modul-2 ini bentuknya “tidak semenarik” modul-1 dan harus dilakukan dengan konsisten; butuh jangka waktu yang panjang.  Kita cenderung lebih senang untuk mendapatkan hasil yang cepat, demikian juga dengan perubahan, padahal perubahan adalah sebuah proses yang membutuhkan kemauan dan waktu. Adalah proses yang baik untuk bersama-sama belajar dan bertumbuh menjadi dewasa dalam setiap ujian kehidupan yang harus di-responi. Modul-2 WB juga merupakan sarana untuk mengevaluasi diri lewat 5 point raport WB yaitu : 

Wanita yang menjaga mulut dan hatinya 

Wanita yang berfungsi sebagai penolong 

Wanita yang bertumbuh didalam persekutuan dengan Tuhan dan firman-Nya 

Wanita yang bertumbuh dalam keahliannya 

Wanita yang melaksanakan Amanat Agung 

Modul-2 WB bukan hanya ada tantangannya tapi juga ada keindahannya karena proses pembelajaran bersama akan menghasilkan pengertian dan pemahaman terhadap diri kita sendiri dan orang lain.  Setiap kita, siapapun kita tetap ada bagian yang kita harus terus perbaiki dengan acuan kebenaran Firman Tuhan. 

Saya secara pribadi banyak mengalami perubahan lewat melakukan pemuridan modul-2 WB ini. Saya banyak dibentuk dan belajar menyadari bahwa banyak sisi kehidupan saya yang perlu menjadi dewasa karena itu terlihat dari respon saya.  Saya sangat bersyukur karena pemuridan modul-2 ini sangat menolong proses untuk saya menghidupi kebenaran yang saya tahu dan bersabar terhadap diri sendiri dan orang lain dalam proses perubahan. 

Jika anda adalah alumni pembinaan modul-1 WB jangan berhenti sampai anda mengikuti camp dan mengalami pemulihan, anda dapat melibatkan diri sebagai fasilitator/pembina sambil terlibat dalam pemuridan kelompok bersama dengan alumni modul-1 WB di area/kota anda masing-masing. 

Bagi anda yang sudah terlibat dalam kelompok pemuridan modul-2 WB sebagai ibu rohani, tetaplah setia dan terus bertumbuh; sehingga anda menjadi semakin dewasa dan matang lewat kesabaran memuridkan wanita-wanita lain karena anda menjadi ibu rohani adalah melakukan fungsi peng-ibuan bukan karena anda memiliki posisi/jabatan. Dengan melakukan fungsi caring, character building dan calling kepada anak rohani kita, Tuhan menyertai kita dengan kasih karunia dan hikmat-Nya dengan kasih sebagai dasarnya.

Jika anda adalah anak rohani dalam kelompok pemuridan modul 2, setialah untuk belajar menundukkan diri, bersedia untuk memberikan diri dikasihi, dinasehati, dan ditegur oleh ibu rohani anda. Belajar-lah untuk menghargai ibu rohani anda dengan setiap kekurangan dan kelebihannya, mengasihi-nya dengan hati yang murni serta mengembangkan perhatian/caring kepadanya. Jika anda melakukan bagian anda sebagai seorang anak, maka tanpa anda sadari itu akan menumbuhkan dan mematangkan anda untuk siap menjadi  seorang ibu rohani. 

Masing-masing dari kita memiliki tanggung jawab dihadapan Tuhan dengan setiap pemulihan yang kita alami secara pribadi untuk menjadi dewasa dan siap melaksanakan amanat agung. Kita dapat melakukannya dengan sederhana asalkan setia karena lewat keunikan, kita berfungsi dan MENJADI TELADAN. (aa)

 

Page 13 of 15

Girl's Talk

Easy to startPembinaan yang diadakan untuk setiap remaja putri sehingga setiap remaja putri bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Single

Docs / SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang belum menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

WB Ibu

Native RTL SupportPembinaan yang di adakan untuk menjawab kebutuhan wanita yang sudah menikah sehingga setiap wanita bisa mengetahui fungsinya dan menjadi teladan dalam kehidupan mereka sehari - hari.

Free business joomla templates