Perubahan Sebuah Perjalanan hidup

Baru-baru ini saya membuka-buka lagi sebuah buku yang sudah sekitar 10 tahun saya miliki. Buku ini saya susun sendiri, berisi cuplikan-cuplikan kehidupan saya sejak kelahiran sampai saat perkuliahan, lengkap dengan potongan-potongan foto penuh kenangan. Saat menyusunnya, saya ingin agar orang-orang disekitar saya menuliskan pandngan ataupun kesan dan masukan-masukan mereka terhadap diri saya. maka sayapun meminta saudara, para sahabat dan teman-teman lain untuk menulis di buku ini. Ketika saya buka kembali, ada satu hal yang menarik yang sepertinya dulu tidak pernah saya bayangkan yaitu sebuah perubahan

Saat-saat awal buku ini diedarkan, mayoritas orang menulis bahwa saya adalah seseorang yang kaku, sulit bergaul, galak dan mudah ‘BT’. Saya akui semua memang benar adanya. namun seiring berjalannya waktu, mereka tidak lagi menuliskan hal-hal yang sama, ada kesan yang berbeda yang mereka lihat. mereka mulai menulis bahwa saya adalah seorang yang perhatian, penolong, serta loyal. Sebuah perubahan yang tidak pernah saya bayangkan, tetapi sungguh-sungguh terjadi.

Melalui peristiwa membuka kembali buku ini, saya jadi belajar beberapa hal mengenai perubahan. Yang pertama, perubahan hanya dapat dikerjakan oleh Tuhan. Saya tidak mungkin bisa mengubah sifat-sifat lama saya yang emosional itu dengan kekuatan sendiri, walau banyak orng telah menasehati saya dengan cara apapun, saya tetap tidak berubah. Namun dalam perjalanan saya mengikut Tuhan dan melayani Dia, tanpa sadar saya diubahkan setiap hari,    semakin lama semakin seperti yang ia inginkan.

Hal kedua yang saya pelajari adalah perubahan jarang sekali terjadi secara instan. Perubahan membutuhkan proses, dan proses ini hanya bisa terjadi didalam interaksi dengan orang-orang disekitar kita dalam situasi yang kita hadapi sehari-hari. Memang perubahan hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan, tetapi Ia bekerja melalui orang-orang sekitar dan situasi-situasi tersebut untuk menolong kita mengalami perubahan.

Salah satu perubahan drastis yang saya alami adalah dalam hal penampilan, Dulu saya termasuk tipe wanita yang tidak suka berdandan, bahkan cenderung tidak mau berdandan. Tapi setelah Tuhan mengubah sifat-sifat saya menjadi baru, Ia pun memberikan kerelaan bagi saya untuk belajar berpenampilan dengna lebih baik. ia menggunakan situasi saat saya masuk pada bidang pekerjaan baru sebagai seorang sekretaris, yang ‘mewajibkan’ saya untuk menjaga penampilan. ia juga menggunakan sahabat terdekat saya yang memang mempunyai talenta khusus dalam hal ini, untuk mengajari saya berdandan. Akhirnya saya pun berubah, bukan saja rela untuk berdandan, tapi bahkan saat ini saya sudah bisa memahami perlunya penampilan yang baik bagi seorang wanita.

Selain dua hal diatas, saya juga belajar bahwa waktu yang selalu tepat untuk sebuah perubahan adalah sekarang. Maksud ‘sekarang’ disini adalah saat dimana kita menyadari bahwa kita perlu berubah. Saya mendapati bahwa saat kita sudah mengetahui perubahan apa yang perlu kita lakukan, semakin kita menunda untuk berubah semakin sulitlah kita berubah. melakukan satu langkah setiap kali, sekecil apapun langkah itu, jauh lebih berguna daripada diam menantikan kemapuan kita ‘terhimpun’ untuk melakukan langkah yang besar. Sejak saya terlibat di pelayanan WB, ada banyak perubahan yang saya temukan penting untuk saya lakukan. Saya belajar lebih peka, menolong/melayani orang lain, memiliki roh yang tenteram dan lemah lembut, serta menjadi teladan. Belum sepenuhnya berhasil, ada hal-hal tertentu dimana saya masih sedang berjuang untuk berubah, namun saya sedang belajar setia melakukan langkah-langkah kecil setiap kalinya, sampai benar-benar terjadi perubahan yang nyata.

Semua perubahan yang saya alami ini bukanlah perkara yang mudah. Bertahun-tahun lalu, Tuhan menuntun saya untuk membaca dan merenungkan salah satu ayat dalam FirmanNya, Filipi 2:13 “…karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya.” Ayat ini menyadarkan saya, bahwa Tuhan melihat kemauan/niat di hati saya untuk berubah, dan ia mengerti bahwa seringkali saya tidak sanggup untuk bergerak dari titik niat kepada titik bertindak. karena itulah Ia berkata, ia-lah yang mengerjakan baik kemauan maupun pekerjaan. Kebenaran inilah yang terus terngiang-ngiang di hati saya setiap kali saya menyadari saya perlu berubah dalam suatu hal, dan kebenaran ini pulalah yang telah menjadi kekuatan yang nyata bagi saya dalam melakukan berbagai perubahan. Lewat kebenaran ini, saya percaya bahwa kita akan sanggup mengalami setiap perubahan yang Tuhan inginkan terjadi bagi kita.

Perubahan adalah sebuah perjalanan hidup. Kita tidak mungkin melalui satu hari tanpa mengalami perubahan. Hari-hari ini, apa yang sedang Tuhan ingatkan untuk kita berubah? Untuk hal itu, ia-lah yang mengerjakan didalam diri kita, baik kemauan maupun pekerjaan/tindakan yang nyata. jadi, selamat berubah

Oleh Mutiara Yasmin – WB Single Jakut

2018-06-11T09:11:08+00:00