Doa Bapa kami

Oleh Ibu Susanna Setiawan

Matius 6 : Doa Bapa kami diajarkan oleh Tuhan Yesus adalah sebagai contoh/model tentang bagaimana seharusnya kita berdoa.

Tuhan Yesus juga mengajarkan doa ini sebagai koreksi kebiasaan berdoa yang di ajarkan dan diperlihatkan  oleh para pemimpin agama Yahudi

Matius 8 sebelum doa Bapa kami para pemimpin agama mengucapkan doa dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan di tikungan tikungan jalan supaya dilihat oleh orang dan doa mereka bertele-tele / mengucapkan suatu kata berulang-ulang tanpa mengerti artinya seperti mengucapkan mantra

Makna indah Doa Bapa Kami

Doa Bapa kami ini sangat kaya dan indah kalau kita mau mendalaminya, perlu dipelajari ketika mengucapkan doa Bapa kami kita mengucapkannya secara berbeda dan itu menjadi pola doa  kita

Melalui Doa Bapa Kami Tuhan Yesus sedang mengajar kita

  1. Doa itu adalah sebuah hubungan yang akrab/intim/dekat. Kata pertama yang Tuhan Yesus adalah kata Bapa. Kalau konteks jaman dulu ketika Tuhan Yesus mengucapkan kata ini orang-orang Yahudi pada waktu itu kaget karena dalam perjanjian lama jarang sekali Allah itu disebut sebagai Bapa (hanya 15 kali di PL) tapi Yesus menyebut Allah sebagai Bapa itu 245 kali bahkan Tuhan Yesus beberapa kali menggunakan kata ‘Abba’ sebuah panggilan yang lebih akrab seorang anak kepada Bapanya. Melalui hal ini Yesus mau mengajarkan bahwa Doa adalah hubungan yang dekat antara Allah dan umatnya yaitu mereka yang sudah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat dan menerima kuasa sebagai anak-anak Allah (Yoh 1:12).

Jadi doa itu bukan sekedar kata-kata hafalan atau ritual seperti yang mereka lakukan selama ini karena itu tidak heran dalam konteks doa Bapa kami yang dicatat dalam Lukas 11;1-4 didahului dengan permintaan murid-murid kepada Tuhan Yesus Guru ajarlah kami berdoa. Ini sesuatu yang janggal karena sebagai orang Yahudi sejak kecil mereka sudah berdoa. Karena setelah mereka mengukit Tuhan Yesus mereka memperhatikan perbedaan antara pemimpin dan Tuhan Yesus berdoa. Mereka sering menemukan Yesus pagi-pagi berdoa di tempat sunyi, bahkan di tengah kesibukan pelayanan Tuhan Yesus ajak murid-murid menyepi dan berdoa. Mereka meilihat ada keintiman dan kedekatan di dalam doa Tuhan Yesus kepada Bapa

Allah selalu merindukan keintiman dengan anak-anakNya karena Dia adalah Bapa. Namun seringkali kerinduan ini bertepuk sebelah tangan. Sering kali kita datang pada Allah saat ada dalam pergumulan dan masalah padahal kerinduan Allah adalah 24 jam selalu dekat dengan anak-anaknya.

Doa itu adalah hubungan akrab, intim dengan Allah, dimana saja kapan saja kita teringat apa saja kita selalu mengkaitkan dengan doa tidak dibatasi dengan ruang sekalipun kita tetap harus mengambil waktu berdoa dikamar dan sendiri

Iblis itu seperti singa yang mengaum-ngaum mencari kesempatan untuk menerkam kita, tapi kalau kita intim dengan Tuhan pencobaan seberat apappun, seberat, sebanyak, se-intens apapun bisa kita lalui karena kita dekat dengan Tuhan. Tapi saat kita berpaling dari Tuhan kita menjadi sasaran empuk dari iblis karena saat intim dengan Tuhan kita tidak sendirian.

  • Mengajar kita tentang Allah

Sering kali doa itu tentang kita, permintaan kita, pergumulan kita, kesusahan, keuangan, kesehatan, keluarga, pelayanan kita. Semuanya tentang kita dan saya. tapi melalui Doa Bapa kami Tuhan Yesus sedang mengajar bahwa doa itu adalah tentang Allah. Dari kalimat yang pertama sampai akhir itu semua tentang Allah.

Bapa Kami yang disurga itu bicara tentang kasih

Dikuduskanlah namaMu itu bicara tentang kekudusan Allah

Datanglah kerajaanMu jadilah kehendakMu bicara tentang kerajaan Allah

Berikanlah kepada kami pada hari ini makanan yang secukupnya bicara tentang pemeliharaan Allah

Ampunilah kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami bicara tentang pengampunan Allah

Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan tapi lepaskanlah kami dari yang jahat bicara tentang perlindungan Allah

Sebab Engkaulah yang empunya kerajaan dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya bicara tentang kemuliaan Allah

(kalimat ini tidak tertulis di teks aslinya, ditambahkan pada abad-abad pertama)

Dicantumkan karena sebetulnya kalimat dalam kurung itu adalah respon orang yang menyalin. Karena alkitab pada jaman dulu bukan di cetak melainkan di tulis tangan kalau sudah rusak.

Kalimat ini bicara tentang kekaguman akan Allah setelah mengucapkan doa diatas

Doa Bapa kami itu tentang Allah sehingga waktu kita berdoa, waktu kita mengucapkan doa, sebetulnya doa itu membuat kita semakin mengenal Dia, semakin mengagumi Dia, semakin melayani, menyembah, mengagumi Dia

Bukan kita tidak boleh meminta, tapi ketika kita mengerti bahwa doa itu tentang Tuhan, saat kita minta kita tau bahwa kita datang pada pribadi yang benar, kita tidak salah alamat sehingga membuat kita yakin Tuhan akan memberikan  kepada kita sesuai dengan pribadinya sehingga kita percaya bahwa Tuhan pelihara kita

Saat kita mengalami kesulitan ekonomi kita tidak perlu berdoa panjang lebar tau persis bahwa Tuhan itu memelihara kita, waktu kita mengalami pencobaan yang berat kita tidak perlu sampai panjang lebar berdoa karena kita tau bahwa Tuhan itu melindung kita

Kita sering kali  berdoa panjang lebar sepertinya kita kurang yakin, dan kita perlu menjelaskan ini itu kepada Tuhan tapi sebetulnya waktu kita tau bahwa doa itu tentang Allah ketika kita datang kepada Tuhan tanpa harus bertele-tele dan Itu membuat kita semakin ingin mengenal Tuhan

Biarlah ini menjadi pola doa kita

#Doa Puasa WB Nasional 2016#

2019-02-06T09:03:07+00:00