HANA Wanita Yang Beribadah

Penilaian statistik oleh para pakar mengenai depresi menunjukkan peluang perempuan dilanda depresi memang dua kali lebih besar dibandingkan laki-laki. Peristiwa tragis yang masih sering terjadi di masyarakat kita adalah janda ditinggal mati atau janda cerai sering menemukan dirinya berada dalam keadaan depresi yaitu merasa tidak berdaya, ia merasa kurang mendapat kepuasan dari lingkungan, serta kurang mendapat penguatan positif. (sumber : Forum pembaca kompas)

Kebahagiaan pernikahan Hana hanya berlangsung tujuh tahun. Menurut penafsiran Alkitab, ia telah menjadi lebih dari 60 tahun lamanya. Mestinya ia hidup tanpa harapan dan menderita depresi, karena pada zaman itu, satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh seorang perempuan yang tidak beranak, ialah pulang ke rumah orangtuanya untuk menantikan kalau-kalau ada yang mau menjadi suaminya yang kedua atau untuk menunggu ajal. Sebagai seorang janda, mungkin juga ia menjadi bagian orang yang diasingkan oleh masyarakatnya.

Apakah yang membuat ia menjadi seorang perempuan yang tidak hancur oleh patah hati? Perubahan apakah yang ia alami, sehingga hidupnya menjadi kabar kesukaan bagi orang lain ?

Hana tidak melarikan dirinya kepada masa lalunya. Itu merupakan salah satu bahaya besar yang mau tidak mau dihadapi oleh para janda. Hana mengambil pilihan yang lain, ia berlari kepada Allah, ia tidak terpaku pada apa yang ia tidak miliki. Iblis selalu berusaha untuk merusah ketenangan ktia sehingga kita tidak dapat bersekutu dengan Allah. Hana memilih untuk bersekutu dengan Allah, memiliki doa yang konsisten setiap hari, bertumbuh dalam membedakan keinginan pribadi dan keinginan Tuhan, bertumbuh dalam mempraktekkan firman yang dibaca setiap hari. Selain itu wanita yang beribadah hidupnya memberi dampak bagi orang lain. Hana adalah seorang wanita yang beribadah, ia mengetahui kehendak Allah dan hidupnya memberi dampak. Dia mempersembahkan setiap saat dari hidupnya kepada kedaulatan Allah karena dia sadar bahwa Allah adalah penguasa hidupnya. Saat bertemu Mesias, Hana menjadi penginjil perempuan pertama yang menceritakan tentang mesias kepada semua orang di Yerusalem yang menantikan kelepasan.

Apakah engkau mudah menjadi patah karena patah hati? Apakah engkau merasa tidak berharga dan tidak berdaya akan kondisimu saat ini? Jadilah seorang wanita yang beribadah yang menyerahkan seluruh kehidupannya secara total kepada Tuhan. (/cca)

Sumber :

Buku “Ia Dinamai Perempuan 1” karya Gien Karssen. Buku Modul 2 Pembinaan Wanita Bijak

 

2018-07-30T04:41:40+00:00