Syarat mengikut Yesus

Lukas 9 : 23

Ayat ini dikatakan Yesus dalam konteks ia memberitahukan penderitaan yang akan Ia alami. Ini ditujukan kepada orang-orang yang sudah  mengikut Dia sekian lama. Artinya, perkataan ini bukan sebuah undangan atau pilihan, tetapi sesuatu yang harus dipenuhi oleh seorang murid. Yesus  memanggil seorang mengikut Dia menjadi murid sebagai sebuah komitmen,  namun lebih jauh, Tuhan Yesus menetapkan beberapa syarat bagi muridNya. Justru di sinilah ujiannya, apakah kita sungguh-sungguh seorang murid atau bukan.

Ada 3 kualitas yang harus dimiliki :

  1. Menyangkal diri

Menyangkal diri di sini bukan dalam arti menjauhkan diri dari berbagai hal yang bersifat duniawi seperti yang dilakukan para penganut asketisme. Menyangkal diri bukan berarti bahwa harus menjauhkan diri dari perkara duniawi, harus menyendiri. Dalam Matius 16:16-19, Kalau kita melihat konteks dari ayat ini, maka kita dapat melihat bahwa Yesus mengatakan perkataan tersebut setelah Dia menegur Petrus. Kalau sebelumnya Petrus menyatakan bahwa Yesus adalah Sang Mesias, Anak Allah yang hidup (Mat 16:16-19), namun di ayat selanjutnya, rasul Petrus justru mencoba menghalangi Yesus untuk menerima rencana Allah, yaitu untuk menerima siksaan, dibunuh dan kemudian bangkit pada hari ke-tiga (ay. 21-22). Di ayat 23 dikatakan bahwa Yesus menegur rasul Petrus dengan keras, karena Petrus menempatkan pemikiran sendiri di atas apa yang dipikirkan oleh Allah. Yesus sendiri sepanjang hidupnya, memberi teladan  yang dengan jelas menggambarkan motto hidupNya : “Bukan kehendakKu melainkan kehendak Bapa”.

Ketika Petrus berusaha menggunakan pikirannya sendiri itu yang dimaksud bukan menyangkal diri. Menyangkal diri berarti menyerahkan hak dan otoritas sepenuhnya kepada Allah.

Tanpa penyangkalan diri yang penuh kerelaan kepada Allah sebagai Penguasa mutlak hidup kita, semua aktivitas agama dan pengalaman rohani kita akan kehilangan maknanya.

Inti dari penyangkalan diri Kristen ialah:

  1. Menyangkal diri berarti menyerahkan hak dan otoritas diri kita sepenuhnya kepada Allah.Menyangkal diri berarti mengakui ketergantungan kita kepada Allah, dan karena itu, kita menyerahkan hak dan otoritas diri kita sepenuhnya kepada Allah. Dalam kehidupanNya di bumi.
  2. Menyangkal diri berarti pertempuran seumur hidup menaklukkan dosa dalam diri kita. Mau tidak mau, harus kita akui bahwa ada banyak sifat buruk di dalam diri kita. Untuk lepas dari keinginan dosa (indwelling sin) yang melekat dalam dirinya sampai inilah rasul Paulus bergumul sampai ia mendapatkan kemenangan rohani dalam diri Allah Tritunggal (Rom 7:13-8:17).

Buku kecil Hati Manusia mengungkapkan bahwa di dalam hati setiap orang ada banyak sifat-sifat dosa yang mau menguasai kita. Penulis menggunakan berbagai macam binatang untuk melukiskan bermacam-macam dosa kita: burung merak (kesombongan), kambing (keras kepala), babi (hawa nafsu), kura-kura (kemalasan), harimau (amarah), ular (kelicikan) dan serigala (pencuri), dengan otaknya si Iblis. Kita harus menaklukkannya atau kita akan ditaklukkannya.

Dalam novel The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde diceritakan seorang dokter yang begitu baik, namun membiarkan sisi buruk kehidupannya secara bebas melampiaskan segala kesenangan daging, sampai akhirnya sisi buruknya itu menelan sisi baiknya, dan akhirnya menghancurkan hidupnya. Demikianlah, dosa yang dibiarkan bertumbuh dan berkembang di dalam diri kita, akhirnya akan menjadi kekuatan destruktif yang akan menghancurkan kita. Banyak kebiasaan buruk yang telah kita biarkan berurat akar di dalam diri kita, begitu sulit untuk kita atasi, sehingga kalau bukan anugerah Allah, hampir mustahil kita dapat terbebas darinya.

  • Menyangkal diri berarti meneguhkan maksud Allah yang mulia dalam diri kita. Penyangkalan diri bertujuan memulihkan gambar Allah dalam diri kita, supaya maksud Allah yang mulia terwujud di dalam diri kita. Karena itu, penyangkalan diri harus selalu disertai usaha pengembangan diri seperti yang dikehendaki Allah, yaitu bertumbuh dalam keserupaan Kristus, memiliki karakter ilahi, atau buah-buah Roh Kudus. Tanpa disertai sisi positif ini, maka penyangkalan diri akan menjadi sekedar tindakan agama yang negatif dan membebani, bukannya menimbulkan sukacita. Ingat, kekristenan bukan agama negatif, tetapi positif dan konstruktif.

