Aku mau berubah jadi Cantik dan cantik dan semakin cantik

Dua minggu lalu aku bertemu dengan teman lamaku Ray, cowok palign ganteng saat aku kuliah dulu, ia bilang “loe kurusan, gak gemuk lagi kayak dolu. Gitu donk, makin cantik aja.” Hati ini langsung tak karuan rasanya, setiap hari aku berusaha berubah makin tampil cantik, kalau-kalau aku bertemu dengannya lagi.

Semua wanita, baik anak remaja, wanita dewasa sampai oma-oma pun ingin tetap cantik. Tahun 2006 yang lalu, sebuah tayangan reality show Amerika, The Swan, menawarkan permak tubuh bagi pesertanya. Dalam tayangan ini, wanita-wanita yang tidak menyukai bentuk tubuhnya, diberi kesempatan untuk mengubah penampilannya lewat oprasi plastik yang dilakukan oleh dokter-dokter ahli.

Selama program tayangan ini berlangsung pun fenomena baru muncul ditengah-tengah masyarakat, khususnya selebritis. Mereka juga melakukan permak tubuh, mulai dari sedot lemak, memperbesar payudara, menyempurnakan bentuk hidung dan bibir, hingga operasi kelopak mata agar matanya terlibat belok. Alasannya sudah pasti untuk menjaga eksistensi mereka di dunia hiburan.

Sebenarnya ukuran kecantikan seorang wantia, setiap masa berubah-ubah. Pada abad ke-16 misalnya, perempuan dianggap cantik jika mereka memiliki pinggang yang ramping, torso yang berbentuk silindris, dan dada yang penuh. Untuk mendapatkan bentuk yang seperti itu, para perempuan harus membelikan korset yang cukup ketat ditubuhnya, meski mengenakan korset adalah hal yang cukup menyiksa dan mengurangi ruang geraknya. Tanpa korset, mereka tak bisa dianggap sebagai figur yang ideal dan akibatnya bisa tersisih dari pergaulan (Ratna Novianii, kekerasan Estetik). Abad ke-20, wanita yang dianggap cantik jika mereka memiliki tubuh yang ramping, kulit yang putih, rambut yang lurus, itu sebabnya pada masa ini produk-produk kecantikan berlomba-lomba melahirkan produk-produk baru yang dapat menjadikan wanita tampil cantik

Temanku Lita, orang Ambon berkulit hitam, terobsesi untuk merubah wana kulitnya menjadi putih. Ia mencoba berbagai produk untuk mengubah kulitnya menjadi lebih terang, namun pengaruhnya hanya berlangsung beberapa bulan saja. Saat ia menghentikan penggunaan produk kecantikan tersebut, kulitnya kembali ke warna semula. yang paling aku ingat, saat ia menggunakan produk memutihkan wajah, dalam beberapa bulan wajahnya terlihat putih namun anggota tubuhnya yang lain tetap hitam. Dalam beberapa bulan itu, aku rasa ia terlihat seperti “makhluk aneh”

Konsep kecantikan yang ditawarkan dunia ini hanya sementara, setiap waktu mengalami perubahan, sedangkan aku ingin terus cantik. “tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.”

Inilah konsep kecantikan yang Allah tawarkan, hati yang mau berubah yaitu ; hati yang lemah lembut yaitu memiliki hati yang mau diajar dan dibentuk oleh Tuhan dan hati yang tentram yaitu hati yang tidak mudah kuatir dan panik saat berada dalam tekanan, itulah yang sangat berharga dimata Allah. Kalau hatiku cantik, maka yang didalam akan terpancar keluar, tidak dapat dibendung. Jadi yang diluar akan mengikuti yang didalam, tapi prioritas terpenting adalah yang didalam, yang kekal dan berharga; yang diluar menunjang yang didalam. Jika aku ingin terus cantik, maka menjaga kecantikan secara menyeluruh, itulah kecantikan yang sesungguhnya. Ketika kecantikan sirna maka tinggallah karakter (cc)

2018-08-01T07:51:39+00:00