Kekuatan Kuasa Kasih Karunia

Alkisah seorang putri disebuah kerajaan yang memiliki kekuatan magis dalam dirinya. Awalnya kekuatannya ini menjadi kebanggaan bagi dirinya, sampai suatu ketika dia menyadari bahwa kekuatannya ini ternyata adalah kelemahan juga didalam dirinya; semua yang disentuhnya berubah membeku bagaikan es, adiknya pun hampir saja mati akibat kekuatan yang dimilikinya itu. Bertahun-tahun lamanya sang putri mengurung diri didalam kamar, menutupi kelemahan yang dimilikinya, ia berpegang pada pesan almarhum sang ayah, “jadilah gadis yang baik. sembunyikan kelemahanmu, jangan rasakan dan jangan biarkan mereka tahu.” Pesan ini menjadi beban dihatinya, ia tak sanggup lagi menahannya sampai akhirnya seluruh warga kerajaan mengetahuinya. Saat itulah ia berubah, melihat kelemahannya sebagai anugerah dan pada akhirnya kelamahan yang dimilikinya dapat menjadi kekuatan yang dapat memperkokoh kerajaannya.

Dunia menyuruh kita agar jangan pernah menunjukkan kelemahan kita. Sebenarnya sikap ini menjadi momok dalam kehidupan kita, membuat kita menjadi pribadi yang tidak berani tampil atau maju, berusaha untuk menutupi kelemahan dan sibuk malabur citra diri supaya dapat selalu tampil yang terbaik. Bukankah kita sering terinspirasi ketika kita melihat orang-orang yang secara fisik mengalami kekurangan, tetapi mereka mampu melakukan sesuatu layaknya orang normal bahkan melebihi dari yang biasanya orang normal lakukan.

Ada seorang yang lumpuh mulai dari leher hingga kakinya, namun dapat menjadi seorang motivator dan penulis buku best seller. Ada juga yang tidak memiliki kaki dan tangan, namun dapat bekerja layaknya orang normal. Seorang yang buta, namun dapat memainkan sebuah gitar dengan piawai. mereka adalah pribadi yang menunjukkan kepada dunia bahwa kelemahan yang ada didalam diri mereka dapat dipakai Tuhan

Ketika kita sedanga berada dalam kelemahan tidak jarang kita ingin undur dari Tuhan, karena kita berusaha melakukan hal yang berkenan dihadapanNya, justru sebaliknya yang kita lakukan. Berusaha menjadi wanita yagn bijak, namun malah hidup sebagai wanita yang bodoh. Selanjutnya kita berpikir bahwa wanita bijak hanyalah sebuah slogan dan berhenti belajar untuk berubah.

Selama satu tahun ini WW sudah mengangkat tema “Dalam kelemahanku, KuasaNya sempurna” dan “Kekuatan Dalam kelemahan”‘ bersyukur tema-tema ini telah memberikan sebuah sudut pandang yang lain mengenai kelemahan yang kita miliki; orang yang kuat bukan berarti tanpa kelamahan dan kelemahan bukanlah penghalang lahirnya kekuatan. Sebagai orang yang menerima kasih karunia Tuhan, kita tidak perlu kautir dengan kelemahan karena meskipun kasih karunia Tuhan tidak menghilangkan kelemahan kita, justru dalam kelemahanlan kuasa Tuhan bekerja degnan sempurna. Itu sebabnya jangan takut dengan kelemahan kita karena disanalah kasih karunia Tuhan bekerja.

Secara umum arti kasih karunia adalah sesuatu yang berharga diberikan secara cuma-cuma kepada orang yang tidak layak menerimanya. Alkitab menyebut dengan kasih karunia dan sehari-hari kita biasa menyebutnya dengan anugerah. TUhan memberikannya pertama-tama kepada kita untuk mampu percaya akan keselamatan yang diberikanNya dengan cuma-cuma. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9)

Tuhan memberikan kasih karunia kepada orang yang dipilihNya. Tidak ada seorangpun yang layak untuk dipilih, tidak ada seorangpun yang layak untuk dipilih, tidak ada seorangpun yang mempunyai kualitas tertentu sehingga dianggap pantas untuk menerima kasih karunia pengampunan, mendapat penebusan, hidup yang baru didalam dia, dan jangan berpikir bahwa kita dapat menjadi seperti sekarang ini karena ada “sesuatu” didalam kita yang Tuhan pertimbangkan sampai kita lebih berhak menerima kasih karuniaNya daripada orang lain. Kita dipilih untuk diberi kasih karunia itu semata kedaulatan Tuhan, tidak ada yang dapat mempertanyakan. “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkanNya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh anugerah kita diselamatkan, dan didalam Kristus Yesus ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia disurga” (Ef 2:5-8).

Tujuan kasih karunia diberikan supaya pada masa yang akan datang Allah dapat menunjukkan kepada ktia kekayaan anugerah-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus yesus (Efesus 2:7). Sejak awal kasih karunia diberikan berupa anugerah,
yaitu kekuatasn utnuk menjadi seperti yang diinginkannya.

