Depend On God

D

Bp. Philip Andrew

Diambil dari kotbah Doa Puasa WB Nasional 2014

1 Samuel  1 : 1-20

Siapakah Hana?

Elkana bin Yerohan adalah seorang imam bersuku Lewi yang berasal dari Efraim, Orang ini punya 2 istri, Hana dan Penina. Penina punya anak tapi Hana tidak. Hana dari tahun ke tahun meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah mempersembahkan korban kepada Tuhan di silo. kemungkinan itu korban keselamatan. Karena Di imamat 11 korban itu sesudah dipersembahkan korban itu harus dimakan habis tidak boleh ditinggalkan

Pada hari Elkana mempersembahkan korban diberikannyalah kepada penina istrinya dan kepada semua anaknya yang laki-laki  dan perempuannya masing-masing sebagian, meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab Tuhan telah menutup kandungannya

Pada jaman itu sering kali istri tua mengijinkan suaminya untuk menikah lagi ketika dia tidak punya anak. Seperti Sara yang mengijinkan Abraham menikah lagi walaupun pernihakan itu akhirnya membuat Sara kepahitan. Kemungkinan itu juga Hana yang mengijinkan Elkana untuk menikah lagi.

Mengapa persoalan mempunyai anak penting?

  • Karena mereka mempunyai pemikiran bahwa ‘siapa tahu Mesias akan lahir melalui keturunan saya”, itu sebabnya wanita-wanita harus memiliki anak karena mereka menangkap janji Allah.
  • “Bagi wanita yang tidak bisa memberi keturunan merupakan hal  yang sangat memalukan”

Dari ayat 5 kita bisa lihat bahwa Elkana lebih mengasihi Hana dari pada Penina. Elkana memberi satu bagian, (terj kjv : a worthy portion = porsi yang berharga), alkitab bahasa mandarin : memberikan bagian double). Beberapa penafsir menyimpulkan bahwa korban yang diberikan pada Hana lebih dari pada yang diberikan pada Penina. Penina diberi 1 bagian tapi bersama  anak-anaknya sedangkan Hana diberi 1 bagian.

Pergumulan Hana

Tetapi madunya yaitu Penina selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar karena Tuhan telah menutup kandungannya

demikian terjadi tahun demi tahun setiap kali Hana pergi ke rumah Tuhan Penina menyakiti hati Hana sehingga ia menangis dan tidak mau makan.

Hana pasti tidak banyak bicara dan tidak mengadu ke Elkana. Dia menyimpan ini dalam hatinya. Elkana tahu hal itu sehingga ia berkata “Hana mengapa engkau menangis, bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada 10 anak laki-laki”. Dari perkataannya ini kita bisa melihat bahwa Elkana kurang peka sebagai seorang laki-laki. Elkana tidak mengerti betapa Hana sedih karena Penina yang selalu membuatnya menghinanya

Dengan hati pedih ia berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu.  Hana mencurahkan isi hatinya, berdoa, berseru minta kepada Tuhan untuk menolongnya, dia terus menerus berdoa dihadapan Tuhan, berkata-kata dalam hati tapi bibirnya bergerak-gerak sampai iman Eli salah prasangka.

Ini yang dimaksud dengan Depend on god,  Ada kesulitan yang tidak terkatakan yang hanya kita bisa sampaikan pada Tuhan, karena ketika cerita  kepada suamipun tidak dimengerti dan tidak mendapat jawaban, tidak ada orang yang mengerti. Di olok-olok tapi tidak bisa mengadu. Dan akhirnya dia curhat dihadapan Tuhan.

Kadang dipelayanan pun kita mengalami masalah, tidak dimengerti,  mungkin dituduh, disakiti, disalah mengerti  itu saatnya kita perlu depend on God, ketika kita tidak memiliki jalan keluar kecuali Tuhan.

Ketika imam Eli salah mengerti  Hana berkata “janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan yang dursila sebab karena besarnya cemas dan sakit  hati aku berbicara demikian lama”

Dan kemudian Eli berkata “pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari padaNya”

Hana Bernazar kepada Tuhan “Jika Tuhan memberikan kepada hambamu ini seorang anak laki-laki, aku akan memberikannya kepada Tuhan seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya”

Dalam kondisi sulit dan terjepit kita harus hati-hati dengan ucapan kita, dengan janji dan nazar karena belum tentu kita bisa melakukannya.

Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana Tuhan mengingat kepadanya. Tuhan yang bekerja, Tuhan mengingat akan janjiNya. Hanya oleh karena kemurahan Tuhan kita menjadi bisa dan layak melayani, itu bukan karena kita hebat, karena kita bisa, bukan karena kita fasih lidah, tapi semata hanya karena kasih karunianya

Setelah Samuel disapih Hana menaruh anak itu di bait Allah. Itu bukan hal yang gampang baginya. Dia sudah menunggu sekian lama untuk mendapatkan anak tapi begitu anak tersebut disapih dia harus mempersembahkannya di bait Allah, sedangkan Eli adalah imam yang kurang baik, anak-anaknya juga tidak benar, tapi Hana tetap berpegang pada nazar yang sudah diucapkannya,  dia lakukan itu untuk Tuhan. Dia tidak takut nanti Samuel hidupnya bagaimana dan jadi apa, di percaya penuh pada Tuhan.

Depend on GodBeberapa tahun lalu ada seorang broker menawarkan sebuah tanah kosong di dalam perumahan dengan harga murah, yang sayang kalau tidak diambil,  tapi untuk membeli tanah tersebut saya harus menjual dulu rumah yang saya tempati. Akhirnya ada kesepakatan, bayar uang muka dulu dan kalau rumah sudah terjual baru melunasi, tapi kalau sampai batas waktunya tidak terbayar maka uang muka akan hangus.

Mencoba mengiklankan rumah untuk dijual, banyak orang datang lihat, menyukai, dan terutama kerena eks rumah pendeta dan 99% akan membelinya, tapi dari sekian banyak orang yang melihat dan menyukainya dan berkata bahwa mereka akan kembali tidak pernah kembali dan rumah itu tidak segera terjual

Waktu rumah saya sudah deket waktu deadline, saya berdoa karena tidak ada jalan keluar, kalau bukan Tuhan yang tolong siapa lagi. Dan Tuhan jawab, ada orang yang membeli rumah itu dengan cash dan prosesnya cepat. Saya juga mendapat kemurahan untuk bisa memakai rumah itu selama saya membangun tanah yang saya beli, setelah rumah jadi baru kami serah terima kunci.  Dalam keadaan yang paling buntu sekalipun ketika kita berseru Tuhan pasti memberi pertolongan.

15 tahun saya mengunjungi daerah Riau kepulauan semenanjung malaka. Dalam kunjungan itu Tuhan memberi beban untuk daerah itu karena banyak kepulauan dan ada banyak orang-orang yang berbahasa tio cu tapi tidak ada gereja yang melayani. Saya mulai melakukan kunjungan ke kota Tembilahan, disitu tidak ada yang percaya Yesus. 8-10 jam perjalanan dari Pekan Baru. Tidak ada sanak family, tidak ada yang saya kenal, saya kepasar sendiri, ke warung kopi dan kenalan dengan orang-orang di rumah kopi, dari pasar. Dan mulai ajak mereka untuk berkumpul, nyanyi-nyanyi dan doa. Diantara mereka banyak yang ragu. Ada orang yang mamanya waktu di jakarta ke gereja tapi sekarang lumpuh, didoakan. Dan berharap ada orang yang menyediakan rumahnya untuk kumpul-kumpul tapi ternyata tidak ada. Beberapa kali kunjungan tidak ada orang yang bersedia meminjamkan rumahnya. Akhirn kembali ke hotel dengan mencucurkan air mata. Tidak ada orang yang mengerti saya, sementara saya tidak datang untuk meminta uang, saya di hotel bayar sendiri dan tidak membebani orang , mengapa injil kerajaan Allah sulit sekali diberitakan.

Kemudian ketika saya sudah putus asa dan mau pulang ke Pekanbaru karena ditembilahan tidak ada orang yang merespon. Tuhan temukan saya dengan orang yang mau kerjasama untuk membuka sekolah di kota Siak, dan memperkenalkan dengan tokoh agama budha yang mau meminjamkan halaman klenteng untuk malam budaya yang  intinya adalah untuk penginjilan

Tuhan kita itu hidup, ketika kita jelas akan panggilan Tuhan atas hidup kita, kesulitan apapun yang kita hadapi Tuhan pasti  buka jalan. Kalau kita melewati jalan yang lancar kita tidak perlu Tuhan. Justru ketika kesulitan datang itu waktunya Tuhan bekerja, waktunya kita depend on God.

Kita manusia terbatas dan tidak mampu, tapi waktu kita depend on God, melayani dengan pasion kita akan beria-ria melihat karya Tuhan dinyatakan.

#Kotbah Doa Puasa WB Nasional 2014#

2019-02-06T09:48:57+00:00