Kenapa musti berubah

Mengapa kita harus berubah? Karena perubahan adalah sesuatu yang penting dan bersifat kekal. Perubahan dapat dimulai ketika adanya suatu kesadaran bahwa kita butuh melakukan suatu perubahan. Tapi terkadang kita sebagai remaja putri sulit menyadari bahwa perubahan itu adalah kebutuhan, karena kita cenderung memilih kehidupan yang membuat perasaan kita selalu senang, tanpa berpikir bahwa tidak melulu semua yang senang atau enak itu baik. Kita akan menyadari arti pentingnya sebuah perubahan saat melihat bahwa kesenangan yang kita korbankan tidak sebanding dengan kepuasan yang kita terima, juga bonus-bonus dari perubahan itu sendiri seperti; kehidupan yang lebih teratur, pujian dari orang-orang sekitar kita, dan lain-lain.

Terkadang saat menjalani proses perubahan tersebut kita sering menghadapi HTG (hambatan, tantangan, dan gangguan), karena itu kita membutuhkan teman ataupun komunitas yang mendukung dan juga kesadaran bahwa kita membutuhkan Tuhan untuk mencapai perubahan.

Saya seorang yang sulit menerima koreksi dari orang lain, sering berargumen dengan sahabat-sahabat maupun orang tua, terutama dengan papa. Setiap kali papa mengarahkan saya ke dunia yang dia geluti yaitu bisnis, hal itu sering membuat saya berpikir “saya ‘kan punya jalan hidup sendiri, kenapa sih harus di tentu-tentui?” tapi suatu hari seorang teman cerita kepada saya tentang kasih sayang papanya. Dia mengatakan bahwa papanya sering membelikan buku dan menyuruhnya mempelajarinya, teman saya itu menyagari bahwa pemberian papanya itu adalah bentuk dorongan ke dunia pendidikan (bidang yang digeluti papanya). Baginya itulah ungkapan rasa sayang dari papanya.

Saat pertama kali teman saya cerita rasanya aneh, yang benar saja masa zamans ekarang ada anak yang suka terima kado dari papanya berupa buku??? Dimana-mana semua remaja sukanya dibelikan blackberry, baju, tas, sepatu, dsb. Tapi setelah saya merenungkan perkataan teman saya, Tuhan berbicara bahwa ini satu kesempatan untuk kamu berubah. Akhirnya saya mengambil kesempatan itu.

Awalnya sangat susah buat saya untuk melakukan perubahan, namun lewat kebenaran Firman Tuhan yang direnungkan membuat saya selalu sadar bahwa saya membutuhkan perubahan. Prosesnya memang tidak mudah, contohnya ketika papa mulai mendorong saya dengan “ceramah”nya yang panjang lebar saya mulai merasa ada botol coca-cola yang mau meledak dihati. Tapi ketika kebenaran Firman muncul dalam pikiran saya, “soft drink” itu langsung berubah menjadi “air mineral” yang mengademkan tenggorokan.

Apabila pikiran kita terus-menerus diisi oleh firman Tuhan, maka akan tumbuh iman yang menghasilkan respon yang benar untuk kita berubah. Karena itu perubahan tidak akan pernah terjadi apabila kita tidak pernah melibatkan Tuhan didalam kehidupan kita  sehari-hari. Tidak ada satu kupu-kupu yang tidak berusaha keras untuk keluar dari kepompongnya. Dengan pertolongan Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin untuk suatu perubahan. Kuncinya adalah tidak menyerah dan tidak takut gagal, karena kegagalan bukanlah tanda bahwa kita tidak mampu untuk berubah, melainkan proses menuju perubahan.

Kezia – Tim GT Serpong

2018-08-01T08:37:41+00:00