Lea, wanita yang mengusahakan kasih

Setiap wanita pastilah menginginkan dicintai sepenuh hati oleh pasangannya, begitupun dengan Lea tokoh wanita yang hidupnya semula tanpa kasih namun berakhir dengan wanita yang seluruh hidupnya dipenuhi dengan kasih. Awal kisahnya diceritakan sebagai anak perempuan tertua dari Laban, paman Yakub dan secara fisik ia tidak semenarik Rahel adiknya. Ironisnya ayahnya, mempergunakannya sebagai alat untuk menipu Yakub, menikahkan dirinya dengan orang yang tidak pernah mencintai dirinya untuk memenuhi egonya sendiri.

Harusnya hari itu menjadi hari yang paling membahagiakan bagi Lea dalam hidupnya, namun menjelang pagi saat kehidupan baru dimulai, keadaan menjadi berbalik. Yakub, suami yang baru dinikahinya, pergi meninggalkannya karena menyadari bahwa wanita yang dinikahinya bukanlah wanita yang dicintainya. Lea menyadari sepenuhya bahwa hidupnya selama ini berada di bawah bayang-bayang Rahel, adiknya yang elok sikapnya dan cantik parasnya, sudah barang tentu ia menjadi incaran banyak lelaki dan tentu saja Yakub lebih mencintai Rahel dibandingkan dirinya.

Dalam kehidupan pernikahannya, Lea banyak berjuang untuk mendapatkan kasih dari suaminya, satu-satunya cara baginya adalah melahirkan seorang bayi. Lea menamai putra pertamanya Ruben, namanya berati “lihatlah aku”. Alkitab mengatakan, “sesungguhnya Tuhan telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku.” (Kejadian 29:32). Namun itu tidak terjadi, Yakub tetap lebih memperhatikan Rahel dibandingkan Lea.

Penolakan yang dialami Lea menimbulkan luka-luka dihatinya, sekali lagi ia berpikir untuk melahirkan bayi laki-laki bagi Yakub. Anaknya yang kedua diberi nama Simeon, artinya Dengarkanlah aku!. Setiap kali Lea memanggil nama Simeon, sesungguhnya ia sedang mengirimkan pesan kepada Yakub : “Dengarkan aku”. Tetapi Yakub tidak mendengarkannya, malam-malamnya lebih banyak dihabiskan dalam tenda Rahel.

Kali ini Lea bersikeras, puteranya yang ketiga diberi nama Lewi yang artinya “dipersatukan” atau “dihubungkan”. Lea sedang menjerit kepada Yakub “bersatulah denganku! Berhubunganlah denganku! Akulah yang memberikan kepadamu anak laki-laki dan membuatmu menjadi seorang ayah. Rahel tidak menghasilkan buah dari hubungan dengannya. Tidakkah kamu sadari bahwa hubungan kita yang Tuhan sedang berkati?”. Kerinduan Lea adalah supaya Yakub dapat mencintainya, berbagi dan mempedulikannya. Namun itupun tidak terjadi.

Ternyata melahirkan anak bagi Yakub tidak membuat Lea diperhatikan, ia menyerah dan akhirnya memutuskan untuk menghadapi fakta ini bahwa Rahel lebih dicintai Yakub dibandingkan dirinya. Ia mengganti haluan. Satu hal yang anda harus  pelajari dari kehidupan Lea yaitu ketika ia mengejar kasih manusia yaitu Yakub (suaminya), ia tidak mendapatkan apa-apa, sebaliknya ketika Lea berbalik mengejar kasih Tuhan Lea mendapatkan segala yang diharapkannya. Kalau hari ini anda lelah mengejar kasih kepada orang yang paling kau harapkan kasihnya atau orang yang paling sulit kau kasihi, berhentilah, putarlah haluan, kejarlah kasih Tuhan dan anda akan mendapatkan apa yang kau perlukan.

Putra ke-empat Lea dinamai Yehuda yang artinya “biarlah Yahwe dipuji” Ketika putra keempatknya ini lahir, Lea menunjukkan kepada Yakub, “aku tidak perlu perhatianmu untuk membuatku menjadi utuh. Aku tidak perlu telingamu yang mendengarkan aku untuk aku merasa dihargai. Aku tidak perlu merasa sendirian. Aku dapat menemukan kepuasanku didalam Tuhan. Tuhanlah yang melihatku, Tuhan yang mendengarkanku, Tuhanlah yang bersamaku dan Tuhanlah yang membuatku menjadi utuh dan memuaskan hidupku. Terpujilah Yahwe!’

Semakin anda mengenal dan mengalami kasih Tuhan alam hidup anda, anda akan semakin merasakah hidup anda utuh dan berharga karena anda mulai melihat hidup seperti Tuhan melihatnya dan anda akan mernegrti rencana dan tujuan Tuhan dalam hidup anda.

Lea, perempuan yang matanya tidak berseri, dicatat didalam sejarah sebagai perempuan yang perkawinanya tidak bahagia, namun Lea terus mengejar kasih terhadap Yakub. Hubungannya dengan Yakub merupakan hasil hubungnnya dengan Allah karena hubungan dengan Tuhan akan mempengaruhi cara anda mengasihi orang disekitar anda. Dengan terus menerus membangun hubungan yang intim degnan Tuhan, anda akan diberi kekuatan untuk mengasihi diri anda sendiri dan mengasihi sesama.

Kisah Lea merupakah suatu dorongan karena kisah ini memberi pengertian yang lebih dalam tentang bagaimana Allah menghargai hidup seseorang. Allah menilai Lea berdasarkah hatinya dan bukan berdasaran penampilannya. Melalui kasihNya, ia dapat mengubah seorang yang tertolak itu menjadi saruran berkat dan kasih bagi orang lain. Lea didalam sejarah mendapatkan tempat terhormat, diakhir hayatnya ia dimakamkan di tempat terhormat, disejajarkan dengan Abraham, Sara, Ishak dan Ribka.

 

2018-08-01T09:56:17+00:00