Belajar Kasih membuat saya berubah

Dengan adanya modul 2 (pembinaan wanita dalam kelompok kecil) ini, saya banyak belajar secara mendalam menemukan setiap akar dari pergumulan maupun masalah dalam diri.

Kekuatan dari modul 2 ini terletak pada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan danperas serta setiap peserta yang aktif di dalam kelompok pembelajaran tersebut. Jadi, saya dilatih untuk berpikir dan menemukan akar permasalahan yang ada dalam diri sendiri. Tidak jarang dalam kelompok dengan sendirinya kami menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada ketika berdiskusi, bukan berarti kami saling adu pendapat dan mencari pendapat siapa yang paling benar, tetapi kami rindu dari setiap pergumulan atau permasalahan yang ada kami menemukan dasar kebenaran firmanNya.

Salah satu pelajaran yang sangat memberkati dan mengubah saya adalah Kejarlah Kasih. Sebelum mendengar pelajaran ini, saya sedang mengalami pergumulan degnan suami. Saya sempat jenuh dan bosan dengan konflik kami yang itu-itu saja dan tidak melihat perubahan dari kesepakatan yang telah dibuat antara saya dengan suami. , hal ini membuat hati saya dingin (apatis) sehingga hubungan dengan suami menjadi tidak hangat lagi. Saya jadi mudah tersinggung, tidak percaya penuh terhadap suami dan sulit menghormati dia sebagai kepala rumah tangga. Selain masalah dengan suami, saya juga menemukan adanya ketakutan ketika membangun hubungan dengan orang lain terutama orang-orang yang baru saya temui. Biasanya saya menjadi pasif dan tidak mengambil inisiatif untuk menyentuh hati orang terlebih dahulu. Sampai akhirnya saya mendapat kebenaran yang memerdekakan; KASIH itu adalah tindakan sepihak yang tidak mengharapkan balasan atau menuntut, kasih itu tindakan aktif dan memang harus diusahakan (1 Kor 14:1a). Lewat modul 2 ini, saya diajar untuk mempraktekkan iman dan menghasilkan perubahan. Ada pertanggung jawaban diantara anggota kelompok, melalui pengakuan, doa, serta komitmen yang dibuat secara pribadi dan diketahui semua anggota kelompok yang ada, dalam pertemuan berikutnya kami diminta menceritakan perubahan apa saja yang sudah terjadi ketika masing-masing mempraktekkan firman Tuhan tersebut. Ketika mempraktekkan Firman Tuhan ini dan keadaan tetap sama, yang tidak sama adalah hati dan tindakan saya. Saya belajar untuk tidak menuntut adanya perubahan pada suami dan tetap melakukan apa yang dapat saya lakukan degnan KASIH yaitu sikap hati yang benar bukan pasrah atau mengalah tetapi dengan sikap hati yang mau melayani, hormat dan tunduk. Dengan adanya perubahan ini, hubungan saya dengan suami kembali hangat dan banyak keuntungan justru yang saya dapat, Tuhan memaksimalkan potensi ada dalam diri saya. Demikian pula hubungan dengan orang-orang yang Tuhan pertemukan, saya terus belajar berinisiatif untuk terlebih dahulu menyentuh hidup orang lain. Setelah saya berubah, TUhan semakin banyak mempercayakan orang-orang untuk saya layani.

Saya sangat bersukacita dan semakin semangat untuk mendengar pelajaran-pelajaran berikutnya di modul 2, karena sangat menolong untuk mengaplikasikan kebenaran Firman dalam kehidupan sehari-hari saya sebagai wanita. Doa saya pelayanan WB menjadi suatu kegerakan yang terus bergulir dan membantu banyak wanita untuk belajar mengaplikasikan kebenaran firman dalam kehidupan sehari-hari.

Marina-PIC WB Single Pusat

 

2018-07-25T09:16:11+00:00