Menjadi Bintang yang bercahaya

“Kecantikan tanpa Karakter bukanlah cantik yang sesungguhnya”

Demikianlah saya menggambarkan Ester, tokoh yang dikenal karena perawakan dan paras yang cantik, juga perjuangannya menyelamatkan bangsa Yahudi dari pembunuhan massal yang direncanakan oleh Haman. Namun ada sisi lain yang Ester miliki, tidak hanya kecantikan lahiriah melainkan juga kecantikan batiniah, ia memiliki hati yang dipenuhi belas kasihan akan bangsa dan rakyatnya. bahkan ia rela berkorban apapun demi bangsa Yahudi.

Hari ini ketika saya bersaat teduh, Tuhan mengingatkan saya bahwa ‘hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang disorga.” Membaca kisah Ester dalam perjanjian lama, kita tidak akan menemukan kata Tuhan dalam kitab ini. Tetapi saat merenungkan seluruh bacaan dalam kitab ini, kita dapat merasakan bahwa Allah hadir dan terlibat dalam kehidupan seorang wanita muda yang memiliki nama ibrani Hadasa. Dalam didikan Mordekhai, Ester diajar untuk menghormati Allah dan menghargai bangsanya. Karena itu perbuatannya sungguh mencerminkan Allah yang besar, hidupnya bercahaya bagaikan bintang yang cemerlang sesuai dengan arti namanya yaitu Bintang.

Saat ia berada dalam kesukaran -nyawa menjadi taruhannya- Ester mencari hikmat Tuhan, bahkan dikatakan Ester berpuasa sebelum ia melakukan segalanya (Ester 4:16). Roh tentram menguasainya, ia tidak menjadi karena situasi, hikmat Allah mengalir sampai akhirnya keberadaan sebuah bangsa terselamatkan. perbuatan Ester ini sungguh menjadi inspirasi bagi hidup saya secara pribadi, saya mengajukan pertanyaan bagi diri sendiri apakah di masa-masa sukar, saya mengutamakan Tuhan terlebih dahulu? atau hikmat saya sendiri. Apakah kepedulian saya terhadap sesama datang dari pengenalan akan Allah yang benar atau hanya empati sesaat saja? Penghormatan akan Allah melahirkan sikap hidup yang benar

Ester mengetahui dengan jelas rencana Allah atas hidupnya sebagai seorang ratu. Sehingga karena ketaatannya, tindakan Ester menjadi sejarah yang tak terlupakan bagi bangsa yahudi. Sampai saat ini bangsa Yahudi mengingat apa yang telah dilakukan Ratu Ester bagi mereka. Setiap tahun orang Yahudi merayakan hari raya Purim, mereka membaca kitab Ester. Ester bergaul karib dengan Allah, Ester adalah teladan bagi semua wanita yang hidupnya mengasihi Allah dan jiwa-jiwa.

Apakah hari ini anda masih memiliki hati yang cantik, yang peduli dan mau berkorban bagi orang lain? Sudahkah kita melepaskan ego kita bahwa keselamatan yang kita terima berlaku juga bagi orang lain? Mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang, membawa mereka kepada keselamtan yagn kekal. Mulailah dari lingkungan disekitar kita, dikantor, di tempat kerja, di rumah ataupun di bis kota yang kita tumpangi setiap harinya. Menjadi berkat bagi setiap orang yang kita temui setiap harinya, tentu sangat berarti bagi orang tersebut. Sebuah kalimat yang sangat powerfull berkata, “kita lahir diIndonesia, namun sudahkah Indonesia lahir di hati kita?”

Biarlah menjadi acuan kita untuk mulai melihat sekeliling kita, hingga bintang itu berfungsi memancarkan cahayanya untuk menerangi dunia ini.

 

2018-06-21T07:09:25+00:00