Ahitofel & Eliezer

2 sam 16  

Ahitofel adalah seorang penasehat Daud yang penuh hikmat dalam bidang strategi, Daud melihat setiap nasehatnya baik. Tapi ketika Daud jatuh dalam dosa dan mengambil Batsyeba sebagai istrinya itu membuat kekecewaan yang besar dalam dalam diri Ahitofel sampai dia membantu Absalom untuk membunuh Daud. Kekecewaan yang Ahitofel alami itu merusak semua yang dia miliki. Sekalipun Daud bertobat dari dosa dan kesalahannya tapi tidak membuat Ahitofel kembali mengasihi Daud. 2 Sam 17:4

Penasehat yang lain yaitu Husai menilai bahwa nasehat Ahitofel menjadi tidak baik dan ketika nasehat Ahitofel ditolak dia melakukan satu hal yang tragis yaitu menggantung diri sendiri sampai mati karena kemarahannya (ay. 23)

Sekalipun seseorang dipakai Tuhan dengan luar biasa tapi kalau dia tidak bisa menjaga hatinya dan tidak sembuh dari kekecewaannya tidak akan ada artinya.

Tidak ada sesuatupun atau seorangpun yang menjamin hidup dan kualitas seseorang sampai akhir. Kalau seseorang tidak bisa menghandel, memanage dan menjaga hati, emosi dan perasaannya itu akan mengagalkan rencana Allah dalam hidupnya.

Apa yang Tuhan percayakan pada kita saat ini oleh Tuhan? nasehat-nasehat, kreatifitas, ide, perkataan hikmat. Itu dianugerahkan Tuhan untuk dipakai memulihkan semua hal menjadi baik. Kalau kita mau mengenal Allah, orang lain dan diri sendiri kita harus jaga hati karena rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan tapi kita harus bisa menjaga hati kita.

Sedangkan Eliezer àdalah Hamba Abraham kej 15:2

Eliezer tau bahwa tuannya yang tidak punya anak akan mewariskan semua hartanya kepadanya, hal itu  pasti membuatnya bersemangat, tapi pada akhirnya dia tahu bahwa abraham ternyata punya anak. Seandainya Eliezer tidak bisa menjaga hati dia bisa melakukan apa saja karena dia orang kepercayaan Abraham.

Kej 24:1-3

Bisa dibayangkan waktu Ishak kecil yang mengurus adalah Eliezer. Dan satu kepercayaan yang sangat besar yang diberikan oleh Abraham padanya yaitu mencarikan istri untuk Ishak. Eliezer sama sekali tidak dipenuhi dengan kekuatiran dan iri hati tapi dia melakukan semua yang diperintahkan Abraham kepadanya dengan sebaik-baiknya.  

Kepercayaan yang diberikan Abraham dia lakukan dengan yang terbaik karena dia mampu menghandel dan memanage hati, perasaan dan emosinya. Eliezer bisa menjaga hati dan perasaannya karena dia terus melibatkan Tuhan dalam setiap keadaan, situasi dan pekerjaan. Dalam setiap yang terjadi dia tidak lupa memuji Tuhan dan bersyukur. Dalam setiap langkahnya dia selalu mengandalkan Tuhan, tidak ada satupun celah yang dia biarkan untuk kesombongannya.

Ketika kita bermegah biarlah kita bermegah didalam Tuhan. Eliezer tidak pernah meninggalkan Tuhan bahkan didalam keadaan baik yang dia alami ketika Laban orang tua Ribkah menyambut dengan sukacita. Eliezer melihat ini karena Tuhan

2 taw 15 : 7

Tetapi kamu ini kuatkanlah hatimu, jangan lemah karena ada upah bagi usahamu.

Tim Wanita Bijak bekerja dan melayani dengan tidak mendapatkan upah dari manusia tapi ada janji Tuhan yang pasti digenapi. Biarlah rencana yang besar dari Tuhan itu digenapi karena kita bisa menjaga hati kita karena dari hati terpancar kehidupan.

Dampak dari pelayanan kita bisa membawa kehidupan bagi orang lain hanyalah ketika kita bisa menjaga hati kita. Apakah dengan semua pelayanan yang di berikan padaku aku bisa menjaga hatiku? Bahkan dalam kondisi keterpurukan apakah aku bisa menjaga hatiku

diambil dari kotbah ibu Fefe

Doa Puasa WB Nasional 2015

2019-02-06T07:00:42+00:00