Walking in Christ

Ada sebuah pepatah berbunyi : “Tekanan tidak akan menghancurkan seseorang. Sebaliknya, tekanan akan mengungkapkan jati diri orang tersebut”. Tatkala tekanan datang dan ia menjadi tumbang, maka itu berarti orang itu memang tidaklah memiliki kekuatan. Ketahanan diuji oleh tantangan dan tekanan. Begitu juga halnya dalam iman dan pelayanan kita. Perjalanan yang dilalui kadangkala panjang, penuh tantangan, dan melelahkan. Apa saja bisa menjadi penghalang di tengan perjalanan iman kita.

Jemaat di Kolose pun menghadapi persoalan serupa. Mereka sedang berada di zona bahaya. Muncul para pengajar sesat yang mencoba memperdayai mereka dengan bentuk kata-kata indah dan bentuk ibadah yang terlihat spektakuler (Kolose 2:4, 16-23). Jemaat Kolose menghadapi tantangan yang sangat berbahaya, karena bukan saja sesat, melainkan juga sangat menarik hati. Di tengah situasi ini, paulus menasihatkan mereka untuk tetap hidup di dalam Kristus (Kolose 2:6-7).

Hidup di dalam Kristus

Mengapa kita perlu hidup di dalam Kristus? Karena tidak semua orang yang hidup benar-benar memahami kehidupan. Mereka hanya menjalani kehidupan tanpa memahaminya. Mereka ini hanya (existing), namun tidak benar-benar hidup (living). Mereka tidak mengerti makna, nilai, dan tujuan hidup mereka dengan benar. Akibatnya tidak sedikit yang mengalami burn out, kekecewaan, kepahitan, bahkan ada pula yang kehilangan iman.

Kehidupan di dalam Kristus merupakan kehidupan yang dinamis. Jika kita menyimak tulisan-tulisan Rasul Paulus, maka ia seringkali menuliskan ungkapan “di dalam Kristus” (in Christ) dan setiap ungkapan mempunyai arti yang cukup beragam. Sesuai dengan konteks Kolose 2, “di dalam Kristus” dipahami sebagai persekutuan dengan Kristus, yaitu : kita telah dipenuhi di dalam Dia (Kolose 2:10), dikuburkan dan dibangkitkan bersama Dia (Kolose 2:12-13, 20), berakar dan bertumbuh di dalam Dia (Kolose 2:7).

Kita harus terus menerus sadar bahwa kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita, Kristus melakukan semuanya untuk kita dan kita melakukan semuanya untuk Kristus. Jadi hubungan kita dengan Kristus merupakah persekutuan yang tidak terpisahkan. Dinamika kehidupan yang dijalankan tanpa Kristus, merupakah dinamika kehidupan yang liar. Contohnya : Banyak orang merasa hidupnya bergairah, pelayanannya semangat, tetapi yang menjadi pertanyaan ditujukan untuk siapakah pelayanan yang dilakukannya itu? Apakah untuk Kristus atau untuk eksistensi pribadi?

Tiga Wujud Kehidupan Dinamis di Dalam Kristus

  1. Berakar dan dibangun di dalam Dia (Kolose 2:7a) Akar dan pertumbuhan merupakan dua kata yang saling berkaitan. Tidak ada pertumbuhan yang sehat, tanpa akar yang kuat. Dalam pertumbuhan rohani kita, akar yang menopang pertumbuhan kita tersebut adalah Kristus. Itu sebabnya, kita tidak akan bertumbuh tanpa tinggal di dalam Dia. Zaman sekarang musimnya orang melakukan pencitraan. Orang lebih suka mengurus popularitas dibandingkan integritas. Kita terlalu sibuk melayani Tuhan, padahal Tuhan ingin kita menyendiri bersamaNya. Tidaklah heran bila pada akhirnya kita melakukan banyak hal untuk Tuhan tapi tak menikmati penyediaanNya. Terlalu banyak melayani tapi di hati kita kosong.

2. Dikuatkan dalam iman (Kolose 2:7b) Iman yang dimaksud di bagian ini bukan perasaan, melainkan ajaran. Ini bukan tentang apa yang kita rasa atau yakini, tetapi pokok teologis yang kita pegang. Paulus menerangkan iman ini dengan kalimat : “yang telah diajarkan kepadamu”. jadi iman tidak hanya harus besar, melainkan yang terpenting harus benar. Benar mendahului besar. Iman yang benar lebih penting daripada iman yang besar, sehingga kita dapat berkata, “saya tau siapa yang saya percayai”

3. Mengucap syukur (Kolose 2:7c)

Banyak orang yang tidak bertahan dalan perjalanan yang sukar karena mereka kurang mampu untuk mensyukuri kebaikan di sepanjang jalan. Mata mereka hanya terfokus pada tantangan dan penderitaan yang menghadang, bukan pada kekuatan Allah yang menopang. Mereka lupa bahwa Allah selalu mengakarkan, menumbuhkan dan menguatkan mereka.

