PERUBAHAN : Suatu Perintah Allah

Berbicara tentang perubahan bukanlah sesuatu yang asing bagi kita seorang wanita karena dunia atau hal-hal disekitar kita hampir setiap saat mengalami perubahan. Tanpa disadari anak-anak kita terus mengalami perubahan-perubahan secara fisikal, intelektual mental, sosial dan spiritual.

Contoh dalam hidup sehari-hari : rambut dikepala kita mulai mengalami perubahan, helai demi helai mulai memutih, muncul guratan-guratan di wajah kita. Selain itu kita pun mesti menghadapi perubahan harga-harga kebutuhan pokok yang kadang membuat kita para istri harus berfikir kreatif mengatur pengeluaran belanja. Kita akan senang melihat perubahan yang menguntungkan atau yang sesuai dengan kehendak kita.

Namun sadarkah kita, secara rohani ada suatu perubahan mendasar yang Tuhan perintahkan ada di dalam kehidupan kita anak-anakNya : “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2)

Rasul Paulus dengan tegas menuliskan perubahan hidup berkaitan erat dengan ibadah yang sejati (= latreia logikos atau pelayanan yang masuk akal) degnan pengertian jika anda dan saya beribadah tanpa disertai perubahan hidup yang mendasar maka hal itu bukanlah yang logis dan benar dihadapan Allah. Mengalami proses perubahan itulah yang menjadi bagian visi dan misi suci Pembinaan Wanita Bijak. Untuk mengungkapkan dan merumuskan gagasan Paulus memakai 2 kata Yunani, yakni : “Suschematizesthai” (outward form, jangan serupa dengan dunia) dan “Metamotphousthai” (outward form, berubahlah oleh pembaharuan budimu).

Sederhana dan praktisnya Suchematizesthai berarti mengalami perubahan hanya dalam bentuk/kemasan luarnya; lagak lagu, baju, asesoris, gaya dan model hidup menurut standar dan trend dunia. Tidak sedikit perempuan yang ikut larut dan hanyut dalam derasnya arus lingkungannya, warna dan identitas jati dirinya sebagai anak Tuhan tidak terlihat, bahkan kadang berubah-ubah tanpa patokan yang jelas yaitu firman Tuhan!

Demikian juga kata “Metamorphouthai”. Morphe adalah bentuk pokok dan tetap, yang tidak berubah-ubah. Meski pertamanya terlihat jelek seperti kepompong, tetapi karena di dalamnya ada hidup yang bermetamorfosis, lama kelamaan akan berubah dan keluarlah kupu-kupu yang indah, cantik dan menarik warnanya. itulah yang dimaksud dengan inside out : yang terpenting terjadi perubahan dari dalam dan memancar keluar, berbenah diri dari segi batiniah menuju ke lahiriah.  Perubahan hidup sehari-hari adalah buah hati yang sudah disentuh dan dijamah oleh Firman Tuhan. Jelas sekali bahwa prubahan adalah perintah Allah. Tuhan ingin saya dan anda mengalami perubahan hati. Mari kita perhatikan contoh hidup wanita Samaria yang mengalami transformasi/perubahan hidup (Yohanes 4). Wanita yang reputasinya buruk ditengah masyarakat namun berespon dengan tepat terhadap penggilan Yesus. Wanita itu kemungkinan besar adalah seorang tuna susila. Terbukti ia mengambil air siang hari, sesuatu yang tidak lazim dilakukan. Pada umumnya wanita-wanita mengambil air di pagi atau sore hari. Wanita yang tidak mengerti dengan jelas siapa dirinya dan apa tujuan hidupnya. Ketika ia bertemu dengan yesus sumber air kehidupan, hidupnya mengalami perubahan radikal dan total.

Perubahan hidupnya yang utuh dan menyeluruh berdampak bagi sekitarnya, juga amat dirasakan oleh komunitas dimana dia berada. Wanita Samaria pembawa ember menjadi epmbawa jiwa. Wanita yang tadinya pemalu, takut-takut dan menghindari orang banyak, akhirnya berani dan bersedia menjadi wanita pekabar Injil Yesus yang menyelamatkan dan mengubah hidupnya

Sudahkah kita mengalami :metamorphouthai?”Saat saya merefleksi diri apakah perubahan telah menjadi bagian dalam hidup saya? saya merasakan kegerakan Wanita Bijak menjadikan saya sebagai Hamba Tuhan yang bukan hanya bisa menyampaikan/memenuhi panggilan berkotbah saja tetapi mengkhotbahkan apa yang saya hidupi dan menghidupi apa yang saya kotbahkan. Tidak terhitung saya berkotbah mengenai “hormat dan Tunduk” kepada suami, namun itu hanya kata-kata dimimbar saja. Betapa munafiknya saya sebagai hanmaBya. namun saat “Metamorphouthai” terjadi dalam hidup saya, dorongan perubahan semakin jelas saat mengikuti modul 2 bahkan mengajarkannya. Minggu demi minggu saya harus mengerjakan pekerjaan rumah dari setiap topik yang ada, “mengejar kasih”, “Seperti Ibu demikianlah anaknya”, “Wanita yang beribadah” dsbnya. Tuhan mengijinkan saya mempraktekkan apa yang saya pelajari, menghadapi orang-orang yang tidak layak untuk saya kasihi. Hasilnya? itulah perubahan. Tentunya orang-orang disekitar saya yang lebih berhak  mengatakan dan merasakan perubahan itu.

Akhirnya, biarlah kita semua mau merenungkan komentar Wim J. Johnston yang mengatakan : “The most significanti change in a person’s life is a change of attitude- right ttitude produce right action. “Perubahan utama dari kehidupan seseorang adalah perubahan sikap, karena sikap yang tepat akan menghasilkan tindakan yang tepat. Selamat berubag dan berbuah lebat buat kemuliaanNya!!

Segala kemuliaan bagi Dia, Allah kita!

2018-07-26T08:32:52+00:00