Untuk dapat mengalami kekuatan kasih karunia Tuhan, Yesus mengatakan bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan yaitu : menyangkal diri, memikul salib setiap hari dan mengikut Dia (Luk 9:23).

Menyangkal diri artinya berkata ‘tidak’ kepada diri sendiri dan dosa. Memikul salib artinya mati dari kehidupan yang lama dan bersedia masuk dalam kehidupan baru didalam Krsitus. Sama seperti Kristus yang dengan rela naik ke atas salib, maka tidak ada yang bisa memaksakan salib pada diri kita. Salib sifatnya sukarela. Selama kita masih memegang dan hidup dengan cara hidup yang lama, kita tidak akan pernah mendapatkan kekuatan menjalani kehidupan baru yang Yesus janjikan.

Setiap wanita yang mau hidup didalam visi wanita bijak, “melalui keunikannya wanita berfungsi dan menjadi teladan,” memerlukankasih karunia. Kasih karunia sanggup melampaui setiap kelemahan, ketidaksanggupan, keterbatasan, kekurangan bahkan kegagalan kita untuk memenuhi perintah-perintahNya. Alkitab mencatat, Tuhan memberikan kasih karunia pada para wanita sesuai dengan keunikannya.
Kita dapat dipakaiNya untuk hal-hal yang baik dan luar biasa. Dalam kasih karuniaNya, kita dapat menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita. Sebab itu, kita tidak perlu menjadi sempurna terlebih dahulu baru dapat dipakai Tuhan. Kita dapat dipakaiNya untuk menyatakan kemuliaanNya sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Dibalik segala kelamahan kita, justru kuasa Tuhan semakin bekerja dengan sempurna

Janda sarfat mendapat kasih karunia berani mengambil keputusan memberikan roti kepada Elia sekalipun ia belum tahu apakah akan ada kelanjutan persediaan makanan baginya dan kedua anaknya. Rahab menerima kasih karunia berani untuk menyembunyikan tamunya dibawah jerami sekalipun ia belum tahu apakah usahanya akan berhasil dan tidak ketahuan, sebab bila perbuatannya diketahui orang maka ia siap ditangkap bahkan dibunuh bersama dengan orang-orang yang disembunyikannya. Wanita Fenisia mendapat kasih karunia ngotot dan tebal muka untuk mendapat kesembuhan dari Tuhan Yesus sekalipun ia disebut anjing yang tidak layak dapat roti dari meja tuan. Dengan kasih karunia “tidak tahu malu”, wanita ini minta remah-remah yang jatuh dari sisa makanan anak-anak tuannya. maria ibu Yesus menerima kasih karunia tabah menerima resiko karena hamil sebelum menikah, sekalipun saat itu ia belum pernah mendengar ada perempuan yang dapat hamil karena dinaungi Roh.
Maria tidak takut mengalami sesuatu yang belum pernah dialami oleh perempuan manapun dimuka bumi ini.

Kita membutuhkan kasih karunia “stand alone” untuk memiliki sikap hati teladan. Menjadi teladan adalah menjadi pendahulu dari semua orang untuk melakukan yang belum pernah dilakukan oleh orang lain. Keputusan itu dibuat dan dilakukan karena kita tahu bahwa kita diciptakanNya untuk melakukan pekerjaan baik yang secara khusus dipanggil untuk melakukannya. Kita diberi kasih karunia yang menjadi kekuatan yang dianugerahkan sesuai dengan keunikan kita masing-masing. Dari banyak wanita yang dicatat di Alkitab, kita dapat belajar bahwa menjadi teladan kita harus berjalan paling depan. Sampai hari ini Tuhan terus menganugerahkan kasih karuniaNya untuk setiap wanita pilihanNya. Ada bunda Teresa yang dianugerahkan belas kasihan untuk mencintai orang-orang yang sakit hampir mati di India. Ada Corry aquino yang dianugerahkan keteguhan hati untuk memimpin negara Filipina dan memberantas korupsi dibangsanya. Ada Risma yang menerima kasih karunia untuk menutup Dolly ketia ia menjadi walikota di Surabaya. Ada banyak wanita bijak yang hidup di dalam visi dan mampu menjadi teladan meskipun mereka masih memiliki kelemahan, hal ini dikarenakan kasih karunia Tuhan masih cukup sampai hari ini dan terus dianugerahkan buat yang berani mempercayaiNya. Ketika kita berhadapan dengan masalah yang datang bagaikan raksasa-raksasa yang tak terkalahkan, ketika kita merasa tidak berdaya, apakah kita lebih menyadari kelemahan kita atau kita mau mengandalkan kasih karuniaNya yang dapat melahirkan kekuatan ditengah kelemahan kita

DIBALIK SEGALA KELEMAHAN KITA, JUSTRU KUASA TUHAN SEMAKIN BEKERJA DENGAN SEMPURNA **

2018-05-13T19:32:44+00:00