Jika telah belajar untuk menyangkal diri kita akan terbebas dari penjara egoisme yang membuat kita demikian terobsesi oleh diri sendiri (narciscus), inilah sebabnya orang tega-teganya memperalat dan mengorbankan orang lain demi kepentingan sendiri. Hanya setelah belajar untuk menyangkal diri, kita mampu melakukan kebaikan sejati kepada orang lain dan kepada dirinya sendiri. Selama belum menyangkal diri, bahkan ketika berbuat baik sekalipun, semua itu kita lakukan demi dirinya. Kita hanya berbuat baik kepada yang baik kepada kita, kepada orang yang kita sukai, kepada orang yang akan memberikan keuntungan kepada kita, atau yang suatu hari dapat menolong kita.

  • Memikul salib

Memikul salib tidak sama dengan menanggung beban atau masalah. Memikul salib artinya ikut ambil bagian dalam penolakan, dipermalukan, penderitaaan dan kematian Kristus. Diterjemahkan membawa atau mengangkat.salib= alat penghukuman. Ketika seseorang disalib sudah pasti orang tersebut mati dan tidak ada jalan balik.

Dapat Memikul salib tidak dapat lepas dari kematian= dead man walking. Salib bicara 1 kepastian. Bahwa kita mengalami penderitaan. Memikul salib tidak sama dengan memikul beban, tapi memikul salib berarti seperti Yesus rela menderita.

Rm 6 : 4-11 Banyak orang Kristen tidak pernah mengalami kebangkitan karena sesungguhnya ia belum pernah mati.

  • Mengikut Yesus

Mengikut aku yang di depan berarti ajakan seseorang ke suatu tempat tapi ikut yang kedua sudah disertai dengan

Ikut yang kedua memakai kata yang artinya to be in the same way with. Ikut sama sama bukan sekedar ngikut dalam bahasa jawa ngintil. Kemana saja Tuhan pergi kita mengikut. Konsep pengikut jaman dahulu itu adalah muridnya selalu mengikut dan melihat apa muridnya melakukan apa yang diajarkan.

Jadi mengikut Yesus adalah bersama sama atau mengikut dibelakangnya persis.

Jaman dahulu seorang petani membajak menggunakan 2 sapi. Satu yang senior dan satu lagi junior. Ketika kuk dipasang, bebannya lebih berat ke sapi yang gede. Makanya Tuhan bilang kalau kita jalan sama2 Yesus bebannya yang berat dipikul sama Yesus. Kenapa seringkali kita meraswa berat mgkn karena kita tidak sedang berjalan bersama dengan Yesus.

Billy Graham mengatakan :”Keselamatan itu gratis, tetapi untuk menjadi murid ada harga yang dituntut , yakni segala sesuatu yang anda miliki”

William Borden lulus SMA tahun 1904, maka sebagai hadiah kelulusannya, ayahnya mengirimnya berkeliling dunia dengan ditemani seorang pengantar. Bapak Borden, pendiri perusahaan susu borden itu memberi putranya sebuah Alkitab untuk dibaca selama perjalanan tersebut dengan harapan agar bisa menjadi sumber inspirasi dalam persiapannya memasuki perguruan tinggi. Selama perjalanan keliling dunia itu, William mendengar panggilan Allah agar dia meninggalkan karier bisnisnya yang menjanjikan sukses itu dan memberitakan Injil. Ia menulis lima kata pada halaman depan Alkitabnya.

TIDAK ADA YANG DAPAT MENGHALANGI”

William masuk Universitas Yale di maba ia sangat terpengaruh oleh Samuel Zwemmer untuk memikirkan tentang orang-orang yang belum percaya Yesus. William merasa bahwa Allah memanggil dia untuk bekerja diantara orang-orang itu di China. Ia mengatakan kepada keluarganya bahwa ia tidak akan kembali ke bisnis keluarga setelah menyelesaikan pendidikannya di Yale, sebaliknya ia akan mengabdikan hidupnya untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Kristus. Ia menambahkan emapat kata lagi di depan Alkitabnya

TIDAK ADA KATA MUNDUR “

Setelah menyelesaikan studinya di Universitas Yale dan di Seminari, William tiba di Mesir untuk belajar bahasa Arab sebagai persiapan pelayanannya. Dalam waktu setahun setelah kedatangannya ia terkena radang selaput otak dan meninggal tidak lama setelah berumur 26 tahun. Ibunya pergi ke Mesir untuk mengumpulkan barang-barang pribadinya, salah satu diantaranya ialah Alkitabnya. Dan ia melihat tiga kata tambahan tertulis di depan Alkitab itu yakni : “TIDAK ADA PENYESALAN”

Apa yang dibutuhkan oleh dunia saat ini adalah suatu generasi orang percaya yang mempunyai motto : “Tidak ada yang dapat menghalangi, tidak ada kata mundur dan tidak ada penyesalan” Itu artinya , dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun kita tetap bersedia ikut Yesus. Sudah siapkah anda??

diambil dari kotbah Doa Puasa WB Nasional 2012

oleh ibu Susanna Setiawan

2019-02-18T08:36:13+00:00