Kita tidak mungkin siap meninggalkan segala-galanya demi Kristus sebelum Kristus menjadi segala-galanya bagi hidup kita. Kalau kita merasa sudah cukup dengan Kristus maka hidup kita ini menjadi hidup yang utuh, kita tidak perlu melakukan pencitraan, tidak butuh pengakuan dari orang karena kita tahu bahwa di dalam Kristus kita utuh. Di dalam Kristus kita sudah dibayar mahal dengan darah yang sempurna melebihi emas dan perak. Kematian dan kebangkitan Kristus menyelesaikan semua masa lalu kita yang buruk dan memberi kita identitas yang baru serta memberikan kita pengharapan kedepan dan itu cukup!! Jadi mengucap syukur tidak berkaitan dengan berapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita mengenal Yesus di dalam hidup kita.

Wanita Bijak hidup dan berakar di dalam Kristus

Setiap pribadi yang terlibat dalam pelayanan Wanita Bijak pastinya memiliki tantangannya masing-masing. Oleh karena itu, kita harus bisa berakar di dalam Kristus. Bukan pada pengajaran, pada sistem maupun metodenya. Mari kita bersama melakukan empat prinsip berikut ini, agar kita dapat bersama-sama sebagai tim pelayanan Wanita Bijak dapat terus berakar di dalam Kristus.

Pertama, lakukan evaluasi diri.

Bertanyalah kepada diri, “Seberapa dekat hubungan kita dengan Kristus?” (Yohanes 15:5). Seperti akar yang selalu menjalar ke dalam tanah untuk mencari sumber makanan, demikian pula hidup kita harus terus melekat dengan Kristus. Di pembinaan modul-2 kita belajar mengenai apa artinya wanita yang beribadah yaitu wanita yang setiap saat hidupnya adalah ibadah. Dimanapun dan kapanpun selama 24 jam kita senantiasa menyadari hadirat Tuhan. kalau kita berakar dalam Dia kita harus memiliki kesadaran bahwa 24 jam kita ada dalam hadirat Tuhan.

Kedua, meresponi kebenaran Firman Tuhan (Yohanes 1:14). Persoalan banyak orang Kristen adalah mereka banyak tahu firman Tuhan, banyak mengajarkan firman Tuhan, tapi hidup mereka tidak pulih dan terikat dalam berbagai ikatan dosa. Penyebab utamanya yaitu karena mereka tidak menghidupi firman Tuhan. Hal ini bukan bicara seberapa banyak kita mendengar, belajar, menyampaikan firman Tuhan tapi bagaimana respon kita terhadap Firman Tuhan ketika ujian datang dihadapan kita.

Ketika, mengandalkan Tuhan (Yeremia 17:7-8). Akar akan selalu berusaha mencari cara untuk mendapatkan air yang berguna untuk pertumbuhan. Kita perlu mencari sumber pertumbuhan, tanpa kita mengandalkan Tuhan kita tidak akan pernah bertumbuh. Apakah kita selalu mengandalkan Tuhan? Selalu mempercayai keputusan-keputusan yang Dia buat? Kita butuh mempercayai Dia sepenuhnya. Persoalan boleh datang, pencobaan boleh mendekati kita, tapi kita tetap mempercayai Tuhan bahwa Dia tidak pernah gagal menepati janji-janjiNya.

Keempat, Kristus nyata melalui hidup kita (2 Korintus 3:3). Sangatlah penting bagi kita untuk memiliki sekelompok orang yang menjadi tempat untuk kita bisa mempertanggung jawabkan hidup. Tidak sedikit orang yang jatuh dalam dosa, karena tidak ada dalam kelompok modul-2. Dalam kelompok modul 2 kita dapat berbagi apa yang menjadi beban, dosa, maupun pergumulan supaya kita bisa bertumbuh. Bukan sebulan atau seminggu sekali, tapi setiap hari. Tidak harus bertemu muka dengan muka, kita dapat menggunakan pesan singkat seperti whatsapp, Line, dsb untuk mempermudah memberi pertanggungjawaban.

(Disadur dari Pleno 1 dan 3 Rakernas Pelayanan Wanita Bijak)

2019-05-16T08:09:54+00:00